Penulis: Editor Wadi Mubarak

  • KH. Didik Hariyanto: Kyai Tidjani Telah Menginspirasi Saya Belajar Tafsir

    KH. Didik Hariyanto: Kyai Tidjani Telah Menginspirasi Saya Belajar Tafsir

    Satu lagi kabar membanggakan, merebak dari kalangan alumni TMI Al-Amien Prenduan. KH. Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I., menyelesaikan studi doktoralnya, pada Program Studi Tafsir Hadits, di King Abdul Aziz University, Jeddah, Senin (22/05). Tak tanggung-tanggung, Kiai Didik, demikian sapaan akrabnya, lulus dari universitas terkemuka tersebut dengan predikat mumtaz.

    “Al-fadhlu-Lillāh awwalan wa ākhiron,” demikian alumni tahun 1995 ini mengawali pembincangan, saat redaksi situs tmial-amien.sch.id mewawancarainya. Kiai Didik mengaku, keberhasilannya tak lepas dari jasa kedua orang tua, para pimpinan dan masāyikh, serta para asātidz Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Khususnya, wali kelas ketika ia duduk di kelas I D TMI Al-Amien Prenduan, Ustaz Syamsul Arifin. Sang wali kelaslah, yang telah berjasa meletakkan pondasi keilmuan dalam dirinya.

    Baca Juga:
    – Pimpinan ICWM Berhasil Mempertahankan Disertasi Di Hadapan Anggota Dewan Ulama Senior Arab Saudi
    – ICWM Rilis Buku 25 Kiat Agar Anak Cinta Al-Qur’an

    Sejak saat itu, Kiai Didik mulai mengenal sekelumit ilmu tafsir melalui kitab-kitab tafsir yang direkomendasikan oleh Kiai Tidjani. Misalnya, Kiai Tidjani pernah memberinya kitab tafsir Adwā’u al-Bayān karangan Syekh al-Amīn asy-Syinqithi, saat hendak mengikuti lomba tafsir di Gontor. Untuk itu, Kiai Didik sangat bersyukur. Bahkan kitab itulah, yang ia jadikan rujukan utama dalam menyelesaikan disertasinya, dalam hal tafsir bil ma’tsūr. “Kiai Tidjani yang telah menginspirasi saya fokus belajar ilmu tafsir Al-Qur’an,” kenangnya.

    Setahun kemudian, setelah dipercaya mengurus perpustakaan itu, Kiai Didik mulai tertarik menghafal Al-Qur’an. Ia bahkan merelakan waktu kosong, yang semestinya ia gunakan untuk melepas penat dari padatnya kegiatan pondok, untuk menghafal Al-Qur’an. “Setiap habis Ashar, kalau kebetulan saya tidak tugas jaga perpustakaan, saya selalu menghafal di Rayon Al-Munir,” jelas Kiai Didik, dengan menyebut salah satu tempat mukim di area TMI Al-Amien Prenduan.

    Upaya Kiai Didik untuk bisa menghafal Al-Qur’an dengan baik, tidak berhenti di Al-Amien. Bahkan, selama menjalani masa pengabdian, ia juga menyelang waktu untuk tetap fokus menghafal Al-Qur’an, di Pesantren asy-Syifa, Bantul. “Tidak hanya itu, beberapa kali juga setor ke Kiai Nawawi, di Pesantren Ngerukem, Bantul, bareng KH Junaidi, Mudir MTA (Ma’had Tahfidz Al-Qur’an Al-Amien Prenduan.red), saat ini,” tambahnya.

    Selepas masa pengabdian, Kiai Didik kembali melanjutkan hafalan Al-Qur’an 30 juz, di Madrasah Sirojiyah Harypur, Pakistan. Setelah itu Kiai yang kini berdomisili di Bogor tersebut, melanjutkan pendidikannya ke Universitas Islam Madinah, Fakultas Hadits dan Islamic Studies.

    Selama berada di Madinah, ayah delapan anak itu mulai berpikir untuk membuka lembaga tahfiz, untuk alumni pesantren modern. Pertimbangannya, alumni pesantren modern, sudah memiliki kemampuan Bahasa Arab dan jiwa leadership yang matang. Sehingga, mereka akan lebih mudah dalam mengatur waktu ketika harus menghafal Al-Qur’an. “Jadi, nggak perlu lagi ngobrak-ngabrik. Nggak perlu lagi dipaksa dan dimotivasi. Itu berkaca kepada perjalan hidup saya pribadi,” ungkapnya.

    Baca Juga: 
    –Sepulang Dari Maqarie Quraniyyah Madinah, 4 (Empat) Asatidz Berbagi Pengalaman
    –4 (Empat) Pengajar ICWM Sukses Memperoleh Ijazah Sanad Al-Qur’an Di Madinah
    – 12 Mahasiswa STIU-WM Dianugerahi Sanad Al-Qur’an

    Dari pemikiran itu, Kiai Didik mulai membuka program el-Kid, yang tujuan utamanya untuk mencetak para imam dan profesional penghafal Al-Qur’an. Program yang diprakarsai Sekjen Lembaga Tahfiz se-Indonesia, Robithoh Ma’ahidil Qur’an itu, menyasar setiap anak didik, yang pada tahun pertama dan kedua fokus pada Al-Qur’an dan Bahasa Arab. Adapun ilmu lain, akan diajarkan menyusul di kemudian waktu.

    “Kegagalan-kegagalan lembaga yang menggabungkan antara sains dengan agama, terutama menghafal Al-Qur’an, karena di waktu yang bersamaan mereka dituntut dua-duanya,” terangnya. Menurut pandangan Kiai Didik, sistem semacam itu tidak efektif. Karena dapat mengganggu fokus santri, untuk mendalami sesuatu yang harus mereka dahulukan, yakni menghafal Al-Qur’an.

    Ke depannya, selepas studinya selesai secara administratif, alumni TMI Al-Amien Prenduan tahun 1995 yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua PULDAPII periode 2015-2017 itu, akan kembali ke Indonesia, untuk terus berjuang di bidang Al-Qur’an dan Ilmu Tafsir. Meskipun banyak tawaran dari para koleganya untuk tinggal di negeri Raja Salman, ia memilih untuk tetap kembali ke pangkuan ibu pertiwi. “Panggilan batin saya adalah berjuang di Indonesia. Terutama dalam bidang Al-Qur’an dan Tafsir,” pungkasnya, tulus. (Zeal)

    Artikel ini telah terbit di: https://tmial-amien.sch.id/2023/05/kiai-didik-raih-predikat-mumtaz-studi-doktoral-di-king-abdul-aziz-university/

  • Pimpinan ICWM Berhasil Mempertahankan Disertasi Di Hadapan Anggota Dewan Ulama Senior Arab Saudi

    Pimpinan ICWM Berhasil Mempertahankan Disertasi Di Hadapan Anggota Dewan Ulama Senior Arab Saudi

    Jeddah, wadimubarak.com – Setelah memakan waktu sekitar 2 jam dalam Sidang Disertasi Program Doktoral Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak (ICWM) Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I yang diadakan pada Senin, 2 Dzulqo’dah 1444 H (22/5/2023) membuahkan hasil yang sangat menggembirakan bagi civitas ICWM.

    Bertempat di aula Fakultas Adab Jurusan Syari’ah dan Dirasat Islamiah Prodi Tafsier dan Hadits Universitas King Abdul Aziz Saudi Arabia dan dihadiri oleh kerabat serta keluarga besar Wadi Mubarak yang berdiam di tanah suci, sidang disertasi berjalan lancar tanpa hambatan.

    Disiarkan secara langsung melalui media zoom yang dapat diakses oleh umum, terkhusus keluarga besar Wadi Mubarak yang berada di Indonesia. Menjadi pembelajaran serta motivasi bahwa optimisme yang dibarengi kerja keras tentu akan membuahkan hasil seperti yang diharapkan.

    Judul Disertasi yang dibawakan adalah Kitab at-Tafsir Min ash-Shohihai al-Bukhari wa Muslim -Rahimahumallah- Surah Ali Imron Ila Akhir Surah Thaha (Kitab Tafsir dalam Shahih Bukhari dan Muslim Rahimahumallah dari Surat Ali Imran sampai akhir Surat Thaha) bermuatan lebih dari 1500 halaman yang terbagi menjadi 3 jilid menjadi satu karya ilmiah yang harus dipertahankan di hadapan penguji.

    Di bawah bimbingan Prof. Dr. Muhammad bin Ali al-Ghamidi seorang Guru Besar di King Abdul Aziz University, Ust Didik Hariyanto begitu biasa beliau dipanggil berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan 2 penguji. Yaitu Dr. Ibrahim bin Muhammad al-Ghamidi sebagai Penguji Internal, Dosen King Abdul Aziz University dan Prof. Dr. Ghalib bin Muhammad al-Hamidhi sebagai Penguji Eksternal dari luar kampus.

    Kehadiran Prof. Dr. Ghalib bin Muhammad al-Hamidhi dalam sidang disertasi kemarin sangat spesial dan kehormatan bagi promovendus, karena Prof. Galib al-Hamidhi merupakan Anggota Dewan Ulama Senior yang menyempatkan waktu untuk menjadi penguji bagi mahasiswa dari luar Arab Saudi dan itu belum pernah terjadi sebelumnya.

    Dalam sidang disertasi kemarin, Prof. Galib al-Hamidhi cukup kritis dalam memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada promovendus. Tidak hanya berupa pertanyaan mengenai materi disertasi berupa pemahaman promovendus, namun beliau pun mempertanyakan titik koma yang penempatannya dirasa kurang tepat.

    Baca Juga:
    – ICWM Rilis Buku 25 Kiat Agar Anak Cinta Al-Qur’an
    – Sepulang Dari Maqarie Quraniyyah Madinah, 4 (Empat) Asatidz Berbagi Pengalaman
    – 4 (Empat) Pengajar ICWM Sukses Memperoleh Ijazah Sanad Al-Qur’an Di Madinah
    – 12 Mahasiswa STIU-WM Dianugerahi Sanad Al-Qur’an

    Setelah melewati waktu yang sangat mendebarkan, tidak hanya bagi promovendus namun juga bagi audien dalam ruang dan live streeming baik via zoom maupun reel instagram. Pembimbing disertasi serta kedua penguji pun mengadakan rapat tertutup untuk memberikan nilai atas disertasi yang sedang diujikan tersebut.

    Alhamdulilah, disertasi promovendus dalam sidang tersebut berhasil meraih predikat Summa Cumlaude / Excellent With Honours (ممتاز مع المرتبة الشرف الاولي).

    Sebagaimana diketahui bahwa sidang disertasi ini merupakan sidang disertasi kedua bagi Ustadz Didik Heriyanto, setelah sebelumnya beliau berhasil mempertahankan disertasi “Konsep Parenting (Al-Tarbiyah Al-Waladiyyah) Dalam Al-Qur’an (Studi Analisis Sejarah Nabi Ya’qub ‘Alaihissalam)“ di Universitas Ibnu Khaldun Bogor tahun 2017.

    Tentu menjadi sebuah kesyukuran yang mendalam bagi seluruh kerabat dan civitas Islamic Center Wadi Mubarak, karena beliau telah mengharumkan nama bangsa Indonesia melalui prestasi beliau yang telah berhasil mencapai nilai tertinggi yang bisa diraih di Universitas-Universitas di Saudi Arabia.

    Dalam pesan singkat yang dikirimkan ke redaksi, beliau mengucapkan banyak terimakasih kepada keluarga, kerabat, handai tolan dan keluarga besar Wadi Mubarak yang telah mensupport serta mendoakan hingga selesai program doktoral beliau di Arab Saudi pada tahun ini.

    Semoga kegigihan perjuangan beliau dalam meraih predikat excellent, bisa menjadi suri tauladan bagi generasi penerus dan pemacu semangat belajar bagi umat islam. Dan semoga ilmu yang beliau dapatkan, menjadi ilmu yang bermanfaat untuk umat serta membawa keberkahan di dunia dan akhirat. //Al.C

  • Undangan Terbuka Sidang Disertasi; Live Dari King Abdulaziz University, Saudi Arabia

    Undangan Terbuka Sidang Disertasi; Live Dari King Abdulaziz University, Saudi Arabia

    Mahasiswa Indonesia mendapatkan kehormatan untuk diuji oleh Anggota Haiah Kibarul ‘Ulama (Dewan Ulama Senior Arab Saudi) dalam Sidang Disertasi di Fakultas Syari’ah dan Dirasat Islamiyah – King Abdulaziz University.

    Momen ini merupakan kesempatan yang sangat langka didapatkan oleh mahasiswa asing dan mungkin pertama kali bagi mahasiswa dari Indonesia.

    Selamat dan Sukses kepada
    Dr. Didik Hariyanto, L.c., M.P.I
    (Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak)
    yang akan menempuh Sidang Disertasi, Program Doktor beliau yang kedua
    di King Abdulaziz University – Saudi Arabia.

    Dengan segala kerendahan hati, kami memohon dukungan dan kehadirannya ikhwah sekalian dalam acara:

    Sidang Disertasi Doktoral Fakultas Adab Jurusan Syari’ah dan Dirasat Islamiah Prodi Kitab dan Sunnah Universitas King Abdul Aziz Jeddah

    Judul Disertasi:
    Kitab at-Tafsir Min ash-Shohihai al-Bukhari wa Muslim -Rahimahumallah- Surah Ali Imron Ila Akhir Surah Thaha

    Promovendus:
    Didik Hariyanto

    Pembimbing:
    Prof. Dr. Muhammad bin Ali al-Ghamidi
    Guru Besar di King Abdul Aziz University

    Penguji Internal:
    Dr. Ibrahim bin Muhammad al-Ghamidi
    Dosen King Abdul Aziz University

    Penguji Eksternal:
    Prof. Dr. Ghalib bin Muhammad al-Hamidhi
    Anggota Dewan Ulama Senior Arab Saudi

    🗓️Hari : Senin 2 Dzulqo’dah 1444 H / 22 Mei 2023
    🏬Tempat : Auditorium Fakultas Sastra
    ⏰Waktu : 15.00 WIB

    🖥️ Live Zoom:
    https://us06web.zoom.us/j/84882149423?pwd=UkhJT0E5bDNnSGRpWVBtbFpkSFduUT09

    📡 Live Youtube:
    https://youtube.com/live/I9WjGWtrhFs?feature=share

    Semoga Allah mudahkan dan lancarkan ihtiar beliau dalam menuntut ilmu. Allah jadikan ilmu beliau sebagai ilmu yang barakah, memberikan manfaat untuk umat. 🤲

    Find Us on
    🌐Youtube : DarsunaTV
    🌐 Instagram : Instagram.com/Quranic.parenting
    🌐Twitter : twitter.com/@Parenting_Qur
    🌐Facebook : http://bit.ly/FBQuranicParentingWM

  • 138 Siswa Madrasah Istiqlal Jakarta Ikuti Wisata Qur’an Wadi Mubarak

    138 Siswa Madrasah Istiqlal Jakarta Ikuti Wisata Qur’an Wadi Mubarak

    Setiap orang tua pasti ingin memiliki buah hati yang tumbuh dan berkembang dengan baik. Tidak hanya menyediakan lingkungan yang baik, namun juga akan menyediakan sekolah sebagai tempat belajar yang terbaik.

    Keinginan tersebut harus didukung dengan tindakan nyata yang akan memberikan dampak positif bagi kehidupan sang anak kelak.

    Madrasah Istiqlal Jakarta yang memiliki motto Religius Cerdas dan Berbudaya sebagai lembaga pendidikan merupakan madrasah atau sekolah berbasis agama Islam yang berada di lingkungan masjid terbesar di Asia Tenggara yaitu Masjid Istiqlal Jakarta.

    Dengan menyelenggarakan pendidikan dari Kelompok Bermain & Raudhatul Athfal (PAUD), Ibtidaiyah (SD), Tsanawiyah (SMP) dan Aliyah (SMA). Madrasah Istiqlal Jakarta telah melahirkan ribuan alumni sejak dimulainya program Raudhatul Athfal di tahun 1999.

    Baca Juga: 
    – Sepulang Dari Maqarie Quraniyyah Madinah, 4 (Empat) Asatidz Berbagi Pengalaman
    – 4 (Empat) Pengajar ICWM Sukses Memperoleh Ijazah Sanad Al-Qur’an Di Madinah
    – 12 Mahasiswa STIU-WM Dianugerahi Sanad Al-Qur’an

    Pada kegiatan luar sekolah kali ini selama 6 hari, 4-10 Mei 2023 sesi Tsanawiyah-Aliyah dan 8-12 Mei 2023 sesi Ibtidaiyah. Madrasah Istiqlal Jakarta bekerjasama dengan Yasaqu Wadi Mubarak mengadakan Wisata Qur’an.

    Wisata Qur’an (WQ) merupakan program unggulan ‘short camp‘ di Islamic Center Wadi Mubarak (ICWM) bagi perorangan maupun lembaga/instansi yang ingin mengenal ilmu Al-Qur’an terkhusus dalam bidang tahfizh.

    Bertempat di HoteL Graha Dinar Syariah untuk peserta Tsanawiyah-Aliyah dan Grand Smesco Hills – Puncak Bogor untuk peserta Ibtidaiyah. 138 siswa Madrasah Istiqlal Jakarta mengikuti kegiatan ini. Perbandingan materi yang diberikan dalam Wisata Qur’an adalah 50% tahfizh, 30% ilmu syar’i dan 20% refreshing atau out bond.

    Baca Juga:
    – 7 (Tujuh) Cara Efektif Menangani Perilaku Menjengkelkan Anak
    – ICWM Rilis Buku 25 Kiat Agar Anak Cinta Al-Qur’an

    Didampingi 15 guru pembimbing dari Bidang Kesiswaan Madrasah Istiqlal Jakarta serta ditambah para pemateri dari asatidz Wadi Mubarak, para peserta Wisata Qur’an ini diberikan materi-materi tahsin, tajwid dan tahfizh al-Qur’an yang dibagi dalam beberapa halaqah (kelompok).

    Salah satu target dari setiap peserta sepulang dari kegiatan ini adalah mendapatkan tambahan hafalan baru dari jenjang program tahfizh harian yang biasa diadakan di sekolah.

    Selain materi dalam halaqah, ada beberapa materi lainnya seperti: Diskusi keislaman, pembelajaran shalat sunnah dhuha dan tahajud, outbond, berenang dan games/permainan untuk membentuk karakter diri serta kelompok.

    Dibuka oleh Ketua YASAQU Ustadz Zaenal Arifin, S.E., beliau memberikan pesan kepada para peserta untuk dapat memaksimalkan kesempatan besar yang telah Allah berikan kepada para peserta dalam mengikuti kegiatan tersebut dengan menyerap semua ilmu yang ada dari para pembimbing kegiatan. //Al.C

     Pendaftaran Wisata Qur’an Wadi Mubarak

  • Masjid Jami Wadi Mubarak Adakan I’tikaf Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan 1444 H

    Masjid Jami Wadi Mubarak Adakan I’tikaf Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan 1444 H

    Wadimubarak.com – Salahsatu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan Rasulullah  ﷺ pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan adalah I’tikaf. I’tikaf berasal dari kalimat عكف yang berarti “menetap”. Sedang menurut istilah menetap di masjid dengan tata cara khusus disertai dengan niat.

    Tujuan beri’tikaf adalah untuk mengharapkan ridha Allah ﷻ dan bermuhasabah diri.

    Ibadah ini termaktub dalam QS. Al Baqarah ayat 187. “…maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang   ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka jangan kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertaqwa.”

    Anjuran untuk beri’tikaf di sepuluh hari terakhir juga berlandaskan apa yang pernah dilakukan oleh Rasulullah  ﷺ. “Dari Ibnu Umar r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah ﷺ selalu beri‘tikaf pada sepuluh hari yang penghabisan di bulan Ramadan.” [Muttafaq ‘Alaih].

    Baca Juga:
    – Ketua Yayasan ICWM Dapatkan Sanad Al-Qur’an Di Madinah
    – Nikmatnya Umroh Ke Tanah Suci Plus Dauroh Bersama Masyayikh
    – Tutup Daurah Huffazhul Wahyain; 3 (Tiga) Mahasiswa STIU-WM Dapatkan Umroh Gratis
    – Pendaftaran Daurah Menghafal Shohih Bukhari Muslim Tahun 2023

    Dalam hadis lain disebutkan: “Bahwa Nabi ﷺ melakukan i’tikaf pada hari kesepuluh terakhir dari bulan Ramadhan, (beliau melakukannya) sejak datang di Madinah sampai beliau wafat, kemudian istri-istri beliau melakukan i’tikaf setelah beliau wafat.” [HR. Muslim].

    Pada 10 hari terakhir Ramadhan 1444 H ini, Masjid Jami Wadi Mubarak kembali mengadakan kegiatan i’tikaf yang terbuka untuk umum, baik ikhwan maupun akhwat.

    Berbeda dengan malam-malam sebelumnya yang menuntaskan bacaan 1 juz di setiap shalat tarawih. Pada kegiatan i’tikaf ini, imam membaca setengah juz Al-Qur’an saat shalat tarawih dan 1 juz pada saat qiyamul lail.

    Tidak hanya diisi dengan tadarus Al-Qur’an dan kajian tematik yang dapat diikuti oleh para peserta, namun program tahsin pun bisa diikuti oleh peserta yang ingin memperbaiki bacaan Al-Qur’annya.

    Program tahsin pada i’tikaf kali ini hanya dikhususkan untuk peserta ikhwan. Dibimbing langsung oleh Ustadz Irsyad Husnul Hidayat Hafizhahullah Ta’ala Ketua Markaz Iqro’ Wadi Mubarak, salahsatu unit kerja di Islamic Center Wadi Mubarak yang khusus menangani Sanad Al-Qur’an.

    Link Whatsapp Keikutsertaan I’tikaf:
    https://wa.me/6281212788118

    Keikutsertaan peserta hingga hari kedua sekitar 40 peserta, sehingga masih terbuka peluang bagi peserta baru untuk ikut beri’tikaf sambil menimba ilmu dan menikmati hidangan takjil serta sahur secara prasmanan dan cuma-cuma.//Al.C

  • Lebih Dari 150 Jamaah Umroh Akhir Ramadhan Lantama Wisata Berangkat Tahun Ini

    Lebih Dari 150 Jamaah Umroh Akhir Ramadhan Lantama Wisata Berangkat Tahun Ini

    Jakarta, 8 April 2023 – Total 86 jamaah umroh Lantama Wisata bertolak ke Tanah Suci hari ini. Keberangkatan jamaah umroh ini merupakan bagian dari program Umroh Akhir Ramadhan Full I’tikaf yang total diikuti oleh +150 jamaah umroh Lantama Wisata.

    Manager Pemasaran Lantama Wisata, Ilham Akbar, mengatakan bahwa keberangkatan jamaah umroh tersebut diawali dengan acara pelepasan di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta. Acara tersebut dihadiri oleh keluarga dan kerabat dari para jamaah umroh yang memberikan doa restu untuk keselamatan dan kelancaran perjalanan.

    Baca Juga:
    – Tutup Daurah Huffazhul Wahyain; 3 (Tiga) Mahasiswa STIU-WM Dapatkan Umroh Gratis
    – Pendaftaran Daurah Menghafal Shohih Bukhari Muslim Tahun 2023

    – 12 Mahasiswa STIU-WM Dianugerahi Sanad Qira’ah

    “Kami berharap jamaah umroh dapat menjalankan ibadah umroh dengan khusyuk, lancar, dan yamg terpenting juga mabrur. Kami juga mengingatkan kepada para jamaah untuk selalu menjaga kesehatan selama perjalanan dan di Tanah Suci, supaya dapat maksimal dalam menggapai 10 hari terakhir Bulan Ramadhan” ujar Ilham Akbar.

    Program Umroh Akhir Ramadhan Full I’tikaf Lantama Wisata tahun ini diikuti oleh ratusan jamaah dari berbagai daerah di Indonesia. Nantinya para jamaah akan dibersamai oleh 5 pembimbing yakni Ustadz Shohib Saifi, S.Pd.i, M.Ag, Ustadz Rasuki Abdullah, S.Ag, Ustadz Dr. Abdul Rouf, Ustadz Zainal Arifin, S.E.I, Ustadz Mujianto, S.Ag.

    Baca Juga:
    –
     Ketua Yayasan ICWM Dapatkan Sanad Al-Qur’an Di Madinah
    – Nikmatnya Umroh Ke Tanah Suci Plus Dauroh Bersama Masyayikh

    Program khusus ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada umat muslim yang ingin menjalankan ibadah umroh dengan mudah dan nyaman sembari fokus beribadah di bulan suci Ramadhan.

    Selama di Tanah Suci, para jamaah umroh akan mengunjungi berbagai tempat, seperti Masjidil Haram, Masjid Nabawi, Jabal Rahmah, Jabal Uhud dan tempat-tempat lain yang memiliki nilai sejarah dan keagamaan penting. Mereka diharapkan dapat menjalankan ibadah umroh dengan lancar dan khusyuk serta memperoleh pengalaman spiritual yang berharga.//ilhama

  • Yayasan Sahabat Qur’an Wisuda Guru Al-Qur’an Berstandar Internasional

    Yayasan Sahabat Qur’an Wisuda Guru Al-Qur’an Berstandar Internasional

    Selasa, 4 April 2023 bertepatan dengan 13 Ramadhan 1444 H, bertempat di Hall Islamic Center Wadi Mubarak Yayasan Sahabat Qur’an menggelar Wisuda Pendidikan Guru Tahfidz Anak Usia Dini Sahabat Qur’an (PGTAUD SaQu) Angkatan ke-XIX.

    Wisuda yang dihadiri oleh seluruh peserta PG TAUD yang berjumlah 11 orang ini bersifat terbatas dan hanya dihadiri oleh tamu undangan dari Ummahat Islamic Center Wadi Mubarak, musyrifah, guru TAUD SaQu dan wali peserta PG TAUD XIX.

    Program Pendidikan PG TAUD SaQu yang digelar selama 3 bulan ini telah melahirkan wisudawati selain telah menguasai Tahaji, juga telah melampaui Target Hapalan 3 juz yaitu juz 30, 29 dan 28.

    Selain target hafalan yang diberikan kepada para peserta, mereka juga telah mempelajari Bahasa Arab Dasar, Tuhfatul Athfal (Nadzam Ilmu Tajwid), At Tibyan atau Bayan tentang Tahsin dan Tajwid Al Quran, Dalil Muallim atau Metode Pengajaran, Psikologi Anak, Psikologi Perkembangan, Manajemen Pendidikan TAUD SaQu, Pengelolaan Kelas, Macro Teaching dan Micro Teaching, serta Communication Skill.

    Hal yang paling spesial dari program PG TAUD kali ini adalah para peserta dapat belajar kitab At Tibyan dari penulis kitabnya secara langsung yaitu Syekh Abdurrahman Bakr, mantan menteri pendidikan Mesir yang mencurahkan pemikirannya untuk pendidikan dan pengajaran Al-Qur’an dalam bentuk metode At-Tibyan.

    Pembukaan wisuda ini dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an & Khotmatut tilawah yang dibacakan oleh siswa dan siswi TAUD SaQu Wadi Mubarak.

    Dilanjutkan dengan prosesi wisuda yang dimulai dengan ikrar janji PG TAUD SaQU yang menyatakan kesiapan dalam menjaga amanah dakwah Al-Qur’an berupa mengajarkannya dan menjaga akhlakul karimah.

    Baca Juga:
    – Pendaftaran Daurah Menghafal Shohih Bukhari Muslim

    – Ramadhan Spesial Mahasiswa STIU-WM Isi Imam Tarawih Di Auckland, Selandia Baru
    – Tutup Daurah Huffazhul Wahyain; 3 (Tiga) Mahasiswa STIU-WM Dapatkan Umroh Gratis

    Ketua Yayasan Sahabat Qur’an Ustadz Zaenal Arifin, S.E., dalam sambutannya menekankan akan pentingnya memberikan tauladan bagi anak didik sehingga target pendidikan yang akan dicapai tidak hanya akal anak didik tetapi juga akhlak karimah.

    Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak K.H. Dr. Didik haryanto, Lc., M.P.I, melalui rekaman suara dari Makkah Mukarramah yang diperdengarkan kepada para hadirin memberikan sambutan dan tausiyah akan pentingnya menjaga niat yang lurus dalam setiap aktifitas. Terlebih dalam pengajaran Al-Qur’an maka niat lillahi ta’ala haruslah diutamakan.

    Testimoni salah seorang peserta PG TAUD Angkatan 19, disampaikan oleh Laela Mustika asal Aceh, dilanjutkan dengan penganugerahan peserta berprestasi dari setiap kategori. Disematkan kepada 3 (tiga) orang peserta yaitu: Sayyidatina Sarah, Bogor (kategori Akhlakul Karimah), Sonia Zurroh, Aceh (kategori mahiroh) dan Fika Nurfitriani, Bekasi (Putri Tibyan).

    Penyerahan Ijazah Sanad Tuhfatul Athfal sebagai pengakuan atas keberhasilan pembelajaran kitab tersebut pun diberikan kepada 9 (sembilan) orang peserta yang telah memenuhi kriteria mendapatkannya.

    Barakallahu fikum jamian alumni PG TAUD XIX.

    Simak Momentum Berharga : Prosesi Wisuda PG TAUD (Pendidikan Guru Tahfizh Anak Usia DIni) Angkatan XIX (19) | Full

    Ambil kesempatan sekarang juga untuk mengikuti PGTAUD angkatan 20 Periode tahun 2023-2024

    📲_Kontak Person :
    ✒ WhatsApp (WA) dan Telp : http://wa.me/62881024143048

    🌐 Website : https://yasaqu.id/pg-taud/
    ✒ Instagram : https://instagram.com/pgtaudsaquwadimubarak

  • Ramadhan Spesial, Mahasiswa STIUWM Isi Imam Tarawih Di Auckland Selandia Baru

    Ramadhan Spesial, Mahasiswa STIUWM Isi Imam Tarawih Di Auckland Selandia Baru

    Ramadhan 1444 H menjadi bulan yang spesial bagi Ustadz Ferri Eka Rahayu hafizhahullah ta’ala, pemegang sanad Al-Qur’an Riwayat Hafs ‘An ‘Ashim dan mahasiswa semester akhir Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU) Wadi Mubarak yang sedang mengemban amanat menjadi imam tarawih di salah satu masjid di kota terbesar di Selandia Baru, yaitu Auckland.

    Dilansir wikipedia.com, warga negara paling selatan dalam peta bumi ini mayoritas tidak beragama, 48% merupakan atheis. Sedang warga muslim yang terdata pada tahun 2018 mencakup 1,3% dari populasi 4.699.755 pada tahun yang sama.

    Baca Juga:
    – 
    Kerjasama Dengan STIUWM Walikota Padang Buka Pelatihan Guru Al-Qur’an
    – Ketua Yayasan ICWM Dapatkan Sanad Al-Qur’an Di Madinah

    Udara sejuk meliputi seluruh daerah kota Auckland, dengan suhu rata-rata 20° di sepanjang Desember-Maret dan berpuasa lebih singkat di banding Indonesia menjadikan satu berkah lainnya untuk berdiam di negara tersebut selama ramadhan tahun ini.

    Kedatangan Ustadz Ferri, begitu biasa dipanggil merupakan undangan dari keluarga ustadz Dwi Wahyullah Arfah seorang WNI yang sudah tinggal di Selandia Baru selama 25 tahun lebih dan menjadi Ketua Takmir Masjid Utsman Bin ‘Affan Auckland.

    Beliau adalah walisantri dari Lukman Hakeem Arfah, santri Imtiaz Cibubur (Cabang Wadi Mubarak) yang pernah menjuarai Hafiz Indonesia RCTI 2022 beserta kedua adiknya yang sedang mengenyam pendidikan di TAUD dan MIT SaQu Pondok Kopi Jakarta Timur.

    Inisiatif untuk mengundang imam tarawih dari Wadi Mubarak timbul sudah lama dan baru terrealisasi setelah Ustadz Dwi dengan putranya Lukman Hakeem mengikuti salah satu program andalan di Wadi Mubarak yaitu Wisata Qur’an (WQ) selama 2 bulan penuh, Januari-Februari 2023 yang lalu.

    Interaksi selama kegiatan itulah yang membuat tekad beliau semakin kuat untuk mengundang imam tarawih dari Islamic Center Wadi Mubarak sekaligus mengisi kajian dan tahsin bagi jama’ah masjid Utsman Bin ‘Affan Auckland.

    Baca Juga:
    – Pendaftaran Daurah Menghafal Shohih Bukhari Muslim

    – 12 Mahasiswa STIU-WM Dianugerahi Sanad Qira’ah
    – Tutup Daurah Huffazhul Wahyain; 3 (Tiga) Mahasiswa STIU-WM Dapatkan Umroh Gratis

    Masjid yang berdiri pada tahun 2015 ini diprakarsai oleh komunitas muslim Indonesia yang bergabung dalam sebuah organisasi Indonesian Islamic Centre (IIC) setelah berhasil membeli sebuah gedung untuk kemudian dijadikan pusat kegiatannya.

    Semoga dakwah Islam di negeri paling selatan tersebut semakin berkembang dengan pesat seiring waktu sehingga kalimah Tauhid dapat menyebar dan memenuhi bumi Allah Ta’ala ini.//Al.Choer

  • 5 (Lima) Kiat Sukses Bagi Seorang Muslim, Kajian Shubuh Syaikh Turki Ash-Shā’igh

    5 (Lima) Kiat Sukses Bagi Seorang Muslim, Kajian Shubuh Syaikh Turki Ash-Shā’igh

    Beliau adalah Syaikh Turkī ibn ‘Abd ar-Rahmān ash-Shā’igh, seorang ulama asal Riyadh, Kerajaan Saudi Arabia. Pernah menjabat Atase Agama di Kedutaan Besar KSA di Filipina dan Anggota Dakwah dan Bimbingan di Provinsi Qassim, Saudi Arabia.

    Mengawali nasihatnya kepada para mahasiswa STIU, beliau membawakan kisah Abu’l Misk Kafur, seorang budak yang menjadi penguasa Bani Ikhsyid di Mesir.

    Kafur adalah budak asal Habasyah (Ethiopia) yang diperjualbelikan di pasar Nikhasah (pasar khusus jual-beli budak). Tidak ada yang istimewa darinya. Kulitnya hitam, kakinya cacat, jalannya lambat lagi buruk rupa wajahnya. Meskipun begitu ia memiliki tekad yang kuat untuk menjadi seorang amir (pemimpin) Mesir.

    Jika budak semisalnya ingin dibeli oleh orang yang kaya, orang yang baik agar dapat hidup di tengah kenikmatan namun justru Kafur memiliki tekad yang tinggi. Ia selalu mengatakan di dalam hatinya bahwa aku ingin menjadi penguasa negeri ini (Mesir).

    Singkat cerita Kafur kemudian dibeli oleh penjual minyak dan ia dipekerjakan secara tidak manusiawi. Dari kondisi tersebut ia belajar menempa diri dan melatih mentalnya. Kemudian tak berselang lama ia dibeli oleh tuan yang baru yaitu seorang penulis.

    Dari penulis utulah ia belajar membaca dan menulis serta menambah wawasan keilmuannya. Pada masa-masa ini ia tak pernah lupa akan mimpinya untuk menjadi penguasa Mesir.

    Suatu hari sang tuan ingin mengirimkan hadiah kepada Amir Mesir kala itu, Muhammad bin Thagj. Hal ini dikarenakan si penulis pernah memiliki kedekatan dengan sang Amir sebelum ia menjadi penguasa. Ia pun mengirim hadiah untuk sang Amir melalui perantara Kafur, budaknya.

    Baca Juga:
    –
     12 Mahasiswa STIU-WM Dianugerahi Sanad Qira’ah
    – Tutup Daurah Huffazhul Wahyain; 3 (Tiga) Mahasiswa STIU-WM Dapatkan Umroh Gratis

    Tatkala sang Amir melihat Kafur, ia memiliki firasat bahwa Kafur bukan orang biasa. Menyadari hal itu segeralah ia beli Kafur dari si penulis. Dari sinilah mulai terang apa yang diimpikan oleh Kafur.

    Kafur menjadi pembantu di istana hingga wafatnya Muhammad bin Thagj. Naiklah putra sang Amir yaitu Unujur yang masih berusia lima belas tahun. Hal tersebut menyulut api protes dan amuk dari rakyat. Di saat itulah Kafur dengan tekad yang selama ini ia pendam mencoba menjadi “penyelamat”.

    Dengan segala pengalaman dan kemampuan yang telah ia miliki ia mengambil alih urusan pemerintahan. Hal tersebut menarik respek rakyat Mesir dan membuat mereka lebih yakin kepada kepemimpinan Kafur. Kafur pun diangkat menjadi amir Mesir pada masa Bani Ikhsyid dan menjabat selama dua tahun.

    Dari kisah Kafur, Syaikh memotivasi mahasiswa STIUWM agar memiliki tekad yang tinggi sebagaimana ia bertekad. Meskipun Kafur berstatus sebagai budak hal tersebut tidak menghalanginya untuk tetap bertekad menjadi amir. Dengan bermodal tekad yang kuat dan usaha yang gigih Allah pun mengabulkan impian Kafur dan menjadikannya amir Mesir.

    Kemudian Syaikh melanjutkan nasihatnya dengan membawakan dalil-dalil perintah untuk memiliki tekad tinggi. Di dalam Al Qur’an Allah ﷻ telah memerintahkan Rasulullah ﷺ agar bersabar. Namun perintah di sini bukan sekadar perintah untuk sabar melainkan untuk meniru sabarnya para Ululazmi, para rasul yang terbaik. Allah ta’ala berfirman:

    …… فَٱصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُو۟لُوا۟ ٱلْعَزْمِ مِنَ ٱلرُّسُلِ

    “Maka, bersabarlah engkau (Nabi Muhammad) sebagaimana ululazmi (orang-orang yang memiliki keteguhan hati) dari kalangan para rasul telah bersabar…”
    (QS: Al Ahqaaf: 35)

    Dalam ayat di atas terdapat motivasi kepada seorang muslim agar meniru dan mengidolakan tokoh yang paling baik dan bukan sembarang tokoh, yaitu para rasul ululazmi.

    Baca Juga:
    – Pendaftaran Daurah Menghafal Shohih Bukhari Muslim

    – Prof Rasjid Soeparwata Isi Kuliah Umum STIU Wadi Mubarak

    Selain ayat Alquran, Syaikh juga membawakan hadits Nabi shallaulaahu ‘alaihi wa sallam yang mengandung isyarat perintah untuk memiliki tekad tinggi. Nabi ﷺ bersabda:

    … احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ …

    “Bersungguh-sungguhlah pada perkara-perkara yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah dan janganlah kamu bersikap lemah”
    (HR. Muslim dan Ahmad)

    Syaikh juga membawakan sebuah bait syair tentang tekad yang tinggi,

    وَمَنْ يَتَهَيَّبْ صُعُوْدَ الْجِبَال   ۞   يَعِشْ أَبَدَ الدَّهْرِ بَيْنَ الْحُفَرِ

    Barangsiapa tak pernah bernyali untuk mendaki gunung,
    Niscaya selamanya ia akan mendekam di dalam lubang,

    Kemudian nasihat beliau tutup dengan membawakan 5 kiat sukses bagi seorang muslim pemilik himmah Aaliyah:

    1. Target yang jelas (وضوح الهدف)

    Target yang jelas merupakan langkah paling awal baginya. Jika ia memiliki target maka ia tahu ke mana akan melangkah. Berbeda dengan seorang yang tidak memiliki tujuan. Sampai kapanpun ia hanya melangkah tanpa tujuan dan tidak mengetahui apa yang ia cari.

    Begitulah sejatinya seorang muslim. Ia sudah memiliki target dan tujuan yang jelas dalam kehidupannya. Semua perbuatan dan aktivitasnya bermuara kepada satu hal, yaitu peribadatan kepada Allah. Allah ﷻ berfirman: “Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku,” (QS: Az-Zariyaat: 56)

    2. Memperbanyak doa (الإكثار من الدعاء).

    Dikisahkan bahwa Syaikh Abdul Karim Al Khudhair (seorang muhaddits dan murid senior Syaikh Ibn Baz) tidak pernah lepas daripada berdoa:

    ربنا هب لنا من أزواجنا وذرياتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما

    “Ya Allah karuniakanlah kami istri-istri dan anak-anak yang menjadi penyejuk mata kami dan jadikanlah kami pemimpin orang-orang bertakwa,”

    Allah pun mengabulkan doa beliau. Beliau menjadi ulama hadits senior dan menjadi rujukan para penuntut ilmu. Anak-anak beliau merupakan dai-dai di jalan Allah. Oleh karenanya beliau senantiasa memotivasi kaum muslimin agar selalu berdoa dengan doa ini.

    Baca Juga:
    –
     Mahasiswa Asal Kaltim Dapatkan Ijazah Sanad Al-Qur’an Di ICWM
    – Nikmatnya Umroh Ke Tanah Suci Plus Dauroh Bersama Masyayikh

    3. Mengetahui jalan yang benar (معرفة الطريق الصحيح)

    Pepatah arab mengatakan:

    تَرْجُو النَّجَاةَ وَلَمْ تَسْلُكْ مَسَالِكَهَا  ۞  إِنَّ السَّفِيْنَةَ لَا تَجْرِي عَلَى اليَبَس

    Engkau menginginkan kesuksesan namun tak menempuh jalannya,
    Sesungguhnya kapal itu tidak berlayar di daratan,

    Maka kesuksesan tidak mungkin dicapai kecuali dengan menapakai jalan menujunya. Sejauh mana ia mengetahui jalan menuju kesuksesan secepat itu pula ia akan sampai pada kesuksesan.

    4. Teman yang tepat (اختيار الصحبة الصالحة).

    Siapa yang menyangka bahwa Abdurrahman bin Muljam, pembunuh Khalifah Ali bin Abi Thalib dahulunya adalah seorang ahli ibadah. Bahkan pada saat Umar bin Khattab menjabat sebagai khalifah beliau mengirim Abdurrahman bin Muljam untuk mengajarkan Alquran kepada penduduk Mesir.

    Hal tersebut berubah ketika ia menikahi perempuan Khawarij. Ia menyangka bahwa dirinya tak akan terpengaruh dengan keyakinan si wanita. Namun ternyata ia menjadi seorang Khawarij bahkan menjadi “pahlawan” bagi mereka dengan membunuh Khalifah Ali bin Abi Thalib.

    Begitulah perjalanan seseorang menuju kesuksesan. Tidak ada sesuatu yang paling mempengaruhi seseorang kecuali kondisi teman dekatnya. Maka kesuksesan akan diraih dengan selektif memilih teman yang dapat mengantarkan kepada kesuksesan.

    Baca Juga:
    – 
    Kerjasama Dengan STIUWM Walikota Padang Buka Pelatihan Guru Al-Qur’an
    – Ketua Yayasan ICWM Dapatkan Sanad Al-Qur’an Di Madinah

    5. Muhasabah (محاسبة).

    Siapa yang tidak kenal Dr Thariq Suwaidan? Beliau merupakan penulis, motivator dan trainer manajemen yang sangat terkenal di Timur Tengah. Beliau juga merupakan bos dari perusahan-perusahaan besar.

    Namun siapa sangka ternyata di balik kesuksesan tersebut, beliau pernah mengalami banyak kegagalan. Beliau mengatakan bahwa ada kurang lebih seratus perusahaan yang pernah beliau dirikan. Namun dari jumlah tersebut ada tiga puluh perusahaan yang bangkrut dan gagal.

    Beliau mengatakan rahasia suksesnya tujuh puluh perusahaan sisanya adalah hasil dari evaluasi kegagalan sebelumnya. Maka kesuksesan adalah evaluasi dari kegagalan yang pernah terjadi. Setiap kali kegagalan menimpa jangan pernah putus asa dan menyerah. Jadikan kegagalan sebagai pelajaran. Dengan begitu kesuksesan akan diraih dengan izin Allah. Wallahu ta’ala a’lam//Al.C

    *Dirangkum oleh Ustadz Irsyad Husnul Hidayat Hafizhahullah Ta’ala saat Kajian Shubuh, Rabu (29/03/2023)

  • 3 Mahasiswa Dan 1 Alumni STIU Wadi Mubarak Isi Imam Tarawih di Australia

    3 Mahasiswa Dan 1 Alumni STIU Wadi Mubarak Isi Imam Tarawih di Australia

    Bogor, Wadimubarak.com – 3 (tiga) mahasiswa dan 1 (satu) alumni STIU Wadi Mubarak sedang membuat sejarah di luar negeri. Mereka diundang untuk menjadi imam sholat tarawih di Masjid Utsman bin Affan di Auckland, New Zealand, dan Global Islamic Youth Center yang berpusat di Australia.

    Mereka adalah Ari Kuswanto, Ferri Eka Rahayu, Zhain Abdillah, dan Irfan Maulana. Ini adalah kabar membanggakan bagi Islamic Center Wadi Mubarak secara khusus, menunjukkan bahwa para mahasiswa yang notabene nya adalah santri ICWM mampu bersaing secara global.

    Menurut informasi yang diperoleh, keempat imam tersebut telah tiba di New Zealand dan Australia pada Senin (21/3) pagi waktu setempat. Mereka akan memimpin sholat tarawih selama bulan suci Ramadan di Masjid Utsman bin Affan dan Global Islamic Youth Center.

    Baca Juga:
    – 
    Kerjasama Dengan STIUWM Walikota Padang Buka Pelatihan Guru Al-Qur’an
    – Ketua Yayasan ICWM Dapatkan Sanad Al-Qur’an Di Madinah
    – Mahasiswa Asal Kaltim Dapatkan Ijazah Sanad Al-Qur’an Di ICWM
    – Nikmatnya Umroh Ke Tanah Suci Plus Dauroh Bersama Masyayikh

    Menjadi imam sholat tarawih di Masjid Utsman bin Affan dan Global Islamic Youth Center adalah sebuah prestasi yang luar biasa. Masjid Utsman bin Affan merupakan masjid yang diprakarsai oleh komunitas umat Islam di Auckland, Selandia Baru dan menjadi pusat kegiatan keagamaan umat Islam di Auckland.

    Sementara itu, Global Islamic Youth Center adalah pusat kegiatan keagamaan bagi anak muda Muslim di Australia. Kehadiran keempat imam utusan Wadi Mubarak tersebut memberikan inspirasi dan semangat kepada jamaah di kedua tempat tersebut.

    Kepala STIU Wadi Mubarak, Mahfud, S.Th.I., M.Ag., mengatakan bahwa prestasi keempat imam tersebut, selain karena karunia Allah ta’ala juga merupakan hasil dari upaya dan kerja keras mereka dalam menuntut ilmu agama.

    Beliau pun mengharapkan bahwa keberhasilan keempat imam utusan tersebut dapat menjadi motivasi bagi para mahasiswa STIU Wadi Mubarak lainnya untuk terus belajar dan mengembangkan diri di bidang agama.

    Para mahasiswa STIU Wadi Mubarak juga merasa bangga atas prestasi yang diraih oleh keempat sahabatnya tersebut. Mereka menganggap bahwa keberhasilan itu adalah bukti bahwa pendidikan agama yang diterima di STIU Wadi Mubarak mampu menghasilkan imam-imam dan dai-dai yang berkualitas dan mampu bersaing di kancah internasional.

    Baca Juga:
    – Pendaftaran Daurah Menghafal Shohih Bukhari Muslim

    – Prof Rasjid Soeparwata Isi Kuliah Umum STIU Wadi Mubarak
    – 12 Mahasiswa STIU-WM Dianugerahi Sanad Qira’ah
    – Tutup Daurah Huffazhul Wahyain; 3 (Tiga) Mahasiswa STIU-WM Dapatkan Umroh Gratis

    Para mahasiswa juga berharap dapat mengikuti jejak keempat sahabatnya tersebut dan menjadi duta Indonesia yang terbaik di luar negeri.

    Keberhasilan ini patut diapresiasi. Mereka telah membawa nama Indonesia ke kancah internasional dan memberikan inspirasi bagi para pemuda Muslim di Indonesia. Kita berharap bahwa prestasi ini dapat menjadi pemicu bagi pemuda-pemuda Muslim di Indonesia untuk terus memperdalam pengetahuan agama dan berkontribusi bagi masyarakat. //burhan