Penulis: Editor Wadi Mubarak

  • Shalat Musafir (2), Qashar

    🕌 Program Madrasah Online Fiqih – Wadi Mubarak
    📚 Pelajaran ke-53
    🗓️ Hari (Senin), Tanggal 26 Rabi’ul Awwal 1443 H / 1 November 2021 M

    🔰 (Tema | Shalat Musafir (Qashar) 🔰
    🎙️ Oleh Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I.

    💠 Shalat Musafir (1).

    🔸 Syarat-syaratnya:
    1. Mengetahui tempat yang dituju
    2. Perjalanan yang Panjang
    3. Tidak bermakmum kepada orang yang sedang menyempurnakan shalatnya.
    4. Perjalanan yang ditempuhnya bukan untuk tujuan maksiat
    5. Menjauhi hal-hal yang dapat menghapus niat Qashar.
    6. Mengetahui hukum bolehnya Qashar
    7. Masih berstatus musafir selama shalat

    🔸 Shalat Qashar: Memendekkan shalat yang jumlah awalnya 4 rakaat (dzuhur, Ashar, Isya) menjadi 2 rakaat.

    🔸 Perjalanan (shafar) adalah penggalan dari siksa/azab.

    🔸 Beberapa keringanan bagi seorang musafir:
    1. Boleh mengqashar shalat.
    2. Boleh menjama’ shalat.

    🔸 Memendekkan shalat ketika sedang shafar adalah shadaqoh dari Allah Ta’ala.

    📌 PERKUAT & SIMAK RINCIAN MATERI MELALUI LINK VIDEO DIBAWAH INI 👇🏻
    https://youtu.be/aR87OUjEy9U

    Baca juga
    Pelajaran ke-52: Mengikuti, Mendahului Dan Tertinggal Dari Imam
    Pelajaran ke-54: Shalat Musafir (2), Jama’

    ➖➖➖➖➖

    Jika Ada yang Ingin Ditanyakan dari Hasil Pemaparan Materi, Silahkan Diajukan Dengan Mengisi Google Form Berikut:
    https://forms.gle/WQaeJsN4Ns1Nu63y9

    ➖➖➖➖➖
    💭 Bagikan manfaat dan ringkasan materi anda dengan Hashtag #WadiMubarak dan Tag akun Official Graha Qur’an & Islamic Center Wadi Mubarak di Instagram atau di Facebook

    ➖➖➖➖➖
    Find Us On :
    Instagram;
    •Graha Qur’an : https://instagram.com/grahaquran_wm?utm_medium=copy_link
    •ICWM : https://instagram.com/ic_wadimubarak?igshid=16yvuiperya78
    Web : https://wadimubarak.com

  • Orang Tua Adalah Pintu Surga

    Islam sangat menghormati kedudukan orang tua, bahkan menyandingkan ketaatan kepada mereka setelah ketaatan kepada Allah subhanallahu wa ta’ala.

    Dan menjadikan kebaikan seseorang kepada orang tuanya merupakan salah satu tingkatan tertinggi dari kebajikan yang mendatangkan pahala dan kesuksesan dunia akhirat, bahkan jika kedua orang tua bukan seorang muslim.

    Baca Juga Berbakti Kepada Orang Tua

    Maka merawat orang tua adalah kewajiban seorang anak. Apalagi jika orangtua kandung sudah lansia atau terkena penyakit tua.

    وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

    “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”
    (Al-Isra’: 23)

    Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari menafsirkan ayat di atas dengan penjelasan berikut:

    لا تؤفف من شيء تراه من أحدهما أو منهما مما يتأذّى به الناس، ولكن اصبر على ذلك منهما، واحتسب في الأجر صبرك عليه منهما، كما صبرا عليك في صغرك

    “Janganlah berkata ah, jika kalian melihat sesuatu dari salah satu atau sebagian dari keduanya yang dapat menyakiti manusia. Akan tetapi bersabarlah dari mereka berdua. Lalu raihlah pahala dengan bersabar pada mereka sebagaimana mereka bersabar merawatmu di waktu kecil.”

    Setiap anak patut mengingat peran orang tua yang telah membesarkannya. Dari keridhaan orang tua, seorang anak akan mendapatkan keridhaan Allah subhanallahu wa ta’ala.

    Baca juga: Informasi Pendaftaran MAHABBAH BOARDING SCHOOL Program Tahfizh Tingkat SMP-SMA Putri

    Dalam riwayat Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

    الوالِدُ أوسَطُ أبوابِ الجَنَّةِ، فاحفَظْ ذلكَ البابَ أو دَعْهُ

    “Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Maka jagalah pintu itu atau kalian bisa tinggalkan (sia-siakan pintu itu).”

    Sehingga tak ada dalih apapun bagi seorang anak untuk tidak berbakti kepada orang tua.

    اللهم اجعل أبي وأمي من الذاكرين لك، الشاكرين لك، الطائعين لك، المنيبين لك
    اللهم وأعني على خدمتهم كما ينبغي لهما علينا
    اللهم اجعلني باراً طائعين لهما
    اللهم لا تجعلنا ممن يعقّون فنعقّ أو ممّن يهجرون فنهجر
    اللهم لا تتوفاهما إلا وهما راضيين عنا تمام الرضى
    اللهم وأعنا على خدمتهما كما ينبغي لهما علينا
    اللهم اجعلنا بارين طائعين لهما
    اللهم أعنا على الإحسان إليهما في كبرهما
    اللهم تقبل توبتهما، وأجب دعوتهما
    اللهم اجعل أوقاتهما بذكرك معمورة‎
    اللهم أبعد عن أبي وأُمي متاعب الدنيا، ولا تذقهما طعم الألم، ولا دموع الحزن
    يا رب بحجم سمائك السابعة أرح قلوبهما، وأسعدهما واحفظهما لي
    اللهم اجعل ذريتهم ذرية صالحة تدعو لهم بالخير إلى يوم الدين واجعل ذريتهم سترا بينهم وبين نار جهنم
    اللهم أنزل على قبورهم الضياء والنور والفسحة

    Ya Allah, jadikanlah ayahku dan ibuku termasuk orang-orang yang mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, taat kepada-Mu, dan bertaubat kepada-Mu.
    Ya Allah, bantulah aku untuk melayani mereka sebagaimana mestinya.
    Ya Allah, jadikanlah aku orang yang sholeh dan taat kepada mereka.
    Ya Allah, jangan jadikan kami termasuk orang yang cerewet kepada mereka, atau pula termasuk orang yang mendiamkan mereka.
    Ya Allah, jangan wafatkan mereka kecuali mereka benar-benar telah ridha kepada kami.
    Ya Allah, bantulah kami untuk melayani mereka sebagaimana mestinya.
    Ya Allah, bantulah kami untuk berbuat baik kepada mereka di hari tua mereka.
    Ya Allah, terimalah taubat mereka, dan kabulkan doa mereka,
    Ya Allah, penuhi waktu mereka dengan mengingat-Mu.
    Ya Allah, jauhkan ayah dan ibuku dari kesulitan dunia, dan jangan buat mereka merasakan rasa sakit, atau air mata kesedihan.
    Ya Allah, dengan keluasan langit ketujuh-Mu, hiburlah hati mereka, buatlah mereka bahagia, dan jagalah mereka untuk saya.
    Ya Allah, jadikanlah anak-anak mereka keturunan yang shalih yang akan mendoakan mereka sampai hari kiamat, dan jadikan keturunan mereka sebagai penghalang antara mereka dan api neraka.
    Ya Allah, turunkan cahaya dan penerang serta keluasan ruang kubur mereka.
    (Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I)

     
    Penulis: Abu Samudera
    
    
  • Rambu-Rambu Penting Dalam Mendidik Anak

    🌍 KAJIAN QUR’ANIC PARENTING ONLINE 🌍

    Rambu-Rambu Penting dalam Mendidik Anak..

    Dalam sebuah pendidikan tentunya membutuhkan rambu-rambu yang perlu diperhatikan bagi seorang pendidik, terlebih mendidik sang buah hati tercinta.

    Dengan rambu-rambu yang kita berikan maka anak akan mengetahui apa yang seharusnya ia kerjakan dan apa yang tidak baik ia kerjakan.
    Melindunginya dan memberinya rambu-rambu adalah tanda kasih sayang orang tua terhadap anak-anaknya.

    Apa saja rambu-rambu yang penting itu?

    Yuk contek tips mendidik anak agar patuh sejak kecil.

    Ikutilah Kajian Parenting Online
    Bersama
    Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I.,
    Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak
    pembahasan:

    📑 Tema: Rambu-Rambu Penting dalam Mendidik Anak.
    🗓 Tanggal: Sabtu, 30 Oktober 2021
    📱Waktu: 19.30 WIB – Selesai
    🎥 Live on Youtube Channel Darsuna TV:
    https://youtube.com/c/DarsunaTV

    ➖➖➖➖➖➖

    ✒ Mari ajak keluarga, rekan, dan sahabat bersama-sama menimba ilmu, meningkatkan kapasitas diri dengan mengikuti majelis ilmu yang bermanfaat ini.
    .
    .
    .

    Find Us On:
    Instagram;
    •Graha Quran : https://www.instagram.com/grahaquran_wm/
    •ICWM : https://instagram.com/ic_wadimubarak?igshid=16yvuiperya78
    •Lantama Wisata : https://instagram.com/lantamawisata?utm_medium=copy_link
    🔗 Web : https://wadimubarak.com

  • Mengikuti, Mendahului dan Tertinggal dari Imam

    Mengikuti, Mendahului dan Tertinggal dari Imam

    🕌 Program Madrasah Online Fiqih – Wadi Mubarak 
    📚 Pelajaran ke-52
    🗓️ Hari (Kamis), Tanggal 22 Rabi’ul Awwal 1443 H / 28 Oktober 2021 M

    🔰 (Tema | Mengikuti, Mendahului dan Tertinggal dari Imam) 🔰
    🎙️ Oleh Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I.

    💠 MUTABA’AH (mengikuti gerakan shalat imam).

    🔸 Salah satu syarat sahnya bermakmum adalah mengikuti gerakan setelah imam.
    🔸 Hukum asalnya adalah MANDUB (sunnah), namun mutaba’ah adalah salah satu syarat dalam shalat berjama’ah maka hendaknya kita melakukannya.

    💠  MUQARANAH (bersamaan dengan gerakan imam)

    🔸  Makruh (hukum asal)
    🔸 Shalat berjama’ah tidak sah; jika makmum bersamaan dengan gerakan imam saat takbiratul ihram
    🔸 Sunnah; ucapan amin seorang makmum bersamaan dengan aminnya seorang imam.

    💠  TAKALLUF (tertinggal dari gerakan imam, satu atau dua rukun)

    🔸  Tertinggal tanpa adanya udzur;
    1. Tertinggal satu rukun shalat tidak batal, akan tetapi makruh.
    2. Tertinggal dua rukun shalat maka shalatnya batal.

    🔸  Tertinggal dengan udzur;
    1. Apabila tertinggal tidak lebih dari tiga rukun makshudah (panjang) maka hendaknya menyempurnakan yang wajib dan berusaha mengikuti imam.

    2. Apabila tertinggal lebih dari tiga rukun makshudah (panjang) maka baginya terdapat dua pilihan:
    👉 Tetap mengikuti kemudian menyempurnakan.
    👉 Niat memisahkan diri dari imam.

    💠 SABAQ (mendahului gerakan imam)

    🔸 Mendahului imam satu rakaat hukumnya Haram, namun shalatnya tidak batal.
    🔸 Apabila mendahului imam dua rukun shalat, maka:
    1. Jika sengaja shalatnya batal.

    2. Namun jika lupa, maka shalatnya tetap sah dan tidak batal, akan tetapi dua rukun yang tertinggal tidak dianggap, dan ia harus kembali  mengulangi dua rukun tersebut.

    3. Adapun jika ia tidak kembali mengulanginya dikarenakan kejahilan atau karena lupa, maka tidak dianggap sebagai rakaat.

    📌 PERKUAT & SIMAK RINCIAN MATERI MELALUI LINK VIDEO DIBAWAH INI 👇🏻


    Baca juga
    Pelajaran ke-51: Hukum Seputar Bermakmum, Bagian 2

    Pelajaran ke-53: Shalat Musafir (Qashar)

    ➖➖➖➖➖
    Jika Ada yang Ingin Ditanyakan dari Hasil Pemaparan Materi, Silahkan Diajukan Dengan Mengisi Google Form Berikut:
    https://forms.gle/WQaeJsN4Ns1Nu63y9

    ➖➖➖➖➖
    💭 Bagikan manfaat dan ringkasan materi anda dengan Hashtag #WadiMubarak dan Tag akun Official Graha Qur’an & Islamic Center Wadi Mubarak di Instagram atau di Facebook

    ➖➖➖➖➖
    Find Us On :
    Instagram;
    •Graha Qur’an : https://instagram.com/grahaquran_wm?utm_medium=copy_link
    •ICWM : https://instagram.com/ic_wadimubarak?igshid=16yvuiperya78
    Web : https://wadimubarak.com

  • 40 Mahasiswa Penghafal Al-Qur’an STIU Wadi Mubarak Diwisuda

    Pagi itu, suasana Ballroom penuh khidmat dan syahdu. Bukan saja lantaran balutan Jubah Kebesaran dan Toga hitam para wisudawan. Namun juga lantaran hafalan Al-Quran yang telah mereka miliki, dan bersambung kepada sanad Rasulullah SAW.

    Masa 4 tahun belajar, segala peluh, lelah, dan kerja keras selama menempuh study, terasa terbayar, ketika akhirnya tibalah masa wisuda.

    Selasa, 26/10/2021 bertempat di Ballroom Hotel Seruni Puncak Bogor, Jawa Barat. Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak (STIU WM) menggelar Wisuda Strasa 1 Perdananya.

    Baca juga: Wisuda Perdana STIU Wadi Mubarak

    Sebanyak 40 orang wisudawan/wisudawati didampingi para orangtua dan walinya mengikuti prosesi ini dengan khidmat.

    Para wisudawan/wisudawati yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, telah menyelesaikan rangkaian pendidikan yang sangat ketat dan berat di Islamic Center Wadi Mubarak Megamendung Bogor Jawa Barat.

    Demikian karena selain harus menyelesaikan agenda pendidikan Strata 1 di STIU WM, mereka pun harus menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz secara mutqin dan mahir berbahasa Arab.

    Saksikan Live steaming: Sidang Terbuka Senat Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak Bogor 2021

    Ketua Kopertais II Jawa Barat yang diwakili oleh Dr. Ramdhani Wahyu Sururie, dalam sambutannya, memberikan apresiasi yang sangat membanggakan dengan dilaksanakannya Sidang Terbuka ini. “Prosesi wisuda ini menunjukkan bahwa STIU Wadi Mubarak merupakan kampus yang secara akademik mematuhi standart pendidikan nasional dalam rangka memenuhi kualitas kelulusan”

    Tak lupa beliau pun mengingatkan tugas-tugas yang menjadi tanggungjawab para wisudawan/wati setelah menyandang kesarjanaannya terlebih di era revolusi industri 4.0 yang menitik beratkan kemampuan sumber daya manusia pada Internet of Things (IOT).

    Baca juga: UIKA Bogor dan STIU Wadi Mubarak Jalin Kerjasama

    Anggota DPR/MPR RI, Drs H. Mulyadi, M.M.A., mewakili Wakil Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani, S.Sos yang berhalangan hadir memberikan sambutan tentang pentingnya pengembangan 5C dalam dunia kerja, yaitu Character, Competence, Clear, Clean dan Chemistry.

    Salah satu acara dalam Wisuda Perdana ini adalah sesi pengujian hafalan para wisudawan/wisudawati yang dipandu oleh Ketua Markaz Iqra’ wal Ijazah Bis Sanad Islamic Center Wadi Mubarak, yaitu: Al-Ustadz Al-Hafizh Irsyad Husnul Hidayat.

    Beliau memberikan kesempatan kepada hadirin untuk menguji hafalan para wisudawan-wisudawati.

    Hadirin yang sebagian besar adalah orangtua/ wali ini membacakan ayat Alquran dan boleh menunjuk dari para wisudawan/wati untuk melanjutkan bacaan Ayat Al-Qur’an tsb.

    Masya Allah, Allahu Akbar, ternyata para wisudawan/wati yang melanjutkan bacaan ayat Al-Qur’an tersebut, bisa melanjutkan bacaannya dengan baik.

    Baca Juga: STIU Wadi Mubarak Menggelar Kuliah Umum Bersama Wakil Ketua MPR RI

    Sontak hal tersebut membuat seluruh hadirin berlinang dengan air mata haru. Kebayang, dengan bacaan semutqin itu, tentu diperlukan perjuangan yang bukan ala kadarnya, melainkan dengan segenap jiwa raga.

    Acara ini, dihadiri pula oleh Ustadz DR. Abdul Rauf Haris, S.Sos., M.Pd.I selaku Ketua STIU WM yang turut mengisi sambutan Pembukaan Sidang Terbuka Senat STIU WM.

    Beliau menjelaskan tentang pentingnya Al-Qur’an sebagai sumber ilmu dan petunjuk utama, beliau pun berterimakasih atas kerjasama yang baik antar semua elemen di STIU WM dan secara umum dalam Islamic Center Wadi Mubarak selama ini.

    Indeks Prestasi Kumulatif tertinggi di angkatan pertama ini diraih oleh Winnuriyah, mahasiswi dari program studi Ilmu Al Quran dan Tafsir dengan IPK 3,97.

    Dalam memeriahkan acara ini, tampak juga deretan karangan bunga ucapan selamat dan sukses dari berbagai instansi dan mitra kerja, antara lain dari: Wakil Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani, Anggota DPR/MPR RI Drs. H. Mulyadi, M.M.A., PT. Nur Ramadhan Wisata, Bank Syari’ah Indonesia KCP Cisarua, Institut Agama Islam (IAI) Tazkia Bogor, PT Lantabur Wisata Utama dan lain sebagainya.

    Berita oleh: Al.Choer
    Editor: Tanti Ummu Fahdlan
    Photografer: Teguh
    Youtube live streaming: Tim IT WM

  • Hukum Seputar Bermakmum – Bagian 2



    🕌 Program Madrasah Online Fiqih – Wadi Mubarak
    📚 Pelajaran ke-51
    🗓️ Hari (Rabu), Tanggal 21 Rabi’ul Awwal 1443 H / 27 Oktober 2021 M

    🔰 (Tema | HUKUM SEPUTAR BERMAKMUM – Bagian 2) 🔰
    🎙️ Oleh Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I.

    💠 NIAT
    Bahasan seputar hukum Imam dan Makmum yang berbeda niat

    🔸 Secara umum, dibolehkan berbeda niat antara imam dan makmum di dalam Shalat.

    🔸 Secara terperinci:
    1. Apabila imam dan makmum berbeda niat tetapi jumlah rakaatnya sama antara imam dan makmum, maka makmum mengikuti imam sepenuhnya.

    2. Berbeda niat, dan imam lebih sedikit Rakaatnya dari makmum, maka makmum seperti orang yang masbuq, yaitu mengikuti imam dan makmum menambah kekurangan Rakaatnya.

    3. Apabila berbeda niat antara imam dengan makmum, dan bilangan Shalat makmum lebih sedikit dibanding bilangan rakaat imam, maka makmum mengikuti imam dan memisahkan diri dengan imam pada Tasyahhud Awalnya imam lalu salam. Atau bisa juga dengan pilihan salam bersama imam pada Tasyahhud Akhir.

    4. Berbeda niat antara imam dengan makmum, dan bilangan rakaat makmum lebih sedikit daripada imam, dan duduk tasyahhud akhirnya makmum ini tidak di tempat tasyahhud nya imam maka makmum bisa memisahkan diri dengan imam (langsung salam) saat imam akan berdiri ke rakaat selanjutnya, atau makmum bisa menunggu sampai Shalat imam selesai.

    📌 PERKUAT & SIMAK RINCIAN MATERI MELALUI LINK VIDEO DIBAWAH INI 👇🏻
    https://youtu.be/aMY6mPa86As

    Baca juga
    Pelajaran ke-50: Hukum Seputar Bermakmum, Bagian 1

    Pelajaran ke-52: Mengikuti, Mendahului Dan Tertinggal Dari Imam

    ➖➖➖➖➖
    Jika Ada yang Ingin Ditanyakan dari Hasil Pemaparan Materi, Silahkan Diajukan Dengan Mengisi Google Form Berikut:
    https://forms.gle/WQaeJsN4Ns1Nu63y9

    ➖➖➖➖➖
    💭 Bagikan manfaat dan ringkasan materi anda dengan Hashtag #WadiMubarak dan Tag akun Official Bimbel SaQu & Islamic Center Wadi Mubarak di Instagram atau di Facebook

    ➖➖➖➖➖
    Find Us On :
    Instagram;
    •Graha Qur’an : https://instagram.com/grahaquran_wm?utm_medium=copy_link
    •ICWM : https://instagram.com/ic_wadimubarak?igshid=16yvuiperya78
    Web : https://wadimubarak.com

  • Hukum Seputar Bermakmum – Bagian 1

    🕌 Program Madrasah Online Fiqih – Wadi Mubarak
    📚 Pelajaran ke-50
    🗓️ Hari (Selasa), Tanggal 20 Rabi’ul Awwal 1443 H / 26 Oktober 2021 M

    🔰 (Tema | HUKUM SEPUTAR BERMAKMUM – Bagian 1) 🔰
    🎙️ Oleh Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I.

    💠 POSISI MAKMUM
    🔸 Posisi Makmum yang Disunnahkan;
    🔸 Posisi Makmum yang Dimakruhkan;
    🔸 Posisi Makmum yang Tidak Sah;

    💠 TEMPAT BERMAKMUM
    Yang dimaksud adalah tentang bagaimana sahnya Shalat berjamaah bagi Imam dan Makmum.

    🔸 Imam dan Makmum di dalam Masjid, dan tetap sah meskipun berjarak jauh dari Imam.
    🔸 Imam di dalam Masjid, dan makmum diluar Masjid;
    Jarak maksimum antara imam dan makmum adalah tidak lebih dari 300 hasta (150 m)
    Tidak ada penghalang diantara keduanya
    🔸 Imam dan makmum di luar Masjid;
    Jarak makmum dan imam tak lebih Dari 300 hasta (150 m)
    Tidak ada penghalang (antara imam dan makmum)

    💠 Hukum Shalat Makmum di lantai 2

    📌 PERKUAT & SIMAK RINCIAN MATERI MELALUI LINK VIDEO DIBAWAH INI 👇🏻
    https://youtu.be/yS9rCDmB3LY

    Baca juga
    Pelajaran ke-49: Shalat Berjamaah, Bagian 2
    Pelajaran ke-51: Hukum Seputar Bermakmum, Bagian 2

    ➖➖➖➖➖
    Jika Ada yang Ingin Ditanyakan dari Hasil Pemaparan Materi, Silahkan Diajukan Dengan Mengisi Google Form Berikut:
    https://forms.gle/WQaeJsN4Ns1Nu63y9

    ➖➖➖➖➖
    💭 Bagikan manfaat dan ringkasan materi anda dengan Hashtag #WadiMubarak dan Tag akun Official Bimbel SaQu & Islamic Center Wadi Mubarak di Instagram atau di Facebook

    ➖➖➖➖➖
    Find Us On :
    Instagram;
    •Graha Qur’an : https://instagram.com/grahaquran_wm?utm_medium=copy_link
    •ICWM : https://instagram.com/ic_wadimubarak?igshid=16yvuiperya78
    Web : https://wadimubarak.com

  • Shalat Berjama’ah – Bagian 2

    🕌 Program Madrasah Online Fiqih – Wadi Mubarak
    📚 Pelajaran ke-49
    🗓️ Hari (Senin), Tanggal 19 Rabi’ul Awwal 1443 H / 25 Oktober 2021 M

    🔰 (Tema | SHALAT BERJAMA’AH – Bagian 2) 🔰
    🎙️ Oleh Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I.

    💠 IMAM
    🔸 SYARAT-SYARAT MENJADI IMAM;
    – Orang yang ahli membaca Al-Qur’an untuk orang yang Ummi
    – Muslim
    – Apabila makmumnya bukan perempuan, maka imamnya harus laki-laki
    – Tidak dalam keadaan menjadi makmum
    – Bukan orang yang harus mengulang Shalatnya

    🔸 YANG DIANJURKAN / PRIORITAS UNTUK MENJADI IMAM;
    – Pejabat Tinggi di daerahnya
    – Imam Ratib (Imam Masjid sehari-hari) atau tuan rumahnya
    – Paling paham ilmu agama
    – Paling bagus bacaan Qur’annya
    – Paling wara’

    💠 HUKUM MAKMUM YANG MASBUQ
    🔸 Apabila makmum mendapatkan imam sedang Ruku’ maka makmum mendapat satu rakaat, jika dia mampu Ruku’ dengan Thuma’ninah sebelum imam berdiri dari Ruku’.
    🔸 Yang didapatkan oleh makmum masbuq bersama imam dianggap sebagai awal Shalat makmum.

    📌 PERKUAT & SIMAK RINCIAN MATERI MELALUI LINK VIDEO DIBAWAH INI 👇🏻
    https://youtu.be/WWvfZzDzPxk

    Baca juga
    Pelajaran ke-48: Shalat Berjamaah, Bagian 1
    Pelajaran ke-50:
    Hukum Seputar Bermakmum, Bagian 1

    ➖➖➖➖➖
    Jika Ada yang Ingin Ditanyakan dari Hasil Pemaparan Materi, Silahkan Diajukan Dengan Mengisi Google Form Berikut:
    https://forms.gle/WQaeJsN4Ns1Nu63y9

    ➖➖➖➖➖
    💭 Bagikan manfaat dan ringkasan materi anda dengan Hashtag #WadiMubarak dan Tag akun Official Bimbel SaQu & Islamic Center Wadi Mubarak di Instagram atau di Facebook

    ➖➖➖➖➖
    Find Us On :
    Instagram;
    •Graha Qur’an : https://instagram.com/grahaquran_wm?utm_medium=copy_link
    •ICWM : https://instagram.com/ic_wadimubarak?igshid=16yvuiperya78
    Web : https://wadimubarak.com

  • Wisuda Perdana STIU Wadi Mubarak

    Mengkhatamkan hafalan Al Quran tentu menjadi satu dari sekian banyak mimpi yang sangat didambakan oleh setiap muslim. Bukan hanya akan mendekatkan dirinya kepada Sang Pencipta. Di dalam hadis bahkan disebutkan bahwa ahlul Quran, mereka adalah keluarga Allah dan memiliki kedudukan khusus disisi-Nya.

    Banyak sekali ikhtiar yang dilakukan oleh setiap muslim untuk bisa mencicipi nikmatnya menghafal Al Quran. Salah satu cara untuk mempermudah dalam menghafal adalah dengan menimba ilmu yang berkaitan dengan kitab itu sendiri, yaitu ilmu ushuluddin.

    Saat ini cukup banyak instansi pendidikan yang sudah menyematkan ilmu ushuluddin sebagai prodinya. Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak (STIUWM) salah satunya.

    Bermula dari sebuah lembaga yang menaungi para penghafal Quran (Islamic Center Wadi Mubarak). Saat ini di bawah bimbingan Dr.KH. Didik Hariyanto Lc, MA., Wadi Mubarak sudah bertransformasi menjadi sebuah sekolah tinggi yang mewajibkan bagi setiap mahasiswa dan mahasiswinya untuk bisa lulus strata satu (s1) dengan syarat hafal Al Quran dan menguasai ilmu ushuluddin.

    Berangkat dari awal mula dibentuknya pada tahun 2018, saat ini ada kurang lebih 200 mahasiswa dan mahasiswi yang sedang menempuh pendidikan di STIU Wadi Mubarak.

    Dalam waktu dekat ini, STIU Wadi Mubarak akan melangsungkan wisuda perdananya dengan meluluskan 40 wisudawan dan wisudawati program sarjana. Upacara wisuda Sarjana periode I tahun akademik 2020/2021 akan berlangsung di Ballroom Hotel Seruni Gunung Gede, Puncak, Selasa (26/10).

    Dokumentasi bersama Rektor STIU Wadi Mubarak

    Sebanyak 40 lulusan program sarjana, terdiri dari 29 wisudawan (72,50 persen) dan 11 wisudawati (27.50 persen). Indeks Prestasi Kumulatif tertinggi diraih Winnuriyah, mahasiswi dari program studi Ilmu Al Quran dan Tafsir dengan IPK 3,97.

    Bukan hanya hafal Al Quran, mahir berbahasa Arab dan menguasai ilmu agama. Tiga orang di antaranya juga telah menyelesaikan bacaan sanad Al Quran dengan riwayat Hafs an ‘Ashim, dan 3 masih dalam tahap menyelesaikan bacaan sanad. Beberapa di antaranya ada yang melanjutkan bacaan sanad dengan riwayat Syu’bah an ‘Ashim.

    STIU Wadi Mubarak juga kerap mengadakan sejumlah daurah terkait yang menunjang ilmu ushuluddin. Seperti daurah metode baca Quran (tibyan), daurah tajwid (Jazariyyah dan Tuhfatul Athfal), menghafal mutun thalabul ilmi, dan daurah menghafal Wahyain (Sahih Bukhari dan Muslim).

    Disela-sela kesibukan kuliahnya, para mahasiswa/i juga diikutsertakan untuk bisa menghafal kitab hadis Sahih Bukhari-Muslim. Di antara pencapaiannya; satu mahasiswa berhasil menghafal 5 jilid, dua mahasiswa lainnya hafal 2 jilid, dan 5 yang lain berhasil menghafal 1 jilid.

    Harapannya, para lulusan STIU Wadi Mubarak tidak saja hafal Al-Quran (mutqin) dan mendalami bidang keilmuan Al-Quran dan Tafsir, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menjadi para pemimpin umat Islam di masa yang akan datang dengan bekal ilmu yang telah diambil selama masa pembelajaran.

    Tingginya Minat Umat Islam Dalam Belajar Al Quran

    Dokumentasi Mahasiswa STIU Wadi Mubarak Ketika Menghafal Quran

    Saat ini banyak sekali umat Islam yang ingin bisa mahir dalam membaca Al Quran, tetapi kurangnya sumber daya pengajar yang kompeten menjadi salah satu hambatan yang menahan gerak laju perkembangan dalam belajar Al Quran.

    Betapa banyak anak-anak di pelosok negeri yang memimpikan mahir baca-tulis Quran, namun harapannya belum bisa terwujud.

    Kami berharap dengan adanya para wisudawan/i STIU Wadi Mubarak ini, kami bisa memberikan kontribusi yang cukup besar bagi berlangsungnya kegiatan pembelajaran Al Quran.

    Penulis: Zatha

  • Pembekalan Lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak Bogor

    Menjelang wisuda kelulusan, Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak mengadakan pembekalan bagi mahasiswa semester akhir pada tanggal 10-21 Oktober 2021 yang bertempat di Meeting Hall Islamic Center Wadi Mubarak.

    Salahsatu kewajiban mahasiswa STIU WM setelah pelaksanaan wisuda adalah menjalani masa pengabdian selama 2 tahun pada instansi yang telah menjalin kerjasama dan direkomendasikan oleh pihak Yayasan Islamic Center Wadi Mubarak.

    Rektor STIU Wadi Mubarak, Ustadz Dr. Abdul Rauf Al-Haris, S.Sos., M.Pd.I. mengatakan terkait pembekalan ini,”Secara umum pembekalan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan lulusan di bidang life skill, baik hard skill maupun soft skill, yang nantinya akan diperlukan ketika mereka terjun di masyarakat luas secara umum dan dunia kerja secara khusus.”

    Terdapat banyak rangkaian materi yang disampaikan, di antaranya materi Adab Mu’allim, Kurikulum Tahfizh Al-Quran, Manajemen Halaqah Tahfizh Al-Qur’an, Seni Komunikasi dan Pelayanan publik, Optimalisasi Bidang Kepengasuhan, Islamic Worldview, Critical Thinking, Menolak Hoax: Kritis Membaca Berita, dan masih banyak lagi.

    Materi-materi tersebut disampaikan oleh jajaran asatidz STIU Wadi Mubarak Bogor, diantaranya Syaikh Abdul Qawi Al-Arghaliy sebagai pembina program ketahfizhan, Ustadz Dr. Abdul Rauf Al-Haris  sebagai ketua STIU Wadi Mubarak Bogor, Ustadz Agus Fadilla Sandi sebagai Ketua Bidang Kemahasiswaan, Ustadz Muhammad Qudwah I’tishom Billah sebagai penanggung jawab program bahasa Arab.

    “Pembekalan ini sungguh sangat bermanfaat bagi kami sebagai mahasiswa yang nantinya akan mengabdi kepada masyarakat, sehingga menambah kemampuan kita untuk menalar apa yang harus kita lakukan ketika pengabdian nanti dan juga menurut saya materi kepengasuhan tidak kalah penting, karena apapun bagiannya ketika kita mengabdi nanti hal itu merupakan materi yang sangat kita perlukan”, tutur Muhammad Aufa, salah peserta pembekalan tersebut. (HafidzNZ/Mushaf)