Warning: Constant DISALLOW_FILE_EDIT already defined, this will be an error in PHP 9 in /www/wwwroot/cms.wadimubarak.com/wp-config.php on line 102 Editor Wadi Mubarak – Laman 25 – CMS Wadi MubarakLewati ke konten
Jum’at (23/7), Salah seorang ulama ilmu Al-Qur’an Arab Saudi Syaikh Dr. Abdullah Bin Muhammad Bin Sulaiman Al-Jarullahhafizhahullah dan juga seorang dokter spesialis di salah satu rumah sakit negara tersebut berkunjung ke Islamic Center Wadi Mubarak (ICWM).
Didampingi para pengurus ICWM, diantaranya: Ustadz Shohib Saifi, MA. dan Syaikh Abdul Qowi Al-Arjali Al-Yamani, setelah melihat perkembangan fisik bangunan di komplek ICWM, Syaikh Jarullah yang sudah pernah beberapa kali datang berkunjung ini pun berbincang-bincang mengenai perkembangan program yang ada di ICWM.
Kunjungan beliau menjelang waktu shalat ashar tersebut merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi lembaga ini. Dan disela-sela kunjungannya, beliau didaulat memimpin shalat jenazah atas salah seorang ustadz ICWM Muhammad Nashir Bin Ilyas Ibrahimrahimahullah yang menjadi korban kecelakaan jalan raya Lembah Nyiur, Cisarua, Bogor.
Dua keilmuan Syaikh Jarullah baik di bidang kedokteran serta ilmu syari’ah dalam hal ini ilmu Al-Qur’an telah menginspirasi ICWM untuk memadukan keduanya tersebut dalam suatu lembaga pendidikan. Maka berdirilah beberapa pondok pesantren cabang Wadi Mubarak yang berbasis sains dan ilmu Al-Qur’an.
Pemilik banyak sanad Qira’ah yang juga pembina halaqah tahfidz di Masjid Nabawi ini tak lupa memberikan motivasi di hadapan para santri ICWM agar tetap istiqamah dalam mempelajari ilmu Al-Qur’an namun tidak juga melupakan keilmuan lainnya yang tentu akan banyak membantu orang lain.
Di akhir pertemuan dengan para santri, beliau berkesempatan menyimak bacaan santri yang sedang masa ‘ardhul ijazah sanad (setoran bacaan Al-Qur’an untuk mendapatkan sanad) yaitu dengan membaca surah Al-Fatihah. Simak kegiatan di https://www.instagram.com/p/CgWIZCUBOz5/?hl=id
Al-Qur’an merupakan kitab suci yang diturunkan Allah ﷻ melalui malaikat Jibril yang kemudian disampaikan olehnya kepada Nabi Muhammad ﷺ di Gua Hira. Al-qur’an merupakan satu-satunya kitab suci yang dijamin keasliannya oleh Sang Pencipta.
Salah satu cara Allah menjaganya dengan adanya para penghafal Al-Qur’an yang menghafalkannya sesuai dengan apa yang ustad-ustad mereka dapatkan dari guru-gurunya secara mutawatir. Dengan ini maka Al-Qur’an akan tetap terjaga sampai hari dimana Allah ﷻ mengangkat kitab ini ke sisi-Nya.
Mukjizat di dunia sangatlah banyak namun Al-Qur’an merupakan mukjizat yang paling mulia. Ia adalah satu-satunya kitab suci yang dibaca sebanyak 17 kali dalam sehari. Ia adalah satu-satunya kitab suci yang tetap dibaca walaupun belum tentu dipahami maknanya.
Keistimewaan Al-Qur’an yang telah banyak dirasakan adalah mudah dalam menghafalkannya. Kemudahan Al-Qur’an ini begitu memesona yang tidak bisa dicerna oleh logika. Mulai dari balita sampai usia senja masih tetap bisa menghafalkannya. Seseorang yang di vonis lumpuh otak pun tetap bisa menghafalkannya.
Ini bukan soal mereka yang kelihatan sehat, namun soal mereka yang diberi hidayah oleh Allah ﷻ agar bisa ikut serta dalam menjaga keaslian dari Al-Qur’an itu sendiri.
Apabila kita ingin ikut serta dalam menjaga Al-Qur’an maka harus kita perhatikan hal-hal ini sebelum kita menghafalnya. Mari kita cermati hal-hal tersebut:
1. Ikhlas
Ikhlas merupakan salah satu hal paling penting yang harus dimiliki oleh setiap orang yang ingin beribadah kepada Allah ﷻ, khususnya bagi mereka yang ingin ikut serta dalam hal ini. Karena apabila tidak ikhlas dalam hal ini maka kitab suci ini tidak akan mau menempel di ingatan kita.
2. Serius
Keseriusan adalah hal yang sangat perlu diperhatikan oleh calon penghafal, karena betapa banyak orang yang ingin menghafal, namun mereka hanya ikut-ikutan temannya yang masuk pondok tahfidz tanpa dia ketahui dahulu hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum masuk ke proses menghafal.
3. Sabar
Kesabaran merupakan hal mutlak yang harus dimiliki setiap orang yang ingin menghafalkan Al-Qur’an ataupun mereka yang telah selesai dalam proses menghafal ini. Sifat sabar juga cenderung mendekatkan hamba dengan Allah ﷻ. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Demikian kiranya kedekatan itu dilukiskan dalam al-qur’an.
4. Yakin
Keyakinan adalah suatu hal yang sangat penting dalam menghafal Al-Qur’an, karena terkadang ada orang yang baru mulai menghafal dia tidak menanamkan keyakinan dalam dirinya bahwa Allah ﷻ telah menjamin kemudahan dalam menghafal Al-Qur’an. Keyakinan ini harus selalu ditanamkan oleh setiap orang yang akan memulai menghafalkan Al-Qur’an.
Kemudahan dalam menghafal ini telah Allah ﷻ janjikan dalam firman-Nya sebanyak 4 kali dalam surat al-qamar.
Motivasi dalam menghafal itu sangatlah banyak baik itu dari hadist, perkataan sahabat, tabi’in dan sebagainya. Aktifitas menghafal ini sangatlah unik terkadang ada semangat membara yang hadir di satu ayat, dan terkadang semangat itu menurun ketika ada ayat yang tiba-tiba sulit untuk dihafal.
Inilah pentingnya menghadirkan motivasi ketika menghafal agar ketika rasa malas itu muncul kita bisa menepisnya dengan motivasi-motivasi yang telah kita siapkan sebelumnya.
6. Menjadikan Prioritas
Seseorang yang mempunyai prioritas dalam hidupnya maka dia akan bersemangat dalam menjalankan hal-hal yang dia prioritaskan. Begitupun dalam proses menghafal ini, seseorang yang ingin menghafal harus menjadikan Al-Qur’an menjadi prioritas utamanya di setiap detik yang dia lewati, karena menghafal itu butuh waktu khusus dalam prosesnya.
Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai prioritas maka seseorang akan selalu ingat bahwa dia punya kewajiban dalam menghafalkannya.
7. Memilih Guru
Memilih guru merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan bagi calon penghafal Al-Qur’an. Guru bisa dibilang sebagai bantuan dari luar yang akan selalu membantu kita dalam proses menghafal tersebut. Dia pun akan selalu siap sedia untuk memotivasi ketika kita dalam keadaan malas. Sebagaimana Rasulullah ﷺ yang menjadi pembimbing bagi para sahabatnya dalam hal menghafal.
8. Istiqamah
Istiqamah merupakan hal terakhir yang perlu diperhatikan oleh calon penghafal, karena menghafal itu bukan hanya kita hafal kemudian ditinggalkan. Bukan sekedar selesai kemudian diabaikan. Menghafal Al-Qur’an itu harus konsisten, sedikit namun istiqamah itu lebih baik daripada sebaliknya.
Penulis: Moch. Ilham Ramadhan, Mahasiswa Semester VI STIU-WM Editor: Al.Choer
Daurah Huffazhul Wahyain merupakan progam menghafal Hadist-Hadist Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang diambil dari kitab Al-Jam’u Baina Ash-Shahihaini karangan Al-Imam Al-Isybiliy rahimahullahu taa’la. Kitab ini merupakan kitab yang berisi Hadist-Hadist yang diambil dari kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.
Diselenggarakan oleh salah satu lembaga yang fokus pada pengembangan ilmu Hadist, yaitu Muassasah Huffazhul Wahyain yang berpusat di Jeddah, Arab Saudi dengan mengirimkan beberapa Syaikh sebagai musyrif (pembimbing) sekaligus penguji dalam menghafal hadits-hadits yang tertera dalam kitab Al-Jam’u Baina Ash-Shahihaini.
Pada tahun ini, Daurah Huffazhul Wahyain kembali diadakan di Islamic Center Wadi Mubarak Bogor. Kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama Muassasah Huffazhil Wahyain, Jeddah, Arab Saudi dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak (STIU-WM) Bogor, Jawa Barat.
Diawali dengan pembukaan yang dilaksanakan pada hari Jum’at, (15/07) pukul 20.00 WIB di lantai dua Masjid Jami’ Islamic Center Wadi Mubarak.
Pembukaan kegiatan ini dibuka oleh Ustadz Irfan Maulana, selaku ketua panitia Daurah Huffazhul Wahyain, dan dihadiri oleh Ustadz Ahmad Jayadi, Lc., selaku ketua Daurah Huffazhul Wahyain tahun 2022.
Kegiatan Daurah yang akan dilangsungkan selama 28 hari ini diikuti oleh 40 orang peserta dari seluruh cabang Islamic Center Wadi Mubarak.
Seluruh peserta Daurah ini dituntut untuk menghafalkan Hadist-Hadist yang ditargetkan oleh panitia penyelenggara dalam setiap harinya yaitu sebanyak 20 Halaman.
Musyrif pembimbing setoran pada daurah kali ini berjumlah 4 orang yang berkompeten dalam bidangnya, seluruhnya didatangkan dari luar Islamic Center Wadi Mubarak.
Kegiatan Daurah Huffazhul Wahyain merupakan kegiatan rutin tahunan di Islamic Center Wadi Mubarak sejak tahun 2016 silam.
Kegiatan ini telah dilaksanakan delapan kali dengan rincian enam kali dengan tatap muka, dan dua kali secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting saat masa pandemi covid-19 masih mewabah.
Mahabbah Boarding School tingkat SMP-SMA khusus akhwat sebagai salah satu pondok cabang Wadi Mubarak menggelar agenda silaturrahmi dan temu wali santri angkatan pertama.
Kegiatan yang berlangsung meriah ini digelar pada Sabtu, 16 Juli 2022 diikuti oleh 47 santri baru di tingkat SMP dan SMA beserta para walinya.
Turut hadir pengurus Mahabbah Boarding School (MBS), Penasehat MBS Ustadz Abu bakri, Lc. M.A., Direktur Program MBS Ustadz Ilham Akbar, S.H.I, dan para Ustadzah pengajar MBS.
Selain itu, jajaran pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak pun turut hadir, diantaranya: Ustadz Shohib Saifi, S,Ag. M.Ag., Ustadz Rozuq Al-Qomar, S.Ag., Ustadz Mujiyanto, Ustadz Zainal Arifin, S.E.
Acara dilaksanakan selepas makan siang, beberapa wali santri telah hadir sejak pukul 7 pagi. Acara diawali dengan pembacaan Al-Qur’an oleh siswi-siswi berprestasi MIT SAQU, ananda Dita, Vita, dan Arin.
Dilanjutkan sambutan oleh Ustadz Shahib Saifi selaku ketua Islamic Center Wadi Mubarak (ICWM), beliau memaparkan terkait profil Wadi Mubarak dan bagaimana Mahabbah Boarding School ini lahir terinspirasi dari salah satu syekh pengajar di masjid Nabawi (Syekh Jarullah Hafidzahullah) sehingga lahirlah suatu konsep yang cocok untuk diaplikasikan pada cabang Islamic center Wadi Mubarak, maka terbentuklah Mahabbah Boarding School.
Beliau juga menyampaikan beberapa nasehat (wejangan) untuk bekal para calon-calon santri Mahabbah Boarding School.
Tak lupa sebagai pengingat bagi seluruh hadirin, Ust. Abu Bakrie menyampaikan tausiah tentang keutamaan seorang anak sholeh terlebih yg hafal Al-Qur’an sebagai qurrota a’yun bagi orang tuanya. Kemudian beliau menyampaikan sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda “Penghafal Al-Quran akan datang pada hari kiamat, kemudian akan berkata, ‘Ya Tuhanku, berikan lah perhiasan (kepada orang yang membaca al-Quran’), kemudian orang itu dipakaikan mahkota karomah (kemuliaan).
Diakhir, beliau menyampaikan bahwasannya mengantarkan anak ke pondok untuk belajar dan menghafal Al-Qur’an adalah investasi terbaik orang tua di hari kiamat kelak.
Berita: Muhammad Zimly Assiddiqi Editor: Al.Choer Photo: IT-WM/Teguh
Manusia diciptakan dengan memiliki tujuan. Tujuan utama diciptakannya manusia adalah untuk beribadah kepada Allah ﷻ. Akan tetapi dalam prakteknya, manusia seringkali merasa jenuh, malas dan bosan. Baik dalam ibadah yang sifatnya wajib, apalagi yang sifatnya sunnah.
Rasa malas dan jenuh ini sudah menjadi fenomena yang sering terjadi di kalangan kaum muslimin. Terlebih lagi di kalangan para remaja. Baik laki-laki maupun perempuan. Diantara ibadah yang sering kali para remaja malas mengerjakannya adalah shalat. Hal ini terjadi karena usia remaja merupakan usia peralihan. Sehingga kebanyakan mereka di usia ini menjadi remaja yang labil.
Apalagi dengan kedaan zaman yang semakin maju dan perkembangan teknologi yang semakin canggih, bisa menjadikan remaja semakin lalai dari sholatnya. Maka tak jarang kita liat para remaja menunda nunda sholat. Tidak mengerjakannya di awal waktu. Tak jarang diantara mereka yang bahkan tidak melaksanakan sholat.
Padahal shalat adalah kewajiban utama yang harus dikerjakan seorang muslim. Barangkali ini terjadi karena mereka belum mengetahui tingginya kedudukan shalat di dalam islam. Bahwasanya shalat adalah termasuk tiang agama yang harus ditegakkan. Atau bisa jadi mereka belum mengetahui besarnya keutamaan yang akan diraih oleh orang yang menegakkan shalat.
Perintah Allah Untuk Menjaga Shalat
Shalat dalam syariat islam dimaknai sebagai ibadah yang dibuka dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Menurut Prof. Dr. Nasaruddin Umar, ditilik dari fungsinya disebut shalat karena ia merupakan shilah (penghubung) antara seorang hamba dengan Allah. Shalat yang wajib dijaga dan ditegakkan oleh setiap muslim ada lima waktu. Shalat subuh, dzuhur, ashar, maghrib, dan isya. Masing masing memiliki waktu pengerjaannya sendiri. Allah ﷻ dalam Al-Qur’an memerintahkan seluruh kaum muslimin untuk menjaga ke lima shalat tersebut.
“Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’”. (QS al-Baqarah 238)
Ayat ini menjadi dalil yang kuat wajibnya shalat lima waktu bagi kaum muslimin. Allah ﷻ secara khusus menyebut shalat ashar karena kedudukan dan keutamaannya yang sangat besar.
Shalat memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam islam. Bahkan kedudukannya melebihi ibadah-ibadah yang lain. Hal itu karena pentingnya shalat itu sendiri, dimana Allah ﷻ menjadikannya sebagai rukun islam yang kedua. Setelah yang terpenting yakni mengucap dua kalimat syahadat. Adapun kedudukan dan pentingnya shalat dalam islam di antaranya:
1. Shalat adalah tiang agama
Setiap yang berpondasi pasti memiliki tiang. Tiang ini diumpamakan seperti pondasi dalam sebuah bangunan. Jika pondasinya rusak maka hancurlah bangunan tersebut. Seperti itulah perumpamaan shalat. Jika shalat dikerjakan dan ditegakkan dengan baik, maka keimanan seorang muslim akan semakin kokoh dan kuat. Dalam sebuah hadis Mu’adz disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda : “ Pokok dari segala bentuk ibadah adalah islam; tiangnya adalah shalat; dan amalan yang paling tinggi adalh jihad.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
2. Shalat amal ibadah yang pertama kali dihisab pada hari kiamat
Setiap manusia pasti akan menghadapi proses hisab. Amal ibadah yang akan dihisab pertama kali pada hari kiamat nanti adalah shalat. Shalat akan dijadikan tolak ukur bagi amal ibadah lainnya. Maka jika shalatnya baik maka amal ibadah yang lainnya akan ikut baik, begitu pula sebaliknya. Dalam sebuah hadits Anas Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ bersabda: “Amal seseorang yang pertama kali akan dihisab adalah kelak pada hari kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, maka seluruh amal yang lainnya akan ikut baik pula; dan jika shalatnya buruk maka seluruh amal yang lainnya akan ikut buruk pula.” (HR. Abu Hurairah)
3. Allah memberi pujian kepada orang yang mendirikan shalat
Sudah hal umum bahwasanya Allah ﷻ suka dan cinta kepada kebaikan. Apalagi mereka yang setia mendirikan shalat. Terlebih lagi mereka yang juga memerintahkan keluarga dan kerabatnya untuk melaksanakan shalat. Maka tak heran jika Allah memberikan pujian kepada hambanya yang rutin mendirikan shalat. Dalam al-Qur’an Allah ﷻ berfirman: “ Ceritakanlah (hai muhammad kepada mereka) kisah Isma’il (yang tersebut) dalam Al- Qur’an. Sesungguhnya ia adalah orang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang Rasul dan Nabi. Ia menyuruh keluarganya untuk mengerjakan shalat dan menunaikan zakat; dan ia adalah orang yang diridai di sisi Rabb-Nya.” (QS. Maryam : 54-55).
4. Shalat termasuk rukum Islam
Telah dijelaskan sebelumnya bahwasanya shalat adalah rukun Islam kedua setelah syahadat. Maka sudah seharusnya bagi umat islam untuk selalu menunaikannya. Dalam sebuah hadits dari Abdullah bin Umar, dari Rasulullah ﷺ bersabda : “Islam didirikan diatas lima dasar: bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah; mendirikan shalat; menunaikan zakat’ berpuasa pada bulan Ramadhan; dan mengerjakan haji ke Baitullah.” (HR. Muslim)
Banyak sekali kaum muslimin yang kadang masih lalai dari ibadah shalat. Padahal shalat punya kedudukan yang sangat tinggi dalam islam. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya. Barangkali mereka lalai karena belum mengetahui besarnya keutamaan yang akan diraih oleh orang yang melaksanakan shalat. Diantara keutamaan shalat adalah:
1. Shalat adalah sebaik baik amalan setelah syahadat
Dalam sebuah hadits dari Abdullah bin Mas’ud, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah ﷺ, amalan apakah yang paling afdhol? Jawab Rasulullahu ﷺ, “Shalat di awal waktu”. Lalu aku bertanya lagi, “Terus apa?”, “Berbakti pada orang tua” Jawab Nabi ﷺ. “Lalu apalagi” aku bertanya kembali. “Jihad di jalan Allah”, jawab beliau. (HR. Bukhari no. 7534 dan Muslim no.85).
2. Shalat sebagai penggugur dosa
Dari Abu Hurairah , ia berkata bahwa Rasulullahu ﷺ bersabda, “Tahukah kalian, seandainya ada sebuah sungai di dekat pintu rumah salah seorang diantara kalian, lalu ia mandi dari air sungai itu setiap hari lima kali, apakah akan tersisa sedikit pun kotorannya walau sedikit?“ para sahabat menjawab, “Tidak akan tersebut sedikit pun kotorannya.” Beliau berkata, “Maka begitulah perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah menghapuskan dosa”. (HR. Bukhari no.528 dan Muslim no.667).
Dalam hadits yang lain dari Abu Hurairah, Rasulullahu ﷺ bersabda : “Di antara shalat yang lima waktu, di antara jumat yang satu dengan jumat yang lain, di antara Ramadhan yang satu dengan Ramadhan lainnya, itu akan mengahapuskan dosa di antara keduanya selama menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim no.233).
3. Shalat akan menjadi cahaya di dunia dan di akhirat
Dalam sebuah hadits dari ‘Abdullah bin ‘Amr, Nabi ﷺ bersabda: “Siapa yang menjaga shalat lima waktu, baginya cahaya, bukti dan keselamatan pada hari kiamat. Siapa yang tidak menjaganya, maka ia tidak mendapatkan cahaya, bukti, dan juga keselamatan. Pada hari kiamat ia akan bersama Qarun, Fir’aun, Haman, dan Ubay bin Kholaf,” (HR. Ahmad 2:169. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).
Sebagaiman telah dijelaskan bahwasanya malas shalat telah menjadi fenomena yang tersebar di kalangan remaja. Sebabnya bermacam macam. Diantaranya minimnya pengetahuan tentang kedudukan dan keutamaan shalat dalam islam. Maka tulisan ini diharapkan bisa menjadi motivasi bagi mereka untuk kembali rajin melaksanakan shalat.
Orang yang menghafal Al-Qur’an tentunya memiliki keutamaan yang lebih tinggi dibanding orang yang belum menghafalnya. Dan untuk menghafalnya dipastikan akan mengalami banyak kesulitan, baik yang berasal dari diri sendiri maupun dari luar diri.
Kesulitan
Allah ﷻ mengabarkan kepada kita melalui firman-Nya, bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan1.
فإن مع العسر يسرا إن مع العسر يسرا “Karena sesungguhnya setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Setiap kesulitan pasti ada kemudahan.” (Q.S. Al-Insyiroh: 5-6)
Arti kata العسر (dibaca: Al-‘usru) dalam Bahasa Indonesia adalah kesulitan. Adapun يسر (dibaca: yusrun) dalam Bahasa Indonesia adalah kemudahan. Ibnu Katsir menafsirkan perihal dua ayat diatas2, bahwa dua kata Al-‘usru pada ayat diatas adalah Al-‘usru yang sama alias kesulitan yang sama. Adapun dua kata yusrun pada ayat diatas adalah yusrun yang berbeda alias kemudahan yang berbeda. Jadi maksud dari dua ayat diatas adalah setiap ada satu kesulitan pasti ada dua kemudahan.
Al-Hasan Al-Bashri dan Qatadah ra berkata, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda “satu kesulitan tidak mungkin mengalahkan dua kemudahan”3.
Allahﷻ menginginkan kepada kita kemudahan4 Allahﷻ berfiman dalam dua ayat di surat yang berbeda;
1. Al-Baqarah: 185 {يريد الله بكم اليسر ولا يريد بكم العسر} “Allah menginginkan bagimu kemudahan dan tidak menginginkan bagimu kesulitan”
2. An-Nisaa’: 28 {يريد الله أن يخفف عنكم} “Allah menginginkan bagimu kemudahan”
Begitu pula Rasulullah ﷺ, beliau diutus bukan untuk mempersulit umatnya melainkan untuk mempermudah umatnya. Beliau bersabda “permudahkanlah dan janganlah mempersulit”5 “sesungguhnya kalian itu diutus untuk mempermudah dan bukan untuk mempersulit”6
Menghafal Kitab Suci Al-Qur’an
Kitab Suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ adalah Al-Qur’an. Allahﷻ akan menjaga Kitab Suci Al-Qur’an melalui hamba-hamba-Nya yang terpilih hingga hari kiamat7. Allah ﷻ berfiman dalam Q.S. Al-Hijr: 9
{إنا نحن نزلنا الذكر وإنا له لحافظون} “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan Kami pula yang akan menjaganya”
Sebagaimana kita ketahui bahwa hukum menghafal Al-Qur’an adalah fardhu kifayah8, yaitu jika sudah ada yang mewakili dan tercukupi, maka gugur kewajiban yang lain. Adapun surat Al-Fatihah, maka wajib bagi setiap muslim yang sudah baligh untuk menghafalnya, karena surat ini dibaca setiap kali mendirikan sholat.9
Orang yang menghafal Al-Qur’an tentunya memiliki keutamaan yang lebih tinggi dibanding orang yang belum menghafalnya. Lalu apa saja keutamaan-keutamaan itu?10 Berikut diantaranya:
1. Al-Qur’an akan menjadi penolong bagi orang yang menghafalnya. 2. Semakin banyak hafalan Al-Qur’an, maka semakin naik pula derajatnya disurga kelak. 3. Penghafal Al-Qur’an lebih utama untuk menjadi imam sholat. 4. Allahﷻ mengangkat derajat didunia bagi penghafal Al-Qur’an.
Jika ingin menghafal Al-Qur’an, maka berusahalah dan jangan berputus asa. Allahﷻ telah mengabarkan ‘jika ada satu kesulitan maka akan ada dua kemudahan’.
Dalam “Kaifiyyatu Hifdzh Al-Qur’an Al-Kariim” karya Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Munjid disebutkan cara-cara menghafal Al-Qur’an bagi yang ingin menghafalnya, yaitu:11
1. Meluruskan niat. 2. Memperbaiki bacaan terlebih dahulu. 3. Menentukan jumlah baris atau halaman yang akan dihafal setiap harinya. 4. Tidak menambah hafalan, kecuali sudah bagus hafalan-hafalan sebelumnya. 5. Tidak mengganti-ganti mushaf Al-Qur’an. 6. Memahami ayat yang akan dihafal. 7. Hati-hati dengan ayat-ayat yang mirip. 8. Menyetorkan hafalan kepada yang lain. 9. Tidak meninggalkan muroja’ah.
Sebagai penutup, penulis berdo’a agar Allah ﷻ memudahkan kita untuk menghafal Al-Qur’an, memberikan pahala yang besar atas usaha kita dalam menghafalnya, serta memasukan kita ke dalam surgaNya. Aamiin.
▪Beragama Islam. ▪Ikhwan, berusia 16-25 tahun. ▪Sehat jasmani dan rohani, bebas narkoba, tidak merokok, dan bebas penyakit berat/menular. ▪ Berkelakuan baik. ▪ Tidak terlibat pelanggaran hukum. ▪ Bersedia mengikuti disiplin pondok. ▪ Belum menikah dan bersedia untuk tidak menikah selama pendidikan. ▪ Menyerahkan dokumen dengan benar. ▪ Mendapat izin dan restu dari orangtua/wali.
📋 JADWAL UJIAN SELEKSI
(UJIAN SELEKSI DILAKSANAKAN SECARA ONLINE DIMULAI SEJAK MENDAFTARKAN DIRI)
📍 ALAMAT MA’HAD Ma’had Al-Arqam Al islami Jl. Jogja-wonosari, RT 10 RW 02 padukuhan Nogosari II, desa Bandung, Kec. Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta 🏢 Google Maps: Masjid Al-Arqam Al-Islamy
📍 ALAMAT SEKRETARIAT Islamic Center Wadi Mubarak, Jl. Raya Puncak Kampung Goleah RT 001 RW 001, Desa Kuta, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat – Indonesia 16750 Telp: (0251) 8257944 🏢 Google Maps: Islamic Center Wadi Mubarak
🔊 Dibuka Pendaftaran Peserta Wisata Qur’an – Wadi Mubarak
Rasakan indahnya berlibur bersama Al-Qur’an dengan mengikuti Program Wisata Qur’an yang diselenggarakan oleh Yayasan Sahabat Qur’an (YASAQU) Wadi Mubarak. Dibimbing langsung oleh para pengajar profesional yang berwawasan luas di bidang ilmu Al-Qur’an. Para pengajar ini semuanya adalah para alumni yang telah menyelesaikan pendidikannya di Islamic Center Wadi Mubarak.
📖 MATERI PEMBELAJARAN
TAHSIN DAN TAHFIDZ Belajar Al-Qur’an mulai dari Tahsin sampai dengan Tahfizh dengan metode Talaqqi, Sang Pengajar bertatap muka langsung dengan murid.
BIMBINGAN IBADAH HARIAN Bimbingan ibadah harian sesuai dengan Sunnah Nabi Muhammad ﷺ.
TADABBUR AL-QUR’AN Bimbingan belajar yang mempunyai tujuan untuk mengkaji dan memahami lebih dalam makna yang terkandung di dalam Ayat-Ayat Al-Qur’an dan pesan yang Allah ﷻ sampaikan kepada kita, sehingga menjadikan ibadah kita jauh lebih berkualitas.
OUTBOND Berwisata lebih asyik dengan game-game menarik penunjang kegiatan belajar.
📝ALASAN MENGAPA HARUS MENGIKUTI WISATA QUR’AN!!
Belajar Al-Qur’an dengan pengajar yang berkompeten di bidang Al-Qur’an.
Menjadikan liburan Personal dan keluarga jauh lebih berkualitas dengan memaksimalkan waktu bersama Al-Qur’an.
Belajar sambil bermain (outbond)
🔖 FASILITAS • Bertempat di Villa • Makan 3X sehari • Kolam Renang • Aula • Al-Qur’an Juz Amma
📣 Tunggu Apalagi… Segera klik link dibawah ini untuk ikut serta bergabung dalam Program Wisata Qur’an
••• ════ ◇✿•࿐•✿◇ ════ ••• ↪️ Mari mengambil kesempatan amal jariyah dengan ikut membagikan info Program Wisata Quran ini sebanyak-banyaknya. ••• ════ ◇✿•࿐•✿◇ ════ •••
Pada kajian kiat-kiat menjadi ayah teladan bagian pertama banyak sekali ilmu-ilmu yang bisa kita ambil dan amalkan, bahwa untuk menjadi ayah teladan membutuhkan usaha.
Diantara kiat-kiat tersebut adalah menjadi orang tua yang mampu untuk memberikan motivasi kepada anak-anaknya, menjadi orang tua yang mampu menghargai usaha anak-anaknya, dan menjauhi segala kekerasan verbal kepada anak.
Tentu sangat menarik untuk kita ikuti kajian kiat-kiat menjadi ayah teladan bagian 2, kira-kira apa saja kiat-kiat selanjutnya untuk menjadi ayah teladan….?”
Yuk mari simak dengan mengikuti Kajian Parenting Online Bersama Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I., Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak, dengan membahas;
📑 Tema: Kiat-Kiat Menjadi Ayah Teladan ( Part 2) 🗓 Tanggal: Jum’at malam, 24 Juni 2022 📱Waktu: 19.30 WIB – Selesai 🎥 Live on Youtube Channel Darsuna TV https://youtube.com/c/DarsunaTV
➖➖➖➖➖➖ . . Mari ajak keluarga, rekan, dan sahabat untuk bersama saling menimba ilmu, meningkatkan kapasitas diri dengan mengikuti majelis ilmu yang bermanfaat ini. . . .
Selasa (21/6). Untuk pertama kalinya, TAUD SaQu Wadi Mubarak Cabang Pondok Kopi melangsungkan prosesi wisuda. Diikuti oleh 12 wisudawan yang telah menyelesaikan program pendidikannya selama 3 tahun.
Selain menjadi agenda wisuda perdana bagi TAUD SaQu Wadi Mubarak cabang Pondok Kopi, prosesi wisuda ini dimeriahkan oleh Kak Lukman Hakeem Arfah (Juara Hafiz Indonesia 2022) yang saat ini sedang menempuh pendidikannya di Islamic Center Wadi Mubarak.
Hadirnya Kak Lukman pada acara wisuda menambah euforia, semangat, dan juga motivasi bagi para wisudawan dan juga para orang tua santri yang hadir dalam acara wisuda TAUD SaQu Wadi Mubarak cabang Pondok Kopi.
Turut hadir juga Kak Arin dan Kak Dzita yang merupakan siswi Kelas 5 MIT SaQu Wadi Mubarak yang telah menyelesaikan hafalan sebanyak 25 juz.
Selain hadirnya Kak Lukman, Kak Arin dan Kak Dzita, turut hadir Ustadz Shohib Saifi, M.A selaku Ketua Yayasan Islamic Center Wadi Mubarak, Syaikh Abdul Qowi Al Argaly, Ustadz Ruslan Agus Ariyanto, Lc selaku perwakilan dari Ketua Yayasan Sahabat Qur’an, Kepala kelurahan Pondok Kopi M. Hardi Ananda, S.Tp dan juga Ustadz Abu Bakri, Lc., M.A selaku perwakilan dari unit usaha haji dan umrah Wadi Mubarak yakni Lantama Wisata.
“Pada kesempatan kali ini saya ucapkan selamat kepada adik-adik, bapak-bapak, dan ibu-ibu para wali wisudawan dan wisudawati. Meskipun di usianya yang masih belia tapi kita bisa melihat dan mengapresiasi semangat mereka dalam menghafal Al-Qur’an. Bagi saya tidak wasilah yang paling utama, yang paling mulia selain putra-putri kita yang mampu menghadiahkan kepada jubah dan mahkota di hari kiamat nanti melalui jalur menghafal dan mempelajari Al-Qur’an.” Tutur Ketua Yayasan Islamic Center Wadi Mubarak, Ustadz Shohib Saifi, M.A.
Pada kelulusan perdananya, Alhamdulillah atas izin Allah saat ini TAUD SaQu Wadi Mubarak cabang Pondok Kopi mampu meluluskan wisudawan dengan jumlah 7 juz.
“Hal ini bukanlah suatu pencapaian yang sederhana, pastinya ada peran besar orang tua yang menjadi mitra kami di rumah dalam membimbing setiap santri untuk dapat belajar maksimal bersama kami” ujar Ustadzah Khairiyatul Fadhilah, M.Pd.I selaku Kepala Sekolah TAUD SaQu cabang Pondok Kopi.
Melalui acara wisuda perdana ini, diharapkan segala pencapaian yang sudah diraih tidak hanya dipertahankan, tapi juga ditingkatkan demi terciptanya kualitas pembelajaran yang baik di TAUD SaQu Wadi Mubarak cabang Pondok Kopi. [Berita: Prince of Al Hambra; Photo: Tim IT WM; Editor: Al.Choer]