Kategori: Tafsir

  • Bekerjasama Dengan Ma’had Mufassir Makkah, STIU-WM Buka Double Degree di Indonesia

    Bekerjasama Dengan Ma’had Mufassir Makkah, STIU-WM Buka Double Degree di Indonesia

    🍃📖📖📖🍃

    KABAR GEMBIRA BAGI PARA PENUNTUT ILMU

    📢 DIBUKA PENDAFTARAN ONLINE
    Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak Program Studi Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir
    Tahun Pelajaran 2024/2025

    PERTAMA KALI DI INDONESIA

    🥇 DOUBLE DEGREE🥇
    Kesempatan emas bagi para pelajar Indonesia untuk merintis jalan menjadi ahli tafsir di bawah bimbingan ulama-ulama Tanah Suci sekaligus memperoleh gelar akademik sarjana S-1 STIU WADI MUBARAK DAN Ijazah Ma’had Mufassir Makkah.

    🥇 KEUNGGULAN KAMPUS🥇

    1. IJAZAH ALUMNI
      (Double Degree adalah program akademik di mana seorang mahasiswa dapat memperoleh dua gelar sarjana dari institusi pendidikan yang berbeda secara bersamaan)
    2. SANAD AL-QUR’AN
      (Program pengambilan sanad Al-Qur’an bekerja sama dengan Maqari’ Qur’aniyyah Masjid Nabawi Madinah)
    3. HAFAL SHOHIHAIN
      (Program menghafal hadist-hadist Shohih Bukhari dan Shohih Muslim berkerja sama dengan Markaz Huffazhill Wahyain Riyadh)
    4. KURIKULUM TERPADU
      (Kurikulum perpaduan antara internal dan kampus Islam Timur Tengah)
    5. HAFAL MUTUN ILMIYYAH
      (Program menghafal Mutun Ilmiyyah di bawah bimbingan Qismul Mutun Al-‘Ilmiyyah wa As-Sunnah An-Nabawiyyah Masjid Nabawi)
    6. LINGKUNGAN QUR’ANI
      (Terciptanya lingkungan Qur’ani adalah salah sau faktor pendukung suksesnya mahasiswa dalam belajar Al-Qur’an dan Tafsir)

    📓 PERSYARATAN
    ▪Beragama Islam.
    ▪Tamatan SMA/Sederajat sampai dengan usia maksimal 25 tahun (putra) dan 21 tahun
    (putri).
    ▪Berkelakuan baik.
    ▪Tidak terlibat pelanggaran hukum.
    ▪Bersedia mengikuti disiplin pondok.
    ▪Belum menikah dan bersedia untuk tidak menikah selama pendidikan.
    ▪Menyerahkan dokumen dengan benar.
    ▪Sehat jasmani dan rohani, bebas narkoba, tidak merokok, dan bebas penyakit berat/menular.
    ▪Menguasai Bahasa Arab dasar, baik lisan maupun tulisan.
    ▪Bersedia menempuh masa pendidikan hingga selesai.
    ▪Bersedia menempuh masa pengabdian selama 2 tahun.
    ▪Sanggup menyertakan berkas persyaratan fisik (surat keterangan sehat dan bebas dari virus hepatitis dan TBC dari laboratorium atau dokter spesialis) setelah dinyatakan diterima.

    📳 NARAHUBUNG
    WhatsApp: +6285883576234
    https://wa.me/6285883576234
    Telepon: 0251-8257944
    (Jam Operasional Ahad-Jum’at Pukul: 08.00-16.00 WIB)

    🏡 ALAMAT KAMPUS
    Islamic Center Wadi Mubarak
    Jl. Raya Puncak, Kp. Goleah RT. 001/ RW 002,
    Desa Kuta, Kec. Megamendung,
    Kab. Bogor, Jawa Bara, Kode Pos: 16770

    🌍 Silahkan kunjungi website kami untuk pendaftaran
    www.stiuwm.ac.id

    Dapatkan Informasi terkini dengan mengikuti saluran ICWM di https://whatsapp.com/channel/ICWM

  • 8 (Delapan) Golongan Yang Disukai Allah ﷻ Tertulis Dalam Al-Qur’an Al-Karim (Bag. 2)

    8 (Delapan) Golongan Yang Disukai Allah ﷻ Tertulis Dalam Al-Qur’an Al-Karim (Bag. 2)

    5. Allah menyukai orang yang berbuat kebajikan (Al-Muhsinun)

    Muhsinîn berasal dari kata ihsan, secara harfiyah berarti berbuat kebaikan.

    Rasulullah saw mendefinisikan ihsan dengan seseorang menyembah Allah seolah-olah ia melihat-Nya, dan jika ia tidak mampu membayangkan melihat-Nya, maka sesungguhnya Allah melihat perbuatannya.

    Berbuat ihsan kepada makhluk ciptaan Allah adalah memperlakukan semua makhluk dengan perlakuan yang baik, tidak menyakiti atau pun merusak.

    فَآتَاهُمُ اللَّهُ ثَوَابَ الدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَابِ الْآخِرَةِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

    “Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan”
    (Ali ‘Imran: 148)

    وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

    “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik”
    (Al-Baqarah: 195)

    الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

    “(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”
    (Ali ‘Imran: 134)

    Baca juga Informasi Pendaftaran MAHABBAH Boarding School Program Tahfizh Tingkat SMP-SMA Putri

    6. Allah menyukai orang yag bertaubat (At-Tawwabun)

    At-Tawwabun adalah orang yang bertaubat setelah mengerjakan dosa, baik dosa besar maupun dosa kecil dengan tidak mengulang kembali

    وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

    “Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri”
    (Al-Baqarah: 222)

    Baca juga: Shalat Sunnah Yang Dilakukan Secara Berjamaah, Bagian 2

    7. Allah menyukai orang yang bertakwa (Al-Muttaqun)

    Menurut Tafsir Ibnu Katsir, arti dasar dari “takwa” adalah menaati Allah SWT dan tidak bermaksiat kepada-Nya. Maka Al-Muttaqun adalah orang yang meyakini adanya Allah swt dengan menjauhkan diri dari perbuatan syirik dan patuh akan segala perintah-Nya

    بَلَىٰ مَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ وَاتَّقَىٰ فَإِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ

    “(Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa”
    (Ali ‘Imran: 76)

    إِلَّا الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ ثُمَّ لَمْ يَنْقُصُوكُمْ شَيْئًا وَلَمْ يُظَاهِرُوا عَلَيْكُمْ أَحَدًا فَأَتِمُّوا إِلَيْهِمْ عَهْدَهُمْ إِلَىٰ مُدَّتِهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ

    “Kecuali orang-orang musyrikin yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatu pun (dari isi perjanjian)mu dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.”
    (At-Taubah: 4)

    كَيْفَ يَكُونُ لِلْمُشْرِكِينَ عَهْدٌ عِنْدَ اللَّهِ وَعِنْدَ رَسُولِهِ إِلَّا الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۖ فَمَا اسْتَقَامُوا لَكُمْ فَاسْتَقِيمُوا لَهُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ

    “Bagaimana bisa ada perjanjian (aman) dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin, kecuali orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidil haraam? maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.”
    (At-Taubah: 7)

    8. Allah menyukai orang yang berjuang di jalan Allah (Al-Mujahidun Fi Sabilillah)

    Yaitu seseorang yang ikut dalam peperangan dalam menegakkan agama Allah.

    إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ

    “Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”
    (Ash-Shof: 4)

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

    “Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.”
    (Al-Ma’idah: 54)

    Penulis: Abu Samudera

    Referensi: Mukhtashor Kitab Asror wa Kunuz Mahabbatillah Li Muhammad Sa’id Ghalib Al-Syahriy. Tahun 2019

    Dapatkan Informasi terkini dengan mengikuti saluran ICWM di https://whatsapp.com/channel/ICWM

  • 8 (Delapan) Golongan Yang Disukai Allah ﷻ Tertulis Dalam Al-Qur’an Al-Karim (Bag. 1)

    8 (Delapan) Golongan Yang Disukai Allah ﷻ Tertulis Dalam Al-Qur’an Al-Karim (Bag. 1)

    Sungguh beruntung orang-orang yang termasuk dalam golongan yang disukai Allah ﷻ ini. Karena ketika Allah ﷻ menyukai suatu golongan maka akan banyak kebaikan dan rahmat yang Allah ﷻ limpahkan kepadanya.

    Dalam Al-Qur’an, Allah ﷻ telah memberitahukan 8 (delapan) golongan yang disukai oleh-Nya. Dan sepatutnya umat Islam berlomba-lomba untuk masuk dalam golongan tersebut.

    Golongan apa sajakah itu?

    1. Golongan orang yang bersih (Al-Muththohhirun)

    Yaitu orang-orang yang selalu menjaga dirinya dari hadats besar dan kecil, dan jika berhadats maka ia segera membersihkannya.

    لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا ۚ لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا ۚ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ

    “Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.” (At-Taubah: 108)


    وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

    “Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”
    (Al-Baqarah: 222)

    Baca juga Informasi Pendaftaran MAHABBAH Boarding School Program Tahfizh Tingkat SMP-SMA Putri

    2. Allah menyukai orang yang bertawakal kepadaNya (Al-Muttawakkilun)

    Ibnu Jarir At-Thobari dalam tafsirnya menjelaskan makna tawakkal. Yaitu ridho dengan ketetapan Allah ﷻ, tunduk pada segala keputusan-Nya.

    Semakna dengan itu adalah bermakna membebaskan diri dari segala ketergantungan selain Allah dan menyerahkan keputusan atas segala sesuatunya hanya kepada Allah SWT. Hal ini pula yang membuat tawakal disebut sebagai perbuatan menyerahkan segala perkara, ikhtiar, dan usaha kita kepada Allah SWT.

    فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

    “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”
    (Ali Imran: 159)

    Baca juga: Dunia: Manis Dan Hijau

    3. Allah menyukai orang yang berbuat adil (Al-Muqsithun)

    Al-Qisthu semakna dengan al-‘adlu dan al-wazn. Dalam KBBI, adil adalah (1) sama berat, tidak berat sebelah, tidak memihak (2) berpihak kepada yang benar; berpegang pada kebenaran. (3) sepatutnya; tidak sewenang-wenang.

    Ibnu ‘Utsaimin dalam tafsirnya menjelaskan makna al-qithu, yaitu melihat suatu permasalahan dari inti masalahnya, bukan berdasarkan siapa yang membawa masalah tersebut

    لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

    “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”
    (Al-Mumtahanah: 8)

    سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ أَكَّالُونَ لِلسُّحْتِ ۚ فَإِنْ جَاءُوكَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ أَوْ أَعْرِضْ عَنْهُمْ ۖ وَإِنْ تُعْرِضْ عَنْهُمْ فَلَنْ يَضُرُّوكَ شَيْئًا ۖ وَإِنْ حَكَمْتَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

    “Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram. Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (untuk meminta putusan), maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka, atau berpalinglah dari mereka; jika kamu berpaling dari mereka maka mereka tidak akan memberi mudharat kepadamu sedikitpun. Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka dengan adil, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.”
    (Al-Ma’idah: 42)

    وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا ۖ فَإِنْ بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَىٰ فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّىٰ تَفِيءَ إِلَىٰ أَمْرِ اللَّهِ ۚ فَإِنْ فَاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا ۖ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

    “Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.”
    (Al-Hujurat: 9)

    Baca juga Pembatal-Pembatal Shalat (Seri Madrasah Fiqh Online)

    4. Allah menyukai orang yang sabar (Ash-Shobirun)

    Definisi sabar menurut Ibnu Qayyim al-Jauzi adalah menahan diri dari rasa gelisah, cemas dan amarah; menahan lidah dari keluh kesah, menahan tubuh dari kekacauan.

    Sedangkan menurut M. Quraish Shihab, sabar adalah menahan diri atau membatasi jiwa dari keinginan demi mencapai sesuatu yang baik atau lebih baik.

    وَكَأَيِّنْ مِنْ نَبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ

    “Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.”
    (Ali ‘Imran: 146)

    Bersambung Bagian 2

    Dapatkan Informasi terkini dengan mengikuti saluran ICWM di https://whatsapp.com/channel/ICWM