Penulis: Editor Wadi Mubarak

  • Kajian Online: Menyiapkan Generasi Baru, Generasi Qur’an, Generasi Unggul

    ✨KAJIAN PARENTING ONLINE ✨

    📘Kajian Mendidik Anak Dengan Al Qur’an📘

    Salah satu kunci keberhasilan Rasulullah dalam mendakwahkan ajaran Islam ialah dengan mengajarkan Al Qur’an kepada generasi sahabat. Terbukti hasilnya ialah seluruh jazirah Arab yang berhasil dikenalkan dengan Islam, dan tidak hanya itu bahkan 2 imperium besar penguasa peradaban kala itu Persia dan Romawi berhasil ditutup kurang dari 10 tahun setelah wafatnya Rasulullah.

    Hal ini dapat diambil pelajaran bahwa dengan mengajarkan Al Qur’an kepada generasi setelah kita berarti kita telah menyiapkan kebesaran untuk masa depannya.

    Ikutilah kajian parenting online bersama Ustadz. Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I (Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak) dengan membahas


    📋 Tema: Menyiapkan Generasi Baru, Generasi Qur’an, Generasi Unggul
    🗓 Hari/Tanggal: Sabtu, 7 Agustus 2021
    🕰 Waktu: 05.30 WIB – Selesai
    🎥 Live on Youtube Channel: Darsuna TV

    https://www.youtube.com/watch?v=aL4r0HxeAac

    💭 Bagikan manfaat dan ringkasan materi anda dengan Hashtag #WadiMubarak dan Tag akun Official Bimbel SaQu & Islamic Center Wadi Mubarak di Instagram atau di Facebook
    ➖➖➖➖➖
    .
    .
    Find Us On :
    Instagram;
    •Bimbel SaQu : https://instagram.com/bimbelsaqu_wm?igshid=1byytnk9u70bs
    •ICWM : https://instagram.com/ic_wadimubarak?igshid=16yvuiperya78
    •Nur Ramadhan : https://instagram.com/nurramadhan_wisata?utm_medium=copy_link
    •Anugerah Wisata : https://instagram.com/acm.anugerahwisata?utm_medium=copy_link
    🔗 Web : https://wadimubarak.com

  • Syarat Sah Shalat

    🕌 Program Madrasah Online Fiqih – Wadi Mubarak
    📚 Pelajaran ke-4
    🗓️ Hari (Kamis), Tanggal 26 Dzulhijjah 1442 H. / 5 Agustus 2021 M

    (Tema | SYARAT SAH SHALAT)
    Oleh Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I.

    🔰 SYARAT SAH SHALAT 🔰
    💠 1. Islam

    💠 2. Berakal & Mumayyiz

    💠 3. Suci dari Najis
    (Tempat dan Pakaian Shalat)

    💠 4. Suci dari Hadats
    (Hadats Kecil dan Hadats Besar)

    💠 5. Masuk Waktu Shalat
    (Mengetahui Masuknya Waktu Shalat)

    💠 6. Menutup Aurat

    💠 7. Menghadap Kiblat

    💠 8. Mengetahui Akan Kewajiban Shalat

    💠 9. Tidak Meyakini Amalan Fardhu Sebagai Amalan Sunnah

    📌 Perkuat & Simak Rincian Materi Melalui Link Video Dibawah ini 👇🏻

    Baca Juga
    Pelajaran ke-3: Syarat Wajib Shalat
    Pelajaran ke-5: Thaharah (Bersuci)

    ➖➖➖➖➖
    .
    .
    Jika Ada yang Ingin Ditanyakan dari Hasil Pemaparan Materi, Silahkan Diajukan Dengan Mengisi Google Form Berikut:
    https://forms.gle/WQaeJsN4Ns1Nu63y9


    ➖➖➖➖➖
    💭 _Bagikan manfaat dan ringkasan materi anda dengan Hashtag #WadiMubarak dan Tag akun Official Bimbel SaQu & Islamic Center Wadi Mubarak di Instagram atau di Facebook_
    ➖➖➖➖➖
    .
    .
    Find Us On :
    Instagram;
    •Bimbel SaQu : https://instagram.com/bimbelsaqu_wm?igshid=1byytnk9u70bs
    •ICWM: https://instagram.com/ic_wadimubarak?igshid=16yvuiperya78
    •Nur Ramadhan : https://instagram.com/nurramadhan_wisata?utm_medium=copy_link
    Anugerah Wisata: https://instagram.com/acm.anugerahwisata?utm_medium=copy_link
    🔗 Web : https://wadimubarak.com

  • Menjadi Pendidik Yang Positif

    Menjadi Pendidik Yang Positif

    Kajian Parenting Islamic Center Wadi Mubarak: Menjadi Pendidik yang Positif

    Hafal Al-Quran juga hadits saja tidaklah cukup untuk menjadi pendidik atau orang tua yang baik. Hal ini disadari betul oleh pengasuh, KH. Dr. Didik Hariyanto, Lc. M.P.I., sehingga beliau merasa perlu secara rutin melakukan kajian parenting bagi seluruh sivitas Islamic Center Wadi Mubarak.

    Berikut adalah beberapa catatan penting dalam kajian beliau.

    Parenting Butuh Ilmu

    Parenting bisa jadi sebuah kemampuan yang tidak secara khusus ada jenjang pendidikannya. Tidak seperti menyiapkan seorang dokter, misalnya. Meski begitu, parenting adalah peran yang akan dijalani setiap manusia yang sudah berkeluarga. Tentu saja ini butuh ilmu.

    Setiap asatidz, juga santri sangat perlu untuk menyiapkan diri sebagai orang tua yang baik. Persiapan ini salah satunya dengan ilmu. Tanpa ilmu ini, bisa jadi seorang sukses dan terkenal, tidak suskses menjadi orang tuanya ketika anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang bermasalah. Singkatnya, perlu ilmu untuk melahirkan generasi unggul, baik di rumah maupun di sekolah.

    Baca Juga: Umat Islam Yang Diumpamakan Seperti Jeruk

    Memiliki generasi unggul berarti kita punya jariyah. Punya anak yang sholeh yang mendoakan kita. Punya murid yang sukses yang mendoakan kita.

    3 Tipe Parenting

    Jika dikelompokkan, ada 3 jenis pengasuhan atau pendidikan anak atau peserta didik:

    Pertama, Tipe pemadam kebakaran.

    Ada yang menghitung dan berpendapat mungkin ada sekira 70% pendidik seperti ini.

    Pendidik ini bersikap reaktif ketika mendapati anak atau peserta didiknya bermasalah. Mereka tidak antisipastif. Mereka sejak awal tidak berorientasi dan kurang memperhatikan bagaimana cara membangun pribadi yang tidak bermasalah.

    Kedua, Tipe pawang/penjinak.

    Seakan-akan anak itu sama dengan hewan buas. Butuh dijinakkan.

    Banyak orang tua berharap memiliki anak yang penurut. Banyak sumber bahkan menjelaskan bagaimana cara membentuk anak penurut.

    Dalam Islam, harapan ini tidak sepenuhnya tepat bahkan bisa berdampak pada pembunuhan karakter dan jiwa anak. Fitrah anak khususnya usia dini tidaklah demikian.

    Baca Juga: Graha Quran Online Angkatan 3

    Orang tua yang mendidik anak-anaknya dengan menuntut anaknya menjadi penurut bahkan sejak usia dini masuk tipe orang tua pawang.

    Dalam beberapa kasus, model pendidikan ini malah berdampak terbalik. Alih-alih mencetak pribadi yang baik dan hormat, malah melahirkan jiwa yang memberontak ketika ada kesempatan. Ia kelak akan mengharap orang lain bersikap penurut padanya dengan cara apapun. Berjiwa preman.

    Ketiga, Pendidik yang positif.

    Pendidik yang positif sangat tergantung pada kemampuannya membangun hubungan yang positif. Baik dengan pasangan, maupun dengan anak. Dalam konteks lingkungan sekolah, hubungan ini berlaku antarsivitas akademika.

    Membangun hubungan positif sangat tergantung pada pandangan yang positif. Pandangan positif inilah yang mempengaruhi bagaimana orang tua atau pendidik melihat obyek didik. Anak dan peserta didik.

    Salah satu cara membangun hubungan yang positif adalah dengan membangun budaya saling menasihati. Budaya ini penting dibangun dalam pola parenting kita. Terhadap pasangan, juga anak.

    Salah satu indikator parenting positif juga ketika kita tidak bersikap gila hormat. Misal, seorang suami dari istrinya. Orangtua dari anaknya.

    Baca Juga: Pendaftaran PG TAUD Angkatan XV

    Dalam konteks pendidikan di sekolah, sikap tidak positif adalah ketika seorang dosen atau musyrif merasa berhak mendapat penghormatan yang berlebihan.

    Padahal, ketimbang mengharapkan hormat, seorang guru harus kebih mengingat untuk harus selalu mencurahkan perhàtian dan kasih sayang terhadap peserta didiknya. Demikian juga dalam konteks berkeluarga.

    Ciri pendidikan positif berikutnya adalah ketika seorang pendidik atau orang tua lebih fokus pada penguatan pribadi dan karakter.

    Dibanding mendidik anak penurut tapi rapuh jiwanya, pendidik positif akan membangun kepercayaan terhadap anak atau peserta didiknya sehingga terbangun jiwa yang kuat.

    Pendidik positif akan melatih anak atau peserta didiknya untuk bertanggungjawab terhadap sesuatu. Hal ini mungkin dilakukan karena membangun kepercayaan menjadi salah satu faktor dalam membangun hubungan positif. Dengan pengalaman menanggung beban atau tanggung jawab, seorang anak atau peaerta didik bisa memiliki karakter dan jiwa dan kuat.

    4 Pondasi Parenting Positif

    Selain penjelasan 3 tipe pendidik di atas, pengasuh juga menjelaskan tentang 4 pondasi penting yang harus tegak dibangun untuk menjalankan kepengasuhan atau pendidikan yang positif.

    Pertama, membangun koneksi atau hubungan yang positif.

    Kedua, membangun kepercayaan.

    Ketiga, pengembangan karakter positif.

    Empat, perbaikan karakter negatif atau buruk.

    Dari 4 pondasi ini, hal yang paling besar adalah kemampuan membangun hubungan yang positif.

    Bayangkan, ketika hubungan yang positif ini tidak terbangun. Anak atau peserta didik curiga pada guru atau orang tuanya. Orang tua dan guru tidak percaya pada anak dan peserta didiknya. Situasi ini tentu hanya akan melahirkan lingkungan pendidikan yang buruk, baik di sekolah maupun di rumah.

    Setidaknya terdapat 8 cara yang bisa diupayakan untuk mengembangkan hubungan positif ini. Insyaallah akan dibahas oleh pengasuh di sesi kajian parenting berikutnya. (ARH)

    Editor: Al.Choer

  • Syarat Wajib Shalat

    🕌 Program Madrasah Online Fiqih – Wadi Mubarak
    📚 Pelajaran ke-3
    🗓️ Hari (Rabu), Tanggal 25 Dzulhijjah 1442 H. / 4 Agustus 2021 M

    (Tema | SYARAT WAJIB SHALAT)
    Oleh Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I.

    🖊️ {Syarat di dalam Shalat Terbagi Menjadi Dua. Pertama, Syarat Wajib Shalat. Kedua, Syarat Sah Shalat}

    🔰 SYARAT WAJIB SHALAT 🔰
    💠 Islam
    Syarat Sah dan Wajib

    💠 Berakal
    Syarat Sah dan Wajib

    💠 Baligh
    Syarat Sah

    💠 Suci Dari Haidh dan Nifas
    Syarat Sah dan Wajib

    💠 Sehat Inderanya
    Pendengaran dan Penglihatan

    💠 Sampainya Dakwah

    📌 Perkuat & Simak Rincian Materi Melalui Link Video Dibawah ini 👇🏻

    Baca Juga
    Pelajaran ke-2: Pengertian Shalat Dan Pembagiannya
    Pelajaran ke-4: Syarat Sah Shalat


    ➖➖➖➖➖
    .
    .
    Jika Ada yang Ingin Ditanyakan dari Hasil Pemaparan Materi, Silahkan Diajukan Dengan Mengisi Google Form Berikut
    https://forms.gle/WQaeJsN4Ns1Nu63y9


    ➖➖➖➖➖
    💭 _Bagikan manfaat dan ringkasan materi anda dengan Hashtag #WadiMubarak dan Tag akun Official Bimbel SaQu & Islamic Center Wadi di Instagram atau di Facebook_
    ➖➖➖➖➖
    .
    .
    Find Us On :
    Instagram;
    •Bimbel SaQu : https://instagram.com/bimbelsaqu_wm?igshid=1byytnk9u70bs
    •ICWM : https://instagram.com/ic_wadimubarak?igshid=16yvuiperya78
    •Nur Ramadhan: https://instagram.com/nurramadhan_wisata?utm_medium=copy_link
    •Anugerah Wisata https://instagram.com/acm.anugerahwisata?utm_medium=copy_link
    🔗 Web : https://wadimubarak.com

  • Pengertian Shalat dan Pembagiannya

    🕌 Program Madrasah Online Fiqih – Wadi Mubarak
    📚 Pelajaran ke-2

    🗓️ Hari (Selasa), Tanggal 24 Dzulhijjah 1442 H. / 3 Agustus 2021 M

    (Tema | PENGERTIAN SHALAT DAN PEMBAGIANNYA)
    Oleh Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I.

    🖊️ Pengertian Shalat
    Shalat Adalah Perkataan dan Perbuatan Tertentu yang Dimulai dengan Takbiratul Ihram dan Diakhiri dengan Salam.

    💠 Syarat Shalat
    Syarat adalah satu perkara yang wajib kita lakukan dan harus bertahan sampai akhir

    💠 Rukun Shalat
    Rukun adalah sebuah kewajiban yang apabila kita tinggalkan maka batal shalatnya

    💠 Sunnah Ab’adh
    Sunnah Ab’adh adalah sunnah-sunnah dalam shalat yang apabila kita tinggalkan maka kita diharuskan untuk melaksanakan sujud sahwi

    💠 Sunnah Hai’at
    Sunnah Hai’at adalah sunnah-sunnah yang apabila kita tinggalkan maka tidak ada keharusan bagi kita untuk sujud sahwi

    💠 Pembatal Shalat

    💠 Hal yang Makruh di dalam Shalat
    Hal yang dimakruhkan ialah jika dilakukan maka tidak membatalkan shalat tetapi hal tersebut tidak dianjurkan

    💠 Kesalahan Dalam Shalat

    💠 Macam-Macam Shalat

    ➖➖➖➖➖

    📌 Perkuat & Simak Rincian Materi Melalui Link Video Dibawah ini 👇🏻

    Baca Juga
    Pelajaran ke-1: Pokok-Pokok Pembahasan Fiqh
    Pelajaran ke-3: Syarat Wajib Shalat

    Baca Juga: Pendaftaran PG TAUD Angkatan-XV
    ➖➖➖➖➖
    .
    .
    Jika Ada yang Ingin Ditanyakan dari Hasil Pemaparan Materi, Silahkan Diajukan Dengan Mengisi Google Form Berikut:
    https://forms.gle/WQaeJsN4Ns1Nu63y9


    ➖➖➖➖➖
    💭 Bagikan manfaat dan ringkasan materi anda dengan Hashtag #WadiMubarak dan Tag akun Official Bimbel SaQu & Islamic Center Wadi di Instagram atau di Facebook
    ➖➖➖➖➖
    .
    .
    Find Us On :
    Instagram;
    •Bimbel SaQu : https://instagram.com/bimbelsaqu_wm?igshid=1byytnk9u70bs
    •ICWM : https://instagram.com/ic_wadimubarak?igshid=16yvuiperya78
    •Nur Ramadhan : https://instagram.com/nurramadhan_wisata?utm_medium=copy_link
    •Anugerah Wisata : https://instagram.com/acm.anugerahwisata?utm_medium=copy_link
    🔗 Web : https://wadimubarak.com

  • Pokok-Pokok Pembahasan Fiqh

    Pokok-Pokok Pembahasan Fiqh

    🕌 Program Madrasah Online Fiqih – Wadi Mubarak
    📚 Pelajaran ke-1

    🗓️ Hari (Senin), Tanggal 23 Dzulhijjah 1442 H. / 2 Agustus 2021 M

    (Tema | POKOK-POKOK PEMBAHASAN FIQIH)
    Oleh Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I.

    🖊️ ADA 4 POKOK PEMBAHASAN FIQIH
    1. Fiqh Ibadah
    2. Fiqh Muamalah
    3. Fiqh Keluarga
    4. Fiqh Jinayat / Pengadilan Islam

    ✳️ 1. FIQIH IBADAH, meliputi;
    💠 Shalat
    💠 Zakat
    💠 Puasa
    💠 Haji

    ✳️ 2. FIQIH MUAMALAH, meliputi;
    💠 Jual Beli
    💠 Pegadaian
    💠 Upah
    💠 Faraidh
    💠 Ilmu Waris
    💠 Wasiat

    ✳️ 3. FIQIH KELUARGA, meliputi;
    💠 Pernikahan
    💠 Perceraian
    💠 Masa ‘Iddah
    💠 Nafkah
    💠 Ma’isyah

    ✳️ 4. FIQIH JINAYAT / PENGADILAN ISLAM, meliputi;
    💠 Sumpah
    💠 Pengadilan Islam
    💠 Membayar Ganti Rugi

    ➖➖➖➖➖

    Salah Satu Cara Atau Metode Agar Kita Merasa Nyaman dan Mudah Dalam Mempelajari Fiqih Adalah Kita Harus Memetakan; Apa Saja Yang Menjadi Pokok-Pokok Pembahasan Dari Pembahasan Fiqih Tersebut.

    📌 Perkuat & Simak Rincian Materi Melalui Link Video Dibawah ini 👇🏻

    Baca Juga :
    Pendaftaran Madrasah Online Fiqh KLIK DISINI
    Pelajaran ke-2: Pengertian Shalat Dan Pembagiannya

    ➖➖➖➖➖
    .
    .
    Jika Ada yang Ingin Ditanyakan dari Hasil Pemaparan Materi, Silahkan Diajukan Dengan Mengisi Google Form Berikut:
    https://forms.gle/WQaeJsN4Ns1Nu63y9
    ➖➖➖➖➖
    💭 Bagikan manfaat dan ringkasan materi anda dengan Hashtag #WadiMubarak dan Tag akun Official Bimbel SaQu & Islamic Center Wadi di Instagram atau di Facebook
    ➖➖➖➖➖
    .
    .
    Find Us On :
    Instagram;
    •Bimbel SaQu : https://instagram.com/bimbelsaqu_wm?igshid=1byytnk9u70bs
    •ICWM : https://instagram.com/ic_wadimubarak?igshid=16yvuiperya78
    •Nur Ramadhan : https://instagram.com/nurramadhan_wisata?utm_medium=copy_link
    •Anugerah Wisata : https://instagram.com/acm.anugerahwisata?utm_medium=copy_link
    🔗 Web : https://wadimubarak.com

  • Pendaftaran Madrasah Online FIQIH

    🕌 MADRASAH ONLINE FIQIH – WADI MUBARAK 🕌
    Luaskan Keilmuan, Tingkatkan Iman

    🌷💻📱🌷💻📱🌷

    ➖➖➖➖➖
    🔰 INFORMASI PENDAFTARAN 🔰
    https://bit.ly/DaftarMadrasahOnlineFiqihWM
    ➖➖➖➖➖

    💝 KULIAH ONLINE GRATIS 💝

    ▪️ Apakah Anda Merasa Belum Maksimal Dalam Menjalankan Ibadah Sehari-Hari?

    ▪️ Apakah Anda Ingin Menambah Wawasan Keilmuan Khususnya Fiqih Ibadah?

    ▪️ Dan Anda Masih Belum Mendapatkan Tempat Pembelajaran Yang Mudah Dan Tepat?

    🎀 Ini SOLUSINYA 🎀

    📖 Meningkatkan keilmuan dengan BELAJAR dalam Program Madrasah Online Fiqih – Wadi Mubarak.

    Pastikan Anda Menjadi yang Terdepan dalam Meraih Kemajuan..!

    ✨ Bergabunglah segera dalam MADRASAH ONLINE FIQIH – WADI MUBARAK ✨

    Program Pembelajaran Online Intensif tentang 4 pembahasan pokok fiqih. Mulai dari Fiqih Ibadah, Muamalah, Usroh (keluarga), dan Jinayat.

    Temukan kelezatan menuntut ilmu dan rasakan nikmatnya kekhusyu’an dalam ibadah 🌙

    ⚜️ 8 ALASAN MENGAPA HARUS MENGIKUTI MADRASAH ONLINE FIQIH – WADI MUBARAK:
    ✅1. Pemberian Materi Fiqih Yang Komprehensif
    ✅2. Materi Diberikan 4 Kali Dalam Sepekan
    ✅3. Materi Dikirimkan Melalui Whatsapp Sehingga Mudah Dibaca & Dipahami
    ✅4. Tersedia Sesi Tanya Jawab
    ✅5. Ujian Berkala Untuk Mengetahui Tingkat Pemahaman Peserta
    ✅6. Ladang Amal Jariyah Dalam Menyebarkan Ilmu
    ✅7. Menambah Jaringan Pertemanan Antar Sesama Umat Islam
    ✅8. Tergabung Dalam Ikatan Keluarga Besar Islamic Center Wadi Mubarak.

    💠Benefit:
    ✅ Pemateri adalah Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I. (Pengasuh Islamic Center Wadi Mubarak)
    ✅ Video Kuliah Online
    ✅ Kulzoom / Youtube
    ✅ Komunitas Islami
    ✅ Sertifikat

    💠Persyaratan :
    1. Muslim/Muslimah
    2. Memiliki aplikasi Whatsapp dan akses ke youtube
    3. Menggunakan smartphone
    4. Memiliki koneksi internet.

    ❕ SEGERA BERGABUNG DALAM PROGRAM MADRASAH ONLINE FIQIH – WADI MUBARAK melalui link berikut:
    🔗 : https://bit.ly/DaftarMadrasahOnlineFiqihWM

    ➖➖➖➖➖➖
    ✨ Yuk…ajak sahabat, rekan dan saudara dalam jalan kebaikan✨
    ➖➖➖➖➖➖
    .
    .
    FIND US ON;
    IG: https://instagram.com/bimbelsaqu_wm?utm_medium=copy_link
    IG: https://instagram.com/ic_wadimubarak?utm_medium=copy_link

  • Umat Islam Yang Diumpamakan Seperti Jeruk

    Tidak ada suatu nikmat yang Allah ﷻ berikan kepada setiap hamba-Nya selain nikmat untuk bisa dekat dengan al-Qur’an. Karena betapa banyak umat Islam yang ingin mendedikasikan dirinya untuk bisa dekat dengan al-Qur’an namun belum diberikan nikmat ini oleh Allah.

    Makna ‘Dekat’ disini bukanlah karena jarak, melainkan dekat karena bisa terus membacanya, mentadabburinya, menghafalnya, serta mengamalkannya. Sebagaimana Rasulullah bersabda yang disampaikan oleh Abu Musa al-Asy’ari ra:

    مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الأُتْرُجَّةِ؛ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ, وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ؛ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ لَا رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ, وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الرَّيْحَانَةِ؛ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ, وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ

    “Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al Qur’an adalah seperti buah utrujjah, baunya sedap dan rasanya pun lezat. Sedang orang mukmin yang tidak membaca al-qur’an adalah seperti buah kurma, tidak berbau tetapi rasanya manis. Adapun orang munafiq yang membaca Al Qur’an adalah seperti buah raihanah, baunya harum, namun rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafiq yang tidak membaca al-qur’an adalah seperti buah hanzhalah, tidak berbau dan rasanya pahit.” (HR. Bukhori; 5427 dan Muslim; 797)

    Baca Juga: Pendaftaran PG TAUD SAQU Angkatan XV

    Ustadz Dr. Didik Hariyanto., Lc., M.P.I menjelaskan apa itu Utrujjah. Beliau menuturkan bahwa Utrujjah adalah sejenis buah Jeruk yang teksturnya lembut, aromanya harum, rasanya manis dan menggugah selera. Begitulah perumpamaan seorang mukmin yang membaca Al-Qur’an.

    Secara kejiwaan ia akan memiliki aura yang baik dan positif. Namun seorang mukmin yang tidak membaca al-Qur’an, ia seperti kurma yang manis namun tidak beraroma harum. Kepribadiannya tetap baik namun tidak sebaik-sebaik golongan orang yang totalitas memberikan waktunya untuk al-Qur’an.

    Ilustrasi dari hadits di atas di atas telah memberikan pesan kuat bahwa membaca al-Qur’an dengan intensitas tertentu dapat mempengaruhi kualitas kepribadian seseorang, sehingga semakin sering membaca al-Qur’an, akan semakin terasa nyata al-Quran menjadi ruh di dalam kehidupannya.

    Baca Juga: Pendaftaran Graha Qur’an Online Angkatan 3

    Dapat dipahami bahwa umat Islam yang diumpamakan seperti kurma ini adalah orang-orang yang secara individual memiliki kualitas kepribadiannya baik, tetapi kesalehan individualnya tidak diimbangi dengan kesalehan sosial, minimnya berinteraksi dengan al-Quran menjadikan hatinya tumpul tidak peka dan kualitas imannya tidak mampu menampilkan rasa empati dan kepedulian sosial.

    Dan penggambaran bagi umat Islam yang seperti Utrujjah ini adalah mereka yang maka seseorang dengan karakter buah ini adalah pribadi yang menyenangkan lahir dan bathin; tampilan lahirnya sama baiknya dengan kondisi hatinya; bukan hanya sholeh secara individu, tetapi juga sholeh secara sosial karena kehadirannya banyak memberikan manfaat bagi manusia lainnya.

    (Ditulis oleh Prince of Al Hambra, disadur dari tausiyah Ustadz Dr Didik Hariyanto. Lc., M.P.I saat Liqo Maftuh)

    Editor: Al.Choer

  • Buah Mengingat Kematian

    Buah Mengingat Kematian

    Dunia yang kita tempati ini hanyalah sebagai tempat persinggahan untuk menunggu hari akhirat. Semua yang hidup pasti akan mati, tak ada seorang pun yang mengetahui tentang datangnya kematian. Islam memandang kematian adalah tanda-tanda kebesaran Allah ﷻ.

    Kehidupan dan kematian adalah sebagian ujian dari makhluk-Nya, agar setiap yang hidup bisa mengambil pelajaran berharga dari sisi keduanya dan melanjutkan perjalanan di dunia yang fana ini dengan selalu beramal apa yang diridhoi Allah ﷻ.

    Kematian menurut Al-Qur’an adalah terpisahnya ruh dari jasad, tidak bisa dipungkiri setiap manusia pasti mengalami saat dimana ruh berpisah dari dari jasad apabila ajal telah menjemputnya.

    Allah ﷻ berfirman:

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ

    Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan”. [QS.Al-Hasyr:18]

    Disebutkan dalam hadits Rasulullahﷺ :

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِي الْمَوْتَ

    Dari Abi Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian. [HR Ibnu Majah, no. 4.258; Tirmidzi; Nasai; Ahmad].

    Baca Juga: Meraih Cinta Allah Dengan Bekerja

    Kematian adalah pemisah antara kehidupan dunia dan kehidupan akhirat. Pembatas yang memisahkan antara waktu menyiapkan perbekalan dan menerima balasan dari perbekalan itu. Maka tidak ada kesempatan setelah kematian untuk bertobat dan beristighfar dari berbagai amal keburukan. Dan tidak ada pula kesempatan setelahnya untuk memperbanyak amal-amal kebaikan.

    Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Allah dalam firman-Nya:

    وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّىٰ إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْآنَ

    Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang”. Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan”. [QS.An-Nisa’:18]

    Kemudian kematian itu menghampiri pada setiap manusia secara pasti, akan menemui mereka tanpa ada keraguan sedikitpun.

    قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلاَقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

    Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. [Al Jumu’ah:8].


    أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِككُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

    Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh. [An Nisa:7]

    Baca Juga: Pendaftaran Graha Qur’an Online Angkatan 3

    Baca Juga: Perbuatan Baik Yang Tersembunyi

    Pun kematian itu akan datang kepada semua makhluk-Nya secara tiba-tiba, Allah ﷻ berfirman,

    وَلِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌۚ فَاِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ

    Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun. [Al-A’raf:34]

    Maka berapa banyak dari kalangan manusia yang keluar dari rumahnya mengemudi mobilnya lantas dia kembali dalam keadaan dibawa di atas kain kafan. Berapa banyak dari kalangan manusia yang berkata kepada keluarganya, “hidangkanlah bagiku makanan!” Lalu dia meninggal, sedangkan belum sempat memakan makanan tersebut, walau sedikit. Dan berapa banyak dari kalangan manusia yang memakai bajunya, dan tidak ada yang membuka bajunya, kecuali orang yang memandingkan jenazahnya.

    Maka ketika seseorang hamba mengingat kematian, terdapat manfaat yang sangat besar bagi kehidupannya. Dengan selalu mengingat kematian akan sadarlah hati yang lalai, akan hiduplah hati yang mati, dan akan baguslah penghadapan seorang hamba kepada Allah ﷻ, serta hilanglah kelalaian dan keberpalingan dari ketaatan kepada Allah ﷻ.

    Telah berkata Said bin Zubair rahimahullah, seorang ulama Tabi’in:

    لو فارق ذكر الوت قلبي لخشيت أن يفسد علي قلبي

    “Seandainya hatiku terlepas dari mengingat kematian, maka aku sangat mengkhawatirkan hal tersebut akan merusak hatiku”


    Seorang hamba akan terus dalam kebaikan selama dia memperhatikan keadaannya di hadapan Allah ﷻ di hari kiamat serta memikirkan tempat kembalinya setelah kematiannya.

    Baca Juga: Pendaftaran PG TAUD SAQU Angkatan XV

    Berkata Sufyan bin Uyaynah rahimahullah (w. 198 H), telah berkata Ibrohim At-Taimi rahimahullah (Tabi’in), “Aku membayangkan diriku berada di surga, aku memakan buah-buahnnya, aku minum air dari sungai-sungainya, dan aku peluk bidadari-biadarinya. Kemudian aku membayangkan diriku dineraka, aku makan buah zaqqumnya, Aku minum nanah yang ada di dalamnya, dan aku terbelit rantai dan belenggu-belenggunya, seraya aku berkata kepada diriku sendiri. “Wahai jiwa apakah yang kamu inginkan?” Lalu jiwaku menjawab, “Aku ingin agar aku dikembalikan ke dunia sehingga Aku bisa beramal sholih”. Lalu aku berkata, “Sesungguhnya kamu wahai jiwaku hanya berangan-angan maka perbanyaklah amal sholih”.

    Dan katakanlah kepada jiwamu, “Wahai jiwa, jika Aku telah meninggal maka siapakah yang akan mengerjakan shalat untuk diriku,  siapakah yang akan melakukan puasa untuk diriku, dan siapakah yang akan bertaubat untuk diriku dari segala dosa dan kelalaianku. Wallaahu a’lam bish showab.

    (Tulisan dikembangkan dari salah satu khutbah dalam program khithobah harian STIU Wadi Mubarak, disampaikan dalam bahasa Arab oleh Deny Ramadhan, mahasiswa Semester VI asal Lampung dan dialih bahasakan oleh UKM Mushaf STIU-WM)

    Editor: Al.Choer

  • 13 Metode Parenting Nabi Ibrahim (1)

    Ditulis oleh Prince of Al Hambra disadur dari Kajian Spesial Idhul Adha Ust. Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I

    Bagi kaum Adam jika dirinya mendambakan untuk dapat menjadi sosok ayah ataupun kepala keluarga yang mengagumkan, maka jawabannya belajar dari para kepala keluarga yang telah Allah angkat kisahnya dalam Al Qur’an. Ada banyak kisah-kisah keteladanan para ayah dalam Al Qur’an yang dapat kita tiru dan aplikasikan dalam rumah tangga.

    Dari sekian banyak karakter dan peran seorang laki-laki dalam membina berumah tangga, maka wajib rasanya kita menyebut nama Nabi Ibrahim Alaihissalam sebagai seorang guru dalam berubah tangga karena memiliki banyak sekali kisah dan hikmah yang selalu menarik untuk dibahas, terutama bagi kita yang ingin meniru prestasi beliau sebagai seorang ayah & kepala keluarga.

    .…. قَالَ إِنِّى جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا ۖ …..

    Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia” (Al-Baqarah; 124)


    Sudah menjadi solusi yang tepat bagi seluruh umat manusia jika ingin sukses dalam ilmu parenting, maka tirulah teladan Nabi Ibrahim yang keberhasilannya telah Allah sendiri yang tunjuk untuk dapat ditiru jika kita menginginkan hasil yang serupa dengan hasil Pendidikan yang Nabi Ibrahim ajarkan kepada seluruh keturunannya.

    Ikuti Dan Simak Dalam: Kajian Parenting Spesial Idul Adha

    Baca Juga: Pendaftaran PG TAUD Angkatan 15

    Satu hal menarik dibalik keberhasilan beliau dalam hal kepengasuhan ialah karena beliau telah ditempa oleh Allah dengan perintah serta larangan yang telah Allah tetapkan, dan Nabi Ibrahim berhasil menjalankannya. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Surat Al Baqarah ayat 124:

    ….. وَإِذِ ٱبْتَلَىٰٓ إِبْرَٰهِۦمَ رَبُّهُۥ بِكَلِمَٰتٍ فَأَتَمَّهُنَّ …..

    Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya

    Mengulik makna dari كَلِمَٰتٍ yang memiliki arti sesuatu yang diperintahkan dan dilarang oleh Allah ini ialah ujian dan tempaan-tempaan hidup yang telah dirasakan oleh Nabi Ibrahim di masa mudanya. Karena inilah yang menjadikan Nabi Ibrahim sukses dalam menjalankan perannya sebagai kepala keluarga dan juga ayah yang mengagumkan, serta setiap tingkah lakunya menjadi teladan bagi anggota keluarganya dan sebagai umat setelahnya. >>

    Editor: Al.Choer