Bogor, wadimubarak.com – Alhamdulillah pada Senin (20/02/2023) Yayasan Islamic Center Wadi Mubarak (ICWM) telah menerima profit usaha tahap 1 tahun 2023 dari Lantama Wisata & Anugerah Wisata sebesar Rp. 100.000.000 guna mensuport segala program pendidikan & dakwah yang ada di ICWM.
Penyaluran profit usaha ini diterima langsung oleh Ustadz Rozuq, S.Ag. selaku Wakil Ketua Yayasan Islamic Center Wadi Mubarak dan didampingi oleh Ustadz Ilham Akbar, S.H.I. selaku Manager Marketing Lantama Wisata & Anugerah Wisata.
“Segenap keluarga besar Islamic Center Wadi Mubarak mengucapkan rasa syukur dan terima kasih, jazakumullah khairan kepada para alumni jamaah umroh dan calon jamaah umroh yang akan berangkat karena telah memilih Lantama Wisata sebagai biro travel umroh yang dapat dipercaya dalam melangsungkan niat baik bapak/ibu untuk bisa menunaikan ibadah umroh” tutur Ustadz Rozuq saat ditemui di halaman Masjid Jami’ Wadi Mubarak.
Ilham Akbar selaku Manager Marketing Lantama Wisata juga turut merasa bahagia dan bersyukur atas segala kepercayaan yang sudah diberikan kepada Lantama Wisata & Anugerah Wisata dalam merealisasikan niat baik para jamaah untuk menunaikan haji dan umroh ke Baitullah. Dan hal tersebut menjadi suatu kehormatan tersendiri bagi Lantama Wisata dan Anugerah Wisata karena dapat menjadi mitra penyelenggara ibadah haji dan umroh Indonesia..
Bersama para pemateri lainnya, KH. Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I (Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak) yang memberikan materi “Quranic Parenting: Mendidik Anak Ala Rasulullah”, hadir dalam Seminar Ketahanan Keluarga yang digelar oleh Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Sekretariat Daerah Aceh.
Seminar yang berlangsung pada Selasa (27/09) di Hotel Grand Nanggroe tersebut mengangkat tema “Menjadi Orang Tua Sukses di Era Digital,”.
Selain itu tampak dr. Rosaria Indah, M.Sc., Ph.D (Dosen Fakultas Kedokteran USK, Praktisi Parenting) hadir dengan judul “Mendampingi Anak di Era Smart Digital”, Hj. Nur Asiah Ibrahim, S.Ag dengan judul “Menjadi Orang Tua yang Dirindukan” dan Prof. Drs. Yusny Saby, MA., Ph.D (Guru Besar UIN Ar-Raniry Banda Aceh) dengan judul “Pesan-pesan Parenting dalam Kearifan Lokal.
Seminar parenting tersebut diikuti oleh peserta dari Instansi Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Anak (PPPA), Lembaga Kemitraan kabupaten/kota dalam Provinsi Aceh dan akademisi.
Kepala Biro Isra Setda Aceh, Usamah El Madany SAg, MM mewakili Pj Gubernur Aceh menyampaikan kegiatan seperti ini perlu dilaksanakan secara teratur untuk mendidik ibu-ibu dan bapak-bapak agar menjadi orang tua yang sukses mendidik anaknya menjadi generasi emas dimasa depan.
Beberapa rumusan hasil seminar yang didapat dari para narasumber tersebut diantaranya:
Pertama Di era digital dengan pertumbuhan teknologi informasi yang begitu cepat, mustahil bagi generasi muda dan anak-anak kita tidak tersentuh dengan kemajuan teknologi, Ibu dan bapak perlu mengimbangan antara penggunaan teknologi secara berlebihan pada anak dengan mengajarkan mereka nilai-nilai pendidikan yang sarat dengan pesan-pesan moral Al-Quran dan hadits.
Kedua Pembentukan karakter anak yang berakhlak mulia dalam sebuah keluarga perlu menjadikan pribadi ayah bunda idola yang dikagumi oleh anak-anaknya; sahabat dan tempat yang saling membagi cerita.
Ketiga Pembentukan pola asuh orang tua yang berkarakter Qurani (parenting quranic), dengan merujuk pada QS. Al-Baqarah [2]: 233, QS. An-Nisa’ [4]: 9, QS. Lukaman [31]: 13-19 dan As-Shaffat [37]: 102.
Keempat Pembentukan nilai, sikap dan kepribadian anak dalam sebuah keluarga perlu dibentuk melalui kisah-kisah perjuangan ayah bunda dalam meraih kesuksesan, di samping menceritakan kisah-kisah keteladanan sebagaimana kisah Alquran dan hadits.
Kelima Era digital teknologi telah mempengaruhi secara langsung terhadap dunia pendidikan dan perilaku anak. Karena itu perlu melakukan pengontrolan secara kontiyu terhadap pemakaian teknologi digital, semisal HP pada anak melalui arahan, saling terbuka dan membuat kesepakatan bersama tentang batasan-batasan waktu dalam penggunaan HPnya.
Keenam Pembentukan pola asuh orang tua terhadap anak di era digital perlu dilakukan melalui pendekatan nilai-nilai kearifan Aceh. Memperkuat kembali tatakrama kosopanan dalam tutur kata dan bersikap dengan orang tuanya, tatakrama dalam bersikap terhadap guree, menghormati ureung tuha, menghormati sanak keluarga, menghormati masyarakat [ureung gampong], menggalakkan permainan tradisional, hikayat, dan budaya lisan lain yang sarat nilai. Adat istiadat Aceh yang penuh dengan kearifan yang agung ini perlu diperkuat kembali dalam sebuah keluarga dan masyarakat sebagai solusi memperkuat ketahan keluarga di era digital.
Sumber berita: https://mediaaceh.co/2022/09/27/biro-isra-setda-aceh-gelar-seminar-ketahanan-keluarga/