Tag: Islamic center wadi mubarak

  • TAUD SaQu Wadi Mubarak – Pondok Kopi Gelar Trial Class Seru

    TAUD SaQu Wadi Mubarak – Pondok Kopi Gelar Trial Class Seru

    Jakarta Timur – Pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter, akhlak, dan kecintaan anak kepada ilmu. Di tengah meningkatnya kebutuhan orang tua akan sekolah Islam yang berkualitas, TAUD SaQu Wadi Mubarak – Pondok Kopi hadir dengan program Trial Class & School Tour yang digelar khusus untuk memperkenalkan metode pembelajaran Qur’ani kepada anak-anak usia 2–4 tahun.

    Kegiatan trial class ini bukan hanya menjadi ajang bermain dan belajar, tetapi juga momentum bagi orang tua untuk menyaksikan langsung bagaimana Kurikulum At Tibyan yang dipadukan dengan konsep Qur’anic Parenting diterapkan di dalam kelas. Dengan mengusung tema “Pola Asuh Qur’ani dalam Mendidik Anak Cinta Al-Qur’an”, acara ini diharapkan mampu membuka wawasan keluarga muslim tentang pentingnya pendidikan Islam sejak dini.

    Kenapa Trial Class Penting untuk Orang Tua?

    Banyak orang tua yang masih ragu dalam memilih sekolah Islam terbaik bagi buah hatinya. Sebagian ingin anak mereka sejak dini sudah terbiasa dengan hafalan Qur’an, sebagian lain menginginkan pendidikan yang tidak hanya fokus pada ilmu agama tetapi juga mengembangkan kecerdasan akademik, kreativitas, serta kemampuan sosial.

    Melalui program Qur’anic Fun Learning, TAUD SaQu Wadi Mubarak – Pondok Kopi menghadirkan pengalaman nyata bagaimana anak-anak belajar dengan suasana ceria, penuh kasih sayang, dan tetap berlandaskan pada nilai-nilai Qur’ani.

    “Trial class ini kami buat agar orang tua bisa menyaksikan dan merasakan sendiri atmosfer belajar yang Qur’ani. Anak-anak belajar, bermain, dan mengenal Qur’an dalam suasana gembira,” ungkap Ustaz Wandi Saputra, pengelola TAUD SaQu Wadi Mubarak – Pondok Kopi.

    Konsep Qur’anic Parenting: Mendidik dengan Kasih Sayang dan Adab

    Salah satu keunggulan TAUD SaQu (Tahfizh Anak Usia Dini SaQu) adalah pendekatan Qur’anic Parenting. Konsep ini mengajarkan bahwa pendidikan anak bukan hanya tentang transfer ilmu, melainkan juga pembiasaan adab, akhlak, serta kasih sayang.

    Di dalam trial class, para pendidik mengajak anak untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an melalui cara-cara sederhana seperti:

    • Mengulang hafalan pendek dengan nada ceria
    • Belajar doa harian dengan praktik langsung
    • Permainan motorik yang melatih kemandirian dan kerja sama
    • Lagu Islami yang memotivasi anak untuk mencintai Al-Qur’an

    Metode ini terbukti efektif membuat anak merasa senang dan tidak tertekan dalam belajar.

    Fun Learning: Belajar Jadi Menyenangkan

    Program Qur’anic Fun Learning di TAUD SaQu Pondok Kopi dirancang untuk memastikan bahwa anak-anak menikmati setiap proses belajar. Kegiatan ini menggabungkan unsur bermain, eksperimen sederhana, hingga kreativitas seni yang diselipkan dalam materi Islami.

    Di dalam kelas, guru tidak hanya bertindak sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping yang penuh kasih sayang. Dengan begitu, anak merasa nyaman, dihargai, dan lebih mudah menerima ilmu yang diberikan.

    Orang tua yang hadir dalam trial class juga diberikan ruang untuk berdiskusi mengenai pola asuh Islami, tantangan mendidik anak di era digital, serta strategi agar anak tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berakhlak, dan cinta Qur’an.

    Lokasi Strategis di Pondok Kopi

    Berlokasi di dekat Kantor Kelurahan Pondok Kopi, Jakarta Timur, TAUD SaQu Wadi Mubarak – Pondok Kopi hadir sebagai solusi bagi orang tua yang ingin memberikan pendidikan Islam terbaik tanpa harus jauh dari pusat kota.

    Lokasi yang mudah dijangkau, lingkungan yang kondusif, serta fasilitas belajar yang memadai menjadi nilai tambah bagi sekolah ini. Para orang tua dari berbagai wilayah di Jakarta Timur & Bekasi hadir untuk mengikuti trial class, membuktikan besarnya antusiasme terhadap konsep pendidikan yang ditawarkan.

    Mengapa TAUD SaQu Wadi Mubarak Dipercaya Banyak Orang Tua?

    Di balik kegiatan trial class, terdapat filosofi besar yang dipegang teguh oleh Islamic Center Wadi Mubarak sebagai induk dari TAUD SaQu. Pendidikan Qur’ani sejak dini diyakini sebagai pondasi utama dalam membangun generasi yang kokoh, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman.

    Beberapa alasan mengapa TAUD SaQu menjadi pilihan banyak orang tua:

    1. Fokus pada Tahfizh Qur’an sejak usia dini
    2. Pendampingan adab dengan pola asuh Islami
    3. Metode bilingual (Arabic & English) untuk kesiapan global
    4. Fun Learning berbasis sains dan kreativitas
    5. Kurikulum yang dirancang ulama Madinah dan teruji di 14 negara

    “Kami ingin anak-anak muslim di Indonesia tumbuh dengan keseimbangan antara hafalan Qur’an, adab, dan kecerdasan akademik. Dengan begitu, mereka siap menjadi pemimpin masa depan yang beriman, cerdas, dan berkarakter Islami,” jelas Ustazah Zakiyah, guru pembimbing di TAUD SaQu Wadi Mubarak – Pondok Kopi.

    Respon Positif dari Orang Tua

    Dalam trial class yang digelar, banyak orang tua memberikan testimoni positif. Mereka merasa terbantu karena anak-anak dapat belajar dengan suasana ceria, tanpa paksaan, dan tetap dekat dengan nilai-nilai Islam.

    Salah seorang wali murid menyampaikan:
    “Anak saya terlihat sangat bahagia saat mengikuti kegiatan. Sebagai orang tua, saya jadi lebih yakin bahwa pendidikan Islami yang baik memang harus dimulai sejak usia dini. Insya Allah saya segera mendaftarkan anak untuk tahun ajaran baru.”

    Pendaftaran Tahun Ajaran 2026/2027

    Setelah mengikuti trial class, banyak orang tua langsung melakukan pendaftaran untuk tahun ajaran 2026/2027. Hal ini wajar karena kuota terbatas, sementara minat masyarakat semakin tinggi.

    Hanya tersisa beberapa seat terakhir yang bisa dipesan. Oleh karena itu, para orang tua disarankan segera menghubungi panitia pendaftaran agar tidak kehabisan kesempatan.

    “Jangan tunggu hingga terlambat. Kesempatan emas ini bisa jadi langkah awal untuk masa depan gemilang anak-anak kita,” demikian pesan penutup dari panitia penyelenggara.

    Doa dan Harapan

    Semoga kegiatan Trial Class TAUD SaQu Wadi Mubarak – Pondok Kopi ini menjadi langkah awal bagi lahirnya generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak, dan menjadi cahaya peradaban di masa depan.

    Dengan doa dan ikhtiar bersama, para orang tua diajak untuk terus berperan aktif dalam mendidik anak-anak agar menjadi pribadi yang bermanfaat di dunia dan beruntung di akhirat.

  • Mengungkap Metode Parenting Wanita Hebat Zaman Nabi ﷺ dalam Seminar Qur’anic Parenting

    Mengungkap Metode Parenting Wanita Hebat Zaman Nabi ﷺ dalam Seminar Qur’anic Parenting

    Bogor, Wadimubarak.com – Seminar qur’anic parenting yang diadakan pada Selasa (9/7/2024) kemarin, adalah seri qur’anic parenting yang membahas tentang metode wanita-wanita shahabiyah dalam mendidik anak.

    Generasi shahabi adalah generasi terbaik setalah masa kenabian. Sehingga metode dalam mendidik anak pun dapat dipastikan menjadi metode parenting yang terbaik. Pendidikan yang diterapkan tentunya dapat dijadikan contoh bahkan hingga kini.

    Seminar yang dibawakan oleh Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I sebagai Founder Qur’anic Parenting sekaligus penulis buku 25 Kiat Anak Cinta Al-Qur’an dan Ibunda Sang Hafidz ini bertemakan “Bongkar Metode Parenting Wanita-Wanita Hebat Zaman Nabi ﷺ”.

    Baca Juga: 
    – Korwil TAUD SaQu Aceh Adakan Seminar Nasional Qur’anic Parenting
    – Menjaga Kemurnian Bacaan Sesuai Sunnah Rasulullah, 14 Mahasiswa STIU Wadi Mubarak Dianugerahi Sanad Al-Qur’an

    Seminar Parenting ini, dimulai dengan perumpamaan mendidik anak harus mempunyai license surat izin mengemudi. lampu merah yaitu larangan, kuning tanda rambu-rambu dan lampu hijau adalah hal yang di anjurkan dari Al-Quran dan Sunnah. “Anak adalah karunia terbaik dari Allah ﷻ, jangan pernah keras kepada anak, syukuri keadaan anak baik itu kepintaran kesholehan ataupun sebaliknya”.       

    Ummu Sulaim adalah salah satu kisah yang di contohkan beliau dalam mendidik anak, punya Sembilan anak dan semuanya hafal Al-Qu’ran, bahkan salah satu dari 7 penghafal hadits terbanyak. Ibnu Malik suaminya, beliau wanita penghuni surga yang dijanjikan dalam hadits.

    Ustadz Didik, demikian beliau biasa dipanggil. Disela-sela kesibukannya memimpin Islamic Center Wadi Mubarak serta badan usaha yang ada di dalamnya tetap dapat menyelesaikan program doktoral di King Abdulaziz University Saudi Arabia, dan ditemani sang istri yang seorang hafizhzh juga mampu menghantarkan putra dan putrinya menjadi penghafal Al-Qur’an di usia dini.

    Parenting Al-Quran tidak akan punah dari saat dimulai keberadaannya dan tidak akan pernah basi dengan keberadaannya zaman sekarang. Sedangkan generasi terbaik adalah generasi zaman Nabi ﷺ “Generasi terbaik adalah generasiku kemudian setelahnya kemudian setelahnya (HR. Muslim: 3651)

    Melanjutkan sesi kedua, Ustadz Didik yang berhasil mempertahankan desertasinya berjudul “Konsep Parenting (Al-Tarbiyah Al-Waladiyyah) Dalam Al-Qur’an (Studi Analisis Sejarah Nabi Ya’qub ‘Alaihissalam)“ pada tahun 2017 ini memaparkan 4 sifat nabi dalam kepengasuhan dan dilanjutkan dengan tanya jawab.

    Ratusan peserta seminar yang mayoritas terdiri dari wali murid dan guru TAUD dan MIT Sahabat Qur’an se Indonesia ini menyimak setiap pemaparan beliau yang dibawakan sangat menarik dan pastinya dapat diterapkan dalam metode peranting masa kini.//Aziz/Mushaf//Al.C

    Dapatkan Informasi terkini dengan mengikuti saluran  https://whatsapp.com/channel/ICWM

  • Dr. Didik Hariyanto dan Ami Nur Baits Isi Seminar Qur’anic Parenting Bareng

    Dr. Didik Hariyanto dan Ami Nur Baits Isi Seminar Qur’anic Parenting Bareng

    Yogjakarta, Wadimubarak.com – Alhamdulillah, pada Sabtu, 23 Maret 2024, Hotel Savita Garden Inn Sleman DIY menjadi saksi dari kehadiran ratusan peserta yang antusias mengikuti Seminar Qur’anic Parenting.

    Seminar ini dihadiri oleh orang tua, pendidik, dan masyarakat umum, acara ini menjadi forum inspiratif untuk mendalami metode mendidik anak berdasarkan nilai-nilai Al-Qur’an.

    Dua pemateri utama, Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I., dan Ustadz Ami Nur Baits, membawa tema yang sangat relevan dengan tantangan zaman modern ini.

    Ustadz Dr. Didik Hariyanto membawakan tema “15 Tips Praktis Mewujudkan Generasi Cinta Al-Qur’an Sejak Dini”, sementara Ustadz Ami Nur Baits membahas “Peran Orang Tua dalam Membentuk Akhlak Al-Qur’an pada Anak-anak”.

    Baca Juga:
    – Seminar Qur’anic Parenting: Penanganan Kecanduan Gadget Melalui Metode Al-Qur’an
    – Lawatan Ma’had Tahfizh Tun Abdul Rahman Ya’kub Sarawak Malaysia: Upaya Membangun Kerjasama Penerapan Kurikulum Tahfidz

    Peserta seminar sangat terkesan oleh kedalaman pemahaman yang disampaikan oleh kedua pemateri. Dari pemahaman mendalam tentang Al-Qur’an hingga penerapan praktis dalam kehidupan sehari-hari, para hadirin dibimbing untuk merenungkan peran penting orang tua dalam membentuk kepribadian dan akhlak anak-anak mereka.

    Sesuai dengan tema seminar, Ustadz Dr. Didik Hariyanto memberikan 15 tips praktis yang dapat diterapkan secara langsung oleh orang tua dalam mendidik anak-anak mereka sesuai dengan ajaran Al-Qur’an.

    Sementara itu, Ustadz Ami Nur Baits menyampaikan pentingnya teladan orang tua dalam membentuk karakter anak-anak agar mencerminkan ajaran Al-Qur’an.

    Tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga banyak peserta yang terharu dan tercerahkan oleh wawasan yang didapat selama acara berlangsung.

    Banyak yang baru tersadar bahwa ada banyak kesalahan dalam pendekatan mereka terhadap pendidikan anak, dan seminar ini memberikan arah yang jelas untuk memperbaikinya.

    Seminar Qur’anic Parenting di Hotel Savita Garden Inn Yogyakarta bukan hanya sebuah acara, tetapi sebuah langkah nyata dalam membangun generasi yang mencintai dan mendedikasikan diri kepada Al-Qur’an sejak dini.

    Semoga ilmu yang diperoleh dapat diamalkan dengan baik demi terwujudnya keluarga yang harmonis dan berakhlak mulia sesuai dengan ajaran suci Al-Qur’an.//Burhan Nur Rifqi/Qur’anic Parenting

    Dapatkan Informasi terkini dengan mengikuti saluran ICWM di https://whatsapp.com/channel/ICWM

    Informasi Pendaftaran Santri Baru
    Pendaftaran Islamic Center Wadi Mubarak 2024-2025

  • Pembukaan Semester Genap 2023/2024 STIU Wadi Mubarak Bogor Ditandai dengan Kerjasama Bersama Ma’had Mufassir Makkah

    Pembukaan Semester Genap 2023/2024 STIU Wadi Mubarak Bogor Ditandai dengan Kerjasama Bersama Ma’had Mufassir Makkah

    Bogor, Wadimubarak.com – Di Masjid Jami’ Wadi Mubarak, di hadapan civitas Islamic Center Wadi Mubarak, momentum bersejarah terukir saat pembukaan semester genap tahun ajaran 2023/2024 Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU) Wadi Mubarak Bogor pada Ahad (25/02) kemarin.

    Acara pembukaan semester genap ini menjadi momen istimewa dengan kehadiran secara virtual Mudir Ma’had Mufassir dari kota Makkah, Arab Saudi. Meskipun hadir melalui live streaming, kesyukuran mendalam dirasakan oleh segenap pengurus Islamic Center Wadi Mubarak sebagai yayasan yang mengelola sekolah tinggi ini.

    Baca Juga:
    – Penganugerahan Sanad Al-Qur’an di ICWM

    – Roadshow Qur’anic Parenting Aceh, Hari Kedua: Pola Asuh Orang Tua dalam Menciptakan Anak Cinta Al-Qur’an
    –  Wujudkan Kota Tahfiz, Wali Kota Padang Kunjungi Islamic Center Wadi Mubarak Bogor

    Dalam sambutannya, Mudir STIU Wadi Mubarak Bogor, Ust. Mahfud, M.Ag, mengungkapkan kegembiraannya atas dimulainya semester genap sekaligus dimulainya kerjasama antara STIU-WM dengan Ma’had Mufassir Makkah Mukarromah.

    Sementara itu, Syaikh Dr. Nayif Azzahroni, Mudir Ma’had Mufassir, menyampaikan dukungannya terhadap sistem perkuliahan di STIU-WM, yang tidak hanya fokus pada tahfizh Al-Qur’an, tetapi juga pada pemahaman kandungan isi Al-Qur’an yang bersumber dari kitab-kitab tafsir karya ulama-ulama terdahulu seperti yang dilakukan di Ma’had Mufassir.

    Kehadiran jajaran Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak Bogor, di antaranya Ust. Shohib Saifi, M.Ag., Ust. Rozuq Al-Qamar, S.Ag., Ust. Zainal Arifin, S.E., dan Syaikh Abdul Qawi Al-Arjali, Lc., MA., juga turut menjadi bagian penting dari acara ini, bersama seluruh Civitas Akademika STIU Wadi Mubarak Bogor menyimak jalannya acara ini.

    “Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan semangat mahasiswa STIU Wadi Mubarak Bogor dalam mempelajari Al-Qur’an dan cabang ilmu yang terkait. Terutama, dapat menjadi peluang bagi mereka untuk memperdalam ilmu Al-Qur’an dan Tafsir secara langsung dari ulama terkemuka di Makkah. Sebagai hasil kerjasama ini adalah akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam peningkatan kualitas pendidikan di STIU Wadi Mubarak Bogor” Ungkap Ustadz Mahfud di akhir acara.//Al.c/stiu-wm/dok.it

    Dapatkan Informasi terkini dengan mengikuti saluran ICWM di https://whatsapp.com/channel/ICWM

  • Seminar Qur’anic Parenting: Penanganan Kecanduan Gadget Melalui Metode Al-Qur’an

    Seminar Qur’anic Parenting: Penanganan Kecanduan Gadget Melalui Metode Al-Qur’an

    🔴 SOLUSI ANAK KECANDUAN GADGET📱

    ⛔ Kuota Sangat Terbatas⛔

    Apakah Ayah Bunda Mengalami Permasalahan…
    ❓Pusing Menangani Anak Kecanduan Gadget?
    ❓Kesulitan Menghadapi Prilaku Anak?
    ❓Merasa Bingung Bagaimana Cara Tepat Mendidik Anak Sesuai Al Qur’an?

    Jika Ayah Bunda Merasakan Permasalahan di Atas, Kami Persembahkan:

    Seminar Quranic Parenting
    “Penanganan Kecanduan Gadget Melalui Metode Al-Qur’an”

    Bersama:
    Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I.
    Founder Qur’anic Parenting Yang Memiliki 2430+Member di Seluruh Indonesia Dan Doktor Dengan Predikat Summa Cumlaud Di Universitas King Abdul Aziz, Saudi Arabia

    Di dalam Seminar Ini Akan Dikupas Tuntas Mengenai :
    ✅ Penanganan Kecanduan Gadget Melalui Metode Al-Qur’an
    ✅ Bagaimana Al Qur’an Menjadi Terapi Bagi Anak Yang Candu Terhadap Gadget
    ✅ Cara Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Dalam Hal pengasuhan melalui perspektif islam.
    ✅ Membangun Karakter Anak Sejak Usia Dini Sesuai Ajaran Islam Sehingga Tidak Mudah Goyah Dalam Pergaulan Penuh Fitnah.
    ✅ Meningkatkan Semangat Anak Untuk Mempelajari & Menghafalkan Al-Qur’an.
    ✅ Contoh Sekolah yang menerapkan sistem Al-Qur’an

    ▶️ Fasilitas:
    ✅ Tempat yang Nyaman
    ✅ Snack
    ✅ Ilmu yang Bermanfaat
    ✅ Komunitas Qur’anic Parenting
    ✅ Free Bimbingan Anak Berbasis Qur’anic Parenting Selama Acara Berlangsung

    ▶️ Waktu Pendaftaran:
    20 Januari – 09 Februari 2024

    ▶️ Waktu Pelaksanaan:
    10 Februari 2024

    ▶️ Biaya Pendaftaran :
    Single: Rp150,000 / orang
    Double: Rp200,000 / 2 orang

    Tunggu apalagi segera klik link dibawah ini
    (pendaftaran ditutup sewaktu-waktu jika kuota sudah terpenuhi)

    ▶️ Informasi Pendaftaran:
    https://wa.me/6288211134774

    📍Masjid Zaitun Grand Cimandala, Kec. Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

    Informasi Pendaftaran Santri Baru
    Pendaftaran Islamic Center Wadi Mubarak 2024-2025

  • Pemaparan Program Wadi Mubarak Berhasil Membuat Decak Kagum Para Tokoh Internasional dalam Simposium Ilmiah III di Arab Saudi

    Pemaparan Program Wadi Mubarak Berhasil Membuat Decak Kagum Para Tokoh Internasional dalam Simposium Ilmiah III di Arab Saudi

    Al-Multaqa Al-‘Ilmiy III – Simposium Ilmiah III
    Diselenggarakan di Universitas Raja Kholid – Abha, Arab Saudi pada 15-16  Januari 2024

    Sebuah kesempatan emas yang patut disyukuri, ketika KH. Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I  mendapat kehormatan menjadi Pembicara dalam Simposium Ilmiah Internasional Universitas Raja Kholid – Abha, Arab Saudi. Event akbar ini mengundang 40 Duta Besar dan 500 Peserta yang terdiri dari para Mahasiswa Asing dari berbagai negara di dunia yang sedang menuntut ilmu di Arab Saudi.

    Tentu menjadi sebuah prestasi yang membanggakan bagi Ustadz Didik, demikian sapaan akrab beliau. Dimana Alumni Universitas Madinah saja telah memiliki lebih dari 150 ribu lebih alumni. Adapun yang terpilih menjadi Pembicara hanyalah 7 Pembicara saja, yang mana salah satunya adalah Ustadz Didik yang mewakili Asia Tenggara.

    Turut hadir sebagai pembicara dalam Simposium ini adalah:
    1. Dr. Ahsan Jamil dari India
    2. Dr. Fuad Iman dari Norwegia
    3. Muniko Abdullah Muniko dari Tanzania
    4. Dr. Muhammad Ahmad Luu dari Senegal
    5. Syaikh Muhammad Ali Muhammad dari Britania
    6. Dr. Turim Ali dari Albania
    7. Syaikh Sulaiman Hasan dari Tanzania

    Baca Juga:
    – Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak, Menyampaikan Orasi Dalam Forum Ilmiah Internasional di Arab Saudi
    –  KH. Didik Hariyanto: Kyai Tidjani Telah Menginspirasi Saya Belajar Tafsir
    – Sepulang Dari Maqarie Quraniyyah Madinah, 4 (Empat) Asatidz Berbagi Pengalaman

    Ustadz Didik, yang sekaligus menjadi Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak, dalam kesempatan kali ini, beliau menyampaikan tentang program-program dakwah dan pendidikan yang sudah dijalankan oleh Wadi Mubarak.

    Saat ini, Wadi Mubarak telah memiliki 200 Lembaga Cabang Pendidikan Al-Qur’an. 154 diantaranya Sekolah TAUD SaQu (Tahfizh Anak Usia Dini Sahabat Qur’an) yang tersebar dari Indonesia bagian Barat (Aceh) hingga ke Indonesia bagian Timur (Papua). Wadi Mubarak juga telah memiliki 28 sekolah MIT (Madrasah Ibtidaiyah Tahfidzul Qur’an) yaitu sekolah tahfizh untuk jenjang SD. Selebihnya Wadi Mubarak juga memiliki lembaga pendidikan lanjutan yaitu SMP, SMU hingga Sekolah Tinggi.

    Bukan hanya di Indonesia, Wadi Mubarak juga mendirikan sekolah cabang di Luar Negeri yaitu di Kamboja, Thailand, Malaysia, Australia dan Jepang.

    Segenap peserta tampak antusias menyimak pemaparan materi dari Ustadz Didik, terlihat dari binar bahagia dari para peserta, juga gemuruh suara tepuk tangan yang berkali-kali menggema di dalam ruangan sebagai bentuk tanggapan riil para peserta yang penasaran sekaligus kagum dengan perkembangan dakwah Al-Qur’an terkhusus tentang peran Islamic Center Wadi Mubarak di Indonesia dan Luar Negeri.

    Dr. Muhammad bin Abdillah Al-Robi’ah, Dosen di Univ. Qoshim, Pembina Lembaga (annabaul ‘azhim) Mekkah Al-Mukarromah mengakui kalau presentasi yang disampaikan oleh Ustadz Didik menjadi materi terbaik dalam Simposium ini.

    Ada juga dari  Syaikh Kibar yang mengagumi akan presentasi yang disampaikan oleh Ustadz Didik, yaitu Syaikh Prof. Soleh bin Furaih Al-Bahlal . Beliau adalah Profesor di Universitas Majma’ah yang menyatakan bahwa presentasi dari Ustadz Didik ini merupakan proyek besar, karya agung yang luar biasa dalam bidang pendidikan dan dakwah. 

    Syaikh Soleh sendiri pernah berkunjung ke Wadi Mubarak dan melihat langsung berbagai program pendidikan yang dijalankan oleh Wadi Mubarak. Biidznillah, atas wasilah beliau pula, banyak alumni Wadi Mubarak dan pesantren-pesantren lain di Indonesia yang mendapatkan beasiswa dan berkesempatan untuk belajar di beberapa universitas di Arab Saudi.

    Baca Juga:
    – Ketua Yayasan ICWM Dapatkan Sanad Al-Qur’an Di Madinah
    – 4 (Empat) Pengajar ICWM Sukses Memperoleh Ijazah Sanad Al-Qur’an Di Madinah
    – 12 Mahasiswa STIU-WM Dianugerahi Sanad Al-Qur’an

    Diantara para tamu undangan yang hadir, banyak juga para profesor dan tokoh pendidikan yang ingin bekerjasama dengan Wadi Mubarak terkhusus dalam mendirikan sekolah tahfizh untuk anak usia dini.

    Sebut saja Syaikh Dr Nasir Al Utsman yang berasal dari Kota Zulfi Prov. Riyadh, beliau sangat tertarik dengan strategi dakwah yang diterapkan di Indonesia terkait penanaman akhlak Qurani sejak dini. Bahkan beliau ingin berkunjung dan melihat lebih detail program-program dari lembaga-lembaga di bawah naungan Wadi Mubarak.

    Memanfaatkan moment langka, banyak juga mahasiswa asing yang langsung mendekati Ustadz dan membentuk kerumunan seolah ingin menyampaikan bahwa merekapun ingin mengikuti jejak sang Ustadz yang sudah banyak berkiprah untuk membangun negeri.

    Ternyata, program yang sudah lama dijalankan oleh Wadi Mubarak telah menjadi salah satu inspirasi dan membuat decak kagum oleh para tokoh pendidikan internasional. Betapa tidak, para tamu undangan dan peserta yang hadir dalam simposium ini adalah para profesor, para doktor, para master dan para  mahasiswa asing yang berasal dari 85 Negara di Dunia.

    Mabruk, Barakallah fiikum. Semoga hadirnya Wadi Mubarak menjadi salah satu wasilah, diraihnya kembali kejayaan islam melalui Al-Qur’an dan Sunnah.//

    Ditulis oleh: Tim Media ICWM

    Informasi Pendaftaran Santri Baru
    Pendaftaran Islamic Center Wadi Mubarak 2024-2025

  • Wisata Qur’an: Pesantren Lansia & Masa Keemasan Di Puncak Bogor

    Wisata Qur’an: Pesantren Lansia & Masa Keemasan Di Puncak Bogor

    WISATA QUR’AN SPESIAL LANSIA & MASA KEEMASAN

    ⭕Ingin Masa Tua Lebih Bermanfaat? PESANTREN LANSIA solusinya😍

    ❓Bosen jalanin aktivitas yang gitu-gitu aja?
    ❓Merasa hampa karena haus siraman qalbu?
    ❓Pengen khusyuk ibadah bareng teman-teman sefrekuensi?
    ❓Pengen ngerasain nikmatnya Tadabur Qur’an bersama Penghafal Al-Qur’an?
    ❓Merindu wisata ruhani di lingkungan yang fresh, alami, sejuk, jauh dari hiruk pikuk duniawi?

    WISATA QUR’AN SPESIAL, kini hadir memberi solusi😍😎

    PESANTREN LANSIA merupakan program yang dikhususkan bagi para orang tua yang sudah menginjak usia 35 tahun ke atas untuk dapat meningkatkan kualitas dirinya di masa-masa senja.

    Alasan Kenapa Pesantren LANSIA Adalah Program Yang Tepat

    🔹Memperbaiki bacaan al-qur’an dari musyrif dan musyrifah wadi mubarak
    🔹Mendapatkan ilmu syar’i
    🔹Merefresh diri dengan al-qur’an
    🔹Pasilitas yang lengkap dan ditemani langsung oleh pembimbing selama program

    ✍🏻Boleh Catat tanggalnya ya bapak/ibu!!!
    🗓 26-28 Januari 2024

    📱 Informasi & Pendaftaran 081383249346

    Dapatkan Informasi terkini dengan mengikuti saluran ICWM di https://whatsapp.com/channel/ICWM

  • Aisyah, Selesaikan Hafalan 18 Kitab Hadits Di Usia Remaja

    Aisyah, Selesaikan Hafalan 18 Kitab Hadits Di Usia Remaja

    Wadimubarak.com – Tentu tidak ada yang mengenal gadis remaja ini kecuali hanya sedikit saja. Gadis remaja yang dengan keheningannya telah mengangkat nama Indonesia di hadapan para masyayikh tanah haram, Saudi Arabia.

    Di usianya yang belum genap 20 tahun, Aisyah telah menyelesaikan hafalan hadits-hadits Nabi ﷺ. Tidak hanya kutubussittah yang berisi 6 kitab utama rujukan umat muslim dunia, namun tercatat ada 18 kitab hadits yang telah dihafalkannya. Masyaallah wa tabarakallah.

    Dilahirkan dari keluarga penghafal Al-Qur’an. Anak pertama dari 8 bersaudara yang kesemuanya penghafal Al-Qur’an ini telah menyelesaikan hafalan 30 juz-nya di usia yang sangat muda, yaitu 10 tahun. Tradisi menghafal ini telah diturunkan dari kedua orangtua dan kakek neneknya.

    Baca Juga:
    –
    Syaikh Hamid Akram Isi Dauroh 6 Hari Majlis Sama’ Sunan At-Tirmidzi
    –  Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi Kunjungi Wadi Mubarak

    Kesyukuran yang teramat dalam atas keberhasilannya ini tentu bukan hanya milik KH. Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I dan Ustadzah Nihayatus Saadah – hafizhahumullah – sebagai orangtua beserta keluarga besar Islamic Center Wadi Mubarak Megamendung Bogor, namun keberhasilan ini patut disyukuri pula bagi kaum muslimin Indonesia.

    Dibanding jaman dahulu, maka akan sangat langka di masa sekarang ada seseorang yang dapat menghafal 18 kitab hadits sekaligus. Dan Aisyah, bisa jadi satu-satunya di Indonesia sebagai remaja putri yang memiliki hafalan hadits terbanyak masa kini.

    Jum’at, 11 Agustus 2023 / 23 Muharam 1445 H tentu akan menjadi sebuah hari yang istimewa bagi gadis pemegang sanad Al-Qur’an Riwayat Hafsh dari Qiroat Ashim dari Masjid Nabawi dibawah binaan ustadzah Tsuroyyah, kelahiran November 2003 di Sleman ini, yaitu dengan diadakannya khataman (penutupan) masa hafalan 18 kitab hadits.

    Baca Juga:
    – Prof. Dr. Abdussalam Muqbil Hadiri Pemberian Sanad Al-Qur’an di Wadi Mubarak
    – Wisuda 212 Penghafal Al-Qur’an Wadi Mubarak 2023
    – Seminar Dan Bedah Buku; Bongkar Rahasia Anak Hafal Al Quran Di Usia Dini

    Kitab tersebut adalah: Shahihain: (1) Shahih Bukhari; (2) Shahih Muslim; As-Sunan Al-Khamsah: (3) Sunan Abu Dawud (4) Sunan Tirmidzi, (5) Sunan An-Nasa’i, (6) Sunan Ibnu Majah, (7) Sunan Al-Darimi, Al-Masanid Al-Khamsah: (8) Musnad Imam Ahmad, (9) Musnad Ibni Abi Syaibah, (10) Musnad Ishaq Bin Rahawaih (11) Musnad Al-Bazzar (12) Musnad Abi Ya’la.

    Lalu As-Shihah Ats-Tsalatsah: (13) Kitab Shahih Ibni Khuzaimah, (14) Kitab Shahih Ibni Hibban, (15) Kitab Mustadrak Al-Hakim, Al-Ma’ajim Ats-Tsalatsah: (16) Kitab Al-Mu’jam Al-Kabir, (17) Kitab Al-Mu’jam Al-Wasith dan (18) Kitab Al-Mu’jam As-Shagir.

    Di bawah bimbingan Syaikh Yahya bin Abdul Aziz al-Yahya, seorang muhadditsin yang juga pimpinan daurah-daurah hafalan hadits di Masjidil Haram Makkah, Madinah, Riyadh serta daerah-daerah lainnya melalui program Huffadzus Sunnah, Aisyah menjadi salah satu murid yang terpilih untuk khatam dan wisuda tahun ini dari ribuan peserta penghafal al-Hadits lainnya yang dibina oleh beliau.

    Selain Syaikh Yahya ada pula Usth Bisyaroh, Usth Nuro Mushthofa, Usth Hanan Abkar, serta Syaikhoh Rowiyah yang membimbing Aisyah, menjadikan Aisyah dapat menyelesaikan hafalan kitab-kitab tersebut dengan perjalanan panjang penuh suka dan duka.

    Apalagi selama masa karantina Aisyah dipercaya untuk sekaligus menjadi guru yang berkewajiban menyimak hafalan hadits adik angkatannya yang rata-rata mereka adalah orang Arab. Keistimewaan yang luar biasa di usia yang sangat muda Allah memilihnya untuk menjadi guru hadits di kota Mekah.

    Tentu tidak mudah bagi siapapun menjalani target harian menghafal 18 kitab hingga rampung dalam 4 tahun. Namun motivasi terbesar baik dari keluarga dan para pembimbing menjadikan jalan terjal dapat dilaluinya dengan sukacita.

    Kini, gadis remaja lulusan Ma’had Al-Huda Li-Ta’limi Al-Qur’an wa As-Sunnah dan sempat mengenyam pendidikan di Fakultas Syari’ah Kulliyatu Al-Haram Al-Makky Asy-Syarief di kota yang sama, yaitu Mekkah Saudi Arabia ini akan memulai debutnya sebagai mahasiswi di King Abdul Aziz University Jeddah.//Al.C

  • Manfaatkan Libur Akhir Pekan; 41 Pelajar SD-SMP Ikuti Wadi Mubarak Qur’anic Camp Di Puncak Bogor

    Manfaatkan Libur Akhir Pekan; 41 Pelajar SD-SMP Ikuti Wadi Mubarak Qur’anic Camp Di Puncak Bogor

    Libur akhir pekan kerap menjadi waktu yang paling ditunggu oleh anak-anak. Namun seringkali setiap libur akhir pekan tiba, justru selalu berjalan biasa saja.

    Oleh karena itu, demi memaksimalkan agenda liburan akhir pekan untuk buah hati tercinta, Graha Qur’an Wadi Mubarak mengadakan “Wadi Mubarak Qur’anic Camp” yang berlangsung selama 2 hari dan bertempat di Villa Al Hambra, Desa Citeko, Cisarua, Kab. Bogor.

    Ilham Akbar selaku Ketua Graha Qur’an Wadi Mubarak menuturkan bahwa tujuan dari dihadirkan program ini adalah agar Graha Qur’an Wadi Mubarak bisa menjadi mitra bagi para orang tua dalam menciptakan liburan yang bermanfaat dan berkualitas.

    Hal tersebut dapat dilihat dari agenda kegiatan yang dihadirkan dalam program Wadi Mubarak Qur’anic Camp.

    Baca Juga:
    –
     Syaikh Prof. Dr. Thoriq Bin Abdullah Hajjar Kunjungi STIU-WM
    – Tutup Daurah Huffazhul Wahyain; 3 (Tiga) Mahasiswa STIU-WM Dapatkan Umroh Gratis

    Pada pelaksanaannya, Graha Qur’an Wadi Mubarak bekerjasama dengan Wisata Qur’an Wadi Mubarak sebagai pelaksana kegiatan.

    Selama 2 hari mengikuti kegiatan, para peserta yang berusia 7-15 tahun ini mendapatkan materi pembelajaran seperti tahsin, talaqqi Al-Qur’an oleh asatidz dan ustadzaat yang bersanad, pemutaran film islami, pembelajaran adab, tadabur alam, berenang, fun games, futsal, dan beragam kegiatan seru lainnya.

    Baca Juga:
    –
     Nasihat Dr. Isa Al-Masmali Di Hadapan Mahasiswa STIU-WM
    – Mukernas III TAUD SaQu 2022 
    – Perdana Dan Istimewa: Wadi Mubarak Mewisuda 363 Penghafal Al-Qur’an

    Selama program berlangsung, Alhamdulillah para peserta terlihat sangat antusias dan senang dalam menikmati seluruh rangkaian kegiatan.

    “Hadirnya program Wadi Mubarak Qur’anic Camp ini, kami berharap semoga para peserta dapat lebih mencintai Al-Qur’an, juga dapat lebih baik dalam membaca Al-Qur’an” tutur Ahmad Firdaus selaku Ketua Wisata Qur’an saat ditemui di Aula Villa Al Hambra saat acara berlangsung.

    Berita/Photo: Media Center Wadi Mubarak

    Editor: Tanti Ummu Fahdlan

  • MUKERNAS III TAUD SAQU 2022

    MUKERNAS III TAUD SAQU 2022

    Sabtu (6/8), Aula Hotel Tridaya Resort Cisarua Puncak Bogor ramai dikunjungi oleh peserta Musyawarah Kerja Nasional (MUKERNAS) III Tahfizh Anak Usia Dini Sahabat Qur’an (TAUD SaQu) se-Indonesia. Tidak kurang dari 200 peserta perwakilan dari TAUD se-Indonesia datang dengan antusias menghadiri Mukernas ini.

    Untuk kelancaran kegiatan tersebut, Yayasan Sahabat Qur’an (YASAQU) terkhusus Manajemen Madrasah Ibtidaiyah Tahfizh (MIT) dan TAUD Cabang sebagai penyelenggara kegiatan sudah mempersiapkan segala kebutuhan akomodasi para peserta yang datang dari berbagai daerah.

    Baca Juga:
    – Perdana Dan Istimewa: Wadi Mubarak Mewisuda 363 Penghafal Al-Qur’an
    – Wisudawan Terbaik Dalam Wisuda Akbar Wadi Mubarak 2022

    Acara dimulai dengan sharing session dari beberapa perwakilan TAUD & MIT cabang, terutama pada sepak terpanjang perjuangan dakwah sejak awal berdiri sampai sekarang. Dalam sesi ini tampak rasa ukhuwah (persaudaraan) antar lembaga TAUD yang hadir, yaitu dengan adanya motivasi dan solusi yang datang dari peserta lainnya.

    Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak (ICWM) KH. Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I yang hadir dan memberikan sesi materi Qur’anic Parenting sangat mengapresiasi dengan kehadiran para peserta Mukernas III tersebut.

    Saksikan: [LIVE STREAMING] WISUDA AKBAR ISLAMIC CENTER WADI MUBARAK 2022

    Dalam materi yang disampaikan, beliau sangat optimis dengan pergerakan dakwah Al-Qur’an di Indonesia yang semakin menjamur. Tren positif ini harus disyukuri dan tetap harus ditingkatkan dan dikembangkan supaya bisa lebih baik lagi. Suatu nikmat yang luar biasa karena atas izin Allah, TAUD yang baru berdiri pada 2014 hingga saat ini sudah memiliki 172 cabang di berbagai kota dan kabupaten se-Indonesia.

    “Yang luar biasanya juga adalah banyak ulama dunia, mulai dari Timur Tengah, Turki, Australia, Amerika bahkan Jepang pun yang mengagumi konsep pendidikan di TAUD & MIT. Sehingga di momen Mukernas ini harus menjadi ajang saling suport dan menguatkan antar pengelola, guru, pengajar dan wali murid dalam menyamakan visi pendidikan terbaik untuk anak adalah dengan memulai dari mempelajari Al-Qur’an” tambah Doktor lulusan UIKA Bogor dan kini tengah menyelesaikan program doktoralnya kembali bidang Ilmu Hadits di Mekkah Mukarramah.

    Beliau pun menyampaikan kabar gembira dengan dipercayakannya Islamic Center Wadi Mubarak untuk mengelola lembaga Al-Qur’an di Indonesia di bawah naungan Syaikh Dr. Abdullah Jaarullah salah seorang ulama terkemuka bidang Al-Qur’an yang saat ini berdomisili di Madinah Al-Munawwarah sekaligus dokter spesialis salah satu rumah sakit disana.

    Baca Juga:
    – ICWM Gelar Daurah Huffazh Wahyain
    – Wujudkan Kota Tahfiz, Wali Kota Padang Kunjungi Islamic Center Wadi Mubarak Bogor

    Oleh karena itu, salah satu optimisme lain dari pimpinan ICWM yang berhasil mempertahan desertasinya berjudul “Konsep Parenting (Al-Tarbiyah Al-Waladiyyah) Dalam Al-Qur’an (Studi Analisis Sejarah Nabi Ya’qub ‘Alaihissalam)“ pada tahun 2017 ini adalah diadakannya wisuda akbar TAUD di Mekkah Mukarramah yang insyaallah akan dihadiri oleh ulama-ulama Mekkah-Madinah serta imam Masjidil Haram.

    Salah satu peserta, perwakilan TAUD SaQu asal Kab. Enrekang Prov. Sulawesi Selatan. Ustadz Irfan Sira yang khusus hadir untuk mengikuti Mukernas III serta menghantarkan anak didiknya mengikuti Wisuda Akbar 2022 merasa senang bisa hadir dan mengikuti Mukernas III ini, “Selain bisa menambah jaringan perkenalan juga bisa banyak belajar terkait tata kelola TAUD & MIT dari masing-masing cabang TAUD dan MIT lainnya.” imbuhnya.//

    Berita oleh: Ilham Akbar/Panitia Mukernas III
    Ditulis oleh: Al.Choer
    Potografer: TIM IT WM