Penulis: Editor Wadi Mubarak

  • Sosok Ibu Teladan dalam Sejarah

    Sosok Ibu Teladan dalam Sejarah

    Dibawah ini, kami paparkan beberapa kisah seorang ibu yang sukses menjadi madrasah pertama hingga lahir darinya generasi sholeh dan sholehah yang tercatat dalam tinta emas sejarah.

    Pertama: Khadijah binti Khuwailid, sosok yang sangat dicintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam karena jasa dan perjuangannya yang begitu besar dalam masa awal dakwah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, darinya pula lahir generasi yang sholeh dan sholehah, diantaranya Fathimah radhiallahu ‘anha yang menjadi penghulu wanita surga.

    Kedua, Sahabiah Shofiyyah binti Abdul Mutthalib yang lahir dari rahimnya Sahabat Zubair bin Awwam yang menjadi sahabat diantara sepuluh sahabat yang dikabarkan masuk surga oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang dijuluki dengan hawari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Shofiyyah merupakan bibi Rasulullah, sosok sahabiah yang pemberani.

    Ketiga, Asma binti Abu Bakar, seorang sahabiah yang agung istri dari Zubair bin Awwam yang lahir darinya generasi yang membanggakan ummat Islam, yaitu Abdullah bin Zubair dan Urwah Bin Zubair.

    Baca juga: Menang Menjaga Niat, Mahasiswa STIU WM Sabet Juara 1 Musabaqah Hifzhul Qur’an di Jakarta

    Keempat, Laila Ummu ‘Ashim, sosok ibu yang sholehah yang mungkin kurang terkenal tentang sejarahnya, tetapi ia adalah sosok yang lahir dari wanita agung penuh iman dan taqwa yang mampu menggetarkan keimanan khalifah Umar bin Khatthab saat sedang melakukan blusukan hingga ia pun menawarkan kepada putranya agar menikahinya, darinya kelak, lahir sosok yang agung pula, yang sejarahnya tercatat sebagai khalifah terbaik setelah khulafaaurrasyidin, dialah Umar bin Abdul Aziz.

    Kelima, Ra’ha, mungkin banyak kaum muslimin yang tidak mengenal sosok agung ini, akan tetapi darinya lahir sosok pemimpin yang ditakuti eropa, sosok yang mampu menghadirkan peradaban dalam berabad-abad lamanya di Andalus, ia adalah Abdurrahman Addakhil, sang pendiri dan pelopor dinasti Umayyah di bumi Andalus yang jasanya masih bisa dirasakan sampai saat ini, padahal ia lahir dalam keadaan yatim, akan tetapi dengan ketaqwaan dan kesholehan ibunya yang mampu menjadi madrasah pertama baginya menjadikan anaknya sebagai sosok yang agung dalam sejarah Islam.

    Baca juga: Menang Menjaga Niat, Mahasiswa STIU WM Sabet Juara 1 Musabaqah Hifzhul Qur’an di Jakarta

    Keenam, Fathimah binti Ubaidillah Azdiah, begitu pula mungkin jarang kaum muslimin mengenal sosok wanita ini, akan tetapi bila disebutkan nama anaknya pastilah semua ummat Islam mengenalnya, dialah Imam Syafi’I, salah satu imam yang pemikirannya diakui menjadi madzhab oleh mayoritas ummat Islam. Terlalu besar dan luas bila mau membahas tentang riwayat Imam Syafi’I karena kemasyhuran namanya sudah menjadi isyarat akan keagungan ilmunya, akan tetapi tidak akan ada Imam Syafi’I bila peran ibunya dinafikan, jasa dan peran ibunyalah yang menjadi sebab dari semuanya setelah kuasa Allah.

    Tentunya banyak sosok ibu agung yang sukses menjadi madrasah bagi anak-anaknya yang jasanya telah tertulis dengan tinta emas sampai saat ini. Begitu banyak ulama yang lahir dari didikan ibunya walau ia terlahir dalam keadaan yatim. Beberapa kisah diatas hanyalah sedikit diantara contoh-contoh kesuksesan ibu dalam mendidik anaknya hingga meraih kemuliaan dunia akhirat. Karena sosok ibu memang kadang banyak terlupakan dalam sejarah, akan tetapi satu kalimat yang agung bahwa dibalik kesuksesan seseorang ada sosok ibu yang senantiasa mandidik dan mendoakan dengan penuh keikhlasan. Wallahu a’lam. ()

    Baca sebelumnya Ibu, Madrasah Nomor Satu

  • Ibu, Madrasah Nomor Satu

    Ibu, Madrasah Nomor Satu

    Madrasah pertama adalah ibu dan keluarga. Menjadi seorang ibu adalah kemuliaan tersendiri yang Allah agungkan dalam syari’at-Nya, dimana Allah subhanallahu wata’ala menyandingkan perintah tauhid dengan berbakti kepada orang tua, begitu juga dengan syukur-Nya digandengkan dengan syukur kepada orang tua, sebagaimana Allah subhanallahu wata’ala sebutkan dalam firman-Nya:

    …وَٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًٔا ۖ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا

    “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa…”
    (QS. An-Nisa: 36)

    قُلْ تَعَالَوْا۟ أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ ۖ أَلَّا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًٔا ۖ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا

    “Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, dan berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa…”
    (QS. Al-An’am: 151)

    وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

    “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”
    (QS. Al-Isra’: 23)

    وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

    “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”
    (QS. Al-Isra’: 23-24)

    وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

    “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”
    (QS. Luqman: 14)

    Baca juga: 2 Mahasiswa STIU Wadi Mubarak Mewakili Indonesia Menghafal Hadits Di Masjidil Haram

    Ayat-ayat diatas menjadi bukti yang sangat jelas akan keagungan dan posisi kedua orang tua dalam kehidupan manusia ini, karena keutamaan tersebut langsung berasal dari Allah sang Pemilik alam semesta ini.

    Anak yang sholeh dan sholehah tentu merupakan dambaan setiap orang tua, karena ia adalah harta paling berharga yang dimiliki orang tua, ia adalah aset yang akan mendatangkan keuntungan dan kebahagiaan dunia akhirat, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam haditsnya:

    إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

    “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh”
    (HR. Muslim no. 1631)

    Bahkan Allah subhanahu wa ta’ala akan mengumpulkan seseorang yang beriman dengan keturunannya yang sholeh, sebagaimana firman-Nya:

    وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَٰنٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَآ أَلَتْنَٰهُم مِّنْ عَمَلِهِم مِّن شَىْءٍ ۚ كُلُّ ٱمْرِئٍۭ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ

    “Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.”
    (QS. Ath-Thur: 21)

    Tentu ayat dan hadist diatas menjadi pelecut dan penyemangat bagi setiap insan yang beriman agar berlomba-lomba dalam menciptakan generasi sholeh dan sholehah agar kelak bisa berkumpul bersama di surga, untuk itulah setiap orang tua yang beriman berusaha melahirkan generasi sholeh dan sholehah.

    Baca juga: Menang Menjaga Niat, Mahasiswa STIU WM Sabet Juara 1 Musabaqah Hifzhul Qur’an di Jakarta

    Untuk itulah peran dan posisi orang tua dalam pendidikan anak sangat fundamental, khususnya ibu, karena semenjak anak berada dalam kandungannya, ia akan merekam apa-apa yang dilakukan ibunya, begitu juga ketika sudah lahir dan proses menyusui, ia akan meniru dari tingkah ibunya, ia akan mendengar setiap kalimat yang diucapkan ibunya, maka disinilah sang anak mulai merekam secara langsung bagaimana mengenal dunia ini. Untuk itu, disinilah peran ibu sebagai madrasah pertama bagi sang anak sangat dibutuhkan.

    Hal inilah yang menjadi sebab kenapa posisi ibu dalam Islam begitu dimuliakan, karena jasanya dan tanggung jawabnya yang begitu besar dalam menjaga generasi rabbani. Sehingga langkah pertama yang harus ditempuh dalam melahirkan generasi sholeh dan sholehah adalah mencari istri sholehah yang akan menjadi ibu anak-anak nantinya, seperti halnya yang dilakukan sahabat Umar bin Khatthab untuk anaknya hingga lahir darinya sosok Umar bin Abdul Aziz.

    Islam memandang bahwa ibu adalah poros dan sumber kehidupan, untuk itulah kaum sekuler pun berusaha menghilangkan fitrah seorang ibu dengan sibuk mempropagandakan gender hingga ia lupa akan peran utamanya dalam keluarga sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya. Syaikh Muhammad Ghazali dalam memberikan gambaran tentang sosok seorang ibu dalam kitabnya dengan menyebutkan:

    “Seorang ibu adalah semilir angin sejuk yang menghembuskan nafas kedamaian dan kasih sayang ke seluruh ruang kehidupan. Dan ia sangat berpengaruh dalam pembentukan manusia yang baik”. As-Sunnah An-Nabawiah baina ahlil fiqhi wa ahlil hadits, hal 52

    Benarlah syair yang diungkapkan penyair Hafizh Irahim ketika menggambarkan tentang sosok ibu:

    Ibu adalah madrasah
    Bila kau mempersiapkannya
    Kau mempesiapkan bangsa yang kokoh
    Ibu adalah taman
    Bila engkau merawatnya dengan air sejuk
    Taman itu akan menumbuhkan pohon
    Dengan dedaunan yang lebat menghijau
    Ibu adalah maha guru
    Jejak kakinya terpateri sepanjang sejarah dunia

    ()

    Baca sebelumnya 2 Mahasiswa STIU Wadi Mubarak Mewakili Indonesia Menghafal Hadits Di Masjidil Haram

  • 2 Mahasiswa STIU Wadi Mubarak Mewakili Indonesia Menghafal Hadits di Masjidil Haram

    2 Mahasiswa STIU Wadi Mubarak Mewakili Indonesia Menghafal Hadits di Masjidil Haram

    wadimubarak.com – 25 Januari 2020. Belum lama ini, dua mahasiswa STIU Wadi Mubarak baru saja pulang dari Masjidil Haram, Makkah Al Mukaromah. Kedua mahasiswa, Thariq Mumtaz dan Fiqriadi, baru saja mengikuti daurah menghafal hadits muttafaqun ‘alaih selama 21 hari di sana.

    Keduanya termasuk dari 5 peserta terbaik Daurah Huffazhul Wahyain yang diikuti oleh 200an penghafal Al Qur’an terpilih se Indonesia pada Juli tahun kemarin. Peserta terbaik ini berhak atas hadiah umrah dan kesempatan melanjutkan daurah di Makkah.

    Daurah Huffazhul Wahyain merupakan program kerjasama STIU Wadi Mubarak Bogor dengan Markaz Huffazul Wahyain yang berpusat di Riyadh.

    Selain 5 peserta terbaik daurah wahyain, beberapa peserta asal Indonesia lainnya juga ikut serta. Bahkan, kegiatan yang berlangsung selama 21 hari ini diikuti pula oleh peserta dari beberapa negara: Filipina, Kamboja, Jepang, Australia dan lain-lain dengan total peserta 90 orang.

    Baca juga: Menang Menjaga Niat, Mahasiswa STIU WM Sabet Juara 1 Musabaqah Hifzhul Qur’an di Jakarta

    Daurah mengharuskan seluruh peserta mengkhatamkan hafalan kitab muttafaqun ‘alaih beserta catatan-catatan kakinya (muzhallal). Total ada 3 kitab.

    Pihak kampus merasa sangat bersyukur atas kesempatan baik yang Allah berikan melalui mahasiswa-mahasiswanya. Tahun ini bukan kali pertama mahasiswa STIU menjadi salah satu delegasi program daurah mewakili Indonesia. Tahun lalu, beberapa mahasiswa juga mendapat kesempatan yang sama.

    “Kami bersyukur Allah memberikan kesempatan berkumpul menghafal hadits di bawah bimbingan langsung para Masyayikh yg kompeten. Juga bisa berkenalan dengan teman-teman baru dan mengambil faidah dari mereka,” demikian ujar Thariq.

    Pengalaman ini membuat Thariq lebih semangat dalam belajar. “Mungkin kita di Indonesia merasa yang terbaik. Tetapi ketika sudah di Makkah, kita menemukan banyak peserta lain yang mempunyai kemampuan menghafal sangat cepat. Di atas rata-rata,” ujarnya.

    Tidak banyak berbeda dengan menghafal Al Qur’an, tips sukses menghafal hadits menurut Thariq adalah pahami maknanya terlebih dahulu, fokus dan tentu saja, harus lebih kuat duduk lebih lama dari yang lainnya.

    Thariq, juga peserta lainnya merupakan kader-kader umat yang harus terus dilahirkan. Dikembangkan. Semoga di tahun-tahun berikutnya lebih banyak lagi kader umat penghafal Al Qur’an dan hadits seperti ini. Lebih baik, insyallaah. (Ramadhan, mahasiswa tahun kedua STIUWM)

    Baca sebelumnya: Menang Menjaga Niat, Mahasiswa STIU WM Sabet Juara 1 Musabaqah Hifzhul Qur’an di Jakarta

  • Menang Menjaga Niat, Mahasiswa STIU WM Sabet Juara 1 Musabaqah Hifzhul Qur’an di Jakarta

    Menang Menjaga Niat, Mahasiswa STIU WM Sabet Juara 1 Musabaqah Hifzhul Qur’an di Jakarta

    Jakarta, Kamis, 6 Februari 2020. Tiga mahasiswa STIU Wadi Mubarak sedang dalam perjalanan pulang menuju Ma’had. Ketiganya adalah Fahmi Zulfikar, Abdurrakhim dan Muhammad Bilal. Ketiganya baru saja mengikuti Musabaqah Hafalan Al-Qur’an dan Hadits Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Alu Su’ud Tingkat Nasional ke-12.

    Atas izin Allaah ta’ala, Fahmi Zulfikar berhasil meraih juara I untuk kategori 30 Juz. Mahasiswa asal Garut ini tentu saja bersyukur. Tapi dirinya tidak hanyut dalam euforia.

    Fahmi masih ingat pesan guru-gurunya sebelum ia dan kedua rekannya berangkat.

    Pertama, niatkan untuk ibadah. Untuk tilawah Al-Qur’an. Bukan yang lain. Demikian pesan Mudir STIU Wadi Mubarak, Ust Muhammad Suaidi Yusuf, sebelum ia dan tim berangkat. “jaga juga nama baik Ma’had,” imbuh beliau.

    Kedua, selain niat ibadah, niatkan juga untuk silaturahmi dengan para penghafal Al-Qur’an . Juga, untuk berlomba dalam kebaikan. Demikian pesan ustadz Miftahul Arifin, Ketua program Markaz Iqra tempat dirinya mengambil sanad Al-Qur’an.

    Ketiga, niatkan sebagai wasilah mencari ridha Allah. Pesan dari keluarganya ini begitu mendalam bagi Fahmi. Selama lomba, tidak putus dirinya berkomunikasi dengan keluarga dan orangtua.

    Ketiga pesan tadi membuat Fahmi dan rekan setim tidak terlalu berekspektasi menang. Sejak awal ma’had memang tidak mempersiapkan khusus. Niatnya lebih untuk berpartisipasi.

    Baca juga Nasihat Hidayah Dari Syaikh Isa

    Sejauh yang Fahmi ingat, pengalaman ikut musabaqah tahfizh adalah dulu ketika kelas 3 SD tingkat kecamatan Tarogong Kidul, Garut. Jauh dari cukup untuk membuatnya mengenal medan perlombaan dan sangat percaya diri bisa melewati perlombaan dengan maksimal.

    Alaa kulli haal, banyak pelajaran yang diambil Fahmi selama musabaqah. Dirinya semakin yakin bahwa Al-Qur’an memberikan banyak berkah dan kemudahan bagi dirinya.

    Berbekal nasihat dan upaya menjaga niat, selama mengikuti perlombaan dirinya juga kedua rekannya merasakan ketenangan. Tidak terobsesi dengan hasil. Yang penting berusaha sebaik yang ia dan kedua temannya bisa lakukan.

    Fahmi tidak berbangga hati. Dirinya menemukan banyak hal positif dan motivasi belajar dari peserta lain. Salah satu yang menariknya adalah ilmu maqaamat yang secara indah dikuasai beberapa peserta.

    Bagi penggemar sepak bola dan beladiri ini, pengalaman bertemu dengan sesama penghafal membuat dirinya semakin semangat belajar.

    Di balik kesuksesannya dalam belajar, ada satu faktor lagi yang juga penting bagi Fahmi: ridho para gurunya. Ridho dari asatidnya.

    Dirinya yakin, setiap penuntut ilmu butuh ridha dari para gurunya. Semoga ridha ini senantiasa ia dan teman-temannya dapatkan senantiasa. Aamiin yaa Rabbal ‘aalaamin. (ARH)

  • Nasihat Hidayah dari Syaikh Isa

    Nasihat Hidayah dari Syaikh Isa

    wadimubarak.com Selasa, 28 Januari 2020. Syaikh Isa bin Muhammad bin Isa Al Masmali. Demikian nama beliau, Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin Universitas Ummul Qura yang beberapa hari ini sedang mengunjungi STIU WM. Selasa kemarin, beliau meluangkan waktu bercengkerama dengan para mahasiswa.

    Syaikh Isa, yang juga merupakan salah seorang pembina Raabitahh Al Ulama wad Du’at Asia Tenggara, bukan orang asing bagi keluarga besar Wadi Mubarak.

    Ustadz Suaidi, Mudir STIU Wadi Mubarak memperkenalkan beliau kepada para mahasiswa sebagai “Bapak Kita”. Bagaimana tidak, setiap kali asatidz atau mahasiswa maupun alumni berumrah, Syaikh senantiasa membukakan pintu rumahnya untuk dikunjungi.

    Malam itu Syaikh Isa berbagi ilmu tentang makna hidayah. _Ihdinash shiraathal mustaqiim_. Apa itu hidayah?

    Hidayah itu milik Allah. Hak prerogatif Allah. Allah memberikan hidayah kepada hamba yang dikehendakiNya melalui sesuatu sebab. Allah yang paling tahu sebab apa yang membuat seseorang memeroleh hidayahNya.

    Syaikh ditanya, “kenapa Kita setiap shalat selalu meminta hidayahNya?”

    Beliau menjawab, “pertama, agar kita mendapat keistiqamahan dalam menggenggam hidayah tersebut. Kedua, agar hidayah senantiasa kita dapatkan di setiap aspek kehidupan kita, terutama dalam aspek ibadah.”

    Syaikh Isa Al Masmali adalah salah satu akademisi Timur Tengah yang sering berkunjung ke kampus STIU Wadi Mubarak Bogor. Bukan hanya itu, 2 putra dan 1 keponakannya bahkan mengkhatamkan hafalan Al Qur’an di Wadi Mubarak.

    Sepertinya Kabupaten Bogor, khususnya daerah Megendung tempat Wadi Mubarak berada mendapat tempat istimewa di hati Syaikh. Beberapa hari ini beliau sengaja berkunjung sembari mengerjakan tugas menulis dalam rangka meraih gelar profesor.

    Semoga Allah selalu menjaga beliau, keluarganya. Juga Kita. Semoga senantiasa dalam hidayah Allah subhaanahu wa ta’ala.

    (Ramadhan, Mahasiswa smt III STIUWM)

  • Rekrutmen Peserta Program Pendidikan Guru Al Qur’an

    ﷽

     Rekrutmen Peserta Program Pendidikan Guru Al Qur’an
    _(معهد إعداد معلمات القرآن الكريم بمركز الوادي المبارك)_

    Pendidikan Guru Al Qur’an merupakan program pendidikan bagi calon guru pendidik Al Qur’an yang memiliki kompetensi profesional dalam bidang keilmuan Al Qur’an, keilmuan syar’i, manajemen dan psikologi pendidikan.

    Materi Pembelajaran Unggul
    1. Al Qur’an dan keilmuannya, meliputi :
    – Menghafal dan muraja’ah AlQur’an
    – Tajwid teori dan praktek
    – At-Tibyan
    – UlumulQur’an
    – Tafsir dan tadabbur AlQur’an
    – Adab belajar dan mengajar AlQur’an
    2. Ilmu Syar’i dan Bahasa Arab, meliputi :
    – Hadits dan kebudayaan Islam
    – Aqidah
    – Fiqih
    – Sirah Nabawiyah
    – Arabiyah baina Yadaik
    – Nahwu
    3. Ilmu Pendidikan
    – Dasar Pendidikan Islam
    – Psikologi Pendidikan
    – Pendidikan Keluarga
    – Keterampilan Pengajar Al Qur’an
    – Teknologi Pengajaran
    4. Praktek Kerja Lapangan (PKL)
    _Semua materi disampaikan oleh pengajar professional dan kompeten dibidangnya_

    Kategori Program Pendidikan
    – Program 1 Tahun
    – Program 2 Tahun
    – Program 3 Tahun

    Keistimewaan Kampus
    1. Peserta yang lulus (khusus program 3 tahun) memperoleh ijazah diploma yang diakui dari _Markaz Ma’ahid Lil Istisyarat At Tarbawiyah wat Ta’limiyah_ Riyadh
    2. Bagi para peserta yang lulus memperoleh kesempatan kerja mengajar
    3. Kampus yang fokus dalam bidang pengajaran Al Qur’an
    4. Peserta memperoleh program pelatihan untuk dapat terampil dalam pengajaran dan manajeman
    5. Program pelatihan bekerjasama dengan _Markaz Ma’ahid Lil Istisyarat At Tarbawiyah wat Ta’limiyah Riyadh_
    6. Diprioritaskan bagi sarjana S1 Pendidikan
    7. Kampus menyediakan asrama dan ruang belajar
    8. Kampus menyediakan lingkungan pengajaran yang Qur’ani
    9. Kampus berada di bawah yayasan Wadi Mubarak

    Persyaratan Pendaftaran
    1. Minimal memiliki ijazah SMA atau yang sederajat
    2. Lancar membaca Al Qur’an
    3. Maksimal usia 35 tahun (dan pengecualian jika mendapat persetujuan majelis idarah)
    4. Tidak terikat dengan institusi lainnya
    5. Memiliki kepribadian yang baik
    6. Lulus seleksi wawancara
    7. Mendapat persetujuan wali
    8. Surat keterangan sehat terbaru.

    Kelengkapan Berkas
    1. Bagi WNI = KTP, Akte lahir dan KK (asli dan fotocopy)
    Bagi WNA = Pasport dan Iqamah
    2. Ijazah Terakhir
    3. Pas photo terbaru 3×4 (3 lembar)
    4. Mengisi form interview
    5. Surat persetujuan dari wali

    Kontak Pendaftaran (wa only)
    XL : 08785033 1110
    Axis : 083819319443

    Yayasan Sahabat Qur’an Wadi Mubarak
    Sekretariat :
    Jln. Raya Puncak, Kp.Goleah, RT.01/RW.01,
    Ds.Kuta, Kec. Megamendung,
    Kab.Bogor, Jawa Barat Indonesia. 16770
    Hotline : 0251-8295 493, 0215-8295 497

    Unduh Brosur: http://bit.ly/guruALQURAN 

  • PKM-WM

    PKM-WM

    Atas Izin Allah Ta’ala, animo pendaftar program tahfizh yang diselenggarakan oleh Islamic Center Wadi Mubarak terus meningkat. Tahun ini, pendaftar daring (online) untuk seluruh jenjang hampir mencapai 1000an. Dari 1000an pendaftar, tidak sampai 70% yang mendapat kesempatan mengenyam pendidikan di ICWM. Berangkat dari pemikiran tersebut, maka ICWM bermaksud memberikan kesempatan lebih banyak lagi kader-kader umat Islam untuk pendidikan Tahfizh al-Qur’an. Program ini diselenggarakan lebih singkat, berfokus pada kompetensi tahfizh al-Qur’an dan tajwid dengan tujuan utama mencetak muhaffizh-muhaffizh yang lebih siap diterjunkan ke masyarakat. Program ini dinamakan dengan PKM-WM.

    Tujuan:

    1. Mencetak muhaffizh berkualitas dengan masa belajar yang lebih cepat untuk siap diterjunkan sebagai guru-guru tahfizh (muhaffizh) bagi masyarakat.
    2. Menyiapkan kader muhaffizh bagi cabang cabang WM yang sudah ada, juga bagi cabang-cabang baru yang sudah ada.
    3. Menambah dan meningkatkan kesempatan bagi kader umat yang berminat terhadap pendidikan tahfizh al-Qur’an.
    4. Menjaring pendaftar dengan standar kelulusan tertentu dibawah STIU WM untuk mengenyam pendidikan tahfizh al-Qur’an.
  • LAZIS YASAQU

    LAZIS YASAQU

    LAZIS YASAQU (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh YASAQU) sebagai lembaga yang mensupport seluruh kegiatan dakwah al-Qur’an dan sunnah diharapkan mampu menjadi penyangga kekuatan ekonomi pendidikan al-Qur’an. YASAQu yang kini telah menaungi ratusan pendidikan al-Qur’an formal dan non formal yang tersebar diseluruh Indonesia dan luar negeri menganggap perlu untuk membangun eksistensinya dengan memperkuat pondasi ekonomi.

    Melalui pengoptimalan dan pendayagunaan dana Zakat, Infaq dan Shodaqoh serta wakaf menuju pengelolaan yang profesional, amanah dan transparant, diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan al-Qur’an .

    Visi
    Menjadikan LAZIS dan WAKAF sebagai pusat penopang kegiatan dakwah, pembinaan, pelayanan dan pemberdayaan umat.

    Misi
    – Mengelola dana Zakat, Infaq, Sodaqoh, Fidyah dan Wakaf secara profesional, amanah dan transparant.
    – Menyalurkan dana Zakat, Infaq, Sodaqoh, Fidyah dan Wakaf kepada mustahik.
    – Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pembinaan, pelayanan dan pemberdayaan umat.
    – Memudahkan para muzakki untuk menuaikan kewajiban zakat.

  • MIMBAR

    MIMBAR

    MIMBAR (Membangun dan Memakmurkan Masjid) merupakan Yayasan di lingkungan ICWM yang mensinergikan kekuatan umat dalam membangun dan memakmurkan masjid. Keberadaan masjid bukan hanya untuk melakukan ibadah mahdhah saja. Lebih jauh dari itu, masjid adalah pusat peradaban Islam. Masjid adalah wadah paling utama dalam penanaman, pembinaan dan peningkatan keimanan, karena Allah tidak menjadikan tempat lain semulia masjid.

    Bahkan Allah menegaskan masjid itu adalah rumah-Nya di muka bumi: “ Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia”. , (QS. Al-Imran:96). Saking urgentnya eksistensi masjid, maka Allah mencontohkan pembangunan peradaban di muka bumi melalui pembangunan Baitullah di Mekah.

    MIMBAR bukan sekedar membangun masjid, tetapi juga membangun SDM imam dan ta’mir masjid. Agar keberadaan masjid bisa dikelola secara professional dan kemanfaatannya bisa dirasakan oleh masyarakat luas.

    VISI
    Membangun peradaban Islam dan meraih kejayaan Islam melalui masjid sebagai sentral kegiatan ibadah, pendidikan, sosial dan ekonomi.

    MISI
    – Membangun masjid di seluruh wilayah Indonesia disesuaikan dengan kondisi geografis dan kepentinngan masyarakat.
    – Menyalurkan dana wakaf, Infak dan sedekah untuk pembangunan masjid.
    – Membentuk Kader imam dan da’i melalui program pendidikan Imam Sahabat Qur’an (Imam Saqu)
    – Mensuply SDM imam dan da’i untuk kebutuhan pemberdayaan masjid
    – Membentuk kader mualimah atau ustadzah melalui Program Pendidikan Tahfizh Anak Usia Dini untuk kebutuhan pemberdayaan anak usia dini di lingkungan masjid.
    – Menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat

  • Wisata Qur’an

    Wisata Qur’an

    WISATA QUR’AN merupakan Program ‘Short Camp’ yang diperuntukkan bagi peserta didik sekolahsekolah, maupun karyawan instansi pemerintah dan swasta yang ingin mengenal Ilmu al-Qur’an. Wisata Al-Qur’an ini berlangsung selama beberapa hari sesuai dengan keperluan target peserta. Materi WQ , selain tahsin , tajwid dan tahfizh al-Qur’an juga Pembentukan Team building, Karakter Al-Qur’an Building dan Outbond.

    Wisata Qur’an ini biasanya diperuntukkan karyawan suatu perusahaan dalam mengisi gathering perusahaan. Harapannya selain meraih
    tujuan gathering maka tujuan belajar al-Qur’an pun bisa diraih. Bukan hanya peserta usia dewasa, Wisata Qur’an juga diperuntukkan bagi anak-anak dan remaja. Wisata Qur’an biasanya diadakan di masa-masa liburan untuk menjadikan masa liburan lebih dekat kepada al-Qur’an.

    Sasaran Program:
    – Anak-anak usia 9-12 tahun (Jenjang SD kelas 4-6)
    – Siswa-siswi jenjang SMP dan SMU / sederajat
    – Umum (Karyawan, profesional, Swasta, Rumah Tangga).

    Visi
    Membumikan kecintaan al-Qur’an kepada masyarakat luas

    Misi
    – Memberikan wawasan dan pembelajaran Al-Qur’an yang fun dan edukatif.
    – Memfasilitasi instansi pendidikan dan perusahaan untuk mengadakan gathering Qur’ani.
    – Memaksimalkan waktu luang dan waktu liburan dengan pendidikan Al-Qur’an.
    – Pembentukan Team building, Karakter Al-Qur’an Building dan Outbond.