Penulis: Editor Wadi Mubarak

  • Wisuda Pendidikan Guru TAUD Sahabat Qur’an – Angkatan XV

    Rabu, 17 November 2021 bertempat di Hall Islamic Center Wadi Mubarak Yayasan Sahabat Qur’an menggelar Wisuda Pendidikan Guru Anak Tahfidz Usia Dini Sahabat Qur’an (PGTAUD SaQu) Angkatan ke-XV.

    Wisuda yang dihadiri oleh seluruh peserta PG TAUD yang berjumlah 20 orang ini bersifat terbatas dan hanya dihadiri oleh tamu undangan dari Ummahat Islamic Center Wadi Mubarak, musyrifah dan guru-guru TAUD SaQu.

    Program Pendidikan PG TAUD SaQu yang digelar selama 3 bulan ini, telah melahirkan wisudawati selain telah menguasai Tahaji, juga telah melampaui Target Hapalan 3 juz yaitu juz 30,29, dan 28.

    Selain target hafalan yang diberikan kepada para peserta, mereka juga telah mempelajari Bahasa Arab Dasar, Tuhfatul Athfal (Nadzam Ilmu Tajwid), At Tibyan atau Bayan tentang Tahsin dan Tajwid Al Quran, Dalil Muallim atau Metode Pengajaran, Psikologi Anak, Psikologi Perkembangan, Manajemen Pendidikan TAUD SaQu, Pengelolaan Kelas, Macro Teaching dan Micro Teaching, serta Communication Skill.

    Pembukaan wisuda ini dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an & Khotmatut tilawah yang dibacakan oleh siswa dan siswi TAUD SaQu Wadi Mubarak.

    Dilanjutkan dengan prosesi wisuda yang dimulai dengan ikrar janji PG TAUD SaQU yang menyatakan kesiapan dalam menjaga amanah dakwah Al-Qur’an berupa mengajarkannya dan menjaga akhlakul karimah.

    Turut hadir, Ustadz Muhammad Ruslan memberikan sambutan mewakili Ketua Yasaqu serta tausiyah dari Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak K.H. Dr. Didik haryanto, Lc., M.P.I, melalui rekaman suara dari Makkah Mukarramah yang diperdengarkan kepada para hadirin.

    Tak luput pula testimoni salah seorang peserta PG TAUD Angkatan 15, disampaikan oleh ukhtina Syella Oktavioni juga penganugerahan cindramata kepada Peserta PG TAUD 15 yang berprestasi.

    Selamat berjuang di daerah masing-masing untuk mendakwahkan Al-Qur’an dan sunnah. Luruskan niat Lillahitaa’la, insyaallah amal jariyah yang akan terus mengalir menanti kalian.

    Barakallahu fikum jamian alumni PG TAUD XV.

    Simak Momentum Berharga: Wisuda Angkatan XV Pendidikan Guru Tahfizh Anak Usia Dini (PG-TAUD) Wadi Mubarak

    🔶PG TAUD SaQu jalan pintas Anda mewujudkan sekolah TAUD SaQu unggulan di kota Anda, agar tercipta generasi rabbani.🔶

    🟣Yayasan Sahabat Qur’an Wadi Mubarak membuka peluang kemitraan pendidikan (Tahfidz Anak Usia Dini Sahabat Qur’an – TAUD SaQu) dengan biaya terjangkau.

    Ambil kesempatan sekarang juga untuk mengikuti PGTAUD angkatan XVI dan XVII periode tahun 2021-2022

    🟣Daftar segera dengan menghubungi link WA berikut ini : ⤵️⤵️⤵️
    http://wa.me/6287868191192

  • 7 (Tujuh) Amalan Mengalirkan Pahala Terus Menerus

    Amal jariyah merupakan suatu amalan yang pahalanya akan terus mengalir meskipun orang yang mendapatkan amal kebaikan tersebut sudah lama meninggalkan dunia.

    Namun kebaikan yang dilakukan semasa hidupnya dahulu akan terus mendatangkan kebaikan baginya dan mengalirkan pahala kepada pelakunya.

    Hadis tentang amal jariyah yang populer dari Abu Hurairah menerangkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

    إذا مات ابنُ آدمَ انقطع عملُه إلا من ثلاثٍ : صدقةٍ جاريةٍ أو علمٍ يُنتفَعُ به أو ولدٌ صالحٌ يدعو له

    “Apabila anak Adam (manusia) wafat, maka terputuslah semua (pahala) amal perbuatannya kecuali tiga macam perbuatan, yaitu sedekah jariah, ilmu yang berman­faat, dan anak saleh yang mendoakannya”
    (HR. Muslim).

    Selain hadits di atas, ada pula hadits mengenai 7 (tujuh) amalan yang tidak terputus pahala bagi pelakunya yang di riwayatkan oleh Ibnu Majah:

    عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إنَّ مِمَّا يلحقُ المؤمنَ من عملِهِ وحسناتِه بعدَ موتِه عِلمًا علَّمَه ونشرَه وولدًا صالحًا ترَكَه ومُصحفًا ورَّثَه أو مسجِدًا بناهُ أو بيتًا لابنِ السَّبيلِ بناهُ أو نَهرًا أجراهُ أو صدَقةً أخرجَها من مالِه في صِحَّتِه وحياتِه يَلحَقُهُ من بعدِ موتِهِ

    Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ  bersabda:
    “Sesungguhnya yang didapati oleh orang yang beriman dari amalan dan kebaikan yang ia lakukan setelah ia mati adalah: Ilmu yang ia ajarkan dan sebarkan. Anak sholeh yang ia tinggalkan. Mushaf Al-Qur’an yang ia wariskan. Masjid yang ia bangun. Rumah bagi ibnu sabil (musafir yang terputus perjalanan) yang ia bangun. Sungai yang ia alirkan. Sedekah yang ia keluarkan dari harta ketika ia sehat dan hidup. Semua itu akan dikaitkan dengannya setelah ia mati.”

    (HR. Ibnu Majah)

    Jika dijabarkan dari hadits di atas ketujuh amalan tersebut adalah:

    1. Ilmu yang ia ajarkan dan sebarkan, yaitu dengan cara menunjukkan atau mengirimkannya kepada orang lain dalam bentuk apapun. Baik dalam bentuk pengajaran maupun berupa tulisan-tulisan.

    2. Anak sholeh yang ia tinggalkan, dalam riwayat lain “Anak sholeh yang mendoakannya” yaitu ketika seorang anak yang sholeh mengerjakan suatu kebaikan maka pahala dari perbuatan itu pun akan mengalir kepada orangtuanya.

    3. Mushaf Al-Qur’an yang ia wariskan, yaitu Al-Qur’an yang ia miliki lalu diwariskan kepada ahli waris atau pun Al-Qur’an yang ia wakafkan untuk umat Islam.

    4. Masjid yang ia bangun, yaitu membangun dengan harta sendiri maupun ia ikut membangun dengan tenaganya.

    5. Rumah bagi ibnu sabil yang ia bangun, yaitu membangun rumah untuk persinggahan para ibnu sabil / musafir baik yang dikenal olehnya maupun yang tidak.

    6. Sungai yang ia alirkan, yaitu membuat aliran sungai walau kecil hingga air akan mengalir darinya sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh orang banyak.

    7. Sedekah yang ia keluarkan dari hartanya ketika ia sehat dan hidup, yaitu sedekah dari hartanya baik sedekah yang ia niatkan untuk beramal jariyah maupun tidak. Karena dengan sedekah tersebut banyak orang mendapatkan manfaatnya walau setelah kematiannya.

    Penulis: Abu Samudera
    Referensi: Dorar.net

  • Hal-hal Yang Perlu Dilakukan Terhadap Mayyit

    🕌 Program Madrasah Online Fiqih – Wadi Mubarak
    📚 Pelajaran ke-58
    🗓️ Hari (Selasa), Tanggal 4 Rabiul Akhir 1443 H / 9 November 2021 M

    🔰 (Tema | Hal-hal yang Perlu Dilakukan Terhadap Mayyit.) 🔰
    🎙️ Oleh Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I.

    💠 Hal-hal Wajib.

    🔸 Memandikan mayyit (minimal mengguyur badan secara merata dengan air sebanyak sekali), seyogyanya airnya dicampur daun bidara.
    🔸 Mengkafani mayyit (minimal dengan kain kafan yang menutupi seluruh tubuh).
    🔸 Menshalatkan mayyit.
    🔸 Menguburkannya (minimal aroma dari mayyit tidak tercium dan aman dari terkaman binatang buas).
    • Mayyit dimasukkan melalui arah utara dan menghadap ke barat (kiblat)
    • Dianjurkan bagi yang menguburkan membaca Bismillah wa’ala millati Rasulullah ﷺ
    • Tidak ada anjuran untuk membangun diatasnya atap dan sebagainya

    💠 Hal-hal Sunnah.

    🔸 Ketika sakit.
    • Menjenguknya
    • Mengingatkan untuk bertaubat dan wasiat lainnya
    🔸 Ketika mendekati ajal.
    • Membasahi kerongkongannya
    • Membasahi dua bibirnya
    • Mentalqin (menuntun) syahadat
    • Mengarahkannya kekiblat
    🔸 Ketika Meninggal.
    • Memejamkan kedua matanya
    • Merilekskan persendiannya
    • Melepas pakaiannya
    • Mempercepat proses pengurusanya
    • Menghibur keluarga yang terkena musibah
    • Ziarah ke kuburannya, sembari mengucapkan “Assalamualaikum yaa ahladdiyar”

    📌 PERKUAT & SIMAK RINCIAN MATERI MELALUI LINK VIDEO DIBAWAH INI 👇🏻
    https://youtu.be/14S_1naEPdY

    Baca Juga:
    Pelajaran ke-57: Shalat Jenazah

    ➖➖➖➖➖
    Jika Ada yang Ingin Ditanyakan dari Hasil Pemaparan Materi, Silahkan Diajukan Dengan Mengisi Google Form Berikut:
    https://forms.gle/WQaeJsN4Ns1Nu63y9

    ➖➖➖➖➖
    💭 Bagikan manfaat dan ringkasan materi anda dengan Hashtag #WadiMubarak dan Tag akun Official Bimbel SaQu & Islamic Center Wadi Mubarak di Instagram atau di Facebook

    ➖➖➖➖➖
    Find Us On :
    Instagram;
    •Graha Qur’an : https://instagram.com/grahaquran_wm?utm_medium=copy_link
    •ICWM : https://instagram.com/ic_wadimubarak?igshid=16yvuiperya78
    Web : https://wadimubarak.com

  • Workshop Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak

    Belasan peserta workshop, yang tidak lain adalah para dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak (STIU WM), berkeliling ruangan untuk menemui dan berdiskusi satu sama lain. Pada sesi yang disebut teknik diskusi komedi-putar tersebut, mereka berdiskusi untuk membedah satu contoh proposal penelitian. Sesi itu merupakan satu di antara kegiatan-kegiatan pada acara “Workshop Penelitian” yang dilaksanakan pada Senin dan Selasa (1-2/11) oleh STIU WM.

    Baca juga 40 Mahasiswa Penghafal Al-Qur’an STIU Wadi Mubarak Diwisuda

    Workshop tersebut dibuka dengan penyegaran kembali materi tentang hakikat ilmu pengetahuan yang diberikan oleh Ustadz Dr. Abdul Rauf Haris, S.Sos., M.Pd.I. Setelah itu, oleh pemateri yang sama, materi dilanjutkan dengan topik seputar penelitian seperti masalah penelitian, metode ilmiah, judul penelitian, kerangka teoritis, kerangka pemikiran, pemanfaatan zottero, PUEBI, dan materi-materi seputar metodologi Ilmu Al-Quran dan Tafsir.

    Acara yang dilangsungkan di salah satu villa di sekitaran puncak akan terus dilanjutkan di Kampus STIU Wadi Mubarak. Acara ini sudah diadakan sejak tahun lalu dan kemungkinan akan menjadi kegiatan rutin tahunan dalam rangka penyegaran dan pembekalan materi bagi dosen-dosen STIU Wadi Mubarak sekaitan tugasya sebagai dosen pembimbing skripsi.

    Baca juga STIU WM Adakan Sidang Skripsi Perdana

    Sasaran dari workshop tersebut adalah kalangan internal kampus, terutama sekali dosen-dosen pembimbing skripsi. Menurut Irfan Maulana, Staff Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIU WM, diharapkan dengan acara ini, penulisan tugas akhir mahasiswa pada tahun ini bisa berlangsung dengan lebih baik melalui bimbingan para dosennya. (ARH)

  • Shalat Jenazah

    🕌 Program Madrasah Online Fiqih – Wadi Mubarak.
    📚 Pelajaran ke-57
    🗓️ Hari (Senin), Tanggal 3 Rabi’ul Awwal 1443 H / 8 November 2021 M

    🔰 (Tema | Shalat Jenazah.) 🔰
    🎙️ Oleh Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I.

    💠 Shalat Jenazah.

    🔸 Hukum shalat jenazah: fardhu kifayah

    💠 Syarat-Syarat.

    🔸 Sebagaimana syarat shalat pada umumnya
    🔸 Posisi dalam shalat tidak mendahului jenazah
    🔸 Terlebih dahulu dimandikan sebelum dishalatkan

    💠 Fardhu/Rukun.

    🔸 Niat
    🔸 Berdiri
    🔸 4 takbir
    🔸 Membaca Al-fatihah
    🔸 Shalawat kepada Nabi ﷺ setelah takbir kedua
    🔸 Do’a untuk mayyit setelah takbir ketiga

    💠 Sunnah.

    🔸 Berdo’a sesuai tuntunan yang diajarkan Rasulullah ﷺ
    🔸 Mengangkat tangan pada setiap takbir (madzhab Imam Asy-syafi’i)
    🔸 Salam yang kedua
    🔸 Berdo’a setelah takbir keempat

    📌 PERKUAT & SIMAK RINCIAN MATERI MELALUI LINK VIDEO DIBAWAH INI 👇🏻
    https://youtu.be/qA9hbmhoXGc

    Baca Juga:
    Pelajaran ke-56: Dua Khutbah Sebelum Shalat Jum’at

    Pelajaran ke-58: Hal-Hal Yang Perlu Dilakukan Terhadap Mayyit

    ➖➖➖➖➖
    Jika Ada yang Ingin Ditanyakan dari Hasil Pemaparan Materi, Silahkan Diajukan Dengan Mengisi Google Form Berikut:
    https://forms.gle/WQaeJsN4Ns1Nu63y9

    ➖➖➖➖➖
    💭 Bagikan manfaat dan ringkasan materi anda dengan Hashtag #WadiMubarak dan Tag akun Official Bimbel SaQu & Islamic Center Wadi Mubarak di Instagram atau di Facebook

    ➖➖➖➖➖
    Find Us On :
    Instagram;
    •Graha Qur’an : https://instagram.com/grahaquran_wm?utm_medium=copy_link
    •ICWM : https://instagram.com/ic_wadimubarak?igshid=16yvuiperya78
    Web : https://wadimubarak.com

  • Pendaftaran Wisata Qur’an Wadi Mubarak

    📬 LIBURAN ASYIK & BERKUALITAS 📬
    DENGAN AL-QUR’AN
    BERSAMA
    ✨ WISATA QUR’AN – WADI MUBARAK ✨

    🌐 INFORMASI & PENDAFTARAN 🌐
    📲 https://tinyurl.com/PendaftaranWisataQuranWM

    🔊 Dibuka Pendaftaran Peserta Wisata Qur’an – Wadi Mubarak
    Rasakan indahnya berlibur bersama Al-Qur’an dengan mengikuti Program Wisata Qur’an yang diselenggarakan oleh Yayasan Sahabat Qur’an (YASAQU) Wadi Mubarak.

    Dibimbing langsung oleh para pengajar profesional yang berwawasan luas & dalam di bidang ilmu Al-Qur’an.

    Para pengajar ini semuanya adalah para alumni yang telah menyelesaikan pendidikannya di Islamic Center Wadi Mubarak.

    📖 MATERI PEMBELAJARAN 📖

    1. TAHSIN DAN TAHFIDZ
    Belajar Al-Qur’an mulai dari Tahsin sampai dengan Tahfizh dengan metode Talaqqi, yaitu pengajar bertatap muka langsung dengan murid.

    2. BIMBINGAN IBADAH HARIAN
    Bimbingan ibadah harian sesuai dengan Sunnah Nabi Muhammad ﷺ.

    3. TADABBUR AL-QUR’AN
    Bimbingan belajar yang mempunyai tujuan untuk mengkaji dan memahami lebih dalam makna yang terkandung di dalam Ayat-Ayat Al-Qur’an dan pesan yang Allah ﷻ sampaikan kepada kita, sehingga menjadikan ibadah kita jauh lebih berkualitas.

    4. OUTBOND
    Berwisata lebih asyik dengan game-game menarik penunjang kegiatan belajar.

    💌 ALASAN MENGAPA HARUS MENGIKUTI WISATA QUR’AN!! 💌

    1. Belajar Al-Qur’an dengan pengajar yang berkompeten di bidang Al-Qur’an.
    2. Menjadikan liburan keluarga jauh lebih berkualitas dengan memaksimalkan waktu bersama Al-Qur’an.
    3. Belajar sambil bermain (outbond)

    🔖 FASILITAS
    • Bertempat di Hotel / Villa
    • Sangat Cocok untuk Personal, Keluarga, Lembaga dan Komunitas
    • Kolam Renang
    • Makan 3X sehari


    🕰️ MASA PENDAFTARAN
    01 – 30 NOVEMBER 2021

    📣 Tunggu Apalagi…
    Segera klik link dibawah ini untuk ikut serta bergabung dalam Program Wisata Qur’an

    🌐 INFORMASI & PENDAFTARAN 🌐
    📲 https://tinyurl.com/PendaftaranWisataQuranWM        

    ••• ════ ◇✿•࿐•✿◇ ════ •••⁣

    ↪️ Mari mengambil kesempatan amal jariyah dengan ikut membagikan info Program Wisata Quran ini sebanyak-banyaknya

    ••• ════ ◇✿•࿐•✿◇ ════ •••⁣

    Find Us On :
    Instagram;
    •ICWM : https://instagram.com/ic_wadimubarak?igshid=16yvuiperya78
    •Graha Qur’an : https://instagram.com/grahaquran_wm?utm_medium=copy_link
    •Nur Ramadhan : https://instagram.com/nurramadhan_wisata?utm_medium=copy_link
    •Anugerah Wisata : https://instagram.com/acm.anugerahwisata?utm_medium=copy_link
    🔗 Web : https://wadimubarak.com

  • Menempuh Ma’rifatullah: Kunci Kebahagian Hidup

    Seorang muslim yang menginginkan kebahagian hidup wajib untuk berusaha mengenal dan dekat kepada Allah ﷻ sehingga timbullah rasa cinta, pengagungan dan pemuliaan.

    Mengapa harus diawali dengan mengenal Allah ﷻ? Sesungguhnya, semua masalah yang menerpa manusia, mulai dari ketidaktenangan hidup, resah, gelisah, stres, semua itu berakar dari kegagalan diri dalam mengenal Allah ﷻ dengan baik dan benar.

    Padahal jika mengenal Allah ﷻ, hidup kita jauh lebih nyaman dan tenang. Ada juga kesedihan dan kegelisahan, namun, urusannya bukan urusan duniawi, tetapi karena takut tidak bisa dekat dengan Sang Maha Pencipta dan takut tidak mendapatkan ridhaNya.

    Oleh karena itu, bersungguhlah untuk mengenal Allah ﷻ, kesungguhan itu kita buktikan dengan menjadikan Allah ﷻ sebagai nomor satu dan sebagai prioritas untuk kita kenal sebelum ataupun setelah mengenal mahlukNya. Jauhkan diri kita dari hal-hal tidak bermanfaat dan memalingkan kita dari mengingat Allah ﷻ.

    Baca juga: 40 Mahasiswa Penghafal Al-Qur’an STIU Wadi Mubarak Diwisuda

    Sebagaimana dalam hadist yang disampaikan oleh Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah ﷺ  bersabda:

    من حسنِ إسلامِ المَرءِ تركُه ما لا يعنيه

    “Salah satu kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat bagi dirinya“
    (HR. At-Tirmidzi dan Ibn Hibban)

    Ingat kepada Allah adalah hal paling utama dalam hidup, maka jangan menghabiskan kehidupan kita sepenuhnya terpaku pada hal-hal duniawi seperti: ingat uang, ingat gadget, ingat FB, medsos dan sejenisnya.

    Saudaraku, bukankah hakikat hidup kita adalah untuk beribadah kepada Allah ﷻ.

    وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

    “Dan aku tidak menciptakan Jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”
    (Qs.Adz-Dzariyat:56).

    Bagaimana kita bisa baik dan benar dalam ibadah jikalau kita tidak mengenalnya?

    Simak: Seri Qur’anic Parenting: Rambu-Rambu Penting Dalam Mendidik Anak

    Lalu bagaimana caranya agar kita bisa semakin kenal dan dekat dengan Allah ﷻ?

    Pertama, melalui doa, yaitu permintaan diri dengan sungguh-sungguh agar Allah ﷻ berkenan menjadikan kita kenal kepadaNya. Doa adalah senjata orang-orang yang beriman. Dengan banyak berdoa, kita akan semakin mengenal Allah ﷻ dan mengenal diri kita yang serba kekurangan tanpa pertolongan dariNya.

    Kedua, dengan mencari ilmu tentang Allah ﷻ. Ilmu akan menjadikan hidup kita terang benderang, maka seriuslah dalam mengkaji ilmu tentang Allah ﷻ, hadiri majlis ilmu atau mencari guru yang kompeten dalam membimbing atau mengarahkan kita untuk sampai pada derajat ma’rifatullah.

    Ketiga, berusaha mengamalkan ilmu yang sudah kita dapatkan. Sesederhana apapun ilmu yang kita miliki, tapi kalau diamalkan, Allah ﷻ pasti akan terus menambahkannya.

    Adapun yang keempat, adalah menjauhi aneka maksiat dan kesombongan. Maksiat sekecil apapun akan menjauhkan kita dari cahaya Allah ﷻ, mengurangi kecerdasan dan menambah kemalasan untuk dekat denganNya. Demikian pula dengan kesombongan, dia akan menghalangi kita dari kebenaran.

    Maka dari itu kunci kebahagiaan hidup yang hakiki adalah dengan mengenal Allah, apapun masalah yang kita hadapi mulai dari kesulitan rezeki maka Allah ﷻ adalah jawabannya, “Ar-Razzaq” (Maha Pemberi Rezeki).

    Ketika kesulitan belajar maka Allah ﷻ jawabannya, “Al-‘Alim” (Maha Mengetahui), dan segala kehidupan apapun maka kita harus menggantungkan urusan kita kepada Allah ﷻ.

    Wallahu’alam

    Penulis: Hafidz NZ
    Editor: Al.Choer

  • Dua Khutbah Sebelum Shalat Jum’at

    🕌 Program Madrasah Online Fiqih – Wadi Mubarak
    📚 Pelajaran ke-56
    🗓️ Hari (Kamis), Tanggal 28 Rabi’ul Awwal 1443 H / 4 November 2021 M

    🔰 (Tema | Dua Khutbah Sebelum Shalat Jum’at) 🔰
    🎙️ Oleh Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I.

    💠 Syarat Khutbah.

    🔸 Suci dari hadats
    🔸 Menutup aurat
    🔸 Duduk diantara dua khutbah
    🔸 Suci dari najis
    🔸 Berdiri bagi yang mampu
    🔸 Bersegera antara dua khutbah yang pertama dan yang kedua
    🔸 Berurutan antara dua khutbah dan shalat
    🔸 Rukun khutbah diucapkan dengan Bahasa Arab (madzhab Imam Asy-syafi’i)
    🔸 Didengarkan minimal 40 orang
    🔸 Dilaksanakan pada waktu dzuhur

    💠 Rukun Khutbah.

    🔸 Membaca hamdalah dalam dua khutbah
    🔸 Shalawat kepada Rasulullah ﷺ
    🔸 Wasiat taqwa dalam dua khutbah
    🔸 Membaca ayat Al-Qur’an pada salah satu khutbah
    🔸 Berdo’a untuk umat islam, terutama pada khutbah yang kedua

    📌 PERKUAT & SIMAK RINCIAN MATERI MELALUI LINK VIDEO DIBAWAH INI 👇🏻
    https://youtu.be/B2InGIzUmTg

    Baca juga
    Pelajaran ke-55: Shalat Jum’at
    Pelajaran ke-57: Shalat Jenazah

    ➖➖➖➖➖
    Jika Ada yang Ingin Ditanyakan dari Hasil Pemaparan Materi, Silahkan Diajukan Dengan Mengisi Google Form Berikut:
    https://forms.gle/WQaeJsN4Ns1Nu63y9

    ➖➖➖➖➖
    💭 Bagikan manfaat dan ringkasan materi anda dengan Hashtag #WadiMubarak dan Tag akun Official Bimbel SaQu & Islamic Center Wadi Mubarak di Instagram atau di Facebook

    ➖➖➖➖➖
    Find Us On :
    Instagram;
    •Graha Qur’an : https://instagram.com/grahaquran_wm?utm_medium=copy_link
    •ICWM : https://instagram.com/ic_wadimubarak?igshid=16yvuiperya78
    Web : https://wadimubarak.com

  • Shalat Jum’at

    🕌 Program Madrasah Online Fiqih – Wadi Mubarak
    📚 Pelajaran ke-55
    🗓️ Hari (Rabu), Tanggal 27 Rabi’ul Awwal 1443 H / 3 November 2021 M

    🔰 (Tema | Shalat Jum’at 🔰
    🎙️ Oleh Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I.

    💠 Shalat Jum’at.

    🔸 Shalat Jum’at adalah shalat yang paling utama bagi ummat Nabi Muhammad ﷺ yang diberikan oleh Allah.
    🔸 Syarat-syarat:

    👉🏻 Syarat Wajib
    1. Islam, baligh dan berakal sehat.
    2. Laki-laki.
    3. Merdeka.
    4. Menetap (mukim).
    5. Tidak sakit.

    👉🏻 Syarat Sah:
    1. Dilakukan pada tempat yang berpenghuni.
    2. Dilaksankan pada waktu dzuhur.
    3. Tidak didahului atau bersamaan dengan shalat jum’at yang lain dalam satu daerah, tanpa adanya keperluan.
    4. Jumlah jama’ah yang hadir adalah 40 orang yang wajib melaksanakn shalat jum’at.
    5. Dua khutbah sebelum shalat.

    💠 Sunnah-sunnah.

    🔸 Pergi diawal waktu dan berjalan kaki.
    🔸 Mandi bagi yang akan shalat jum’at.
    🔸 Memperbanyak do’a dan Shalawat atas Rasulullah ﷺ.
    🔸 Membaca surat Al-kahfi pada siang atau malam jum’at.
    🔸 Memakai wangi-wangian, bersiwak.
    🔸 Membaca surat Al-Jumu’ah pada rakaat pertama dan surat Al-Munafiqun pada rakaat kedua.

    💠 Yang Diharamkan.

    🔸 Menyibukkan diri dengan transaksi jual beli dan semisalnya ketika telah memasuki waktu shalat jum’at.

    📌 PERKUAT & SIMAK RINCIAN MATERI MELALUI LINK VIDEO DIBAWAH INI 👇🏻
    https://youtu.be/j8s7hRPafjw

    Baca juga
    Pelajaran ke-54: Shalat Musafir (2), Jama’

    Pelajaran ke-56: Dua Khutbah Sebelum Shalat Jum’at

    ➖➖➖➖➖

    Jika Ada yang Ingin Ditanyakan dari Hasil Pemaparan Materi, Silahkan Diajukan Dengan Mengisi Google Form Berikut:
    https://forms.gle/WQaeJsN4Ns1Nu63y9

    ➖➖➖➖➖
    💭 Bagikan manfaat dan ringkasan materi anda dengan Hashtag #WadiMubarak dan Tag akun Official Graha Qur’an & Islamic Center Wadi Mubarak di Instagram atau di Facebook

    ➖➖➖➖➖
    Find Us On :
    Instagram;
    •Graha Qur’an : https://instagram.com/grahaquran_wm?utm_medium=copy_link
    •ICWM : https://instagram.com/ic_wadimubarak?igshid=16yvuiperya78
    Web : https://wadimubarak.com

  • Shalat Musafir (2) – Jama’

    🕌 Program Madrasah Online Fiqih – Wadi Mubarak
    📚 Pelajaran ke-54
    🗓️ Hari (Selasa), Tanggal 26 Rabi’ul Awwal 1443 H / 2 November 2021 M

    🔰 (Tema | Shalat Musafir – bagian dua (Jama’) 🔰
    🎙️ Oleh Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I.

    💠 Shalat Jama’

    🔸 Mengumpulkan dua shalat dalam salah satu diantara keduanya.
    🔸 Jama’ taqdim (melaksanakannya di waktu shalat yang pertama)
    • Syarat-syaratnya
    1. Tertib
    2. Niat shalat jama’
    3. Berkesinambungan
    4. Masih dalam keadaaan musafir
    🔸 Jama’ ta’khir (mengakhirkan shalat pada waktu yang kedua)
    • Syarat-syaratnya
    1. Niat shalat jama’ sebelum keluar waktu pertama
    2. Masih dalam keadaaan musafir sampai masuk waktu yang kedua

    📌 PERKUAT & SIMAK RINCIAN MATERI MELALUI LINK VIDEO DIBAWAH INI 👇🏻
    https://youtu.be/IjndHfXe52k

    Baca juga
    Pelajaran ke-53: Shalat Musafir (Qashar)

    Pelajaran ke-55: Shalat Jum’at

    ➖➖➖➖➖
    Jika Ada yang Ingin Ditanyakan dari Hasil Pemaparan Materi, Silahkan Diajukan Dengan Mengisi Google Form Berikut:
    https://forms.gle/WQaeJsN4Ns1Nu63y9

    ➖➖➖➖➖
    💭 Bagikan manfaat dan ringkasan materi anda dengan Hashtag #WadiMubarak dan Tag akun Official Graha Qur’an & Islamic Center Wadi Mubarak di Instagram atau di Facebook

    ➖➖➖➖➖
    Find Us On :
    Instagram;
    •Graha Qur’an : https://instagram.com/grahaquran_wm?utm_medium=copy_link
    •ICWM : https://instagram.com/ic_wadimubarak?igshid=16yvuiperya78
    Web : https://wadimubarak.com