Kategori: Hadist

  • Bersama Lembaga Huffazul Wahyain, STIU WM Adakan Penutupan Dauroh Menghafal Shohihain ke-IX

    Bersama Lembaga Huffazul Wahyain, STIU WM Adakan Penutupan Dauroh Menghafal Shohihain ke-IX

    Bogor, Wadimubarak.com – Jum’at (19/07/2024) Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak (STIU WM) mengadakan acara penutupan dauroh menghafal kitab karangan Al-Isybiliy (581 H). Dauroh hasil bekerja sama dengan Yayasan Huffaazul Wahyain, Jeddah, Arab Saudi ini telah berjalan sejak tahun 2016 hingga sekarang.

    Pada dauroh tahun 2024 ini, terdapat 82 peserta ikhwan dan 77 peserta akhwat yang mengikuti program menghafal kitab Al-Jam’u Baina Ash-Shahihaini karangan Al-Hafizh Abu Muhammad Abdul Haq Al-Isybiliy rahimahullahu taa’la ini.

    Seluruh peserta berasal dari berbagai macam daerah di Indonesia. Tercatat pula bahwa dauroh kali ini adalah dauroh yang ke-sembilan kalinya diadakan di Islamic Center Wadi Mubarak.

    Baca juga:
    – Menjaga Kemurnian Bacaan Sesuai Sunnah Rasulullah 14 Mahasiswa STIU Wadi Mubarak Dianugerahi Sanad Al-Quran
    – Ketua Yayasan ICWM Dapatkan Sanad Al-Qur’an di Madinah

    Dauroh tahun ini dipimpin langsung oleh Syaikh Abdul Aziz Idris dari Jeddah. Selain beliau, hadir pula Syaikh Ali Ar-Rumaihi, Syaikh Sholih Muhammad, dan Syaikh Fahd.

    Setelah cek kesiapan, kedatangan empat masyaikh di STIU Wadi Mubarak pada tanggal 21 Juni lalu menjadi pertanda bahwa dauroh akan segera dimulai setelah sholat subuh esok harinya.

    Dauroh ke-9 yang berlangsung selama 28 hari ini berjalan dengan semangat dan dipenuhi antusias para peserta dalam menghafal hadits-hadits Nabi ﷺ.

    Kegiatan dauroh ini dibagi menjadi dua halaqoh utama, yaitu halaqoh pagi setelah sholat subuh hingga jam 9 pagi dan halaqoh sore setelah sholat ashar hingga masuknya waktu sholat maghrib.

    Di dalam halaqoh, peserta diwajibkan untuk menyetorkan hafalannya sebanyak minimal 11 halaman setiap harinya agar bisa menyelesaikan satu mujallad kitab Al-Jam’u Baina Ash-Shahihaini dalam kurun waktu 1 bulan.

    Setelah selesai menyetorkan hafalan hadits ke masyaikh atau musyrif halaqoh, peserta juga diwajibkan untuk mengulang kembali setorannya secara pribadi agar siap untuk diuji nantinya setelah halaqoh sore berakhir.

    Baca juga:
    – Pemuda Asal Lombok Berhasil Menyandang Gelar Wisudawan Terbaik STIU-WM 2024
    – Muhammad Daud Taqwa, Wisudawan Mahad Sulthon Al-Islamy Sentul Miliki 3 (tiga) Sanad Al-Qur.an

    Pada penghujung kegiatan dauroh, tentunya ada hadiah yang menanti. Tahun ini, atas izin Allah terdapat 8 orang yang berhak untuk menerima hadiah berupa uang tunai dengan total 8 juta rupiah dari Lembaga Huffaazul Wahyain, yaitu Fauzan Azima, Zakaria, Shiddiq Amirullah, Auf dari Ma’had Bin Baz, Feri Fadli, Ikmal, Abdur Rosyid, Adzka Dhiya, dan Habibi Muhammad Abduh dari Padang.

    Salah satu peserta yang datang dari tanah Minang, Solok, Sumatera barat, Muhammad Nashiruddin memberikan komentarnya mengenai dauroh yang telah berlangsung selama satu bulan penuh di STIU Wadi Mubarak, Bogor. Beliau mengungkapkan perasaan bangga dan harunya bisa ikut serta dalam dauroh menghafal hadits-hadits Nabi ﷺ tersebut.

    “Sebagai seorang peserta yang juga merupakan perdana untuk saya dalam mengikuti dauroh ini, saya benar-benar mendapatkan banyak faidah darinya. Apalagi kita dituntut untuk menghafal dalil yang paling shohih setelah Al-Qur’an. Saya sangat bersyukur bisa ikut serta dalam dauroh ini, apalagi gratis.” Ungkapnya.

    “Semoga di dauroh berikutnya, saya bisa ikut Kembali dalam dauroh ini agar bisa melanjutkan hafalan hadits saya dari shohih bukhori dan muslim. Karena sebagai tholibul ilmi, memang seharusnya setelah kita hafal Al-Qur’an, kita lanjutkan dengan menghafal hadits Nabi. Kalau lah tanpa ada dauroh dari huffaazul wahyain ini, tidaklah bisa saya mempunyai waktu untuk bisa berduaan dengan hadits nabi dan menghafalkannya.” Lanjutnya.

    Sebagaimana yang disampaikan oleh Syaikh Abdul Aziz ketika beliau memberikan sambutan pada penutupan dauroh, kegiatan ini insyaallah akan diadakan kembali tahun depan.

    Semoga dauroh menghafal sunnah Nabi ini akan terus dapat melahirkan para penuntut ilmu yang tsiqoh ilmunya terhadap Al-Qur’an dan juga As-Sunnah An-Nabawiyyah. //Ihsan/Mushaf/Al.C

    Dapatkan Informasi terkini dengan mengikuti saluran  https://whatsapp.com/channel/ICWM

  • Penerima Hadiah Umroh Program Menghafal Hadits Bukhari-Muslim 2023 Berangkat Menuju Tanah Suci

    Penerima Hadiah Umroh Program Menghafal Hadits Bukhari-Muslim 2023 Berangkat Menuju Tanah Suci

    Bogor, Wadimubarak.com – Rabu (21/02/2024), Islamic Center Wadi Mubarak mengantar keberangkatan enam mahasiswa peraih hadiah Umroh dalam program menghafal hadits Bukhari-Muslim (Daurah Huffazhul Wahyain) ke VIII tahun 2023 yang terselenggara atas kerjasama Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak Bogor dengan Muassasah Huffazhul Wahyain yang bermarkas di Riyadh, Arab Saudi.

    Empat dari enam mahasiswa tersebut merupakan 3 mahasiswa dan 1 mahasiswi STIU Wadi Mubarak Bogor masing-masing atas nama Hayy Bilhaqqi Najihan, Sayyid Abdullah AR, Saepul Bahri Saepudin dan Syafira Ananda Fadhilah.

    Dua lainnya adalah Auf yang berasal dari Pondok Bin Baz Yogyakarta dan Abdurrahman Alghifary dari Pondok Al Husna Jonggol.

    Baca Juga:
    – Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi Kunjungi Wadi Mubarak
    – Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak, Menyampaikan Orasi Dalam Forum Ilmiah Internasional di Arab Saudi
    – Roadshow Qur’anic Parenting Aceh: Melahirkan Generasi Unggul Berlandaskan Al-Qur’an

    Perjalanan umroh ini berkat kerjasama antara Islamic Center Wadi Mubarak (ICWM) Bogor dengan Muassasah Huffazhul Wahyain Arab Saudi yang telah memberikan kepercayaan kepada Wadi Mubarak dalam penyelenggaraan Daurah Huffazhul Wahyain di Indonesia sejak tahun 2016.

    Perjalanan umroh keenam peserta ini dikelola oleh Lantama Wisata, sebuah sektor usaha keberangkatan Ibadah Haji dan Umroh yang memberikan profit usahanya untuk kemudahan dakwah Al-Qur’an di lingkungan Islamic Center Wadi Mubarak.

    Dengan dukungan agen perjalanan yang berpengalaman dalam melayani jamaah ke Tanah Suci, diharapkan perjalanan mereka akan berlangsung lancar dan nyaman.

    Tidak hanya akan melaksanakan ibadah Umroh, mereka juga direncanakan mengikuti daurah-daurah singkat di Mekkah yang dibimbing langsung oleh masyayikh setempat. Langkah ini untuk menunjukkan keseriusan mereka dalam meningkatkan pengetahuan agama dan mendalami ajaran Islam langsung dari sumbernya, di tempat yang penuh berkah.

    Semoga perjalanan mereka untuk melaksanakan ibadah umroh plus dauroh diberikan keselamatan, kelancaran dan keberkahan dalam setiap langkah yang mereka ambil di Tanah Suci. Aamiin//

    Penulis: Al-Choer
    Editor: Tanti Ummu Fadlan

    Dapatkan Informasi terkini dengan mengikuti saluran ICWM di https://whatsapp.com/channel/ICWM

    Informasi Pendaftaran Santri Baru
    Pendaftaran Islamic Center Wadi Mubarak 2024-2025

  • Ustadzah Aisyah Didik Isi Dauroh Hadits Arbain Nawawi Di Mahabbah Boarding School Puncak Bogor

    Ustadzah Aisyah Didik Isi Dauroh Hadits Arbain Nawawi Di Mahabbah Boarding School Puncak Bogor

    Wadimubarak.com – Kegiatan daurah Hadits Arbain Nawawi yang diadakan di aula Mahabbah Boarding School Puncak Bogor dan berlangsung pada pada tanggal 15-17 Agustus 2023, menjadi sorotan utama bagi para pencinta ilmu syar’i.

    Acara tersebut dipandu oleh Ustadzah Aisyah Didik, putri pertama KH Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I, seorang remaja putri pecinta ilmu yang baru berusia 20 tahun serta memiliki latar belakang telah menghafal lebih dari 18 kitab hadits Nabi ﷺ.

    Pada daurah hadits ini juga diisi dengan agenda sharing session bersama Ustadzah Aisyah yang menceritakan perjalanannya dalam menuntut ilmu mulai dari menghafalkan Al-Qur’an yang diselesaikannya sebelum usia 10 tahun sampai lanjut menghafalkan hadits-hadits Rasulullah ﷺ.

    Tujuan utama dari digelarnya kegiatan Daurah Hadits Arbain Nawawi ini adalah untuk mendalamkan pemahaman yang berkaitan dengan 42 hadits-hadits pilihan yang telah dipilih oleh Imam Nawawi dalam mahakaryanya “Arbain Nawawi“, yang berfokus pada nilai-nilai kebaikan dan akhlak mulia.

    Baca Juga:
    – Aisyah Didik, Selesaikan Hafalan 18 Kitab Hadits Di Usia Remaja

    – Syaikh Hamid Akram Isi Dauroh 6 Hari Majlis Sama’ Sunan At-Tirmidzi
    – Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi Kunjungi Wadi Mubarak

    Ustadzah Aisyah, yang telah dikenal sebagai remaja pecinta ilmu ini, membuka daurah dengan pengantar mengenai pentingnya memahami dan mengamalkan hadits-hadits dalam kehidupan sehari-hari.

    Ia juga membagikan pengalaman pribadi dalam menempuh perjalanan penghafalan hadits dan nilai-nilai yang ia dapatkan dari proses tersebut.

    “Kita sebagai umat Muslim dituntut untuk tidak hanya menghafal hadits-hadits, tetapi juga menghayatinya dalam tindakan kita sehari-hari. Hadits-hadits Arbain Nawawi memberikan landasan yang kuat untuk mengembangkan akhlak dan etika Islam dalam kehidupan kita,” ungkap Ustadzah Aisyah dalam sambutannya.

    Selama tiga hari penuh, peserta daurah dibimbing dalam mendalami makna dan implikasi dari 42 hadits Arbain Nawawi.

    Ustadzah Aisyah dengan lugas menjelaskan konteks dan hikmah di balik setiap hadits, serta memberikan penjelasan mengenai bagaimana mengaplikasikannya dalam berbagai situasi kehidupan.

    Salah satu peserta, Fella, santri asal Depok merasa sangat senang dan bersyukur dengan kegiatan daurah ini. “Panduan Ustadzah Aisyah membuat hadits-hadits ini terasa lebih dekat dan relevan dengan keseharian kita. Saya merasa lebih siap untuk menerapkan ajaran-ajaran ini dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

    Baca Juga:
    – Pemesanan Buku 25 Kiat Agar Anak Cinta Al-Qur’an/
    –
     Prof. Dr. Abdussalam Muqbil Hadiri Pemberian Sanad Al-Qur’an di Wadi Mubarak
    – Wisuda 212 Penghafal Al-Qur’an Wadi Mubarak 2023
    – Seminar Dan Bedah Buku; Bongkar Rahasia Anak Hafal Al Quran Di Usia Dini

    Acara ini juga dimeriahkan dengan sesi tanya jawab dan simulasi penerapan hadits dalam skenario kehidupan nyata. Peserta tidak hanya belajar dari Ustadzah Aisyah, tetapi juga berinteraksi dengan sesama peserta untuk mendapatkan sudut pandang yang beragam.

    Di akhir acara, pengurus Mahabbah Boarding School memberikan piagam kenang-kenangan kepada Ustadzh Aisyah atas kehadirannya menjadi pemateri Dauroh Hadits Arba’in Nawawi serta penyerahan piagam peserta terbaik kepada Aisyah Najwa, santri asal Bekasi, Jawa Barat.

    Dengan ditutupnya daurah hadits Arbain Nawawi ini, para santriwati diharapkan dapat membawa pulang pemahaman yang lebih mendalam tentang ajaran Islam melalui hadits-hadits pilihan.

    Kegiatan semacam ini menjadi bukti nyata bahwa ilmu hadits terus berkembang dan diapresiasi oleh berbagai kalangan, dengan kontribusi positif dari pembelajarnya seperti Ustadzah Aisyah.//Ilham.Al-hamra

  • Aisyah, Selesaikan Hafalan 18 Kitab Hadits Di Usia Remaja

    Aisyah, Selesaikan Hafalan 18 Kitab Hadits Di Usia Remaja

    Wadimubarak.com – Tentu tidak ada yang mengenal gadis remaja ini kecuali hanya sedikit saja. Gadis remaja yang dengan keheningannya telah mengangkat nama Indonesia di hadapan para masyayikh tanah haram, Saudi Arabia.

    Di usianya yang belum genap 20 tahun, Aisyah telah menyelesaikan hafalan hadits-hadits Nabi ﷺ. Tidak hanya kutubussittah yang berisi 6 kitab utama rujukan umat muslim dunia, namun tercatat ada 18 kitab hadits yang telah dihafalkannya. Masyaallah wa tabarakallah.

    Dilahirkan dari keluarga penghafal Al-Qur’an. Anak pertama dari 8 bersaudara yang kesemuanya penghafal Al-Qur’an ini telah menyelesaikan hafalan 30 juz-nya di usia yang sangat muda, yaitu 10 tahun. Tradisi menghafal ini telah diturunkan dari kedua orangtua dan kakek neneknya.

    Baca Juga:
    –
    Syaikh Hamid Akram Isi Dauroh 6 Hari Majlis Sama’ Sunan At-Tirmidzi
    –  Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi Kunjungi Wadi Mubarak

    Kesyukuran yang teramat dalam atas keberhasilannya ini tentu bukan hanya milik KH. Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I dan Ustadzah Nihayatus Saadah – hafizhahumullah – sebagai orangtua beserta keluarga besar Islamic Center Wadi Mubarak Megamendung Bogor, namun keberhasilan ini patut disyukuri pula bagi kaum muslimin Indonesia.

    Dibanding jaman dahulu, maka akan sangat langka di masa sekarang ada seseorang yang dapat menghafal 18 kitab hadits sekaligus. Dan Aisyah, bisa jadi satu-satunya di Indonesia sebagai remaja putri yang memiliki hafalan hadits terbanyak masa kini.

    Jum’at, 11 Agustus 2023 / 23 Muharam 1445 H tentu akan menjadi sebuah hari yang istimewa bagi gadis pemegang sanad Al-Qur’an Riwayat Hafsh dari Qiroat Ashim dari Masjid Nabawi dibawah binaan ustadzah Tsuroyyah, kelahiran November 2003 di Sleman ini, yaitu dengan diadakannya khataman (penutupan) masa hafalan 18 kitab hadits.

    Baca Juga:
    – Prof. Dr. Abdussalam Muqbil Hadiri Pemberian Sanad Al-Qur’an di Wadi Mubarak
    – Wisuda 212 Penghafal Al-Qur’an Wadi Mubarak 2023
    – Seminar Dan Bedah Buku; Bongkar Rahasia Anak Hafal Al Quran Di Usia Dini

    Kitab tersebut adalah: Shahihain: (1) Shahih Bukhari; (2) Shahih Muslim; As-Sunan Al-Khamsah: (3) Sunan Abu Dawud (4) Sunan Tirmidzi, (5) Sunan An-Nasa’i, (6) Sunan Ibnu Majah, (7) Sunan Al-Darimi, Al-Masanid Al-Khamsah: (8) Musnad Imam Ahmad, (9) Musnad Ibni Abi Syaibah, (10) Musnad Ishaq Bin Rahawaih (11) Musnad Al-Bazzar (12) Musnad Abi Ya’la.

    Lalu As-Shihah Ats-Tsalatsah: (13) Kitab Shahih Ibni Khuzaimah, (14) Kitab Shahih Ibni Hibban, (15) Kitab Mustadrak Al-Hakim, Al-Ma’ajim Ats-Tsalatsah: (16) Kitab Al-Mu’jam Al-Kabir, (17) Kitab Al-Mu’jam Al-Wasith dan (18) Kitab Al-Mu’jam As-Shagir.

    Di bawah bimbingan Syaikh Yahya bin Abdul Aziz al-Yahya, seorang muhadditsin yang juga pimpinan daurah-daurah hafalan hadits di Masjidil Haram Makkah, Madinah, Riyadh serta daerah-daerah lainnya melalui program Huffadzus Sunnah, Aisyah menjadi salah satu murid yang terpilih untuk khatam dan wisuda tahun ini dari ribuan peserta penghafal al-Hadits lainnya yang dibina oleh beliau.

    Selain Syaikh Yahya ada pula Usth Bisyaroh, Usth Nuro Mushthofa, Usth Hanan Abkar, serta Syaikhoh Rowiyah yang membimbing Aisyah, menjadikan Aisyah dapat menyelesaikan hafalan kitab-kitab tersebut dengan perjalanan panjang penuh suka dan duka.

    Apalagi selama masa karantina Aisyah dipercaya untuk sekaligus menjadi guru yang berkewajiban menyimak hafalan hadits adik angkatannya yang rata-rata mereka adalah orang Arab. Keistimewaan yang luar biasa di usia yang sangat muda Allah memilihnya untuk menjadi guru hadits di kota Mekah.

    Tentu tidak mudah bagi siapapun menjalani target harian menghafal 18 kitab hingga rampung dalam 4 tahun. Namun motivasi terbesar baik dari keluarga dan para pembimbing menjadikan jalan terjal dapat dilaluinya dengan sukacita.

    Kini, gadis remaja lulusan Ma’had Al-Huda Li-Ta’limi Al-Qur’an wa As-Sunnah dan sempat mengenyam pendidikan di Fakultas Syari’ah Kulliyatu Al-Haram Al-Makky Asy-Syarief di kota yang sama, yaitu Mekkah Saudi Arabia ini akan memulai debutnya sebagai mahasiswi di King Abdul Aziz University Jeddah.//Al.C

  • Dauroh 6 Hari; Majlis Sama’ Sunan At-Tirmidzi

    Dauroh 6 Hari; Majlis Sama’ Sunan At-Tirmidzi

    Wadimubarak.com – Sunan At-Tirmidzi atau Jami’ At-Tirmidzi merupakan salah satu dari enam kitab hadits rujukan utama atau biasa disebut kutubus Sittah. Kitab ini ditulis oleh Imam Abu Isa Muhammad bin Isa bin Saurah bin Musa bin ad-Dahhak as-Sulami at-Tirmidzi.

    Pada tahun ini, tepatnya 6-11 Agustus 2023 Wadi Mubarak mengadakan dauroh Sama (mendengarkan pembacaan dan penjelasan ringkas) salah satu kitab yang berisikan 3.956 buah hadits pilihan tersebut.

    Disampaikan oleh Syeikh Hamid Abu Abdirrahim Hamid bin Ahmad bin Akram bin Sayyid Mahmud bin Ali al-Bukhari al-Madani hafizhahullahu ta’ala. Beliau merupakan ulama keturunan Bukhara Uzbekistan, negeri Imam Al-Bukhory -rahimahullah-

    Di dunia periwayatan beliau dikenal sebagai Musnid (memiliki banyak sanad) dan juga Muqri’ (menguasai berbagai qira’at) yang diburu para penuntut ilmu di seantero dunia.

    Beliau juga meriwayatkan kutubsittah dan muwatto’ dengan sama’i dan ijazah kepada beberapa musnid dunia, oleh karenanya majelis beliau selalu dipenuhi oleh penuntut ilmu baik bidang Al-Qur’an maupun hadits.

    Menamatkan hafalan Al-Qur’an pada usia 10 tahun menjadikan beliau haus ilmu sehingga ahli baik bidang Al-Qur’an, Hadits maupun fiqh dari 4 madzhab terkemuka.

    Baca Juga:
    – Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi Kunjungi Wadi Mubarak
    – Wisuda 212 Penghafal Al-Qur’an Wadi Mubarak 2023
    – Seminar Dan Bedah Buku; Bongkar Rahasia Anak Hafal Al Quran Di Usia Dini

    Terlihat selama 6 hari dauroh, antusiasme peserta menyimak pembacaan dari 2 pembaca kitab secara bergantian dan sesekali datang penjelasan dari syaikh Hamid di sela-sela bacaan tersebut.

    Didampingi Syaikh Dr. Labib Najib Abdullah Ghaleb, Dosen Fikih Mazhab Syafi’i University of Aden Yaman, dauroh ini dipenuhi lebih dari 350 peserta.

    Menjelang akhir ditutupnya dauroh, Syekh Hamid membacakan surah Ash-Shof dengan qiraat Riwayat Hafsh an Ashim Jalur Syatibiyyah dan bersama-sama dengan Syaikh Dr. Labib memberikan ijazah Sama’ Sunan At-Tirmidzi secara umum atas keikutsertaan semua peserta.//Al.C

  • Daurah Menghafal Shohih Bukhari & Muslim

    Daurah Menghafal Shohih Bukhari & Muslim

    Kesempatan emas bagi generasi muslim Indonesia, untuk meniti jalan Para ulama terdahulu dalam membangun pondasi keilmuan:

    Imam Syafi’i berkata: “Saya telah hafal alqur’an pada usia tujuh tahun dan Saya telah hafal kitab muwattho’ pada usia sepuluh tahun.“

    Abdullah bin Imam Ahmad berkata: Abu Zur’ah Ar-Razi berkata : “Ayahmu telah menghafal satu juta hadits“

    Dalam sebulan, para peserta akan dibimbing menghafal shohih Bukhari dan shohih Muslim secara intensif oleh para ulama Mekkah dan Madinah.
    (Ust. Dr. Didik Hariyanto, MA. Pengasuh Islamic center Wadi Mubarak)

    🏢💐 Fasilitas terbaik bagi peserta

    ✅ Hadiah bagi peserta yang berprestasi.
    ✅ Guru-guru terbaik dari mekkah dan madinah.
    ✅ Sertifikat
    ✅ Mendapatkan buku al-jam’u baina shohihain secara gratis

    🛠💐 Persyaratan peserta

    ✔Peserta baru:
    👉 Putra
    👉 Hafal al-qur’an 30 juz
    👉 Mampu berbahasa arab aktif/pasif
    👉 Berusia tidak kurang dari 16 tahun
    👉 Lulus tes seleksi
    👉 Bersedia mengikuti pelaksanaan daurah sampai selesai dan program lanjutannya.

    ✔Peserta lama:
    👉 Ujian hafalan yang pernah dihafal
    👉 Bersedia mengikuti pelaksanaan daurah sampai selesai dan lanjutannya.

    📎💐 Cara pendaftaran
    Untuk memudahkan proses pendaftaran anda, kami hanya menerima pendaftaran via whatsapp.
    Ketik format:
    🖋 Peserta baru: nama#Ttl#pendidikan terakhir#alamat lengkap#no hp aktif, kirim ke☎ 081213202272
    🖋 Peserta lama: nama#alamat lengkap#jilid yang pernah dihafal# no hp, kirim ke ☎️ 081213202272

    🔊💐 Informasi Pendaftaran
    ☎Abu Khadijah
    (081213202272)
    📞kantor (02518257944)

    🗒💐 Tanggal Pendaftaran:
    19 Februari- 12 Mei 2023
    ✅ Tes masuk: sabtu, 13 Mei 2023
    ✅ Pengumuman kelulusan: 03 Juni 2023
    ✅ Pelaksanaan Dauroh:
    08 Juli – 05 Agustus 2023
    ✅ Tempat pelaksanaan daurah: Islamic Centre Wadi Mubarak, Bogor

    🕌💐 Kantor Administrasi
    Islamic Center Wadi Mubarak
    Jl. Raya Puncak, kp. Goleah Rt. 01/Rw. 01 Desa Kuta Kec. Megamendung Kab. Bogor – Jawa Barat Indonesia 16750

    ➖➖➖➖➖
    Find Us On :
    Instagram;
    •Graha Qur’an: 
    https://instagram.com/grahaquran_wm?igshid=1byytnk9u70bs
    •ICWM : 
    https://instagram.com/ic_wadimubarak?igshid=16yvuiperya78
    •Lantama : 
    https://www.instagram.com/lantamawisata/
    🔗 Web : 
    https://wadimubarak.com

  • Tutup Daurah Huffazhul Wahyain: 3 (Tiga) Mahasiswa STIU-WM Dapatkan Umroh Gratis

    Tutup Daurah Huffazhul Wahyain: 3 (Tiga) Mahasiswa STIU-WM Dapatkan Umroh Gratis

    Daurah Huffazhul Wahyain yang dilaksanakan pada tahun ini adalah daurah pertama yang dilakukan secara onsite (ditempat) setelah 2 tahun lalu dilakukan secara online karena merebaknya Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

    Untuk pertama kali, Daurah Huffazhul Wahyain di Islamic Center Wadi Mubarak (ICWM) Bogor dilaksanakan pada tahun 2016 dengan mendatangkan 80 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Namun untuk pelaksanaan daurah pada tahun 2022 ini hanya dibatasi menjadi 35 orang peserta.

    Daurah Huffazhul Wahyain merupakan progam menghafal Hadist-Hadist Nabi ﷺ  yang diambil dari kitab Al-Jam’u Baina Ash-Shahihaini karangan Al-Hafizh Abu Muhammad Abdul Haq Al-Isybiliy rahimahullahu taa’la. 

    Baca Juga:
    –
    Mukernas III TAUD SaQu 2022 
    – Perdana Dan Istimewa: Wadi Mubarak Mewisuda 363 Penghafal Al-Qur’an
    – Wisudawan Terbaik Dalam Wisuda Akbar Wadi Mubarak 2022

    Kitab ini merupakan kitab yang berisi Hadist-Hadist yang diambil dari kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim dirangkum dalam 5 jilid berjumlah total 3574 hadits shohih.

    2 (dua) dari persyaratan untuk mengikuti Daurah yang satu-satunya di Indonesia ini adalah peserta sudah menyelesaikan hafalan 30 Juz Al-Qur’an dibuktikan dengan tes hafalan dan menguasai bahasa Arab secara aktif.

    Daurah yang menggratiskan para pesertanya ini mendapatkan atensi tinggi dari para penuntut ilmu, selain bimbingan menghafal oleh para masyayikh (pengajar) ada reward harian berupa uang riyal yang diberikan kepada peserta terbaik hari itu.

    Reward yang sangat dinantikan para peserta adalah reward di akhir acara yaitu berupa paket Umroh gratis ke tanah suci bagi 2 (dua) peserta terbaik di setiap pelaksanaannya.

    Baca Juga:
    – ICWM Gelar Daurah Huffazh Wahyain
    – Temu Wali Santri Mahabbah Boarding School (MBS)
    – Wujudkan Kota Tahfiz, Wali Kota Padang Kunjungi Islamic Center Wadi Mubarak Bogor

    Setelah hampir sebulan penuh daurah yang dimulai sejak Sabtu (16/7) hingga Kamis (11/8) kemarin akhirnya secara resmi ditutup.

    Didampingi Ustadz Ahmad Jayadi, Lc sebagai ketua Daurah Huffazhul Wahyain Wadi Mubarak, penutupan daurah yang dihadiri oleh para pengurus Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak (STIU WM) dan utusan Yayasan Huffazhul Wahyain, Riyadh – Arab Saudi diantaranya adalah Syeikh Anas Abdul Aziz Assayyari, Syeikh Abdullah Al-Husain dan Syeikh Ibrohim Attamimi diumumkan 3 (tiga) peserta terbaik.

    Ketiga peserta terbaik tersebut masing-masing berhak mendapatkan 1 paket Umrah gratis. Ketiganya merupakan Mahasiswa STIU Wadi Mubarak: Hayyun Bil Haq dan Saiful Bahri (semester 2) dan Sayyid Abdullah (semester 4).//

    Sumber berita: Ahmad Jayadi
    Ditulis oleh: Al.Choer
    Potografi: Doc. Panitia

  • ICWM Gelar Daurah Huffazh Wahyain

    ICWM Gelar Daurah Huffazh Wahyain

    Daurah Huffazhul Wahyain merupakan progam menghafal Hadist-Hadist Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang diambil dari kitab Al-Jam’u Baina Ash-Shahihaini karangan Al-Imam Al-Isybiliy rahimahullahu taa’la. Kitab ini merupakan kitab yang berisi Hadist-Hadist yang diambil dari kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. 

    Diselenggarakan oleh salah satu lembaga yang fokus pada pengembangan ilmu Hadist, yaitu Muassasah Huffazhul Wahyain yang berpusat di Jeddah, Arab Saudi dengan mengirimkan beberapa Syaikh sebagai musyrif (pembimbing) sekaligus penguji dalam menghafal hadits-hadits yang tertera dalam kitab Al-Jam’u Baina Ash-Shahihaini.

    Pada tahun ini, Daurah Huffazhul Wahyain kembali diadakan di Islamic Center Wadi Mubarak Bogor. Kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama Muassasah Huffazhil Wahyain, Jeddah, Arab Saudi dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak (STIU-WM) Bogor, Jawa Barat.

    Diawali dengan pembukaan yang dilaksanakan pada hari Jum’at, (15/07) pukul 20.00 WIB di lantai dua Masjid Jami’ Islamic Center Wadi Mubarak.

    Pembukaan kegiatan ini dibuka oleh Ustadz Irfan Maulana, selaku ketua panitia Daurah Huffazhul Wahyain, dan dihadiri oleh Ustadz Ahmad Jayadi, Lc., selaku ketua Daurah Huffazhul Wahyain tahun 2022.

    Kegiatan Daurah yang akan dilangsungkan selama 28 hari ini diikuti oleh 40 orang peserta dari seluruh cabang Islamic Center Wadi Mubarak.

    Baca Juga:
    – Temu Wali Santri Mahabbah Boarding School (MBS)
    – Wujudkan Kota Tahfiz, Wali Kota Padang Kunjungi Islamic Center Wadi Mubarak Bogor
    – Motivasi Satria Antoni PhD dihadapan Civitas Akademika STIU Wadi Mubarak

    Seluruh peserta Daurah ini dituntut untuk menghafalkan Hadist-Hadist yang ditargetkan oleh panitia penyelenggara dalam setiap harinya yaitu sebanyak 20 Halaman.

    Musyrif pembimbing setoran pada daurah kali ini berjumlah 4 orang yang berkompeten dalam bidangnya, seluruhnya didatangkan dari luar Islamic Center Wadi Mubarak. 

    Kegiatan Daurah Huffazhul Wahyain merupakan kegiatan rutin tahunan di Islamic Center Wadi Mubarak sejak tahun 2016 silam.

    Kegiatan ini telah dilaksanakan delapan kali dengan rincian enam kali dengan tatap muka, dan dua kali secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting saat masa pandemi covid-19 masih mewabah. 

    Berita: UKM Mushaf STIU-WM
    Editor: Al.Choer
    Photo: Irfan Maulana

  • 7 (Tujuh) Amalan Mengalirkan Pahala Terus Menerus

    Amal jariyah merupakan suatu amalan yang pahalanya akan terus mengalir meskipun orang yang mendapatkan amal kebaikan tersebut sudah lama meninggalkan dunia.

    Namun kebaikan yang dilakukan semasa hidupnya dahulu akan terus mendatangkan kebaikan baginya dan mengalirkan pahala kepada pelakunya.

    Hadis tentang amal jariyah yang populer dari Abu Hurairah menerangkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

    إذا مات ابنُ آدمَ انقطع عملُه إلا من ثلاثٍ : صدقةٍ جاريةٍ أو علمٍ يُنتفَعُ به أو ولدٌ صالحٌ يدعو له

    “Apabila anak Adam (manusia) wafat, maka terputuslah semua (pahala) amal perbuatannya kecuali tiga macam perbuatan, yaitu sedekah jariah, ilmu yang berman­faat, dan anak saleh yang mendoakannya”
    (HR. Muslim).

    Selain hadits di atas, ada pula hadits mengenai 7 (tujuh) amalan yang tidak terputus pahala bagi pelakunya yang di riwayatkan oleh Ibnu Majah:

    عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إنَّ مِمَّا يلحقُ المؤمنَ من عملِهِ وحسناتِه بعدَ موتِه عِلمًا علَّمَه ونشرَه وولدًا صالحًا ترَكَه ومُصحفًا ورَّثَه أو مسجِدًا بناهُ أو بيتًا لابنِ السَّبيلِ بناهُ أو نَهرًا أجراهُ أو صدَقةً أخرجَها من مالِه في صِحَّتِه وحياتِه يَلحَقُهُ من بعدِ موتِهِ

    Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ  bersabda:
    “Sesungguhnya yang didapati oleh orang yang beriman dari amalan dan kebaikan yang ia lakukan setelah ia mati adalah: Ilmu yang ia ajarkan dan sebarkan. Anak sholeh yang ia tinggalkan. Mushaf Al-Qur’an yang ia wariskan. Masjid yang ia bangun. Rumah bagi ibnu sabil (musafir yang terputus perjalanan) yang ia bangun. Sungai yang ia alirkan. Sedekah yang ia keluarkan dari harta ketika ia sehat dan hidup. Semua itu akan dikaitkan dengannya setelah ia mati.”

    (HR. Ibnu Majah)

    Jika dijabarkan dari hadits di atas ketujuh amalan tersebut adalah:

    1. Ilmu yang ia ajarkan dan sebarkan, yaitu dengan cara menunjukkan atau mengirimkannya kepada orang lain dalam bentuk apapun. Baik dalam bentuk pengajaran maupun berupa tulisan-tulisan.

    2. Anak sholeh yang ia tinggalkan, dalam riwayat lain “Anak sholeh yang mendoakannya” yaitu ketika seorang anak yang sholeh mengerjakan suatu kebaikan maka pahala dari perbuatan itu pun akan mengalir kepada orangtuanya.

    3. Mushaf Al-Qur’an yang ia wariskan, yaitu Al-Qur’an yang ia miliki lalu diwariskan kepada ahli waris atau pun Al-Qur’an yang ia wakafkan untuk umat Islam.

    4. Masjid yang ia bangun, yaitu membangun dengan harta sendiri maupun ia ikut membangun dengan tenaganya.

    5. Rumah bagi ibnu sabil yang ia bangun, yaitu membangun rumah untuk persinggahan para ibnu sabil / musafir baik yang dikenal olehnya maupun yang tidak.

    6. Sungai yang ia alirkan, yaitu membuat aliran sungai walau kecil hingga air akan mengalir darinya sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh orang banyak.

    7. Sedekah yang ia keluarkan dari hartanya ketika ia sehat dan hidup, yaitu sedekah dari hartanya baik sedekah yang ia niatkan untuk beramal jariyah maupun tidak. Karena dengan sedekah tersebut banyak orang mendapatkan manfaatnya walau setelah kematiannya.

    Penulis: Abu Samudera
    Referensi: Dorar.net

  • Dunia: Manis Dan Hijau

    Dunia: Manis Dan Hijau

    عن أبي سعيد الخدري -رضي الله عنه- قال: قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم (إنَّ الدُّنيا حلوةٌ خَضِرة، وإنَّ الله مُستخلفكم فيها، فينظر كيف تعملُون؟ فاتقوا الدُّنيا، واتَّقُوا النِّساء؛ فإنَّ أوَّل فِتنة بني إسرائيل كانت في النِّساء) رواه مسلم

    Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau. Dan sesungguhnya Allah telah menguasakannya kepadamu sekalian. Kemudian Allah menunggu (memperhatikan) apa yang kamu kerjakan (di dunia itu). Karena itu takutilah dunia dan takutilah wanita, karena sesungguhnya sumber bencana Bani Isarail adalah wanita.”
    (HR. Muslim)

    “Dunia itu manis dan hijau.” Artinya, dunia itu manis rasanya, penuh kelezatan dan kenikmatan. Dan hijau adalah bahwa dunia indah dipandang dan bisa menyegarkan mata.

    Jika ada sesuatu yang manis rasanya dan hijau berada di depan mata, maka mata akan menangkapnya terlebih dahulu dan setelah itu barulah jiwa yang akan berusaha mencapainya.

    Baca juga: Informasi Pendaftaran MAHABBAH BOARDING SCHOOL Program Tahfizh Tingkat SMP-SMA Putri

    Dan apabila keduanya sudah berpadu, antara kesenangan mata dan jiwa maka dikhawatirkan seseorang akan terjerumus ke dalamnya. Terjerumus dalam tipu daya dan kesibukan dunia.

    Dalam hadits ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberitahukan kepada umatnya bahwa Allah subhanallahu wa ta’ala telah menunjuk manusia sebagai khalifah di bumi, mendiami bumi sehingga manusia dapat hidup di dalamnya serta merawatnya.

    Sebagai khalifah di muka bumi pun manusia harus melakukan ketaatan kepada-Nya, menahan diri dari hawa nafsu serta tidak tertipu oleh dunia ini.

    Sebagaimana Firman Allah subhanallahu wa ta’ala:

    فَلا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ

    “…maka janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kehidupan dunia, dan jangan sampai kamu treperdaya oleh penipu dalam (menaati) Allah”
    (QS. Luqman: 33)

    Dunia ini memiliki penampilan yang begitu mempesona, tetapi kenyataannya adalah sebaliknya.

    Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memperingatkan kepada umatnya bahwa dunia bukanlah tempat tinggal yang abadi. Karena itu, jadikan hidup di dunia ini seolah-olah hanyalah seorang musafir dengan tujuan akhir adalah kehidupan akhirat.

    Baca juga: Bercanda Tapi Bohong Hati-Hati

    Bagi seorang muslim, dunia tak lebih dari sebuah penjara karena ia tidak bisa bebas sepuas-puasnya. Ia juga tidak bisa mengumbar nafsu semaunya. Ada aturan yang membatasi.

    Jika ia melewati batas itu, ia akan terjungkal sedalam-dalamnya ke lembah kenistaan yang berujung penyesalan.

    Namun, sebaliknya, bagi orang kafir dunia ini adalah kesenangannya. Dunia ini adalah ‘surga’nya. Ia bebas melakukan apa saja semaunya; tak ada yang melarang. Begitulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan, dalam sabdanya;

    الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ

    “Dunia itu penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir” 
    (HR. Muslim).

    Semua bentuk kelezatan dunia merupakan ujian dan cobaan. Tetapi yang terbesar dan terkuat dari semua cobaan adalah fitnah wanita, karena fitnah (cobaan) mereka sangat besar.

    Baca juga: Pendaftaran Pendidikan Guru Tahfizh Anak Usia Dini Angkatan XVI

    Setidak-tidaknya, wanita mendorong seorang pria untuk mencintai dunia. Di samping itu, sering kali terjadi pelanggaran yang haram, pembunuhan, dan permusuhan disebabkan oleh wanita.

    Jika diamnya saja seorang wanita dapat menggoda kaum lelaki, apalagi gerakannya? Baik dari suara maupun gerak tubuhnya tentu dapat lebih menggoda. Maka seorang muslim patut menundukkan pandangannya ketika berjumpa dengan para wanita. Dan Islam telah mensyari’atkan agar para wanita menutup semua bagian tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan.

    Hal ini sebagaimana ujian pertama yang diujikan Allah subhanallahu wa ta’ala kepada Bani Israil adalah dari seorang wanita. Maka selayaknya umat Islam tidak terjerumus sebagaimana umat terdahulu.

    Wallahu a’lam

    Penulis: Abu Samudera