Warning: Constant DISALLOW_FILE_EDIT already defined, this will be an error in PHP 9 in /www/wwwroot/cms.wadimubarak.com/wp-config.php on line 102
Editor Wadi Mubarak – Laman 37 – CMS Wadi Mubarak

Penulis: Editor Wadi Mubarak

  • 8 (Delapan) Golongan Yang Disukai Allah ﷻ Tertulis Dalam Al-Qur’an Al-Karim (Bag. 2)

    8 (Delapan) Golongan Yang Disukai Allah ﷻ Tertulis Dalam Al-Qur’an Al-Karim (Bag. 2)

    5. Allah menyukai orang yang berbuat kebajikan (Al-Muhsinun)

    Muhsinîn berasal dari kata ihsan, secara harfiyah berarti berbuat kebaikan.

    Rasulullah saw mendefinisikan ihsan dengan seseorang menyembah Allah seolah-olah ia melihat-Nya, dan jika ia tidak mampu membayangkan melihat-Nya, maka sesungguhnya Allah melihat perbuatannya.

    Berbuat ihsan kepada makhluk ciptaan Allah adalah memperlakukan semua makhluk dengan perlakuan yang baik, tidak menyakiti atau pun merusak.

    فَآتَاهُمُ اللَّهُ ثَوَابَ الدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَابِ الْآخِرَةِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

    “Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan”
    (Ali ‘Imran: 148)

    وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

    “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik”
    (Al-Baqarah: 195)

    الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

    “(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”
    (Ali ‘Imran: 134)

    Baca juga Informasi Pendaftaran MAHABBAH Boarding School Program Tahfizh Tingkat SMP-SMA Putri

    6. Allah menyukai orang yag bertaubat (At-Tawwabun)

    At-Tawwabun adalah orang yang bertaubat setelah mengerjakan dosa, baik dosa besar maupun dosa kecil dengan tidak mengulang kembali

    وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

    “Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri”
    (Al-Baqarah: 222)

    Baca juga: Shalat Sunnah Yang Dilakukan Secara Berjamaah, Bagian 2

    7. Allah menyukai orang yang bertakwa (Al-Muttaqun)

    Menurut Tafsir Ibnu Katsir, arti dasar dari “takwa” adalah menaati Allah SWT dan tidak bermaksiat kepada-Nya. Maka Al-Muttaqun adalah orang yang meyakini adanya Allah swt dengan menjauhkan diri dari perbuatan syirik dan patuh akan segala perintah-Nya

    بَلَىٰ مَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ وَاتَّقَىٰ فَإِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ

    “(Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa”
    (Ali ‘Imran: 76)

    إِلَّا الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ ثُمَّ لَمْ يَنْقُصُوكُمْ شَيْئًا وَلَمْ يُظَاهِرُوا عَلَيْكُمْ أَحَدًا فَأَتِمُّوا إِلَيْهِمْ عَهْدَهُمْ إِلَىٰ مُدَّتِهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ

    “Kecuali orang-orang musyrikin yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatu pun (dari isi perjanjian)mu dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.”
    (At-Taubah: 4)

    كَيْفَ يَكُونُ لِلْمُشْرِكِينَ عَهْدٌ عِنْدَ اللَّهِ وَعِنْدَ رَسُولِهِ إِلَّا الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۖ فَمَا اسْتَقَامُوا لَكُمْ فَاسْتَقِيمُوا لَهُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ

    “Bagaimana bisa ada perjanjian (aman) dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin, kecuali orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidil haraam? maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.”
    (At-Taubah: 7)

    8. Allah menyukai orang yang berjuang di jalan Allah (Al-Mujahidun Fi Sabilillah)

    Yaitu seseorang yang ikut dalam peperangan dalam menegakkan agama Allah.

    إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ

    “Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”
    (Ash-Shof: 4)

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

    “Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.”
    (Al-Ma’idah: 54)

    Penulis: Abu Samudera

    Referensi: Mukhtashor Kitab Asror wa Kunuz Mahabbatillah Li Muhammad Sa’id Ghalib Al-Syahriy. Tahun 2019

    Dapatkan Informasi terkini dengan mengikuti saluran ICWM di https://whatsapp.com/channel/ICWM

  • Shalat Berjama’ah – Bagian 1

    🕌 Program Madrasah Online Fiqih – Wadi Mubarak
    📚 Pelajaran ke-48
    🗓️ Hari (Kamis), Tanggal 15 Rabi’ul Awwal 1443 H / 21 Oktober 2021 M

    🔰 (Tema | SHALAT BERJAMA’AH – Bagian 1) 🔰
    🎙️ Oleh Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I.

    🖊️ {Shalat berjama’ah artinya adalah melaksanakan Shalat secara bersama-sama, dengan adanya Imam, lalu ada makmum yang mengikuti Imam tersebut.}

    💠 HUKUM SHALAT BERJAMA’AH
    Ada perbedaan pendapat diantara para Ulama’. Dan yang dipilih oleh Madzhab Syafi’i, termasuk di dalam nya Al-Imam An-Nawawi Rahimahullaah, beliau menyatakan bahwasannya Shalat berjama’ah hukumnya adalah Fardhu Kifayah.

    💠 SHALAT BERJAMAAH BAGI PEREMPUAN

    💠 KAPAN SESEORANG DIANGGAP BERJAMA’AH
    Seseorang dianggap mendapat pahala Shalat berjama’ah apabila ia masih ikut salam bersama Imam.

    📌 PERKUAT & SIMAK RINCIAN MATERI MELALUI LINK VIDEO DIBAWAH INI 👇🏻
    https://youtu.be/ND-pCLijpS8

    Baca Juga
    Pelajaran ke-47: Shalat Sunnah Yang Dilakukan Secara Berjamaah, Bagian 4

    Pelajaran ke-49: Shalat Berjamaah, Bagian 2

    ➖➖➖➖➖
    Jika Ada yang Ingin Ditanyakan dari Hasil Pemaparan Materi, Silahkan Diajukan Dengan Mengisi Google Form Berikut:
    https://forms.gle/WQaeJsN4Ns1Nu63y9

    ➖➖➖➖➖
    💭 Bagikan manfaat dan ringkasan materi anda dengan Hashtag #WadiMubarak dan Tag akun Official Bimbel SaQu & Islamic Center Wadi Mubarak di Instagram atau di Facebook

    ➖➖➖➖➖
    Find Us On :
    Instagram;
    •Graha Qur’an : https://instagram.com/grahaquran_wm?utm_medium=copy_link
    •ICWM : https://instagram.com/ic_wadimubarak?igshid=16yvuiperya78
    •Nur Ramadhan : https://instagram.com/nurramadhan_wisata?utm_medium=copy_link
    •Anugerah Wisata : https://instagram.com/acm.anugerahwisata?utm_medium=copy_link
    🔗 Web : https://wadimubarak.com

  • Shalat Sunnah yang Dilakukan Secara Berjamaah – Bagian 4

    🕌 Program Madrasah Online Fiqih – Wadi Mubarak
    📚 Pelajaran ke-47
    🗓️ Hari (Rabu), Tanggal 14 Rabi’ul Awwal 1443 H / 20 Oktober 2021 M

    🔰 (Tema | Shalat Sunnah yang Dilakukan Secara Berjamaah – Bagian 4) 🔰

    🌐 Sub Materi: SHALAT ISTISQA’
    🎙️ Oleh Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I.

    🖊️ {Shalat Isitsqa’ adalah Shalat yang dilaksanakan untuk memohon kepada Allah agar Allah berkenan menurunkan hujan}

    💠 HUKUM SHALAT ISTISQA’
    Hukum shalat istisqa’ adalah Sunnah Muakkadah (Sunnah yang sangat ditekankan)

    💠 WAKTU PELAKSANAAN
    – Shalat istisqa’ dilakukan pada saat kekeringan yang sangat panjang, dimana-mana terjadi kelaparan dan kehausan. Maka pada saat seperti itu kita dianjurkan untuk melaksanakan Shalat Istisqa’.

    – Tidak ada Batasan waktu untuk melaksanakan Shalat Istisqa’, boleh dilaksanakan pada siang atau malam hari. Dan umumnya Shalat Istisqa’ dilakukan ketika membutuhkan air.

    💠 CARA MELAKSANAKANNYA

    1. Dilaksanakan dengan 2 Rakaat seperti Shalat ‘Ied.
    2. Dilanjutkan dengan khutbah seperti pada Shalat ‘Ied namun tidak ada takbir.
    3. Dianjurkan memperbanyak istighfar.
    4. Berdoa dalam khutbah pertama;

    اَللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا
    “Yaa Allah turunkanlah kepada kami hujan yang lebat”

    5. Setelah awal khutbah kedua, imam menghadap kiblat dan membalikkan selendangnya. Dan begitu juga dengan para jamaah (membalikkan selendangnya juga).
    6. Bersungguh – sungguh di dalam berdoa.

    💠 Dianjurkan pada shalat istisqa’ ini agar kita mendatanginya dengan penuh harap, dengan zuhud, dan tidak menampakkan kemewahan.

    📌 PERKUAT & SIMAK RINCIAN MATERI MELALUI LINK VIDEO DIBAWAH INI 👇🏻
    https://youtu.be/1lq1vLlFX_U

    Baca Juga
    Pelajaran ke-46: Shalat Sunnah Yang Dilakukan Secara Berjamaah, Bagian 3

    Pelajaran ke-48: Shalat Berjamaah, Bagian 1

    ➖➖➖➖➖
    Jika Ada yang Ingin Ditanyakan dari Hasil Pemaparan Materi, Silahkan Diajukan Dengan Mengisi Google Form Berikut:
    https://forms.gle/WQaeJsN4Ns1Nu63y9

    ➖➖➖➖➖
    💭 Bagikan manfaat dan ringkasan materi anda dengan Hashtag #WadiMubarak dan Tag akun Official Bimbel SaQu & Islamic Center Wadi Mubarak di Instagram atau di Facebook

    ➖➖➖➖➖
    Find Us On :
    Instagram;
    •Graha Qur’an : https://instagram.com/grahaquran_wm?utm_medium=copy_link
    •ICWM : https://instagram.com/ic_wadimubarak?igshid=16yvuiperya78
    •Nur Ramadhan : https://instagram.com/nurramadhan_wisata?utm_medium=copy_link
    •Anugerah Wisata : https://instagram.com/acm.anugerahwisata?utm_medium=copy_link
    🔗 Web : https://wadimubarak.com

  • Shalat Sunnah yang Dilakukan Secara Berjamaah – Bagian 3

    🕌 Program Madrasah Online Fiqih – Wadi Mubarak
    📚 Pelajaran ke-46
    🗓️ Hari (Selasa), Tanggal 13 Rabi’ul Awwal 1443 H / 19 Oktober 2021 M

    🔰 (Tema | Shalat Sunnah yang Dilakukan Secara Berjamaah – Bagian 3) 🔰

    🌐 Sub Materi: SHALAT GERHANA
    🎙️ Oleh Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I.

    💠 PENGERTIAN SHALAT GERHANA
    Shalat yang dilakukan oleh seseorang karena sebab terjadinya dua gerhana. Baik itu gerhana Matahari maupun gerhana Bulan}

    💠 HUKUM MELAKSANAKANNYA
    Hukum Shalat Gerhana adalah Sunnah Muakkadah (Sunnah yang Sangat Ditekankan)

    💠 WAKTUNYA
    Dimulai sejak awal terjadinya gerhana Matahari / Bulan sampai selesainya gerhana yang ditandai dengan terbitnya cahaya Matahari / Bulan dengan sempurna

    💠 TATA CARA PELAKSANAANNYA;
    🔸 Paling Sempurna;
    – Dalam shalat Gerhana ada 2 rakaat. Pada setiap rakaat ada 2 kali Ruku’ dan membaca 2 kali surat Al-Fatihah, serta 2 kali sujud yang Panjang.
    – Saat berdiri pertama membaca surat Al-Baqarah setelah membaca Al-Fatihah
    – Saat berdiri kedua membaca surat yang kira – kira sepanjang 200 ayat dari surat Al-Baqarah
    – Saat berdiri ketiga, yaitu pada rakaat kedua, membaca kira – kira 150 ayat
    – Saat berdiri keempat membaca kira – kira 100 ayat
    – Bertasbih dalam ruku’ dan sujud pertama selama kurang lebih 100 ayat dari surat Al-Baqarah
    – Pada ruku’ dan sujud kedua selama kurang lebih 80 ayat
    – Pada ruku’ dan sujud yang ketiga selama 70 ayat
    – Pada ruku’ dan sujud yang keempat selama 50 ayat

    🔸 Standar (Pertengahan)
    – Dengan melakukan seperti tatacara pelaksanaan diatas, namun bacaannya tidak sepanjang pada tatacara diatas.

    🔸 Minimal (Paling Sedikitnya)
    – Apabila gerhana Matahari, maka minimal pelaksanaan shalat gerhana seperti Shalat Subuh dengan membaca surat Al-fatihah dan ayat ayat yang dibaca setelahnya tidak dijaherkan (dikeraskan). Dan apabila gerhana Bulan maka dikeraskan seperti Shalat Maghrib, Isya, atau seperti Shalat Jum’at.

    💠 DISUNNAHKAN MELAKSANAKAN DUA KHUTBAH SETELAH SHALAT GERHANA

    📌 PERKUAT & SIMAK RINCIAN MATERI MELALUI LINK VIDEO DIBAWAH INI 👇🏻
    https://youtu.be/zfNpCEwuZP4

    Baca Juga
    Pelajaran ke-45: Shalat Sunnah Yang Dilakukan Secara Berjamaah, Bagian 2

    Pelajaran ke-47: Shalat Sunnah Yang Dilakukan Secara Berjamaah, Bagian 4

    ➖➖➖➖➖
    Jika Ada yang Ingin Ditanyakan dari Hasil Pemaparan Materi, Silahkan Diajukan Dengan Mengisi Google Form Berikut:
    https://forms.gle/WQaeJsN4Ns1Nu63y9

    ➖➖➖➖➖
    💭 Bagikan manfaat dan ringkasan materi anda dengan Hashtag #WadiMubarak dan Tag akun Official Bimbel SaQu & Islamic Center Wadi Mubarak di Instagram atau di Facebook

    ➖➖➖➖➖
    Find Us On :
    Instagram;
    •Graha Qur’an : https://instagram.com/grahaquran_wm?utm_medium=copy_link
    •ICWM : https://instagram.com/ic_wadimubarak?igshid=16yvuiperya78
    •Nur Ramadhan : https://instagram.com/nurramadhan_wisata?utm_medium=copy_link
    •Anugerah Wisata : https://instagram.com/acm.anugerahwisata?utm_medium=copy_link
    🔗 Web : https://wadimubarak.com

  • 8 (Delapan) Golongan Yang Disukai Allah ﷻ Tertulis Dalam Al-Qur’an Al-Karim (Bag. 1)

    8 (Delapan) Golongan Yang Disukai Allah ﷻ Tertulis Dalam Al-Qur’an Al-Karim (Bag. 1)

    Sungguh beruntung orang-orang yang termasuk dalam golongan yang disukai Allah ﷻ ini. Karena ketika Allah ﷻ menyukai suatu golongan maka akan banyak kebaikan dan rahmat yang Allah ﷻ limpahkan kepadanya.

    Dalam Al-Qur’an, Allah ﷻ telah memberitahukan 8 (delapan) golongan yang disukai oleh-Nya. Dan sepatutnya umat Islam berlomba-lomba untuk masuk dalam golongan tersebut.

    Golongan apa sajakah itu?

    1. Golongan orang yang bersih (Al-Muththohhirun)

    Yaitu orang-orang yang selalu menjaga dirinya dari hadats besar dan kecil, dan jika berhadats maka ia segera membersihkannya.

    لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا ۚ لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا ۚ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ

    “Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.” (At-Taubah: 108)


    وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

    “Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”
    (Al-Baqarah: 222)

    Baca juga Informasi Pendaftaran MAHABBAH Boarding School Program Tahfizh Tingkat SMP-SMA Putri

    2. Allah menyukai orang yang bertawakal kepadaNya (Al-Muttawakkilun)

    Ibnu Jarir At-Thobari dalam tafsirnya menjelaskan makna tawakkal. Yaitu ridho dengan ketetapan Allah ﷻ, tunduk pada segala keputusan-Nya.

    Semakna dengan itu adalah bermakna membebaskan diri dari segala ketergantungan selain Allah dan menyerahkan keputusan atas segala sesuatunya hanya kepada Allah SWT. Hal ini pula yang membuat tawakal disebut sebagai perbuatan menyerahkan segala perkara, ikhtiar, dan usaha kita kepada Allah SWT.

    فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

    “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”
    (Ali Imran: 159)

    Baca juga: Dunia: Manis Dan Hijau

    3. Allah menyukai orang yang berbuat adil (Al-Muqsithun)

    Al-Qisthu semakna dengan al-‘adlu dan al-wazn. Dalam KBBI, adil adalah (1) sama berat, tidak berat sebelah, tidak memihak (2) berpihak kepada yang benar; berpegang pada kebenaran. (3) sepatutnya; tidak sewenang-wenang.

    Ibnu ‘Utsaimin dalam tafsirnya menjelaskan makna al-qithu, yaitu melihat suatu permasalahan dari inti masalahnya, bukan berdasarkan siapa yang membawa masalah tersebut

    لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

    “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”
    (Al-Mumtahanah: 8)

    سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ أَكَّالُونَ لِلسُّحْتِ ۚ فَإِنْ جَاءُوكَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ أَوْ أَعْرِضْ عَنْهُمْ ۖ وَإِنْ تُعْرِضْ عَنْهُمْ فَلَنْ يَضُرُّوكَ شَيْئًا ۖ وَإِنْ حَكَمْتَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

    “Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram. Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (untuk meminta putusan), maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka, atau berpalinglah dari mereka; jika kamu berpaling dari mereka maka mereka tidak akan memberi mudharat kepadamu sedikitpun. Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka dengan adil, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.”
    (Al-Ma’idah: 42)

    وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا ۖ فَإِنْ بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَىٰ فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّىٰ تَفِيءَ إِلَىٰ أَمْرِ اللَّهِ ۚ فَإِنْ فَاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا ۖ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

    “Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.”
    (Al-Hujurat: 9)

    Baca juga Pembatal-Pembatal Shalat (Seri Madrasah Fiqh Online)

    4. Allah menyukai orang yang sabar (Ash-Shobirun)

    Definisi sabar menurut Ibnu Qayyim al-Jauzi adalah menahan diri dari rasa gelisah, cemas dan amarah; menahan lidah dari keluh kesah, menahan tubuh dari kekacauan.

    Sedangkan menurut M. Quraish Shihab, sabar adalah menahan diri atau membatasi jiwa dari keinginan demi mencapai sesuatu yang baik atau lebih baik.

    وَكَأَيِّنْ مِنْ نَبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ

    “Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.”
    (Ali ‘Imran: 146)

    Bersambung Bagian 2

    Dapatkan Informasi terkini dengan mengikuti saluran ICWM di https://whatsapp.com/channel/ICWM

  • Shalat Sunnah Yang Dilakukan Secara Berjamaah – Bagian 2

    🕌 Program Madrasah Online Fiqih – Wadi Mubarak
    📚 Pelajaran ke-45
    🗓️ Hari (Senin), Tanggal 12 Rabi’ul Awwal 1443 H / 18 Oktober 2021 M

    🔰 (Tema | Shalat Sunnah Yang Dilakukan Secara Berjamaah – Bagian 2) 🔰

    🌐 Sub Materi: SHALAT ‘IED
    Oleh Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I.

    💠 Waktu Pelaksanaannya
    Sejak Matahari Terbit Setinggi Tombak Sampai Sebelum Tergelincirnya Matahari

    💠 Pelaksanaan Shalat ‘Ied
    🔸 Terdiri dari 2 Rakaat;
    – Pada rakaat pertama, disunnahkan melakukan 7 kali takbir diluar takbiratul ihram.
    – Pada rakaat kedua, disunnahkan melakukan 5 kali takbir diluar takbir Intiqal (Takbir perpindahan dari rakaat pertama ke rakaat kedua)
    – Disunnahkan pada rakaat pertama setelah membaca surat Al-Fatihah untuk membaca Surat Qaaf. Dan disunnahkan pada rakaat kedua setelah membaca surat Al-Fatihah membaca surat Al-Qamar.

    🔸 Disunnahkan 2 Khutbah setelah Shalat ‘Ied

    📌 PERKUAT & SIMAK RINCIAN MATERI MELALUI LINK VIDEO DIBAWAH INI 👇🏻
    https://youtu.be/OVRe2FEaq6o

    Baca Juga
    Pelajaran ke-44: Shalat Sunnah Yang Dilakukan Secara Berjamaah, Bagian 1

    Pelajaran ke-46: Shalat Sunnah Yang Dilakukan Secara Berjamaah, Bagian 3

    ➖➖➖➖➖
    Jika Ada yang Ingin Ditanyakan dari Hasil Pemaparan Materi, Silahkan Diajukan Dengan Mengisi Google Form Berikut:
    https://forms.gle/WQaeJsN4Ns1Nu63y9

    ➖➖➖➖➖
    💭 Bagikan manfaat dan ringkasan materi anda dengan Hashtag #WadiMubarak dan Tag akun Official Bimbel SaQu & Islamic Center Wadi Mubarak di Instagram atau di Facebook

    ➖➖➖➖➖
    Find Us On :
    Instagram;
    •Graha Qur’an : https://instagram.com/grahaquran_wm?utm_medium=copy_link
    •ICWM : https://instagram.com/ic_wadimubarak?igshid=16yvuiperya78
    •Nur Ramadhan : https://instagram.com/nurramadhan_wisata?utm_medium=copy_link
    •Anugerah Wisata : https://instagram.com/acm.anugerahwisata?utm_medium=copy_link
    🔗 Web : https://wadimubarak.com

  • Dunia: Manis Dan Hijau

    Dunia: Manis Dan Hijau

    عن أبي سعيد الخدري -رضي الله عنه- قال: قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم (إنَّ الدُّنيا حلوةٌ خَضِرة، وإنَّ الله مُستخلفكم فيها، فينظر كيف تعملُون؟ فاتقوا الدُّنيا، واتَّقُوا النِّساء؛ فإنَّ أوَّل فِتنة بني إسرائيل كانت في النِّساء) رواه مسلم

    Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau. Dan sesungguhnya Allah telah menguasakannya kepadamu sekalian. Kemudian Allah menunggu (memperhatikan) apa yang kamu kerjakan (di dunia itu). Karena itu takutilah dunia dan takutilah wanita, karena sesungguhnya sumber bencana Bani Isarail adalah wanita.”
    (HR. Muslim)

    “Dunia itu manis dan hijau.” Artinya, dunia itu manis rasanya, penuh kelezatan dan kenikmatan. Dan hijau adalah bahwa dunia indah dipandang dan bisa menyegarkan mata.

    Jika ada sesuatu yang manis rasanya dan hijau berada di depan mata, maka mata akan menangkapnya terlebih dahulu dan setelah itu barulah jiwa yang akan berusaha mencapainya.

    Baca juga: Informasi Pendaftaran MAHABBAH BOARDING SCHOOL Program Tahfizh Tingkat SMP-SMA Putri

    Dan apabila keduanya sudah berpadu, antara kesenangan mata dan jiwa maka dikhawatirkan seseorang akan terjerumus ke dalamnya. Terjerumus dalam tipu daya dan kesibukan dunia.

    Dalam hadits ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberitahukan kepada umatnya bahwa Allah subhanallahu wa ta’ala telah menunjuk manusia sebagai khalifah di bumi, mendiami bumi sehingga manusia dapat hidup di dalamnya serta merawatnya.

    Sebagai khalifah di muka bumi pun manusia harus melakukan ketaatan kepada-Nya, menahan diri dari hawa nafsu serta tidak tertipu oleh dunia ini.

    Sebagaimana Firman Allah subhanallahu wa ta’ala:

    فَلا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ

    “…maka janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kehidupan dunia, dan jangan sampai kamu treperdaya oleh penipu dalam (menaati) Allah”
    (QS. Luqman: 33)

    Dunia ini memiliki penampilan yang begitu mempesona, tetapi kenyataannya adalah sebaliknya.

    Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memperingatkan kepada umatnya bahwa dunia bukanlah tempat tinggal yang abadi. Karena itu, jadikan hidup di dunia ini seolah-olah hanyalah seorang musafir dengan tujuan akhir adalah kehidupan akhirat.

    Baca juga: Bercanda Tapi Bohong Hati-Hati

    Bagi seorang muslim, dunia tak lebih dari sebuah penjara karena ia tidak bisa bebas sepuas-puasnya. Ia juga tidak bisa mengumbar nafsu semaunya. Ada aturan yang membatasi.

    Jika ia melewati batas itu, ia akan terjungkal sedalam-dalamnya ke lembah kenistaan yang berujung penyesalan.

    Namun, sebaliknya, bagi orang kafir dunia ini adalah kesenangannya. Dunia ini adalah ‘surga’nya. Ia bebas melakukan apa saja semaunya; tak ada yang melarang. Begitulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan, dalam sabdanya;

    الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ

    “Dunia itu penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir” 
    (HR. Muslim).

    Semua bentuk kelezatan dunia merupakan ujian dan cobaan. Tetapi yang terbesar dan terkuat dari semua cobaan adalah fitnah wanita, karena fitnah (cobaan) mereka sangat besar.

    Baca juga: Pendaftaran Pendidikan Guru Tahfizh Anak Usia Dini Angkatan XVI

    Setidak-tidaknya, wanita mendorong seorang pria untuk mencintai dunia. Di samping itu, sering kali terjadi pelanggaran yang haram, pembunuhan, dan permusuhan disebabkan oleh wanita.

    Jika diamnya saja seorang wanita dapat menggoda kaum lelaki, apalagi gerakannya? Baik dari suara maupun gerak tubuhnya tentu dapat lebih menggoda. Maka seorang muslim patut menundukkan pandangannya ketika berjumpa dengan para wanita. Dan Islam telah mensyari’atkan agar para wanita menutup semua bagian tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan.

    Hal ini sebagaimana ujian pertama yang diujikan Allah subhanallahu wa ta’ala kepada Bani Israil adalah dari seorang wanita. Maka selayaknya umat Islam tidak terjerumus sebagaimana umat terdahulu.

    Wallahu a’lam

    Penulis: Abu Samudera

  • KAJIAN QUR’ANIC PARENTING ONLINE: Bijak Dalam Mendidik Anak

    🍀 KAJIAN QUR’ANIC PARENTING ONLINE 🍀

    📓 Bijak Dalam Mendidik Anak📓

    Bijak mendidik anak, seperti apa?
    Kira-kira, pertanyaan inilah yang terbersit di dalam benak orangtua, bahkan calon orangtua.

    Anak adalah anugerah terindah yang diberikan Allah dalam sebuah keluarga.
    Kehadiran buah hati menjadi kebahagiaan tersendiri, apalagi jika kelak ia mampu membanggakan orangtua dan berguna bagi orang lain.

    Namun ada tahap yang akan terus dipelajari oleh si kecil agar bisa seperti yang diharapkan orangtua.

    Ingin menjadi orangtua bijak…?

    Ikuti Kajian Parenting Online
    Bersama
    Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I.,
    Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak

    dengan membahas;

    📑 Tema: Bijak Dalam Mendidik Anak
    🗓 Tanggal: Sabtu, 16 Oktober 2021
    📱Waktu: 20.00 WIB – Selesai
    🎥 Live on Youtube Channel Darsuna TV:
    https://youtube.com/c/DarsunaTV

    ➖➖➖➖➖➖
    .
    .
    Mari ajak keluarga, rekan, dan sahabat untuk bersama saling menimba ilmu, meningkatkan kapasitas diri dengan mengikuti majelis ilmu yang bermanfaat ini.

    ➖➖➖➖➖
    Find Us On :
    Instagram;
    •Graha Qur’an : https://instagram.com/grahaquran_wm?utm_medium=copy_link
    •ICWM : https://instagram.com/ic_wadimubarak?igshid=16yvuiperya78
    •Nur Ramadhan : https://instagram.com/nurramadhan_wisata?utm_medium=copy_link
    •Anugerah Wisata : https://instagram.com/acm.anugerahwisata?utm_medium=copy_link
    🔗 Web : https://wadimubarak.com

  • Shalat Sunnah Yang Dilakukan Secara Berjamaah – Bagian 1

    🕌 Program Madrasah Online Fiqih – Wadi Mubarak
    📚 Pelajaran ke-44
    🗓️ Hari (Kamis), Tanggal 8 Rabi’ul Awwal 1443 H / 14 Oktober 2021 M

    🔰 (Tema | SHALAT SUNNAH YANG DILAKUKAN SECARA BERJAMAAH – Bagian 1) 🔰
    Oleh Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I.

    💠 Shalat Tarawih;
    🔸 Waktu Pelaksanaannya
    🔸 Jumlah Rakaatnya

    💠 Shalat ‘Ied (Shalat Hari Raya)

    💠 Shalat Gerhana

    💠 Shalat Istisqa’ (Shalat Meminta Hujan)

    📌 PERKUAT & SIMAK RINCIAN MATERI MELALUI LINK VIDEO DIBAWAH INI 👇🏻
    https://youtu.be/Eej4x1o_ppA

    Baca Juga
    Pelajaran ke-43: Shalat Sunnah Yang Dilakukan Tidak Berjamaah

    Pelajaran ke-45: Shalat Sunnah Yang Dilakukan Secara Berjamaah, Bagian 2

    ➖➖➖➖➖
    Jika Ada yang Ingin Ditanyakan dari Hasil Pemaparan Materi, Silahkan Diajukan Dengan Mengisi Google Form Berikut:
    https://forms.gle/WQaeJsN4Ns1Nu63y9

    ➖➖➖➖➖
    💭 Bagikan manfaat dan ringkasan materi anda dengan Hashtag #WadiMubarak dan Tag akun Official Bimbel SaQu & Islamic Center Wadi Mubarak di Instagram atau di Facebook

    ➖➖➖➖➖
    Find Us On :
    Instagram;
    •Graha Qur’an : https://instagram.com/grahaquran_wm?utm_medium=copy_link
    •ICWM : https://instagram.com/ic_wadimubarak?igshid=16yvuiperya78
    •Nur Ramadhan : https://instagram.com/nurramadhan_wisata?utm_medium=copy_link
    •Anugerah Wisata : https://instagram.com/acm.anugerahwisata?utm_medium=copy_link
    🔗 Web : https://wadimubarak.com

  • Shalat Sunnah Yang Dilakukan Tidak Berjamaah

    🕌 Program Madrasah Online Fiqih – Wadi Mubarak
    📚 Pelajaran ke-43
    🗓️ Hari (Rabu), Tanggal 7 Rabi’ul Awwal 1443 H / 13 Oktober 2021 M

    🔰 (Tema |SHALAT SUNNAH YANG DILAKUKAN TIDAK BERJAMAAH) 🔰
    Oleh Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I.

    💠 Shalat Sunnah Rawatib (Qabliyyah & Ba’diyyah);
    🔸 Ghairu Muakkadah (Tidak Terlalu Ditekankan)
    🔸 Muakkadah (Yang Ditekankan)

    💠 Shalat Dhuha
    🔸 Waktu Dilaksanakannya
    🔸 Jumlah Rakaatnya

    💠 Shalat Witir;
    🔸 Waktu Dilaksanakannya
    🔸 Jumlah Rakaatnya

    💠 Shalat Tahiyyat Al-Masjid
    Yaitu Shalat 2 Rakaat Ketika Masuk ke Dalam Masjid dan Dilakukan Sebelum Duduk

    📌 PERKUAT & SIMAK RINCIAN MATERI MELALUI LINK VIDEO DIBAWAH INI 👇🏻
    https://youtu.be/D3R1RwyFVHE

    Baca Juga
    Pelajaran ke-42:
    Macam-Macam Sujud Sunnah
    Pelajaran ke-44: Shalat Sunnah Yang Dilakukan Secara Berjamaah, Bagian 1

    ➖➖➖➖➖
    Jika Ada yang Ingin Ditanyakan dari Hasil Pemaparan Materi, Silahkan Diajukan Dengan Mengisi Google Form Berikut:
    https://forms.gle/WQaeJsN4Ns1Nu63y9

    ➖➖➖➖➖
    💭 Bagikan manfaat dan ringkasan materi anda dengan Hashtag #WadiMubarak dan Tag akun Official Bimbel SaQu & Islamic Center Wadi Mubarak di Instagram atau di Facebook

    ➖➖➖➖➖
    Find Us On :
    Instagram;
    •Graha Qur’an : https://instagram.com/grahaquran_wm?utm_medium=copy_link
    •ICWM : https://instagram.com/ic_wadimubarak?igshid=16yvuiperya78
    •Nur Ramadhan : https://instagram.com/nurramadhan_wisata?utm_medium=copy_link
    •Anugerah Wisata : https://instagram.com/acm.anugerahwisata?utm_medium=copy_link
    🔗 Web : https://wadimubarak.com