Kategori: MIMBAR (Membangun dan Memakmurkan Masjid)

  • Islamic Center Wadi Mubarak Hadirkan TK di Tanjungsari Sumedang Lewat TAUD SaQu Darul Iman

    Islamic Center Wadi Mubarak Hadirkan TK di Tanjungsari Sumedang Lewat TAUD SaQu Darul Iman

    Kawasan Perumahan Klaras Grand Village, Dusun Ciluluk, Desa Margajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kab. Sumedang, menjadi saksi lahirnya sebuah tonggak penting dalam penguatan syiar Islam dan pendidikan berbasis nilai Qur’ani. Peresmian Masjid Darul Iman yang dilaksanakan dengan khidmat turut menandai hadirnya TK di Tanjungsari Sumedang melalui TAUD SaQu Wadi Mubarak – Darul Iman, sebuah lembaga pendidikan anak usia dini yang mengusung konsep tahfizh Al-Qur’an, adab Islami, serta pembelajaran holistik sejak usia dini.

    Hadirnya masjid dan lembaga pendidikan ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan wujud nyata sinergi antara ibadah, dakwah, dan pendidikan. Bagi masyarakat sekitar, kehadiran Masjid Darul Iman dan TAUD SaQu menjadi jawaban atas kebutuhan spiritual dan pendidikan Islam, khususnya bagi orang tua yang selama ini mencari TK di Tanjungsari Sumedang dengan pendekatan Qur’ani yang kuat dan berkesinambungan.

    Tanjungsari: Kawasan Strategis dengan Kebutuhan Pendidikan Islam yang Meningkat

    Kecamatan Tanjungsari dikenal sebagai salah satu wilayah strategis di Kabupaten Sumedang. Sejak diresmikannya Tol Cisumdawu, kawasan ini mengalami peningkatan mobilitas, pertumbuhan hunian, serta perkembangan komunitas masyarakat baru, khususnya keluarga muda muslim. Kondisi ini secara langsung meningkatkan kebutuhan akan fasilitas ibadah dan pendidikan Islam yang berkualitas.

    Di tengah pesatnya pembangunan perumahan, kehadiran masjid yang representatif menjadi pusat spiritual yang sangat dinanti. Masjid Darul Iman hadir sebagai fondasi utama pembinaan keislaman masyarakat, sekaligus menjadi pusat aktivitas ibadah, dakwah, dan pendidikan. Lebih dari itu, kehadiran lembaga pendidikan seperti TAUD SaQu Wadi Mubarak sebagai TK di Tanjungsari Sumedang yang programnya dikhususkan untuk anak usia dini di lingkungan masjid memperkuat peran masjid sebagai pusat peradaban Islam.

    TK di Tanjungsari Sumedang3

    Bagi banyak orang tua, menemukan TK di Tanjungsari Sumedang yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pembinaan akhlak dan kecintaan terhadap Al-Qur’an, menjadi kebutuhan mendesak. TAUD SaQu Wadi Mubarak – Darul Iman hadir menjawab kebutuhan tersebut dengan konsep pendidikan terintegrasi antara sekolah dan masjid.

    Prosesi Peresmian: Simbol Kolaborasi Umat, Pemerintah, dan Pengembang

    Prosesi peresmian Masjid Darul Iman berlangsung khidmat dan sarat makna. Acara diawali dengan doa bersama dan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema, menciptakan suasana spiritual yang mendalam. Rangkaian acara dilanjutkan dengan sambutan dari pihak pengembang perumahan, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemerintah daerah.

    Mewakili Wakil Gubernur Jawa Barat, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Karo Kesra) Provinsi Jawa Barat, Andri Kustria Wardana, hadir secara langsung dan menyerahkan bantuan sebesar Rp10 juta. Bantuan tersebut berasal dari zakat ASN Provinsi Jawa Barat yang disalurkan melalui Baznas, sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan masjid dan penguatan syiar Islam di kawasan hunian baru.

    Dalam sambutannya, Andri menegaskan bahwa pembangunan masjid tidak berhenti pada bangunan fisik semata. Ia menekankan pentingnya pengelolaan masjid secara profesional dan berkelanjutan melalui tiga pilar utama: Idarah (manajemen dan administrasi), Imarah (pemakmuran masjid melalui aktivitas ibadah dan keumatan), serta Riayah (pemeliharaan sarana dan prasarana).

    Tokoh masyarakat setempat, H. Umuh Muchtar, turut menyampaikan harapannya agar Masjid Darul Iman dapat menjadi pusat persatuan umat dan wadah pembinaan spiritual serta sosial masyarakat Tanjungsari. Kehadiran masjid dan sekolah TK di Tanjungsari Sumedang ini dinilai mampu memperkuat identitas keislaman warga, khususnya di lingkungan perumahan baru.

    TK di Tanjungsari Sumedang6

    TAUD SaQu Wadi Mubarak – Darul Iman: Visi, Kurikulum & Konsep

    Seiring dengan peresmian masjid, TAUD SaQu Wadi Mubarak – Darul Iman, lembaga pendidikan anak usia dini untuk jenjang TK di Tanjungsari Sumedang secara resmi diperkenalkan kepada masyarakat. Lembaga ini merupakan bagian dari jaringan pendidikan SaQu yang dikenal dengan fokus pada tahsin, tahfizh, dan pembinaan adab Islami sejak usia dini.

    TAUD SaQu hadir sebagai alternatif TK di Tanjungsari Sumedang yang mengedepankan pembentukan karakter dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Dengan lokasi yang berdampingan langsung dengan masjid, anak-anak dibiasakan berada dalam lingkungan Islami yang konsisten antara kegiatan belajar dan ibadah.

    Visi utama TAUD SaQu Wadi Mubarak – Darul Iman adalah mencetak generasi kecil yang cinta Al-Qur’an, berakhlak mulia, mandiri, serta memiliki kesiapan menghadapi tantangan zaman. Visi ini diwujudkan melalui kurikulum yang dirancang secara matang dan terintegrasi.

    Kurikulum TAUD SaQu Wadi Mubarak – Darul Iman memadukan berbagai aspek pendidikan anak usia dini dengan landasan nilai Islami yang kuat. Beberapa komponen utama kurikulum meliputi:

    • Pembelajaran tahfizh Qur’an sejak usia dini
    • Pola Asuh Qur’anic Parenting yang menanamkan adab, akhlak, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an
    • Fun Learning Islami dengan metode bermain edukatif, pengembangan kreativitas, dan pendekatan integratif
    • Bilingual (Arabic & English) untuk mempersiapkan anak menghadapi tantangan global
    • Pendidikan karakter & kepemimpinan muslim, yang membentuk anak tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga tangguh dalam iman serta berjiwa sosial

    Konsep ini menjadikan TAUD SaQu sebagai TK di Tanjungsari Sumedang yang tidak hanya menyiapkan anak secara akademik, tetapi juga membangun fondasi iman dan akhlak yang kokoh sejak dini.

    Sambutan Masyarakat & Harapan Orang Tua

    TK di Tanjungsari Sumedang2

    Respon masyarakat dan orang tua sangat positif terhadap hadirnya masjid dan sekolah ini. Beberapa orang tua menyampaikan bahwa kehadiran TAUD SaQu Wadi Mubarak sebagai TK di Tanjungsari Sumedang terasa sangat membantu, apalagi jarak ke sekolah Islam di kota bisa menjadi kendala. Kini mereka bisa memperoleh pendidikan Qur’ani kualitas tinggi tanpa harus bermobilisasi jauh.

    Sejumlah orang tua mengatakan bahwa mereka telah mendaftar anak-anaknya sejak sesi trial class dibuka, karena pendaftaran resmi sudah dibuka dan kuota terbatas. Semangat mereka ditunjukkan melalui kehadiran saat peresmian dan antusiasme mengikuti tur fasilitas serta perkenalan kurikulum.

    Beberapa testimoni menyebutkan bahwa mereka merasa kehidupan spiritual anak akan lebih konsisten jika pendidikan sejak dini dibangun dalam lingkungan masjid & sekolah yang seiring. Bagi orang tua yang mencari TK di Tanjungsari Sumedang dengan atmosfer Islami yang kuat, konsep ini menjadi daya tarik utama.

    Relevansi Lokal: Tanjungsari – Sumedang

    Kecamatan Tanjungsari sendiri memiliki karakteristik strategis. Dengan potensi pertumbuhan hunian dan aksesibilitas yang membaik, kawasan ini kian menarik bagi pengembangan fasilitas sosial seperti pendidikan dan keagamaan.

    Masjid Darul Iman, Klaras Grand Village telah diberitakan sebagai simbol kolaborasi antara pengembang, masyarakat, dan pemerintah untuk memperkuat syiar Islam di wilayah hunian.

    Banyak orang tua menyampaikan bahwa selama ini mereka harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan pendidikan Islam berkualitas bagi anak-anaknya. Kini, keberadaan TK di Tanjungsari Sumedang yang terintegrasi dengan masjid memberikan solusi yang lebih dekat, nyaman, dan berkualitas. Karena sebelumnya mungkin harus menempuh jarak jauh ke kota atau daerah sekitarnya.

    Sebagai TK di Tanjungsari Sumedang yang berbasis masjid dan kurikulum Qur’ani, TAUD SaQu diharapkan menjadi rujukan pendidikan Islam anak usia dini di Kabupaten Sumedang. Ke depan, lembaga ini berpotensi melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan emosional.

    TK di Tanjungsari Sumedang4

    Penutup & Harapan

    Peresmian Masjid dan TAUD SaQu Wadi Mubarak – Darul Iman menandai babak baru dalam perjalanan syiar Islam & pendidikan Qur’ani jenjang TK di Tanjungsari Sumedang. Keberadaan lembaga ini adalah langkah nyata dalam menyiapkan generasi Qurani sejak usia dini. Dengan kurikulum At Tibyan yang dirancang oleh para ulama Makkah dan Madinah, anak-anak tidak hanya belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga meneladani adab, akhlak, dan kecintaan kepada Allah sejak dini.

    TK di Tanjungsari Sumedang8

    Bagi para orang tua yang mencari TK di Tanjungsari Sumedang dan ingin menghadirkan pendidikan Islami yang berfokus pada tahsin dan tahfizh sejak usia 3–5 tahun, TAUD SaQu Wadi Mubarak – Darul Iman kini telah membuka pendaftaran santri baru tahun ajaran 2026/2027.

    📍 Lokasi: TAUD SaQu Wadi Mubarak – Darul Iman, Klaras Grand Village, Tanjungsari, Sumedang
    📆 Usia penerimaan: 3–5 tahun
    📖 Program unggulan: Tahsin & Tahfizh Al-Qur’an, Adab Islami, Life Skill Qurani, Kurikulum Ulama Madinah
    📞 Informasi & Pendaftaran:
    Hubungi admin resmi TAUD SaQu Darul Iman di WhatsApp: +62 855-4506-7860

    Harapan besar diteguhkan agar lembaga ini dapat menjadi pusat pendidikan Islam terbaik di Kabupaten Sumedang, menjadi rujukan bagi orang tua yang mencari sekolah Islam berkualitas sejak usia dini. Dengan dukungan masyarakat, dan manajemen yang profesional, TAUD SaQu Wadi Mubarak dapat berkembang secara berkelanjutan.

    Dengan dukungan masyarakat, manajemen profesional, dan sinergi masjid-sekolah yang kuat, besar harapan lembaga ini dapat tumbuh berkelanjutan dan menjadi pusat pendidikan Islam terbaik di Kabupaten Sumedang. Semoga kehadirannya TAUD SaQu Wadi Mubarak – Darul Iman, sebagai TK di Tanjungsari Sumedang dapat membawa keberkahan dan melahirkan generasi Qur’ani yang menjadi rahmat bagi lingkungan Tanjungsari dan sekitarnya.

    TK di Tanjungsari Sumedang
    TK di Tanjungsari Sumedang5
    TK di Tanjungsari Sumedang7
  • Belajar Mengaji dari Nol: Wadi Mubarak Gelar Kajian Tahsin Surat Al-Fatihah di Masjid Darul Iman Sumedang

    Belajar Mengaji dari Nol: Wadi Mubarak Gelar Kajian Tahsin Surat Al-Fatihah di Masjid Darul Iman Sumedang

    Tanjungsari, Sumedang — Dalam suasana pagi yang sejuk dan khusyuk, lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar menggema dari dalam Masjid Darul Iman, kawasan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. Puluhan peserta dari berbagai kalangan hadir dalam Kajian Tahsin Surat Al-Fatihah yang diselenggarakan oleh tim Belajar Mengaji dari 0, bekerja sama dengan DKM Masjid Darul Iman.

    Acara yang berlangsung pada hari Sabtu pagi itu menghadirkan suasana haru sekaligus menggugah. Di antara peserta, tampak wajah-wajah penuh semangat dari para ibu rumah tangga, mahasiswa, hingga para ayah muda yang datang dengan niat memperbaiki bacaan Al-Qur’an mereka — mulai dari huruf, makhraj, hingga tajwid yang benar.

    “Kami ingin mengajak masyarakat mencintai & banyak berinteraksi dengan Al-Qur’an. Tapi pada kenyataannya, minimnya minat baca atau interaksi kita dengan Al-Qur’an kerapkali terkendala kemampuan & pemahaman dalam membaca Al-Qur’an. Selain itu banyak di antara kita yang bisa membaca, tapi belum tentu benar membacanya,” ujar pengajar tahsin, Ustaz Dudi, S.Ag., dalam pemaparannya.

    📖 Al-Fatihah: Surat Paling Mulia, Namun Paling Sering Salah Dibaca

    Surat Al-Fatihah disebut sebagai Ummul Kitab — induk dari Al-Qur’an. Surat ini dibaca minimal 17 kali setiap hari dalam shalat lima waktu. Namun, sebagaimana dijelaskan oleh para pembimbing tahsin, masih banyak umat Islam yang belum menyadari kesalahan kecil dalam pelafalan atau panjang-pendek harakat yang dapat mengubah makna.

    Melalui program Belajar Mengaji dari 0, peserta dibimbing langsung memperbaiki bacaan ayat demi ayat dengan pendekatan yang mudah dipahami semua usia. Salah satu metode unggulan yang digunakan adalah talaqqi — yakni membaca langsung di hadapan guru agar bisa dikoreksi secara tepat.

    “Setiap huruf dari Al-Qur’an memiliki haknya masing-masing. Saat bacaan kita diperbaiki, bukan hanya kualitas tilawah yang meningkat, tapi juga kekhusyukan ibadah kita,” tambah Ustaz Dudi.

    Kegiatan tahsin ini menjadi magnet tersendiri bagi warga Sumedang, terutama di wilayah Tanjungsari dan sekitarnya. Banyak peserta mengaku, sejak mengikuti kelas ini, mereka lebih percaya diri membaca Al-Qur’an di rumah dan dalam shalat.

    🌼 Masjid Darul Iman, Pusat Dakwah dan Pendidikan Qur’ani di Tanjungsari

    Masjid Darul Iman, yang baru diresmikan 2 bulan lalu, kini menjadi salah satu pusat pembelajaran Al-Qur’an aktif di Tanjungsari, Sumedang. Selain menjadi tempat ibadah, masjid ini juga menjadi basis kegiatan pendidikan Qur’ani bagi anak-anak dan orang tua, mulai dari kelas tahsin & tahfizh untuk anak-anak, hingga kelas tahsin, tadabbur, dan fiqh untuk orang dewasa.

    Kegiatan Kajian Tahsin Surat Al-Fatihah ini juga menjadi salah satu langkah awal dalam membangun budaya Qur’ani di kawasan tersebut. Para pengurus DKM menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari visi besar menjadikan Masjid Darul Iman sebagai rumah pembelajaran Al-Qur’an yang terbuka untuk semua kalangan.

    “Harapan kami, generasi muda Tanjungsari tumbuh dengan cinta pada Al-Qur’an. Tidak hanya bisa membaca, tapi juga mengamalkan,” ungkap Ustaz Hanif, DKM Masjid Darul Iman – Tanjungsari, yang turut menjadi pembina kegiatan ini.

    🌙 Belajar Mengaji dari Nol: Gerakan Kembali ke Al-Qur’an

    Program Belajar Mengaji dari 0 merupakan inisiatif dakwah dari para alumni Wadi Mubarak yang berfokus pada pemberantasan buta huruf Al-Qur’an di kalangan masyarakat muslim perkotaan maupun pedesaan. Program ini telah menjangkau berbagai daerah di Jawa Barat dan kini menyapa masyarakat Sumedang melalui Masjid Darul Iman.

    Setiap pertemuan menghadirkan sesi praktik langsung, koreksi bacaan, dan pemahaman makna dari surat-surat pendek, dimulai dari Surat Al-Fatihah sebagai fondasi utama. Pendekatannya lembut, personal, dan penuh kasih — sangat membantu bagi mereka yang selama ini merasa malu mengaku belum lancar membaca Al-Qur’an.

    “Kami tidak menilai dari seberapa banyak hafalan, tapi seberapa besar keinginan untuk memperbaiki diri,” ujar salah satu mentor dari tim pengajar.

    Kegiatan seperti ini diharapkan dapat menumbuhkan kembali kesadaran masyarakat Sumedang akan pentingnya pendidikan Al-Qur’an sejak dini — termasuk bagi anak-anak mereka.

    🌱 Dari Orang Tua ke Anak: Warisan Terindah Adalah Al-Qur’an

    Banyak orang tua yang hadir dalam kajian ini merasa tergerak untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah Islam yang berorientasi pada pendidikan Qur’ani. Salah satu yang menjadi perhatian masyarakat Tanjungsari adalah TAUD SaQu Wadi Mubarak – Darul Iman, yang berlokasi tak jauh dari masjid.

    Sekolah ini mengusung visi melahirkan generasi Qur’ani yang cerdas, mandiri, dan berakhlak mulia dengan kurikulum berbasis Al-Qur’an dan sunnah. Para guru di TAUD SaQu dididik untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini, bukan sekadar menghafal, tapi juga menghayati maknanya.

    Dengan pendekatan Qur’anic Fun Learning, anak-anak belajar dalam suasana gembira, aktif, dan interaktif. Mereka tak hanya belajar membaca, tapi juga memahami kisah-kisah Al-Qur’an yang menginspirasi kehidupan sehari-hari.

    🕌 Masjid dan Sekolah: Dua Sayap Dakwah Islam di Sumedang

    Kerja sama antara DKM Masjid Darul Iman, Tim Belajar Mengaji dari 0, dan TAUD SaQu Wadi Mubarak – Darul Iman mencerminkan sinergi ideal antara masjid dan lembaga pendidikan Islam. Keduanya menjadi pusat pembinaan umat — masjid sebagai sumber nilai dan spiritualitas, sekolah sebagai ruang tumbuhnya karakter dan ilmu.

    “Kami ingin agar setiap langkah anak dan orang tua di Tanjungsari berawal dari masjid. Dari sini lahir generasi Qur’ani yang siap menerangi dunia,” tutur Ustadz Didik dalam sesi penutupan kajian.

    📣 Untuk Anda yang Ingin Bergabung: Mari Jadi Bagian dari Gerakan Qur’ani

    Semangat belajar Al-Qur’an tidak berhenti di kajian ini saja. Tim Belajar Mengaji dari 0 telah membuka kelas lanjutan untuk masyarakat Sumedang yang ingin memperbaiki bacaan dan memahami Al-Qur’an dari dasar. Jadwal kegiatan dan pendaftaran dapat diakses langsung melalui pengurus DKM Masjid Darul Iman.

    Bagi para orang tua yang ingin mengenalkan pendidikan Qur’ani sejak dini kepada anaknya, TAUD SaQu Wadi Mubarak – Darul Iman kini juga membuka pendaftaran Tahun Ajaran 2026/2027 dengan kuota terbatas.

    📞 Informasi & Pendaftaran:
    TAUD SaQu Wadi Mubarak – Darul Iman
    📍 Tanjungsari, Sumedang
    📱 Hubungi edu consultant TAUD SaQu : +62 855-4506-7860

    Bismillah, semoga langkah kecil ini menjadi awal lahirnya generasi Qur’ani di bumi Sumedang — yang bukan hanya bisa membaca Al-Qur’an, tapi juga hidup bersamanya.🌿

  • Pesantren Ramadhan di Sleman

    Bertempat di Masjid Abdurrahman Al-Ied, Desa Donoharjo, Kec. Ngaglik, Kab. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pesantren Ramadhan yang digelar sejak tanggal 13 April hingga 3 Mei 2021 cukup banyak peminatnya. Bukan hanya dari sekitaran Yogyakarta dan Jawa Tengah, namun ada juga peserta yang datang dari Surabaya, Bandung dan Banten.

    Pesantren Ramadhan yang pertama kali digelar di masjid ini, tercatat 54 orang pendaftar. Namun ketika kegiatan digelar, hanya 21 orang yang bisa datang untuk mengikutinya.

    4 (empat) orang muhafizh alumni Islamic Center Wadi Mubarak Megamendung Bogor Jawa Barat, diutus untuk membimbing para peserta yang dikhususkan ikhwan ini. Selain tilawah, tahsin, tahfizh dan tadabbur Al-Qur’an, para peserta juga dibekali pembelajaran kitab Attibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an dan Matan Hadits Arba’in yang keduanya merupakan karya Al-Imam An-Nawawi.

    Dalam pesan yang disampaikan oleh ketua panitia, Fiqriadi Al-Hafizh. Beliau berpesan: “Walaupun kegiatan ini pertama kali diadakan di Masjid Abdurrahman Al-Ied, namun para pembimbing, in syaa Allah bukanlah orang baru (dalam hal ke-tahfizh-an) dan ke depan semoga kegiatan ini bisa lebih baik lagi.”

    Salah seorang peserta asal Surabaya, Syamil Amirul Haq, sangat terkesan dan mendukung kegiatan seperti ini, kegiatan yang langsung dibimbing oleh para hafizh yang memiliki sanad dan bacaan internasional, “Selain itu, untuk mengisi waktu Ramadhan dengan kegiatan yang lebih bermanfaat.” Tambahnya.

    Baca Pelajaran ke 32 dari Madrasah Ramadhan: Adab-Adab Membaca Al-Qur’an

    Kegiatan berlangsung dengan penerapan disiplin yang baik. Disiplin secara kepondokan juga disiplin dengan protokol kesehatan di tengah masa pandemi Covid-19 yang belum berakhir ini. (Al-Choer)

  • MIMBAR

    MIMBAR

    MIMBAR (Membangun dan Memakmurkan Masjid) merupakan Yayasan di lingkungan ICWM yang mensinergikan kekuatan umat dalam membangun dan memakmurkan masjid. Keberadaan masjid bukan hanya untuk melakukan ibadah mahdhah saja. Lebih jauh dari itu, masjid adalah pusat peradaban Islam. Masjid adalah wadah paling utama dalam penanaman, pembinaan dan peningkatan keimanan, karena Allah tidak menjadikan tempat lain semulia masjid.

    Bahkan Allah menegaskan masjid itu adalah rumah-Nya di muka bumi: “ Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia”. , (QS. Al-Imran:96). Saking urgentnya eksistensi masjid, maka Allah mencontohkan pembangunan peradaban di muka bumi melalui pembangunan Baitullah di Mekah.

    MIMBAR bukan sekedar membangun masjid, tetapi juga membangun SDM imam dan ta’mir masjid. Agar keberadaan masjid bisa dikelola secara professional dan kemanfaatannya bisa dirasakan oleh masyarakat luas.

    VISI
    Membangun peradaban Islam dan meraih kejayaan Islam melalui masjid sebagai sentral kegiatan ibadah, pendidikan, sosial dan ekonomi.

    MISI
    – Membangun masjid di seluruh wilayah Indonesia disesuaikan dengan kondisi geografis dan kepentinngan masyarakat.
    – Menyalurkan dana wakaf, Infak dan sedekah untuk pembangunan masjid.
    – Membentuk Kader imam dan da’i melalui program pendidikan Imam Sahabat Qur’an (Imam Saqu)
    – Mensuply SDM imam dan da’i untuk kebutuhan pemberdayaan masjid
    – Membentuk kader mualimah atau ustadzah melalui Program Pendidikan Tahfizh Anak Usia Dini untuk kebutuhan pemberdayaan anak usia dini di lingkungan masjid.
    – Menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat