Mendidik anak bukanlah hal yang mudah. Setiap anak memiliki karakteristik, kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Tak jarang dalam mengarahkan anak, ia tidak mau mengikutinya.
Namun, jangan dibiarkan terjadi terus menerus, karena bisa membuat anak menjadi manja dan merasa semua keinginannya harus dituruti.
Lalu, apa ya cara yang tepat agar anak mau mendengar perkataan Anda dan pasangan?
Yuk contek tips Mendidik Anak dengan Tulus.
Kajian QuranicParenting Bersama Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I., (Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak)
📑 Tema: Mendidik Anak dengan Tulus 🗓 Tanggal: Jum’at 26 Agustus 2022 📱Waktu:19:30 WIB – Selesai
🎥 Live on Youtube Channel Darsuna TV:
➖➖➖➖➖➖ . . Mari ajak keluarga, rekan, dan sahabat untuk bersama saling menimba ilmu, meningkatkan kapasitas diri dengan mengikuti majelis ilmu yang bermanfaat ini.
➖➖➖➖➖➖ . . Mari ajak keluarga, rekan, dan sahabat untuk bersama saling menimba ilmu, meningkatkan kapasitas diri dengan mengikuti majelis ilmu yang bermanfaat ini.
Kita hidup didunia ini merupakan ladang amal untuk kehidupan akhirat. karena kita hidup di dunia ini untuk sementara sedangkan kehidupan akhirat kekal selama lamanya. Menjadi seorang pengasuh tentunya menjadi sebuah amanah yang Allah berikan kepada kita.
Maka sebagai pendidik yang cerdas harus meyakini bahwasannya setiap amal saleh yang kita lakukan akan mendapat balasan berupa pahala dari Allah sekecil apapun amal tersebut selama dilakukan ikhlas karena Allah semata.
Menghadapi anak yang tantrum, anak yang aktif merupakan sebuah tantangan bagi setiap pendidik, namun tidak sepatutnya kita men”cap”nya sebagai anak yang nakal. Pentingnya berkhusnudzon (berperasangka baik) terhadap anak karena hidup akan menjadi lebih tenang dan optimis dan beberapa point yang akan kita kupas tuntas pada pertemuan kali ini.
Yuk mari simak dengan mengikuti Kajian Parenting Online Bersama Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I., Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak, dengan membahas;
📑 Tema: Berbaik Sangka Kepada Anak 🗓 Tanggal: Jum’at malam, 12 Agustus 2022 📱Waktu: 19.30 WIB – Selesai 🎥 Live on Youtube Channel Darsuna TV: https://youtu.be/d7Cs2F5qSYQ
➖➖➖➖➖➖ . . Mari ajak keluarga, rekan, dan sahabat untuk bersama saling menimba ilmu, meningkatkan kapasitas diri dengan mengikuti majelis ilmu yang bermanfaat ini. . . .
Kita pasti menyadari bahwa titipan anak yang telah Allah karuniakan kepada kita selaku orangtuanya, telah diberikan kemampuan dan kecerdasan yang berbeda-beda. Namun seringkali banyak kasus ditemui, standarisasi anak yang berprestasi bisa diukur hanya dari kacamata akademik saja. Benarkah demikian? Lalu bagaimana dengan anak kita yang kurang pintar dari sisi akademiknya?
Mari bergabung dan ikutilah Kajian Qur’anic Parenting dengan tema “Setiap Anak Unik” 🎤 Bersama: Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I (Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak & Praktisi Qur’anic Parenting) 🗓️ Hari/Tanggal: Jum’at, 29 Juli 2022 ⏰ Waktu: 19.30 WIB s/d Selesai 📹 Live on Zoom Meeting: 848 1552 2671, Pass: ASTRA 🔗 Link Zoom Meeting: https://us02web.zoom.us/j/86080297111?pwd=SndXS3o0NXViMGRrMXhGWmtrL0NpZz09
Mari mengambil manfaat, ilmu, dan pelajaran dari kajian ini demi terciptanya generasi muda Islam yang dicintai Allah dan Rasul-Nya, juga berakhlaq Qur’ani. Jangan lupa untuk ajak sebanyak-banyaknya rekan, sahabat, saudara kita supaya manfaat ini bisa makin dirasakan oleh banyak orang. . . Find us on: Instagram https://www.instagram.com/ic_wadimubarak/?hl=id Facebook https: //www.facebook.com/ic.wadimubarak
Pada kajian kiat-kiat menjadi ayah teladan bagian pertama banyak sekali ilmu-ilmu yang bisa kita ambil dan amalkan, bahwa untuk menjadi ayah teladan membutuhkan usaha.
Diantara kiat-kiat tersebut adalah menjadi orang tua yang mampu untuk memberikan motivasi kepada anak-anaknya, menjadi orang tua yang mampu menghargai usaha anak-anaknya, dan menjauhi segala kekerasan verbal kepada anak.
Tentu sangat menarik untuk kita ikuti kajian kiat-kiat menjadi ayah teladan bagian 2, kira-kira apa saja kiat-kiat selanjutnya untuk menjadi ayah teladan….?”
Yuk mari simak dengan mengikuti Kajian Parenting Online Bersama Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I., Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak, dengan membahas;
📑 Tema: Kiat-Kiat Menjadi Ayah Teladan ( Part 2) 🗓 Tanggal: Jum’at malam, 24 Juni 2022 📱Waktu: 19.30 WIB – Selesai 🎥 Live on Youtube Channel Darsuna TV https://youtube.com/c/DarsunaTV
➖➖➖➖➖➖ . . Mari ajak keluarga, rekan, dan sahabat untuk bersama saling menimba ilmu, meningkatkan kapasitas diri dengan mengikuti majelis ilmu yang bermanfaat ini. . . .
Sosok ayah di dalam keluarga memang sebagai panutan. Di mata anak laki-laki, ayah adalah role model utama yang akan membentuk karakter pria dalam diri mereka. Sedangkan bagi anak perempuan, ayah menjadi figur pria pertama yang dikenalnya.
Sehingga kalau hubungan antara ayah dan anak kurang harmonis, maka anak laki-laki akan sulit menampilkan sisi maskulin dalam dirinya dan anak perempuan mungkin akan sulit percaya terhadap pria.
Bagaimanakah agar menjadi ayah yang teladan bagi anak-anaknya sehingga menjadi idola baginya?
Lantas apakah kita sudah menjadi pendidik teladan bagi sang buah hati?
Yuk mari simak dengan mengikuti Kajian Parenting Online Bersama Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I., Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak, dengan membahas;
📑 Tema: Kiat-Kiat Menjadi Ayah Teladan 🗓 Tanggal: Jum’at malam, 17 Juni 2022 📱Waktu: 19.30 WIB – Selesai 🎥 Live on Youtube Channel Darsuna TV: https://youtube.com/c/DarsunaTV
➖➖➖➖➖➖ . . Mari ajak keluarga, rekan, dan sahabat untuk bersama saling menimba ilmu, meningkatkan kapasitas diri dengan mengikuti majelis ilmu yang bermanfaat ini. . . .
💌Kabar Gembira🤩 Dapatkan Harga Ekonomis Buku 25 Kiat Agar Anak Cinta Al-Qur’an dengan harga Rp.119K, PO only Rp.79K 😍✨
❓Apakah Anda ingin memiliki buah hati penghafal Qur’an tapi bingung memulainya dari mana? ❓Ayah Bunda ga punya pengalaman mondok tapi ingin mengantarkan anaknya menjadi Ahlul Qur’an? ❓Sudah beli berbagai buku tapi belum menemukan kiat cinta Qur’an yang praktis?
📖Insya Allah Segera Hadir, Buku 25 Kiat agar Anak Cinta Al-Qur’an
🔵10 Keunggulan ✅ Gaya bahasa ringan & mudah dipahami. ✅ Full Colour & tidak membosankan. ✅ Ilustrasi menarik pada setiap bahasan. ✅ Fitur Box untuk membingkai point-point penting. ✅ Terdapat referensi ayat dan hadits ✅ Sebagai panduan orang tua untuk mewujudkan anak cinta Qur’an ✅ Metodenya sangat praktis & mudah untuk diterapkan ✅ Menumbuhkan kemampuan bahasa & pengetahuan anak ✅ Kemasan Ekslusif ✅ Travelling Book Concept, sehingga mudah dibawa kemana-mana.
🔵 Spesifikasi ⭐ Hard Cover dan Embos Cover Gold, Finishing Doff, Spot UV ⭐ Inside book HVS 80 gsm ⭐ Ukuran Buku 13 x 19 cm ⭐ Full Colour ⭐ 173 Halaman
😍Dapatkan Bonus Special dan harga ekonomis selama masa PO *Bonus : Exclusive Box & Book mark (pembatas buku).
Harga Normal : 119k PO only: 79K Hemat 40 K
➡️PESAN SEKARANG JUGA, JANGAN SAMPAI KEHABISAN😁
🔵 Time Line ✍🏻 Pemesanan : 24 Maret s/d 5 April 2022 🔰 Maksimal Pembayaran : 6 April 2022 🚛 Estimasi Pengiriman in sya Allah : 7 April 2022.
Menumbuhkan pribadi yang kuat. Kekuatan pribadi dapat ditumbuhkan melalui beberapa kiat. Diantaranya adalah Harga Diri.
Anak akan memiliki kepribadian yang kuat manakala di dalam dirinya dipupuk harga dirinya. Harga diri seorang anak akan membentuk pribadi dan karakter yang kuat dan tidak akan mudah jatuh apalagi sampai menjual prinsip-prinsipnya.
Anak sejak lahir sudah diberikan sifat dasar dan fitroh oleh Allah untuk memiliki harga diri, kewajiban orang tua adalah menjaga harga diri itu dan tidak merusaknya.
Terdapat 15 sikap yang bisa merusak harga diri seorang anak. Insya Allah pada pertemuan kali ini kita akan membahas beberapa point tentang metode pendidikan anak dengan hikmah.
Alhamdulillah tema kali ini telah memasuki pada pembahasan Tujuan Dalam Mendidik Anak, serta beberapa larangan-larangan didalamnya seperti, larangan dalam membentak, mencela, dan mendiktenya.
Yuk mari simak dengan mengikuti Kajian Parenting Online
Bersama
Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I., Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak
dengan membahas:
📑 Tema: Mendidik Dengan Hikmah 🗓 Tanggal: Sabtu, 26 Maret 2022 📱Waktu: 20.00 WIB – Selesai 🎥 Live on Youtube Channel Darsuna TV: https://youtube.com/c/DarsunaTV
➖➖➖➖➖➖ . . Mari ajak keluarga, rekan, dan sahabat untuk bersama saling menimba ilmu, meningkatkan kapasitas diri dengan mengikuti majelis ilmu yang bermanfaat ini. . . .
Anak adalah hadiah terindah yang dititipkan oleh Allah kepada setiap orangtua, menjaganya dengan ketulusan hati sudah menjadi keharusan bahkan kewajiban baginya.
Anak bukanlah sebuah beban, ia dilahirkan tidak membawa kesulitan, melainkan sebuah keberkahan dan kebahagiaan. Maka pandanglah anak kita sebagai hadiah dari Allah yang sangat besar, mahal nan berharga, sudah sepatutnya kita menjaganya dengan sebaik-baiknya.
Tentunya memantaskan diri sebelum mengasuh sudah menjadi keharusan bagi setiap pendidik. Seorang dokter pun harus menempuh setidaknya 4 tahun masa pendidikan dan ditambah beberapa tahun lagi sebelum kemudian ia diberi izin untuk merawat ataupun mengobati pasien.
Bahkan pengendara motor ataupun mobil terlebih dahulu diharuskan memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi) agar memenuhi persyaratan sebagai pengendara yang baik.
Betapa lemahnya diri kita ‘betapa dzolimnya’ kita sebagai orang yang telah diberikan hadiah yang mahal namun tidak mempersiapkannya dengan sebaik mungkin.
Berapa banyak hadits, ayat, teori yang telah kita pelajari sebelum sang buah hati itu terlahir? Harus diakui mayoritas dari kita mendidik anak dengan irtijalliyyat (sesuai perasaan saja) tanpa teori tanpa konsep, hanya menyesuaikan dengan perasaan, tidak diiringi dengan pengetahuan tentang kepengasuhan.
Ada ungkapan yang sangat bagus untuk dapat kita renungi: “Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya, sedangkan kalian diciptakan untuk zaman kalian“.
Maka tidak cukup bagi seorang pendidik hanya mengandalkan intuisi, kita perlu belajar metode kepengasuhan yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits, serta diperkuat dengan ilmu dan metode parenting yang lain. Sehingga menjadi orangtua ideal yang akan melahirkan generasi baru, generasi qur’ani, dan generasi yang unggul.
Bukanlah sebuah aib bagi kita ketika mengakui sebuah kesalahan sebagai introspeksi diri, sehingga dengan itu kita melakukan sebuah perubahan agar terus menjadi lebih baik. Yang aib adalah annabqo ‘alal khoto ketika kita ridho, rela untuk tetap bertahan dalam lubang kesalahan. Kesalahan dalam menjaga hadiah dari Allah, kesalahan dalam mendidik dan mengasuh sang buah hati, lalu kemudian sungkan untuk mengakui dan introspeksi sehingga tidak ada keinginan besar untuk berubah menjadi lebih baik, itulah yang disebut aib bagi seorang pendidik.
Jika selama ini kita merasa salah atau kurang tepat dalam mendidik, maka menyesali menjadi langkah pertama bagi kita, kemudian menambah ilmu-ilmu parenting, setelah itu berusaha memperbaiki kesalahan yang disadari ataupun tidak disadari, serta tidak ada salahnya untuk meminta maaf kepada anak-anak, bukan berarti kita tidak memiliki kebaikan namun dengan itu akan menghancurkan sekat-sekat yang terdapat di antara kita dengan anak-anak.
*) Tulisan dirangkum dari Tausiyah Qur’anic Parenting yang disampaikan oleh Al-Ustadz DR. Didik Hariyanto, Lc. M.P.I (Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak, Megamendung, Bogor) Editor: Al.Choer
“Kami adalah kaum yang paling hina, lalu Allah memuliakan dengan mendatangkan agama Islam. Karena itu jika kita mencari kemuliaan dengan selain Islam, maka Dia akan menghinakan kita.” (Umar Bin Khattab radhiallahu ‘anhu)
Generasi Qur’an adalah generasi unggul. Dan ada dua hal yang akan menciptakan kejayaan Islam akan kembali bangkit. Dua hal itu adalah:
1. Al-Qur’an dan Sunnah
Sabda Rasulullah ﷺ saat Haji Wada’ termaktub dalam kitab Muwaththo’ karya Imam Malik:
تركتُ فيكم أمريْنِ، لن تَضِلُّوا ما تمسكتم بهما : كتابَ اللهِ وسُنَّةَ رسولِهِ
“Aku telah tinggalkan pada kalian dua perkara. Kalian tidak akan tersesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya” (HR. Malik)
2. Parenting, kepengasuhan, pendidikan anak.
Tentunya keduanya saling melengkapi satu dengan yang lain, bersama-sama menopang datang, tumbuh dan terciptanya generasi Qur’ani yang unggul. Karena itu tidak cukup bagi seorang pendidik hanya fokus kepada Al-Qur’an dan Sunnah namun menyampingkan dunia parenting/kepengasuhan.
Rasulullah ﷺ adalah contoh nyata begitu pentingnya parenting yang dilandasi Al-Qur’an dan Hadits. Karena mereka yang tidak memberikan perhatian besar terhadap Al-Qur’an dan hadits serta dunia parenting maka jangan berharap akan ada masa depan yang cerah bagi generasi-generasi baru ke depannya.
Bagaimana mungkin generasi yang unggul itu akan lahir ketika kita tidak memiliki perhatian lebih terhadap kepengasuhan mereka?
Terkait pentingnya parenting ini terdapat beberapa hal yang perlu ditanamkan yaitu bagaimana cara agar kejayaan umat Islam pada zaman Rasulullah ﷺ dapat terulang kembali.
Terdapat 3 point penting di dalamnya: (1) menyiapkan generasi baru yang unggul, untuk melahirkan generasi yang unggul tentunya kita harus memiliki (2) pola serta strategi kepengasuhan yang baik, dan yang terakhir (3) generasi terbaik itu adalah generasi Qurani yang akan selalu unggul dalam berbagai aspek kehidupan peradaban manusia.
Banyak sekali teori dan metode di dalam dunia kepengasuhan atau parenting, namun kita sebagai umat Islam memiliki metode tersendiri yang sangat istimewa karena bersumber dari sosok teladan yang agung dan mulia, yaitu Rasulullah ﷺ.
Parenting yang Rasulullah ﷺ ajarkan melingkupi seluruh aspek kehidupan. Termasuk parenting dengan metode kepengasuhan yang bersumber dari Al-Qur’an, inilah yang membedakan teori qur’anic parenting dengan teori-teori yang lain termasuk teori barat.
“Sebaik-baik manusia ialah pada generasiku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya.” (HR. Bukhari 3651 dan Muslim 2533)
Maka sudah sepatutnya kita mengambil sumber atau contoh kepengasuhan dari Rasulullah ﷺ dan para sahabat, karena dengan berkat merekalah lahir generasi-generasi seperti yang disebutkan di dalam hadits tersebut.
Mengapa mempersiapkan generasi yang unggul menjadi suatu yang sangat penting bagi kita?
Parenting yang baik atau buruk akan menjadi barometer do’a dari anak-anak kita ke depannya.
Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.” (QS: Al Isra: 24)
Dijelaskan oleh Allah ﷻ yang menjadi barometernya adalah “kamaa rabbayaani shagiraa” sebagaimana keduanya telah mendidikku, mengasuhku dengan penuh kasih sayang sejak kecil.
Doa inilah yang akan dipanjatkan bagi mereka generasi-generasi yang unggul untuk kita sebagai orangtua, namun naudzubillah jika kita tidak mampu melahirkan, mendidik generasi yang baik sehingga doa itu tidak pernah terlontar dari mulut mereka, bahkan yang keluar justru cacian serta hinaan dari mulut mereka. Bukankan itu sebuah musibah yang perlu kita renungi kembali.
Allah ﷻ mengajarkan kepada kita agar terus mendoakan kebaikan kepada kedua orangtua bukan disebabkan karena ia telah melahirkan kita ke dunia, bukan pula karena sekadar memberikan makan, minum kepada kita, akan tetapi Allah ﷻ menjadikan sebab orangtua berhak mendapatkan rahmat dan kasih sayang, serta mendapatkan doa kebaikan dari anak-anaknya disebabkan oleh “rabbayaani shagiraa” (karena keduanya telah mendidikku sejak kecil).
Bagaimana mungkin Allah ﷻ menurunkan rahmat dan kasih sayang-Nya kepada kita jika kita tidak melakukan tarbiyah kepengasuhan dan pendidikan anak. Besarnya rahmat dan kasih sayang Allah ﷻ terhadap kita, salah satunya ditentukan oleh keseriusan dan kebaikan serta kebenaran dalam mendidik anak-anak kita.
Sejauh ini apakah kita sudah menjadi orangtua yang baik, ideal untuk anak-anak kita?
*) Tulisan dirangkum dari Tausiyah Qur’anic Parenting yang disampaikan oleh Al-Ustadz DR. Didik Hariyanto, Lc. M.P.I (Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak, Megamendung, Bogor) Editor: Al.Choer