Yogjakarta, Wadimubarak.com – Alhamdulillah, pada Sabtu, 23 Maret 2024, Hotel Savita Garden Inn Sleman DIY menjadi saksi dari kehadiran ratusan peserta yang antusias mengikuti Seminar Qur’anic Parenting.
Seminar ini dihadiri oleh orang tua, pendidik, dan masyarakat umum, acara ini menjadi forum inspiratif untuk mendalami metode mendidik anak berdasarkan nilai-nilai Al-Qur’an.
Dua pemateri utama, Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I., dan Ustadz Ami Nur Baits, membawa tema yang sangat relevan dengan tantangan zaman modern ini.
Ustadz Dr. Didik Hariyanto membawakan tema “15 Tips Praktis Mewujudkan Generasi Cinta Al-Qur’an Sejak Dini”, sementara Ustadz Ami Nur Baits membahas “Peran Orang Tua dalam Membentuk Akhlak Al-Qur’an pada Anak-anak”.
Peserta seminar sangat terkesan oleh kedalaman pemahaman yang disampaikan oleh kedua pemateri. Dari pemahaman mendalam tentang Al-Qur’an hingga penerapan praktis dalam kehidupan sehari-hari, para hadirin dibimbing untuk merenungkan peran penting orang tua dalam membentuk kepribadian dan akhlak anak-anak mereka.
Sesuai dengan tema seminar, Ustadz Dr. Didik Hariyanto memberikan 15 tips praktis yang dapat diterapkan secara langsung oleh orang tua dalam mendidik anak-anak mereka sesuai dengan ajaran Al-Qur’an.
Sementara itu, Ustadz Ami Nur Baits menyampaikan pentingnya teladan orang tua dalam membentuk karakter anak-anak agar mencerminkan ajaran Al-Qur’an.
Tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga banyak peserta yang terharu dan tercerahkan oleh wawasan yang didapat selama acara berlangsung.
Banyak yang baru tersadar bahwa ada banyak kesalahan dalam pendekatan mereka terhadap pendidikan anak, dan seminar ini memberikan arah yang jelas untuk memperbaikinya.
Seminar Qur’anic Parenting di Hotel Savita Garden Inn Yogyakarta bukan hanya sebuah acara, tetapi sebuah langkah nyata dalam membangun generasi yang mencintai dan mendedikasikan diri kepada Al-Qur’an sejak dini.
Semoga ilmu yang diperoleh dapat diamalkan dengan baik demi terwujudnya keluarga yang harmonis dan berakhlak mulia sesuai dengan ajaran suci Al-Qur’an.//Burhan Nur Rifqi/Qur’anic Parenting
🌟 Presentasi Pencapaian Program Dakwah yang Membanggakan 🌟
Menyimak berlangsungnya acara Al-Multaqa Al-‘Ilmiy III – Simposium Ilmiah III yang diselenggarakan di Universitas Raja Kholid – Abha, Arab Saudi memang membuat decak kagum. (15-16 Januari 2024).
Bagaimana tidak bangga, salah satu yang mendapat kesempatan emas menjadi pembicara dalam simposium tersebut adalah Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak yaitu KH. Dr. Didik Hariyanto,Lc., M.P.I.
Event akbar ini mengundang 40 Duta Besar dan 500 Peserta yang terdiri dari para Mahasiswa Asing dari berbagai negara di dunia yang sedang menuntut ilmu di Arab Saudi.
Tentu menjadi sebuah prestasi yang membanggakan bagi Ustadz Didik, demikian sapaan akrab beliau. Dimana Alumni Universitas Madinah saja telah memiliki lebih dari 150ribu lebih alumni.
Adapun yang terpilih menjadi Pembicara hanyalah 7 Pembicara saja, yang mana salah satunya adalah Ustadz Didik yang mewakili Asia Tenggara.
Dalam kesempatan kali ini, beliau menyampaikan tentang program-program dakwah dan pendidikan yang sudah dijalankan oleh Wadi Mubarak.
Saat ini, Wadi Mubarak telah memiliki 200 Lembaga Cabang Pendidikan Al-Qur’an di dalam dan Luar Negeri.
Segenap peserta tampak antusias menyimak pemaparan materi dari Ustadz Didik, terlihat dari binar bahagia dari para peserta, juga gemuruh suara tepuk tangan yang berkali-kali menggema di dalam ruangan sebagai bentuk tanggapan riil para peserta yang penasaran sekaligus kagum dengan perkembangan dakwah Al-Qur’an terkhusus tentang peran Islamic Center Wadi Mubarak di Indonesia dan Luar Negeri.
Banyak masyayikh kibar yang memberikan testimoni terkait kekaguman mereka terhadap program-program yang dikembangkan oleh Wadi Mubarak.
Ternyata, program yang sudah lama dijalankan oleh Wadi Mubarak telah menjadi salah satu inspirasi dan membuat decak kagum oleh para tokoh pendidikan internasional.
Mabruk, Barakallah fiikum. Semoga hadirnya Wadi Mubarak menjadi salah satu wasilah, diraihnya kembali kejayaan islam melalui Al-Qur’an dan Sunah.//
Al-Multaqa Al-‘Ilmiy III – Simposium Ilmiah III Diselenggarakan di Universitas Raja Kholid – Abha, Arab Saudi pada 15-16 Januari 2024
Sebuah kesempatan emas yang patut disyukuri, ketika KH. Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I mendapat kehormatan menjadi Pembicara dalam Simposium Ilmiah Internasional Universitas Raja Kholid – Abha, Arab Saudi. Event akbar ini mengundang 40 Duta Besar dan 500 Peserta yang terdiri dari para Mahasiswa Asing dari berbagai negara di dunia yang sedang menuntut ilmu di Arab Saudi.
Tentu menjadi sebuah prestasi yang membanggakan bagi Ustadz Didik, demikian sapaan akrab beliau. Dimana Alumni Universitas Madinah saja telah memiliki lebih dari 150 ribu lebih alumni. Adapun yang terpilih menjadi Pembicara hanyalah 7 Pembicara saja, yang mana salah satunya adalah Ustadz Didik yang mewakili Asia Tenggara.
Turut hadir sebagai pembicara dalam Simposium ini adalah: 1. Dr. Ahsan Jamil dari India 2. Dr. Fuad Iman dari Norwegia 3. Muniko Abdullah Muniko dari Tanzania 4. Dr. Muhammad Ahmad Luu dari Senegal 5. Syaikh Muhammad Ali Muhammad dari Britania 6. Dr. Turim Ali dari Albania 7. Syaikh Sulaiman Hasan dari Tanzania
Ustadz Didik, yang sekaligus menjadi Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak, dalam kesempatan kali ini, beliau menyampaikan tentang program-program dakwah dan pendidikan yang sudah dijalankan oleh Wadi Mubarak.
Saat ini, Wadi Mubarak telah memiliki 200 Lembaga Cabang Pendidikan Al-Qur’an. 154 diantaranya Sekolah TAUD SaQu (Tahfizh Anak Usia Dini Sahabat Qur’an) yang tersebar dari Indonesia bagian Barat (Aceh) hingga ke Indonesia bagian Timur (Papua). Wadi Mubarak juga telah memiliki 28 sekolah MIT (Madrasah Ibtidaiyah Tahfidzul Qur’an) yaitu sekolah tahfizh untuk jenjang SD. Selebihnya Wadi Mubarak juga memiliki lembaga pendidikan lanjutan yaitu SMP, SMU hingga Sekolah Tinggi.
Bukan hanya di Indonesia, Wadi Mubarak juga mendirikan sekolah cabang di Luar Negeri yaitu di Kamboja, Thailand, Malaysia, Australia dan Jepang.
Segenap peserta tampak antusias menyimak pemaparan materi dari Ustadz Didik, terlihat dari binar bahagia dari para peserta, juga gemuruh suara tepuk tangan yang berkali-kali menggema di dalam ruangan sebagai bentuk tanggapan riil para peserta yang penasaran sekaligus kagum dengan perkembangan dakwah Al-Qur’an terkhusus tentang peran Islamic Center Wadi Mubarak di Indonesia dan Luar Negeri.
Dr. Muhammad bin Abdillah Al-Robi’ah, Dosen di Univ. Qoshim, Pembina Lembaga (annabaul ‘azhim) Mekkah Al-Mukarromah mengakui kalau presentasi yang disampaikan oleh Ustadz Didik menjadi materi terbaik dalam Simposium ini.
Ada juga dari Syaikh Kibar yang mengagumi akan presentasi yang disampaikan oleh Ustadz Didik, yaitu Syaikh Prof. Soleh bin Furaih Al-Bahlal . Beliau adalah Profesor di Universitas Majma’ah yang menyatakan bahwa presentasi dari Ustadz Didik ini merupakan proyek besar, karya agung yang luar biasa dalam bidang pendidikan dan dakwah.
Syaikh Soleh sendiri pernah berkunjung ke Wadi Mubarak dan melihat langsung berbagai program pendidikan yang dijalankan oleh Wadi Mubarak. Biidznillah, atas wasilah beliau pula, banyak alumni Wadi Mubarak dan pesantren-pesantren lain di Indonesia yang mendapatkan beasiswa dan berkesempatan untuk belajar di beberapa universitas di Arab Saudi.
Diantara para tamu undangan yang hadir, banyak juga para profesor dan tokoh pendidikan yang ingin bekerjasama dengan Wadi Mubarak terkhusus dalam mendirikan sekolah tahfizh untuk anak usia dini.
Sebut saja Syaikh Dr Nasir Al Utsman yang berasal dari Kota Zulfi Prov. Riyadh, beliau sangat tertarik dengan strategi dakwah yang diterapkan di Indonesia terkait penanaman akhlak Qurani sejak dini. Bahkan beliau ingin berkunjung dan melihat lebih detail program-program dari lembaga-lembaga di bawah naungan Wadi Mubarak.
Memanfaatkan moment langka, banyak juga mahasiswa asing yang langsung mendekati Ustadz dan membentuk kerumunan seolah ingin menyampaikan bahwa merekapun ingin mengikuti jejak sang Ustadz yang sudah banyak berkiprah untuk membangun negeri.
Ternyata, program yang sudah lama dijalankan oleh Wadi Mubarak telah menjadi salah satu inspirasi dan membuat decak kagum oleh para tokoh pendidikan internasional. Betapa tidak, para tamu undangan dan peserta yang hadir dalam simposium ini adalah para profesor, para doktor, para master dan para mahasiswa asing yang berasal dari 85 Negara di Dunia.
Mabruk, Barakallah fiikum. Semoga hadirnya Wadi Mubarak menjadi salah satu wasilah, diraihnya kembali kejayaan islam melalui Al-Qur’an dan Sunnah.//
Arab Saudi, Wadimubarak.com – Pada tanggal 15-16 Januari 2024, Universitas Raja Kholid di Abha, Arab Saudi, menjadi tuan rumah bagi acara akbar “Al-Multaqa Al-‘Ilmiy III / Forum Ilmiah III.”
Dalam rangka meningkatkan wawasan dan kontribusi mahasiswa asing di Arab Saudi, forum ilmiah ini dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai universitas di negara tersebut.
Dr. Didik Hariyanto, seorang cendekiawan muslim tanah air yang telah meraih predikat summa cum laude di King Abdul Aziz University Jeddah, diundang untuk berbicara mengenai kontribusinya dalam membangun pendidikan tahfizh Al-Qur’an di Indonesia.
Forum ini bukan hanya menjadi ajang diskusi ilmiah, tetapi juga menjadi wadah untuk memotivasi mahasiswa asing agar dapat berperan aktif dalam pembangunan dan perkembangan berkelanjutan di negara masing-masing.
Tujuan utama acara ini adalah membimbing para mahasiswa untuk memiliki wawasan yang lebih luas serta mendorong mereka untuk memberikan kontribusi nyata dalam memajukan negara mereka.
Dr. Didik Hariyanto diundang untuk berbicara mengenai upaya yang telah dilakukannya dalam kontribusinya untuk memajukan dunia pendidikan di Indonesia. Dengan pengalaman dan keahliannya, beliau memberikan pandangan mendalam terkait peran pendidikan dalam membangun masyarakat.
Selain itu, beliau juga berbagi kiat-kiat dalam merintis lembaga dakwah dan pendidikan Al-Qur’an. Strategi yang diterapkannya di Islamic Center Wadi Mubarak diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada para peserta, terutama mahasiswa asing yang tengah menempuh pendidikan di Arab Saudi.
Dengan melibatkan tokoh seperti beliau, acara ini diharapkan dapat mendorong dan menginspirasi setiap mahasiswa asing untuk berkontribusi positif dalam pembangunan di negara asalnya masing-masing dengan cara berbagi praktik baik (best practice) yang sudah diterapkan oleh beliau melalui lembaga Islamic Center Wadi Mubarak
Pastikan untuk tidak melewatkan kesempatan ini, yang diharapkan akan menjadi momen bersejarah bagi pengembangan ilmu dan para pembelajar dimana pun berada.//
Banda Aceh, Wadimubarak.com – Dalam upaya untuk melahirkan Generasi Qur’ani yang menjadi kunci kejayaan Islam di masa depan, Roadshow Qur’anic Parenting kembali hadir di Aceh.
Acara hari pertama yang mengusung tema “Memperkuat Model Pendidikan Anak dalam Rumah Tangga Berdasarkan Al-Qur’an Al-Karim” ini diselenggarakan di aula kantor Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh pada tanggal 23 Desember 2023.
Keynote Speaker seminar ini adalah KH. DR. Didik Hariyanto, L.c., M.P.I, Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak Bogor, yang memberikan wawasan tentang pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter anak-anak berdasarkan Al-Qur’an.
Generasi Qur’ani dipandang sebagai solusi untuk mengembalikan kejayaan Islam. Menurut beliau, melahirkan generasi yang memiliki dasar keimanan kuat dan menghayati ajaran Al-Qur’an menjadi langkah strategis dalam membangun fondasi yang kokoh.
Didampingi oleh ketua YASAQU Bogor, Zaenal Arifin, S.E. dan Koordinator Pembimbing Ibadah Haji & Umroh Lantama Wisata, H. Abu Bakri, Lc., M.A, beliau menyampaikan strategi dan metode pendidikan anak yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jika membangun gedung saja membutuhkan perencanaan, apalagi membangun rumah tangga!” ujar Ustadz Didik, sapaan sehari-hari beliau menekankan betapa pentingnya perencanaan dan kesadaran dalam mendidik anak-anak sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Acara ini mendapatkan dukungan luas dari berbagai organisasi seperti YASAQU, Dharma Wanita Persatuan Aceh (DWP), Forhati Forum Alumni HMIwati, dan Korwil TAUD SaQu Aceh.
Peserta Roadshow Qur’anic Parenting di Aceh juga berkesempatan untuk bertanya dan berdiskusi langsung dengan pembicara.
Semoga ihtiar bersama ini dapat meraih ridho Allah dan menjadi langkah awal yang membawa manfaat besar dalam meluaskan dakwah Al-Qur’an dan membentuk Generasi Qur’ani yang unggul. //
Wadimubarak.com- Selasa (12/12/2023), Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak (STIU-WM) mengadakan acara Liqo Maftuh bersama Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak KH. Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I., yang menjadi momen perdana bagi mahasiswa setelah beliau menyelesaikan pendidikan doktoral di King Abdul Aziz University, Jeddah.
Dalam kesempatan tersebut, pimpinan memberikan serangkaian nasehat motivasi yang berkesan bagi para mahasiswa.
Salah satu poin penting yang disampaikan adalah bahwa individu yang mendalami Al-Qur’an akan memperoleh kebaikan dalam hidupnya. Dengan mempelajari Al-Qur’an, seseorang dapat menemukan arah hidup yang baik.
Beliau juga menyoroti peran roh jiwa dalam kehidupan manusia. Dikemukakan bahwa unsur yang paling dominan yang memengaruhi perjalanan hidup seseorang adalah roh jiwa. Ketika roh jiwa seseorang dekat dengan Al-Qur’an, maka kebaikan akan senantiasa menyertainya.
“Roh adalah substansi yang menghidupkan dan memberi makna kepada kehidupan seseorang,” ujar beliau. “Oleh karena itu, seseorang yang memiliki roh yang baik akan dihormati dan dicintai oleh orang-orang di sekitarnya.”
Menurut beliau, seorang hafizh memiliki roh Al-Qur’an dalam dirinya. Hal ini dikarenakan Al-Qur’an merupakan firman Allah yang mengandung kebenaran, hikmah, dan pelajaran yang sangat berharga.
“Hafizh Al-Qur’an harus menjadikan Al-Qur’an sebagai ruh yang dihafalkan, dipelajari dan diamalkan,” tegas beliau. “Dengan demikian, mereka akan menjadi manusia yang dihormati dan dicintai oleh Allah dan manusia.”
Al-Qur’an dipandang sebagai pedoman bagi individu yang memiliki iman dan taqwa. Ini menekankan pentingnya mengikuti ajaran Al-Qur’an dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Beliau juga menegaskan bahwa perilaku yang bertentangan dengan ajaran Al-Qur’an, seperti fajir (muslim yang senang bermaksiat) akan mendapatkan ketidaksenangan dari Allah dan manusia. Sebaliknya, mereka yang mengamalkan perilaku yang sesuai dengan ajaran Al-Qur’an akan banyak disenangi oleh manusia.
Dalam hal ini beliau memberikan perumpamaan bagi orang yang fajir sebagaimana parfum yang memiliki aroma tetapi pahit jika dirasa. Sedangkan bagi mereka yang senantiasa menjalankan, memaknai, dan mengamalkan pelajaran dan hikmah dalam Al-Qur’an sebagaimana Kurma yang tidak beraroma namun manis saat dimakan.
“Orang yang fajir akan dibenci oleh Allah dan manusia,” ujarnya. “Sedangkan orang yang senantiasa menjalankan ajaran Al-Qur’an akan dicintai oleh Allah dan manusia.”
Acara ini diharapkan dapat membuka wawasan dan pemahaman lebih lanjut bagi mahasiswa tentang pengaruh positif Al-Qur’an dalam membentuk kualitas hidup manusia. Hal ini mengajak untuk refleksi lebih dalam terhadap ajaran Al-Qur’an sebagai sumber pedoman yang memberi kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.//
Ditulis oleh : AFS/Kuryanto/Hawary Editor: Tanti Ummu Fadlan
Wadimubarak.com- Setelah sukses menggelar Umroh yang diperuntukan untuk para Da’i dan Da’iyyah Awal Tahun 2023 yang lalu, kini PT. Lan Tabur Utama Wisata (LANTAMA WISATA) yang telah mengantongi izin operasional resmi dari Kementrian Agama RI Tahun 2021 dan berkantor pusat di Utan Kayu Utara, Matraman, Jakarta Timur kembali menggelar Umroh Khusus Da’i dan Da’iyyah untuk pemberangkatan bulan Desember 2023 yang akan datang.
Tidak berbeda jauh dengan gelaran umroh sebelumnya, selain mengunjungi lembaga dakwah dan pendidikan di Mekkah, umroh istimewa ini pun akan diisi dengan bimbingan, tausiyah dan pembelajaran dari masyayikh Dua Kota Suci.
❓Ingin umroh spesial dengan benefit khusus plus ++..? ❓Ingin menguatkan ghirah perjuangan bersama sesama pegiat dakwah? ❓Ingin menimba ilmu langsung kepada masyayikh Mekkah-Madinah? ❓Penasaran dengan eksistensi lembaga dakwah & pendidikan di Mekkah?
Ikutilah Umroh Hemat Padat Manfaat-Persembahan dari Lantama Wisata🕋😍
Cukup dengan Rp.20.900.000 antum semua sudah bisa menikmati perjalanan ibadah umroh istimewa dengan benefit plus ++😍😎
9 Keunggulan Umroh Da’i-Da’iyyah ✅Bimbingan khusus secara profesional. ✅Umroh special + daurah ulum syar’i. ✅Harga hemat padat manfaat. ✅Berguru langsung kepada para Masyayikh Mekkah & Madinah. ✅City tour & napak tilas perjuangan dakwah di Madinah-Mekkah. ✅Studi ilmiah ke lembaga dakwah & pendidikan di Mekkah. ✅Perjalanan spiritual sekaligus pendalaman hikmah & keilmuan keislaman. ✅Menikmati sensasi perjalanan ibadah istimewa yang mengesankan sepanjang masa. ✅Menguatkan silaturahim antar sesama pegiat dakwah.
Wadimubarak.com – Kegiatan daurah Hadits Arbain Nawawi yang diadakan di aula Mahabbah Boarding School Puncak Bogor dan berlangsung pada pada tanggal 15-17 Agustus 2023, menjadi sorotan utama bagi para pencinta ilmu syar’i.
Acara tersebut dipandu oleh Ustadzah Aisyah Didik, putri pertama KH Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I, seorang remaja putri pecinta ilmu yang baru berusia 20 tahun serta memiliki latar belakang telah menghafal lebih dari 18 kitab hadits Nabi ﷺ.
Pada daurah hadits ini juga diisi dengan agenda sharing session bersama Ustadzah Aisyah yang menceritakan perjalanannya dalam menuntut ilmu mulai dari menghafalkan Al-Qur’an yang diselesaikannya sebelum usia 10 tahun sampai lanjut menghafalkan hadits-hadits Rasulullah ﷺ.
Tujuan utama dari digelarnya kegiatan Daurah Hadits Arbain Nawawi ini adalah untuk mendalamkan pemahaman yang berkaitan dengan 42 hadits-hadits pilihan yang telah dipilih oleh Imam Nawawi dalam mahakaryanya “Arbain Nawawi“, yang berfokus pada nilai-nilai kebaikan dan akhlak mulia.
Ustadzah Aisyah, yang telah dikenal sebagai remaja pecinta ilmu ini, membuka daurah dengan pengantar mengenai pentingnya memahami dan mengamalkan hadits-hadits dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga membagikan pengalaman pribadi dalam menempuh perjalanan penghafalan hadits dan nilai-nilai yang ia dapatkan dari proses tersebut.
“Kita sebagai umat Muslim dituntut untuk tidak hanya menghafal hadits-hadits, tetapi juga menghayatinya dalam tindakan kita sehari-hari. Hadits-hadits Arbain Nawawi memberikan landasan yang kuat untuk mengembangkan akhlak dan etika Islam dalam kehidupan kita,” ungkap Ustadzah Aisyah dalam sambutannya.
Selama tiga hari penuh, peserta daurah dibimbing dalam mendalami makna dan implikasi dari 42 hadits Arbain Nawawi.
Ustadzah Aisyah dengan lugas menjelaskan konteks dan hikmah di balik setiap hadits, serta memberikan penjelasan mengenai bagaimana mengaplikasikannya dalam berbagai situasi kehidupan.
Salah satu peserta, Fella, santri asal Depok merasa sangat senang dan bersyukur dengan kegiatan daurah ini. “Panduan Ustadzah Aisyah membuat hadits-hadits ini terasa lebih dekat dan relevan dengan keseharian kita. Saya merasa lebih siap untuk menerapkan ajaran-ajaran ini dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Acara ini juga dimeriahkan dengan sesi tanya jawab dan simulasi penerapan hadits dalam skenario kehidupan nyata. Peserta tidak hanya belajar dari Ustadzah Aisyah, tetapi juga berinteraksi dengan sesama peserta untuk mendapatkan sudut pandang yang beragam.
Di akhir acara, pengurus Mahabbah Boarding School memberikan piagam kenang-kenangan kepada Ustadzh Aisyah atas kehadirannya menjadi pemateri Dauroh Hadits Arba’in Nawawi serta penyerahan piagam peserta terbaik kepada Aisyah Najwa, santri asal Bekasi, Jawa Barat.
Dengan ditutupnya daurah hadits Arbain Nawawi ini, para santriwati diharapkan dapat membawa pulang pemahaman yang lebih mendalam tentang ajaran Islam melalui hadits-hadits pilihan.
Kegiatan semacam ini menjadi bukti nyata bahwa ilmu hadits terus berkembang dan diapresiasi oleh berbagai kalangan, dengan kontribusi positif dari pembelajarnya seperti Ustadzah Aisyah.//Ilham.Al-hamra
Wadimubarak.com – Tentu tidak ada yang mengenal gadis remaja ini kecuali hanya sedikit saja. Gadis remaja yang dengan keheningannya telah mengangkat nama Indonesia di hadapan para masyayikh tanah haram, Saudi Arabia.
Di usianya yang belum genap 20 tahun, Aisyah telah menyelesaikan hafalan hadits-hadits Nabi ﷺ. Tidak hanya kutubussittah yang berisi 6 kitab utama rujukan umat muslim dunia, namun tercatat ada 18 kitab hadits yang telah dihafalkannya. Masyaallah wa tabarakallah.
Dilahirkan dari keluarga penghafal Al-Qur’an. Anak pertama dari 8 bersaudara yang kesemuanya penghafal Al-Qur’an ini telah menyelesaikan hafalan 30 juz-nya di usia yang sangat muda, yaitu 10 tahun. Tradisi menghafal ini telah diturunkan dari kedua orangtua dan kakek neneknya.
Kesyukuran yang teramat dalam atas keberhasilannya ini tentu bukan hanya milik KH. Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I dan Ustadzah Nihayatus Saadah – hafizhahumullah – sebagai orangtua beserta keluarga besar Islamic Center Wadi Mubarak Megamendung Bogor, namun keberhasilan ini patut disyukuri pula bagi kaum muslimin Indonesia.
Dibanding jaman dahulu, maka akan sangat langka di masa sekarang ada seseorang yang dapat menghafal 18 kitab hadits sekaligus. Dan Aisyah, bisa jadi satu-satunya di Indonesia sebagai remaja putri yang memiliki hafalan hadits terbanyak masa kini.
Jum’at, 11 Agustus 2023 / 23 Muharam 1445 H tentu akan menjadi sebuah hari yang istimewa bagi gadis pemegang sanad Al-Qur’an Riwayat Hafsh dari Qiroat Ashim dari Masjid Nabawi dibawah binaan ustadzah Tsuroyyah, kelahiran November 2003 di Sleman ini, yaitu dengan diadakannya khataman (penutupan) masa hafalan 18 kitab hadits.
Kitab tersebut adalah: Shahihain: (1) Shahih Bukhari; (2) Shahih Muslim; As-Sunan Al-Khamsah: (3) Sunan Abu Dawud (4) Sunan Tirmidzi, (5) Sunan An-Nasa’i, (6) Sunan Ibnu Majah, (7) Sunan Al-Darimi, Al-Masanid Al-Khamsah: (8) Musnad Imam Ahmad, (9) Musnad Ibni Abi Syaibah, (10) Musnad Ishaq Bin Rahawaih (11) Musnad Al-Bazzar (12) Musnad Abi Ya’la.
Lalu As-Shihah Ats-Tsalatsah: (13) Kitab Shahih Ibni Khuzaimah, (14) Kitab Shahih Ibni Hibban, (15) Kitab Mustadrak Al-Hakim, Al-Ma’ajim Ats-Tsalatsah: (16) Kitab Al-Mu’jam Al-Kabir, (17) Kitab Al-Mu’jam Al-Wasith dan (18) Kitab Al-Mu’jam As-Shagir.
Di bawah bimbingan Syaikh Yahya bin Abdul Aziz al-Yahya, seorang muhadditsin yang juga pimpinan daurah-daurah hafalan hadits di Masjidil Haram Makkah, Madinah, Riyadh serta daerah-daerah lainnya melalui program Huffadzus Sunnah, Aisyah menjadi salah satu murid yang terpilih untuk khatam dan wisuda tahun ini dari ribuan peserta penghafal al-Hadits lainnya yang dibina oleh beliau.
Selain Syaikh Yahya ada pula Usth Bisyaroh, Usth Nuro Mushthofa, Usth Hanan Abkar, serta Syaikhoh Rowiyah yang membimbing Aisyah, menjadikan Aisyah dapat menyelesaikan hafalan kitab-kitab tersebut dengan perjalanan panjang penuh suka dan duka.
Apalagi selama masa karantina Aisyah dipercaya untuk sekaligus menjadi guru yang berkewajiban menyimak hafalan hadits adik angkatannya yang rata-rata mereka adalah orang Arab. Keistimewaan yang luar biasa di usia yang sangat muda Allah memilihnya untuk menjadi guru hadits di kota Mekah.
Tentu tidak mudah bagi siapapun menjalani target harian menghafal 18 kitab hingga rampung dalam 4 tahun. Namun motivasi terbesar baik dari keluarga dan para pembimbing menjadikan jalan terjal dapat dilaluinya dengan sukacita.
Kini, gadis remaja lulusan Ma’had Al-Huda Li-Ta’limi Al-Qur’an wa As-Sunnah dan sempat mengenyam pendidikan di Fakultas Syari’ah Kulliyatu Al-Haram Al-Makky Asy-Syarief di kota yang sama, yaitu Mekkah Saudi Arabia ini akan memulai debutnya sebagai mahasiswi di King Abdul Aziz University Jeddah.//Al.C
Setiap orang tua pasti ingin memiliki buah hati yang tumbuh dan berkembang dengan baik. Tidak hanya menyediakan lingkungan yang baik, namun juga akan menyediakan sekolah sebagai tempat belajar yang terbaik.
Keinginan tersebut harus didukung dengan tindakan nyata yang akan memberikan dampak positif bagi kehidupan sang anak kelak.
Madrasah Istiqlal Jakarta yang memiliki motto Religius Cerdas dan Berbudaya sebagai lembaga pendidikan merupakan madrasah atau sekolah berbasis agama Islam yang berada di lingkungan masjid terbesar di Asia Tenggara yaitu Masjid Istiqlal Jakarta.
Dengan menyelenggarakan pendidikan dari Kelompok Bermain & Raudhatul Athfal (PAUD), Ibtidaiyah (SD), Tsanawiyah (SMP) dan Aliyah (SMA). Madrasah Istiqlal Jakarta telah melahirkan ribuan alumni sejak dimulainya program Raudhatul Athfal di tahun 1999.
Pada kegiatan luar sekolah kali ini selama 6 hari, 4-10 Mei 2023 sesi Tsanawiyah-Aliyah dan 8-12 Mei 2023 sesi Ibtidaiyah. Madrasah Istiqlal Jakarta bekerjasama dengan Yasaqu Wadi Mubarak mengadakan Wisata Qur’an.
Wisata Qur’an (WQ) merupakan program unggulan ‘short camp‘ di Islamic Center Wadi Mubarak (ICWM) bagi perorangan maupun lembaga/instansi yang ingin mengenal ilmu Al-Qur’an terkhusus dalam bidang tahfizh.
Bertempat di HoteL Graha Dinar Syariah untuk peserta Tsanawiyah-Aliyah dan Grand Smesco Hills – Puncak Bogor untuk peserta Ibtidaiyah. 138 siswa Madrasah Istiqlal Jakarta mengikuti kegiatan ini. Perbandingan materi yang diberikan dalam Wisata Qur’an adalah 50% tahfizh, 30% ilmu syar’i dan 20% refreshing atau out bond.
Didampingi 15 guru pembimbing dari Bidang Kesiswaan Madrasah Istiqlal Jakarta serta ditambah para pemateri dari asatidz Wadi Mubarak, para peserta Wisata Qur’an ini diberikan materi-materi tahsin, tajwid dan tahfizh al-Qur’an yang dibagi dalam beberapa halaqah (kelompok).
Salah satu target dari setiap peserta sepulang dari kegiatan ini adalah mendapatkan tambahan hafalan baru dari jenjang program tahfizh harian yang biasa diadakan di sekolah.
Selain materi dalam halaqah, ada beberapa materi lainnya seperti: Diskusi keislaman, pembelajaran shalat sunnah dhuha dan tahajud, outbond, berenang dan games/permainan untuk membentuk karakter diri serta kelompok.
Dibuka oleh Ketua YASAQU Ustadz Zaenal Arifin, S.E., beliau memberikan pesan kepada para peserta untuk dapat memaksimalkan kesempatan besar yang telah Allah berikan kepada para peserta dalam mengikuti kegiatan tersebut dengan menyerap semua ilmu yang ada dari para pembimbing kegiatan. //Al.C