Bogor, Wadimubarak.com – Rabu (21/02/2024), Islamic Center Wadi Mubarak mengantar keberangkatan enam mahasiswa peraih hadiah Umroh dalam program menghafal hadits Bukhari-Muslim (Daurah Huffazhul Wahyain) ke VIII tahun 2023 yang terselenggara atas kerjasama Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak Bogor dengan Muassasah Huffazhul Wahyain yang bermarkas di Riyadh, Arab Saudi.
Empat dari enam mahasiswa tersebut merupakan 3 mahasiswa dan 1 mahasiswi STIU Wadi Mubarak Bogor masing-masing atas nama Hayy Bilhaqqi Najihan, Sayyid Abdullah AR, Saepul Bahri Saepudin dan Syafira Ananda Fadhilah.
Dua lainnya adalah Auf yang berasal dari Pondok Bin Baz Yogyakarta dan Abdurrahman Alghifary dari Pondok Al Husna Jonggol.
Perjalanan umroh ini berkat kerjasama antara Islamic Center Wadi Mubarak (ICWM) Bogor dengan Muassasah Huffazhul Wahyain Arab Saudi yang telah memberikan kepercayaan kepada Wadi Mubarak dalam penyelenggaraan Daurah Huffazhul Wahyain di Indonesia sejak tahun 2016.
Perjalanan umroh keenam peserta ini dikelola oleh Lantama Wisata, sebuah sektor usaha keberangkatan Ibadah Haji dan Umroh yang memberikan profit usahanya untuk kemudahan dakwah Al-Qur’an di lingkungan Islamic Center Wadi Mubarak.
Dengan dukungan agen perjalanan yang berpengalaman dalam melayani jamaah ke Tanah Suci, diharapkan perjalanan mereka akan berlangsung lancar dan nyaman.
Tidak hanya akan melaksanakan ibadah Umroh, mereka juga direncanakan mengikuti daurah-daurah singkat di Mekkah yang dibimbing langsung oleh masyayikh setempat. Langkah ini untuk menunjukkan keseriusan mereka dalam meningkatkan pengetahuan agama dan mendalami ajaran Islam langsung dari sumbernya, di tempat yang penuh berkah.
Semoga perjalanan mereka untuk melaksanakan ibadah umroh plus dauroh diberikan keselamatan, kelancaran dan keberkahan dalam setiap langkah yang mereka ambil di Tanah Suci. Aamiin//
Bogor, Wadimubarak.com – Kecanduan gadget pada anak-anak menjadi masalah yang semakin meresahkan bagi para orang tua di era digital ini. Untuk mengatasi tantangan ini, sebuah seminar bertajuk “Quranic Parenting: Penanganan Kecanduan Gadget Melalui Metode Al-Qur’an” digelar di Masjid Zaitun Grand Cimandala, Bogor, Jawa Barat pada Sabtu, 10 Februari 2024 kemarin.
Dalam seminar ini, Ustadz Dr. Didik Hariyanto Lc., M.P.I, Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak sekaligus Pendiri Qur’anic Parenting tanah air ini berbagi pengalaman dan pengetahuan yang luas tentang bagaimana Al-Qur’an dapat menjadi pedoman dalam mengatasi kecanduan gadget pada anak-anak.
Beliau adalah peraih cum laude Doktoral di dua bidang berbeda, Pendidikan dan Ilmu Hadits. Disertasi “Konsep Parenting (Al-Tarbiyah Al-Waladiyyah) Dalam Al-Qur’an (Studi Analisis Sejarah Nabi Ya’qub ‘Alaihissalam)“ di Universitas Ibnu Khaldun Bogor diraih pada tahun 2017. Sedang Ilmu Hadits diraih di Universitas King Abdul Aziz Saudi Arabia tahun 2023.
Dengan lebih dari 2430 anggota di seluruh Indonesia, komunitas Qur’anic Parenting yang dipimpin oleh Ustadz Didik Hariyanto telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam membantu para orang tua dalam mendidik anak-anak sesuai dengan ajaran Islam.
Dibuka dengan penampilan hafalan Al-Qur’an, tahajji (mengeja) serta qiroatul qur’an (membaca Al-Qur’an) dari siswa-siswi TAUD Saqu dan Mahabbah Qur’anic Preschool membuat decak kagum para peserta seminar.
Salah satu poin utama yang dibahas dalam seminar ini adalah bagaimana Al-Qur’an dapat menjadi pedoman dalam mengatasi kecanduan gadget anak-anak. Ustadz Didik menjelaskan bahwa Al-Qur’an bukan hanya menjadi sumber spiritualitas, tetapi juga menyediakan pedoman praktis dalam menjalani kehidupan sehari-hari, termasuk dalam hal mendidik anak-anak di era digital ini.
Selain itu, peserta seminar juga diberikan wawasan tentang bagaimana membangun karakter anak sesuai dengan ajaran Islam, meningkatkan semangat belajar dan menghafal Al-Qur’an, serta contoh-contoh sekolah yang berhasil menerapkan sistem pendidikan berbasis Al-Qur’an.
“Alhamdulillah event Quranic Parenting dengan tema “Menangani anak yang Kecanduan Gadget dengan metode Al Qur’an” sangat bermanfaat bagi saya yang belum menikah, sehingga ini menjadi bekal ilmu praktis yang bisa mulai saya terapkan kepada adik saya sendiri, maupun anak didik saya ketika di kelas, apalagi kiat-kiat yang diberikan oleh pemateri bersumber dari Al Qur’an dan Hadits, membuat saya semakin yakin bahwa untuk melakukan perubahan pada anak yang sudah terlanjur kecanduan gadget itu sangatlah niscaya, tentunya dengan senantiasa meminta pertolongan Allah” ungkap salah satu peserta seminar, Nandia Lu’lu’ Qurrota A’yun melalui pesan singkat whatsapp.
Selain materi yang disampaikan serta fasilitas yang disediakan oleh panitia seminar juga membuat para peserta merasa nyaman. Dengan adanya snack, tempat yang nyaman, dan kesempatan untuk berkumpul dengan komunitas Qur’anic Parenting, acara ini pun dinilai sukses dengan mengadakan bimbingan khusus kepada peserta yang membawa anak yaitu ditempatkan di area belajar dan bermain Mahabbah Qur’anic Preschool yang tidak jauh dari lokasi seminar.
Dengan digelarnya seminar ini, diharapkan para orang tua dapat menemukan solusi yang efektif dalam menghadapi tantangan kecanduan gadget pada anak-anak mereka. Dengan pendekatan yang bijaksana dan didukung oleh ajaran Al-Qur’an, diharapkan para orang tua dapat memberikan pengasuhan yang terbaik bagi anak-anak di era digital ini.//Al.c/dok.icwm
❓Ayah-Bunda memiliki buah hati calon Hafizh-Hafizhah? ❓Bingung mencari buku Jurnal Ramadan anak yang sesuai Al-Qur’an dan Sunah? ❓Pengen punya buku yang super komplit, benefit plus-plus namun harga terjangkau?
Marhaban Ya Ramadan✨ Ramadan segera tiba! Dalam rangka memaksimalkan ibadah, Alhamdulillah, kini hadir Buku Ramadan Kareem-Jurnal Ramadan Sahabat Qur’an😍
Buku jurnal yang dikemas dengan ilustrasi menarik, full colours disertai dengan wawasan keislaman yang bersumber dari Al-Quran & Sunnah, diharapkan menjadi wasilah meningkatkan ketaqwaan Ayah-Bunda beserta Ananda selama menjalani ibadah di Bulan Ramadan🤗
Apa Saja sih Keunggulan Buku Ramadan Kareem❓ 🔹1. Fiqih seputar Puasa, Zakat dan Shalat Ied. 🔹2. Wawasan ilmu berdasarkan Al-Qur’an & Sunnah. (Setiap informasi disertai dalil dan sumber rujukan.) 🔹3. Fun Islamic Activities. 🔹4. Mutabaah Ramadan yang komplit meliputi ceklist shalat wajib & sunah, adzkar, sedekah, ziyadah, rabt, murojaah, tilawah,dls. 🔹 5. Bintang Prestasi 10 Hari Akhir Ramadan (untuk memaksimalkan ibadah pada 10 hari terakhir Ramadan). 🔹6. Mengenal peristiwa penting seputar Ramadan dan Syawal 🔹7. Ilustrasi faceless (tidak menampakkan mata/hidung/mulut) 🔹8. Desain full colours sehingga menarik minat si kecil untuk senang belajar. 🔹9. Bonus Stiker Bintang Prestasi 🔹10. Extra bonus: akses lebih dari 50++ video materi fiqih seputar puasa, zakat dan Iedul Fitri senilai 199K 🔹11. Extra bonus: akses lebih dari 200++ video Quranic Parenting senilai 299K. 🔹10. Cocok digunakan untuk lembaga TAUD/TK/RA, MIT/SD sederajat, TPQ, Pesantren, sekolah, lembaga dan komunitas. 🤩 Total Extra Bonus 498K
Apa Manfaat Buku ini bagi Ananda❓ ✅Menambah pengetahuan orang tua dan anak tentang Fiqih seputar Puasa, Zakat & Shalat Ied. ✅ Mengenalkan Ananda pada peristiwa penting di Bulan Ramadan & Syawal ✅Meningkatkan daya pikir dan kognitif Ananda melalui fun Islamic activities. ✅Menstimulasi kecerdasan spiritual dan sosial anak. ✅Menyemangati Ananda untuk rajin ibadah dengan mengisi cheklist amalan harian pada lembar mutabaah. ✅Memantau perkembangan tilawah & hafalan Ananda selama Ramadan. ✅Meningkatkan bonding antara orang tua dan anak.
⁉️Berapa sih, harga buku sekomplit dan sebagus itu??🤔
Harga Normal 65.000 Namun bagi yang ikutan PO, bisa dapat harga super hemat🥰
🌟Pre Order Ramadan Kareem-Jurnal Radan Sahabat Qur’an ▶️Harga normal: Rp. 65.000 ▶️Harga PO : Rp. 45.000
🔴Pesan segera, sebelum harga naik..!
✍🏻SPESIFIKASI Ukuran 17×24 cm | Tebal 66 hlm HVS |Isi Fullcolor + Ilustrasi Menarik | Soft Cover Staples
⚖️ Berat: ±130gr (1 kg muat 7 pcs)
✍🏻TIMELINE PRE-ORDER 🛒 Pre-Order#2: 13 Februari – 25 Februari 🚚 Pengiriman: dimulai 20 Februari 📱Pemesanan: +62 859-5282-3687 (Unit Usaha YASAQU)
Apakah Ayah Bunda Mengalami Permasalahan… ❓Pusing Menangani Anak Kecanduan Gadget? ❓Kesulitan Menghadapi Prilaku Anak? ❓Merasa Bingung Bagaimana Cara Tepat Mendidik Anak Sesuai Al Qur’an?
Jika Ayah Bunda Merasakan Permasalahan di Atas, Kami Persembahkan:
Seminar Quranic Parenting “Penanganan Kecanduan Gadget Melalui Metode Al-Qur’an”
Bersama: Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I. Founder Qur’anic Parenting Yang Memiliki 2430+Member di Seluruh Indonesia Dan Doktor Dengan Predikat Summa Cumlaud Di Universitas King Abdul Aziz, Saudi Arabia
Di dalam Seminar Ini Akan Dikupas Tuntas Mengenai : ✅ Penanganan Kecanduan Gadget Melalui Metode Al-Qur’an ✅ Bagaimana Al Qur’an Menjadi Terapi Bagi Anak Yang Candu Terhadap Gadget ✅ Cara Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Dalam Hal pengasuhan melalui perspektif islam. ✅ Membangun Karakter Anak Sejak Usia Dini Sesuai Ajaran Islam Sehingga Tidak Mudah Goyah Dalam Pergaulan Penuh Fitnah. ✅ Meningkatkan Semangat Anak Untuk Mempelajari & Menghafalkan Al-Qur’an. ✅ Contoh Sekolah yang menerapkan sistem Al-Qur’an
▶️ Fasilitas: ✅ Tempat yang Nyaman ✅ Snack ✅ Ilmu yang Bermanfaat ✅ Komunitas Qur’anic Parenting ✅ Free Bimbingan Anak Berbasis Qur’anic Parenting Selama Acara Berlangsung
▶️ Waktu Pendaftaran: 20 Januari – 09 Februari 2024
▶️ Waktu Pelaksanaan: 10 Februari 2024
▶️ Biaya Pendaftaran : Single: Rp150,000 / orang Double: Rp200,000 / 2 orang
Tunggu apalagi segera klik link dibawah ini (pendaftaran ditutup sewaktu-waktu jika kuota sudah terpenuhi)
🌟 Presentasi Pencapaian Program Dakwah yang Membanggakan 🌟
Menyimak berlangsungnya acara Al-Multaqa Al-‘Ilmiy III – Simposium Ilmiah III yang diselenggarakan di Universitas Raja Kholid – Abha, Arab Saudi memang membuat decak kagum. (15-16 Januari 2024).
Bagaimana tidak bangga, salah satu yang mendapat kesempatan emas menjadi pembicara dalam simposium tersebut adalah Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak yaitu KH. Dr. Didik Hariyanto,Lc., M.P.I.
Event akbar ini mengundang 40 Duta Besar dan 500 Peserta yang terdiri dari para Mahasiswa Asing dari berbagai negara di dunia yang sedang menuntut ilmu di Arab Saudi.
Tentu menjadi sebuah prestasi yang membanggakan bagi Ustadz Didik, demikian sapaan akrab beliau. Dimana Alumni Universitas Madinah saja telah memiliki lebih dari 150ribu lebih alumni.
Adapun yang terpilih menjadi Pembicara hanyalah 7 Pembicara saja, yang mana salah satunya adalah Ustadz Didik yang mewakili Asia Tenggara.
Dalam kesempatan kali ini, beliau menyampaikan tentang program-program dakwah dan pendidikan yang sudah dijalankan oleh Wadi Mubarak.
Saat ini, Wadi Mubarak telah memiliki 200 Lembaga Cabang Pendidikan Al-Qur’an di dalam dan Luar Negeri.
Segenap peserta tampak antusias menyimak pemaparan materi dari Ustadz Didik, terlihat dari binar bahagia dari para peserta, juga gemuruh suara tepuk tangan yang berkali-kali menggema di dalam ruangan sebagai bentuk tanggapan riil para peserta yang penasaran sekaligus kagum dengan perkembangan dakwah Al-Qur’an terkhusus tentang peran Islamic Center Wadi Mubarak di Indonesia dan Luar Negeri.
Banyak masyayikh kibar yang memberikan testimoni terkait kekaguman mereka terhadap program-program yang dikembangkan oleh Wadi Mubarak.
Ternyata, program yang sudah lama dijalankan oleh Wadi Mubarak telah menjadi salah satu inspirasi dan membuat decak kagum oleh para tokoh pendidikan internasional.
Mabruk, Barakallah fiikum. Semoga hadirnya Wadi Mubarak menjadi salah satu wasilah, diraihnya kembali kejayaan islam melalui Al-Qur’an dan Sunah.//
Al-Multaqa Al-‘Ilmiy III – Simposium Ilmiah III Diselenggarakan di Universitas Raja Kholid – Abha, Arab Saudi pada 15-16 Januari 2024
Sebuah kesempatan emas yang patut disyukuri, ketika KH. Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I mendapat kehormatan menjadi Pembicara dalam Simposium Ilmiah Internasional Universitas Raja Kholid – Abha, Arab Saudi. Event akbar ini mengundang 40 Duta Besar dan 500 Peserta yang terdiri dari para Mahasiswa Asing dari berbagai negara di dunia yang sedang menuntut ilmu di Arab Saudi.
Tentu menjadi sebuah prestasi yang membanggakan bagi Ustadz Didik, demikian sapaan akrab beliau. Dimana Alumni Universitas Madinah saja telah memiliki lebih dari 150 ribu lebih alumni. Adapun yang terpilih menjadi Pembicara hanyalah 7 Pembicara saja, yang mana salah satunya adalah Ustadz Didik yang mewakili Asia Tenggara.
Turut hadir sebagai pembicara dalam Simposium ini adalah: 1. Dr. Ahsan Jamil dari India 2. Dr. Fuad Iman dari Norwegia 3. Muniko Abdullah Muniko dari Tanzania 4. Dr. Muhammad Ahmad Luu dari Senegal 5. Syaikh Muhammad Ali Muhammad dari Britania 6. Dr. Turim Ali dari Albania 7. Syaikh Sulaiman Hasan dari Tanzania
Ustadz Didik, yang sekaligus menjadi Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak, dalam kesempatan kali ini, beliau menyampaikan tentang program-program dakwah dan pendidikan yang sudah dijalankan oleh Wadi Mubarak.
Saat ini, Wadi Mubarak telah memiliki 200 Lembaga Cabang Pendidikan Al-Qur’an. 154 diantaranya Sekolah TAUD SaQu (Tahfizh Anak Usia Dini Sahabat Qur’an) yang tersebar dari Indonesia bagian Barat (Aceh) hingga ke Indonesia bagian Timur (Papua). Wadi Mubarak juga telah memiliki 28 sekolah MIT (Madrasah Ibtidaiyah Tahfidzul Qur’an) yaitu sekolah tahfizh untuk jenjang SD. Selebihnya Wadi Mubarak juga memiliki lembaga pendidikan lanjutan yaitu SMP, SMU hingga Sekolah Tinggi.
Bukan hanya di Indonesia, Wadi Mubarak juga mendirikan sekolah cabang di Luar Negeri yaitu di Kamboja, Thailand, Malaysia, Australia dan Jepang.
Segenap peserta tampak antusias menyimak pemaparan materi dari Ustadz Didik, terlihat dari binar bahagia dari para peserta, juga gemuruh suara tepuk tangan yang berkali-kali menggema di dalam ruangan sebagai bentuk tanggapan riil para peserta yang penasaran sekaligus kagum dengan perkembangan dakwah Al-Qur’an terkhusus tentang peran Islamic Center Wadi Mubarak di Indonesia dan Luar Negeri.
Dr. Muhammad bin Abdillah Al-Robi’ah, Dosen di Univ. Qoshim, Pembina Lembaga (annabaul ‘azhim) Mekkah Al-Mukarromah mengakui kalau presentasi yang disampaikan oleh Ustadz Didik menjadi materi terbaik dalam Simposium ini.
Ada juga dari Syaikh Kibar yang mengagumi akan presentasi yang disampaikan oleh Ustadz Didik, yaitu Syaikh Prof. Soleh bin Furaih Al-Bahlal . Beliau adalah Profesor di Universitas Majma’ah yang menyatakan bahwa presentasi dari Ustadz Didik ini merupakan proyek besar, karya agung yang luar biasa dalam bidang pendidikan dan dakwah.
Syaikh Soleh sendiri pernah berkunjung ke Wadi Mubarak dan melihat langsung berbagai program pendidikan yang dijalankan oleh Wadi Mubarak. Biidznillah, atas wasilah beliau pula, banyak alumni Wadi Mubarak dan pesantren-pesantren lain di Indonesia yang mendapatkan beasiswa dan berkesempatan untuk belajar di beberapa universitas di Arab Saudi.
Diantara para tamu undangan yang hadir, banyak juga para profesor dan tokoh pendidikan yang ingin bekerjasama dengan Wadi Mubarak terkhusus dalam mendirikan sekolah tahfizh untuk anak usia dini.
Sebut saja Syaikh Dr Nasir Al Utsman yang berasal dari Kota Zulfi Prov. Riyadh, beliau sangat tertarik dengan strategi dakwah yang diterapkan di Indonesia terkait penanaman akhlak Qurani sejak dini. Bahkan beliau ingin berkunjung dan melihat lebih detail program-program dari lembaga-lembaga di bawah naungan Wadi Mubarak.
Memanfaatkan moment langka, banyak juga mahasiswa asing yang langsung mendekati Ustadz dan membentuk kerumunan seolah ingin menyampaikan bahwa merekapun ingin mengikuti jejak sang Ustadz yang sudah banyak berkiprah untuk membangun negeri.
Ternyata, program yang sudah lama dijalankan oleh Wadi Mubarak telah menjadi salah satu inspirasi dan membuat decak kagum oleh para tokoh pendidikan internasional. Betapa tidak, para tamu undangan dan peserta yang hadir dalam simposium ini adalah para profesor, para doktor, para master dan para mahasiswa asing yang berasal dari 85 Negara di Dunia.
Mabruk, Barakallah fiikum. Semoga hadirnya Wadi Mubarak menjadi salah satu wasilah, diraihnya kembali kejayaan islam melalui Al-Qur’an dan Sunnah.//
Arab Saudi, Wadimubarak.com – Pada tanggal 15-16 Januari 2024, Universitas Raja Kholid di Abha, Arab Saudi, menjadi tuan rumah bagi acara akbar “Al-Multaqa Al-‘Ilmiy III / Forum Ilmiah III.”
Dalam rangka meningkatkan wawasan dan kontribusi mahasiswa asing di Arab Saudi, forum ilmiah ini dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai universitas di negara tersebut.
Dr. Didik Hariyanto, seorang cendekiawan muslim tanah air yang telah meraih predikat summa cum laude di King Abdul Aziz University Jeddah, diundang untuk berbicara mengenai kontribusinya dalam membangun pendidikan tahfizh Al-Qur’an di Indonesia.
Forum ini bukan hanya menjadi ajang diskusi ilmiah, tetapi juga menjadi wadah untuk memotivasi mahasiswa asing agar dapat berperan aktif dalam pembangunan dan perkembangan berkelanjutan di negara masing-masing.
Tujuan utama acara ini adalah membimbing para mahasiswa untuk memiliki wawasan yang lebih luas serta mendorong mereka untuk memberikan kontribusi nyata dalam memajukan negara mereka.
Dr. Didik Hariyanto diundang untuk berbicara mengenai upaya yang telah dilakukannya dalam kontribusinya untuk memajukan dunia pendidikan di Indonesia. Dengan pengalaman dan keahliannya, beliau memberikan pandangan mendalam terkait peran pendidikan dalam membangun masyarakat.
Selain itu, beliau juga berbagi kiat-kiat dalam merintis lembaga dakwah dan pendidikan Al-Qur’an. Strategi yang diterapkannya di Islamic Center Wadi Mubarak diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada para peserta, terutama mahasiswa asing yang tengah menempuh pendidikan di Arab Saudi.
Dengan melibatkan tokoh seperti beliau, acara ini diharapkan dapat mendorong dan menginspirasi setiap mahasiswa asing untuk berkontribusi positif dalam pembangunan di negara asalnya masing-masing dengan cara berbagi praktik baik (best practice) yang sudah diterapkan oleh beliau melalui lembaga Islamic Center Wadi Mubarak
Pastikan untuk tidak melewatkan kesempatan ini, yang diharapkan akan menjadi momen bersejarah bagi pengembangan ilmu dan para pembelajar dimana pun berada.//
⭕Ingin Masa Tua Lebih Bermanfaat? PESANTREN LANSIA solusinya😍
❓Bosen jalanin aktivitas yang gitu-gitu aja? ❓Merasa hampa karena haus siraman qalbu? ❓Pengen khusyuk ibadah bareng teman-teman sefrekuensi? ❓Pengen ngerasain nikmatnya Tadabur Qur’an bersama Penghafal Al-Qur’an? ❓Merindu wisata ruhani di lingkungan yang fresh, alami, sejuk, jauh dari hiruk pikuk duniawi?
WISATA QUR’AN SPESIAL, kini hadir memberi solusi😍😎
PESANTREN LANSIA merupakan program yang dikhususkan bagi para orang tua yang sudah menginjak usia 35 tahun ke atas untuk dapat meningkatkan kualitas dirinya di masa-masa senja.
Alasan Kenapa Pesantren LANSIA Adalah Program Yang Tepat
🔹Memperbaiki bacaan al-qur’an dari musyrif dan musyrifah wadi mubarak 🔹Mendapatkan ilmu syar’i 🔹Merefresh diri dengan al-qur’an 🔹Pasilitas yang lengkap dan ditemani langsung oleh pembimbing selama program
✍🏻Boleh Catat tanggalnya ya bapak/ibu!!! 🗓 26-28 Januari 2024
Bogor, Wadimubarak.com – Pada Kamis, 4 Januari 2024, Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak (STIU-WM) bersama Markaz Iqra Wadi Mubarak, salah satu unit kerja di Islamic Center Wadi Mubarak (ICWM) Bogor, Jawa Barat, melangsungkan penganugerahan Ijazah Sanad Al-Qur’an kepada 2 mahasiswa dan 2 alumninya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya STIU-WM untuk menjaga keotentikan Al-Qur’an dengan standarisasi bacaan sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad ﷺ.
Acara ini dihadiri oleh Syaikh Abdul Qawi Al-Arjali dan sejumlah Pembimbing tahfizh di lingkungan STIU-WM. Lebih dari itu, kehadiran tokoh-tokoh penting dalam dunia penghafal Al-Qur’an seperti Dr. Abdussalaam Muqbil Al Majidi (Ketua Yayasan Bashair Quraniyyah Qatar dan Ketua Majelis Iqra Yaman), Dr. Nabil Ahmed Tarmom (Dosen STIQ ZAD, Cianjur), dan Syaikh Abdul Aziz Al Areqi (Qori Nasional) turut menyaksikan kekhidmatan penganugerahan sanad ini.
Proses untuk memperoleh sanad di lingkungan STIU-WM melibatkan sejumlah syarat ketat, termasuk menghafal Al-Qur’an dengan kuat, membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid, menguasai matan Tuhfatul Athfal dan Jazariyyah beserta syarahnya, serta menyerahkan hafalan 30 juz kepada pembimbing atau syaikh yang direkomendasikan oleh Markaz Iqra’ Wadi Mubarak.
Dalam kegiatan ini, 2 mahasiswa dan 2 alumni Wadi Mubarak berhasil memperoleh sanad al-qur’an. Mereka adalah:
Zhain Abdillah (Sem. 5 Asal Bandung) mendapatkan Sanad Al Quran riwayat Hafsh ‘an ‘Ashim Jalur Syathibiyyah dari Ustadz Fahmi (Dosen STIU WM, Murid Syaikh Tamim Az Zu’bi)
Akmal Dhiansyah (Sem. 7 Asal Malang) mendapatkan sanad Al Quran riwayat Hafsh ‘an ‘Ashim jalur Syathibiyyah dari Ustadz Ozy Febrian (Dosen STIU WM)
Ustadz Abdul Mannan (Alumni STIU 3 Asal Karawang) mendapatkan sanad Al Quran riwayat Hafsh ‘an ‘Ashim jalur Syathibiyyah dari Syaikh Abdul Qowi Al Arjali (Dosen STIU WM)
Ustadz Muhammad Insan Robbani (Alumni eLKID 2018 Asal Bandung) mendapatkan sanad Al Quran Qiroat ‘Ashim (jamak Hafsh dan Syu’bah) jalur Syathibiyyah dari Syaikh Abdul Qowi Al Arjali (Dosen STIU WM
Sementara itu 3 mahasiswa lainnya berhasil menyelesaikan khataman Al-Qur’an pada hari yang sama.
Pemberian Ijazah Sanad Al-Qur’an oleh STIU-WM Bogor selepas shalat shubuh tersebut menjadi pencapaian penting bagi penghafal Al-Qur’an yang pastinya tidak hanya disyukuri di kalangan ICWM saja. Dari sinilah diharapkan hadir keteguhan komitmen mereka dalam menjaga keotentikan Al-Qur’an dengan standar bacaan yang benar dan sesuai tuntunan Nabi Muhammad ﷺ.//Al.C
Aceh, Wadimubarak.com – Aula Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh kembali menjadi saksi inspirasi keagamaan pada hari kedua Roadshow Quranic Parenting yang diselenggarakan pada Ahad, 24 Desember 2023.
Dengan tema “Pola Asuh Orang Tua dalam Menciptakan Anak Cinta Al-Qur’an,” acara ini menjadi panggung bagi pelajaran penting dalam membentuk karakter anak-anak sesuai dengan ajaran Al-Qur’an.
Dalam suasana yang penuh semangat, peserta diajak merenungi kebenaran bahwa segala aktivitas yang berhubungan dengan Al-Qur’an adalah aktivitas terbaik di sisi Allah. Kehadiran Al-Qur’an dalam setiap aspek kehidupan ditekankan sebagai langkah awal untuk menjadikannya yang terbaik.
Sebuah pertanyaan mendasar pun diajukan kepada para peserta: Bagaimana menciptakan generasi Qur’ani.
KH. Dr. Didik Hariyanto, L.c., M.P.I, sebagai pemateri, memberikan pandangan mendalam. Beliau menekankan pentingnya menanamkan karakter pada anak-anak sebelum kecerdasan otaknya. Menurut beliau, bahaya akan mengintai jika kecerdasan otak diutamakan tanpa memperhatikan pembentukan karakter anak.
Beliau pun secara gamblang memberikan tips 4 (empat) cara beserta contoh, baik dari masa sahabat maupun ulama kontemporer saat orangtua menghadapi anaknya ketika berbuat salah.
Dipandu Hj. Nur Asiah Ibrahim, S.Ag sebagai ketua Korwil TAUD SaQu Aceh, acara dibuka dengan penuh semarak oleh penampilan siswa-siswi Taud Saqu. Mereka memberikan penyegaran dan semangat melalui pertunjukan yang menginspirasi di samping Tilawah Al-Qur’an yang indah mengiringi awal acara, menciptakan atmosfer rohaniah yang mempesona.
Keputusan ini memberikan kesempatan bagi mayoritas peserta, yang terdiri dari wali santri Taud Saqu se wilayah Aceh, untuk ikut serta dalam acara tanpa harus hadir secara fisik di lokasi.
Semoga apa yang dipelajari dan dialami pada hari kedua Roadshow Quranic Parenting menjadi bekal berharga dalam membentuk generasi Qur’ani yang mencintai Al-Qur’an dan memiliki karakter yang kokoh.//