Bogor, 24 Juni 2026 — Islamic Center Wadi Mubarak kembali menorehkan tonggak penting dalam perjalanan pendidikan dan dakwah melalui penyelenggaraan Wisuda Akbar ke-V yang digelar pada Rabu, 24 Juni 2026, bertempat di Seruni Hotel The Fountains, Bogor.
Acara yang berlangsung sejak pukul 07.45 hingga 11.15 WIB tersebut menjadi momentum penuh syukur atas lahirnya generasi baru yang dipersiapkan untuk memberikan kontribusi nyata bagi umat melalui ilmu, akhlak, dan pengabdian.
Sebanyak 181 wisudawan dan wisudawati dari berbagai jenjang pendidikan resmi dikukuhkan dalam prosesi wisuda tahun ini.
Dalam laporan wisuda, Ustadz Mahfud, S.Th.I., M.Ag. selaku Ketua Penjaminan Mutu Yayasan Islamic Center Wadi Mubarak, menyampaikan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni kelulusan, tetapi menjadi bentuk rasa syukur atas proses panjang pendidikan yang melahirkan generasi yang siap membawa manfaat bagi masyarakat.
“Momentum ini merupakan rasa syukur atas lahirnya generasi yang siap mengabdi kepada umat,” ungkapnya.
181 Wisudawan dari Empat Jenjang Pendidikan
Wisuda Akbar ke-V Islamic Center Wadi Mubarak melibatkan empat jenjang pendidikan dengan capaian dan karakter pembinaan yang beragam.
Sebanyak 57 wisudawan berasal dari Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU).
Dari Mahabbah Boarding School, sebanyak 30 wisudawati turut mengikuti prosesi kelulusan.
Sementara itu, jenjang PKM serta SMP–SMA meluluskan total 68 peserta, dan jenjang TAUD serta MIT meluluskan 26 wisudawan dan wisudawati.
Setiap jenjang menunjukkan capaian pendidikan yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keislaman.
Lulusan TAUD tercatat telah menyelesaikan hafalan 3 juz Al-Qur’an dengan bacaan tartil sesuai kaidah tajwid.
Adapun lulusan MIT menuntaskan capaian berupa hafalan minimal 10 juz, penguasaan metode baca Qur’an At-Tibyan, hafalan Matan Tuhfatul Athfal, serta pembinaan akhlak melalui hafalan hadits pilihan, dzikir, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dihadiri Tokoh Pendidikan dan Ulama, Menguatkan Sinergi Dakwah dan Pendidikan
Wisuda Akbar ke-V turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan internasional yang memberikan dukungan terhadap pengembangan pendidikan Islam.
Hadir dalam kesempatan tersebut Pimpinan dan Pengasuh Islamic Center Wadi Mubarak, Dr. KH. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I., Syaikh Khalid Ats-Tsubaity sebagai tamu kehormatan, serta Dr. H. Saca Suhendi, M.Ag., Wakil Sekretaris Bidang Kelembagaan Kopertais Wilayah II Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Dr. KH. Didik Hariyanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan pendidikan di Islamic Center Wadi Mubarak, termasuk para wali santri yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya.
Beliau juga menyampaikan perkembangan dan penguatan dukungan terhadap program dakwah serta pengembangan unit-unit yang akan memperluas kebermanfaatan lembaga bagi masyarakat.
Di akhir sambutan, beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh tamu undangan serta memohon maaf atas segala kekurangan dalam penyelenggaraan acara.
Pendidikan Sejak Dini Menjadi Fondasi Peradaban
Dalam tausiyahnya, Syaikh Khalid Ats-Tsubaity menekankan pentingnya fase pendidikan awal sebagai pondasi pembentukan karakter manusia.
Menurut beliau, proses pendidikan yang dibangun sejak dini akan sangat menentukan arah kehidupan seseorang di masa mendatang.
“Tahapan yang dilalui para santri merupakan marhalah yang sangat fundamental. Ketika nilai yang ditanamkan dibangun dengan baik sejak awal, maka itu akan membentuk karakter dan kepribadian yang kuat.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa investasi terbesar dalam pendidikan adalah pembentukan nilai dan adab.
Menjadi Generasi yang Bermanfaat untuk Masyarakat
Sementara itu, Dr. H. Saca Suhendi, M.Ag. dalam sambutannya mengajak para wisudawan untuk memiliki cara pandang yang benar dalam menjalani kehidupan.
Beliau menekankan pentingnya menggabungkan keyakinan terhadap ketetapan Allah dengan ikhtiar yang maksimal, serta tidak takut melakukan proses belajar dan bertumbuh.
Dalam pesannya kepada para lulusan, beliau mengajak seluruh wisudawan untuk terus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Kalau tidak bisa menjadi pohon besar di hutan belantara, jadilah tanaman kecil di depan rumah yang memberikan keindahan dan manfaat bagi banyak orang.”
Apresiasi untuk Wisudawan Terbaik dan Prestasi Membanggakan
Pada Wisuda Akbar ke-V ini, penghargaan Wisudawan Terbaik diberikan kepada:
Muhammad Abbas (TAUD)
Umar Al-Aqsho Ahsanta (MIT)
Fahmahatsa Ayyadani Subhi (PKM)
Achmad Septian Alfauzi (STIU)
Selain itu, sejumlah prestasi akademik dan keilmuan turut diraih para lulusan.
Di antaranya, Fauzan Azima yang meraih predikat peserta terbaik Dauroh Menghafal Hadits Bukhari-Muslim 2024 sekaligus Juara 1 MTQ cabang Hafalan 30 Juz dan Tafsir tingkat Kota Pekanbaru 2024.
Prestasi lainnya diraih oleh M. Farid Rifqi Zulkifli sebagai Juara 1 MTQ Hafalan 30 Juz tingkat Provinsi Maluku Utara 2025, serta Muh. Fadlan Muzakki dan Salma Sabila yang meraih predikat peserta terbaik Dauroh Menghafal Hadits Bukhari-Muslim 2025.
Wisuda Bukan Akhir, tetapi Awal Pengabdian
Mewakili seluruh wisudawan, Muhammad Ikhsan menyampaikan pesan perpisahan yang menegaskan bahwa wisuda bukanlah titik akhir perjalanan.
Menurutnya, ilmu yang telah diperoleh harus menjadi bahan bakar untuk terus bergerak dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
“Mari melangkah keluar dan mengobarkan semangat perjuangan dalam menyebarkan nilai-nilai Al-Qur’an.”
Rangkaian Wisuda Akbar ke-V Islamic Center Wadi Mubarak Tahun 2026 ditutup dengan sesi foto bersama seluruh wisudawan, pimpinan lembaga, para asatidz, wali santri, serta tamu undangan.
Melalui wisuda ini, Islamic Center Wadi Mubarak kembali meneguhkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan Islam yang melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi untuk umat.
Bogor, 20 Juni 2026 – Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU) Wadi Mubarak menjalin kerja sama strategis dengan Maktab Ma’ahid Riyadh, Arab Saudi, yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Sabtu, 20 Juni 2026.
Kerja sama tersebut ditandatangani oleh Ketua STIU Wadi Mubarak, Ustadz Muhammad Suaidi Yusuf, Lc., M.E.I., bersama Mudir ‘Am Maktab Ma’ahid Riyadh, Syekh Hammad bin Abdulrahman Al-‘Umri. Kesepakatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat jejaring pendidikan Islam internasional sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di STIU Wadi Mubarak.
Screenshot
Sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada pengembangan ilmu-ilmu keislaman, STIU Wadi Mubarak memandang kerja sama ini sebagai peluang strategis untuk memperluas akses terhadap pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan budaya akademik yang berorientasi pada standar global.
Ketua STIU Wadi Mubarak menyampaikan bahwa kolaborasi dengan lembaga pendidikan di Arab Saudi memiliki nilai penting dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi Islam yang berbasis Al-Qur’an dan Sunnah serta relevan dengan kebutuhan zaman.
Melalui kerja sama ini, diharapkan tercipta berbagai program akademik dan pengembangan kelembagaan yang dapat memberikan manfaat bagi civitas akademika STIU Wadi Mubarak maupun seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Wadi Mubarak.
Kerja sama ini juga menjadi bagian dari komitmen Wadi Mubarak dalam membangun generasi muslim yang berilmu, berakhlak, dan memiliki wawasan global tanpa meninggalkan identitas keislamannya.
Bogor, Wadimubarak.com – Rabu, (25/06) Islamic Center Wadi Mubarak (ICWM) kembali menyelenggarakan Wisuda Akbar V, sebuah momen puncak penghargaan bagi para lulusan dari berbagai unit pendidikan yang berada di bawah naungan ICWM. Acara sakral ini digelar di Seruni The Fountains Hotel, Bogor, dan diikuti oleh ratusan peserta dari tiga lembaga utama: STIU Wadi Mubarak, Program Kaderisasi Muhaffizh (PKM), dan Mahabbah Boarding School.
Diikuti oleh 58 mahasiswa/i STIU Wadi Mubarak Bogor, 52 penghafal Al-Qur’an dari Program Kaderisasi Muhaffizh (PKM) yang berasal dari seluruh cabang ICWM se-Indonesia, serta 40 santriwati Mahabbah Boarding School yang terdiri dari 19 orang kategori Aliyah dan 21 orang kategori Tsanawiyah.
Pada momen istimewa ini, sejumlah tamu kehormatan turut hadir dan menyampaikan apresiasi tinggi kepada para lulusan penghafal Al-Qur’an. Di antaranya adalah perwakilan Koordinator Perguruan Tinggi Islam Swasta Wilayah II Jawa Barat, Prof. Dr. Aan Hasanah, M.Ed, tamu dari Makkah, Syaikh Bassam, Al-Walid H. Muhammad Shakeel beserta keluarga, dan tamu undangan lainnya.
Di antara para lulusan, sebanyak 17 mahasiswa STIU Wadi Mubarak dinyatakan telah memenuhi kualifikasi untuk menerima sanad bacaan Al-Qur’an Riwayat Ḥafṣ ‘an ‘Āṣim sebagai bentuk pengakuan atas pencapaian mereka dalam penguasaan bacaan Al-Qur’an.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, beberapa mahasiswa turut menampilkan bacaan Al-Qur’an di hadapan para hadirin. Di antaranya, Fadhilah Nur Wahid membacakan dengan Riwayat Ḥafṣ ‘an ‘Āṣim kepada Syekh Abdul Qowi. Sementara itu, ‘Urwah membacakan Al-Qur’an dengan Riwayat Ḥafṣ kepada Ustadz Ajeril Arif, menunjukkan kedalaman penguasaan dan adab dalam menyampaikan ayat-ayat suci Al-Qur’an di hadapan para masyayikh dan tamu undangan.
Sebagaimana tradisi pada tahun-tahun sebelumnya, peserta yang ingin mengikuti prosesi Wisuda Akbar diwajibkan untuk mengikuti dan lulus dalam ujian kelulusan yang dilaksanakan sebelum hari pelaksanaan wisuda. Hanya mereka yang berhasil memenuhi standar penilaian yang telah ditetapkan yang berhak mengikuti acara ini.
Pada momen yang penuh haru dan kebanggaan ini, gelar Wisudawan Terbaik STIU Wadi Mubarak kategori Akademik tahun ini dianugerahkan kepada Asma’ Dzatun Nithaqain Harun, yang berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi—3,97 dan Wisudawan Terbaik STIU Wadi Mubarak kategori Non-Akademik diberikan kepada Ikmal Ibadurrahman dengan IPK 3,95.
Sementara itu, dari Program Kaderisasi Muhaffizh (PKM), gelar Wisudawan Terbaik diraih oleh Muhammd Abdul Karim dengan predikat Mumtaz Murtafi’, yang menunjukkan keteladanan dalam hafalan, akhlak, dan ketekunan selama proses pendidikan. Adapun Wisudawati Terbaik diraih oleh Syifa Halimatussya’diyah dengan predikat Mumtaz. Ini menunjukkan dedikasi yang maksimal dalam membersamai Al-Quran.
Tak kalah membanggakan, dari Mahabbah Boarding School, gelar Wisudawati Terbaik kategori Aliyah 30 Juz disematkan kepada Keiko Xaviera Ramadhani Wijaya asal Bekasi dan kategori Tsanawiyah 16,5 dianugerahkan kepada Rizkia Nabila Aufa El Madny asal Aceh sebagai bentuk apresiasi atas semangat, prestasi, dan kesungguhan yang telah ditunjukkan selama masa pembinaan.
Dalam sambutan penutup, Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I., selaku Pimpinan ICWM, menyampaikan pesan penuh semangat kepada para lulusan. Beliau menekankan pentingnya menjaga semangat belajar dan kontribusi terhadap umat, serta mengumumkan berbagai rencana pengembangan strategis untuk menjawab tantangan zaman.
“Wadi Mubarak akan terus bergerak maju, tidak hanya sebagai pusat pendidikan Al-Qur’an dan keislaman, tetapi juga sebagai lembaga dakwah strategis yang siap melahirkan generasi unggul dan menjawab kebutuhan umat di masa depan,” tegasnya.
Dengan berakhirnya Wisuda Akbar V ini, Yayasan Islamic Center Wadi Mubarak menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mercusuar peradaban Qur’ani yang mendunia.
Reporter: UKM Mushaf STIU-WM Editor: Al.C/Redaksi WM Foto: Dokumentasi Panitia Wisuda Akbar V
Bogor, Wadimubarak.com. Di tengah dunia pendidikan yang kerap dibayangi oleh tekanan target kurikulum, nilai ujian, dan tuntutan akreditasi, Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak (STIU WM) menghadirkan angin segar melalui Seminar Nasional bertema “Pembelajaran Berdiferensiasi: Memahami dan Mengaktualisasi Keistimewaan Peserta Didik.”
Seminar yang diadakan di auditorium STIU-WM pada Sabtu (10/05/2025), ini menghadirkan Prof. Dr. Anwar Efendi, M.Si., Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta, sebagai narasumber utama yang menawarkan pandangan revolusioner tentang esensi pendidikan sejati.
Sejak awal sesi, Prof. Anwar menekankan bahwa pendidikan bukan semata proses mencerdaskan, melainkan yang lebih penting adalah “menyelamatkan jiwa anak.” Gagasan ini menjadi benang merah sepanjang pemaparannya – diperkuat dengan refleksi mendalam, praktik nyata, dan strategi yang dapat langsung diterapkan oleh para guru serta pengelola sekolah.
Menurutnya, salah satu kesalahan paling fatal dalam sistem pendidikan saat ini adalah memperlakukan semua peserta didik secara seragam. Padahal, setiap anak hadir dengan latar belakang, potensi, minat, serta gaya belajar yang berbeda. Karena itu, seorang guru tidak cukup hanya menjadi penyampai materi; ia harus menjadi pamong, pendamping yang memahami dinamika batin dan keunikan jiwa setiap anak.
“Guru yang baik adalah yang kehadirannya dirindukan murid,” ungkap Prof. Anwar, menyoroti pentingnya aspek emosional dalam hubungan guru dan siswa. Di sinilah nilai pembelajaran berdiferensiasi menemukan relevansinya: bukan sekadar metode, melainkan sikap menghargai keragaman potensi manusia.
Lebih lanjut, ia membalik adagium klasik yang selama ini dianggap sakral: “Bukan rajin pangkal pandai, melainkan merasa pandailah yang membuat anak menjadi rajin.” Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya membangun rasa percaya diri sebagai fondasi bagi kecintaan terhadap proses belajar.
Dalam aspek teknis, Prof. Anwar mengajak para guru untuk mengawali pembelajaran dengan apersepsi yang kuat. Menurutnya, apersepsi bukan sekadar menanyakan PR atau membuka buku pelajaran, melainkan menyentuh nalar dan rasa siswa, misalnya dengan pertanyaan reflektif atau retorik yang dapat mencairkan suasana kelas.
“Pertanyaan retorik di awal kelas bukan untuk dijawab, melainkan untuk menggugah. Ia berfungsi sebagai pemecah kebekuan yang membuka ruang berpikir,” jelasnya.
Prof. Anwar juga mengusulkan model halaqah kecil, yakni forum diskusi santai antarpendidik di luar jam belajar, sebagai ruang untuk berbagi ide, pengalaman, bahkan impian. Model ini terbukti efektif dalam membangun ikatan emosional antar guru serta menumbuhkan budaya saling mendengar.
Dengan gaya penyampaian yang hangat, penuh humor, dan sarat kisah nyata dari lapangan, Prof. Anwar berhasil merangkai filosofi pendidikan dengan strategi praktis di kelas. Tak heran, para peserta tampak antusias sejak awal hingga akhir sesi. Banyak guru dan calon pendidik mengaku menemukan kembali alasan utama mereka menekuni dunia pendidikan.
Seminar ini ditutup dengan refleksi bersama bahwa pembelajaran berdiferensiasi bukanlah proyek sesaat, melainkan fondasi untuk membangun sekolah yang sehat, manusiawi, dan bermakna. Melalui seminar ini, STIU Wadi Mubarak tidak hanya memperkuat perannya sebagai institusi ilmu keislaman, tetapi juga tampil sebagai pelopor pendidikan berjiwa fitrah di tengah arus tantangan zaman.//Prince of Al Hambra/
Bogor, Wadimubarak.com – Bertempat di Hall Islamic Center Wadi Mubarak, sebanyak 35 Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak (STIU-WM) Angkatan ke-2 menghadiri acara Silaturrahmi dan Penutupan Pengabdian Alumni yang dilaksanakan pada Ahad, (21/07/2024) kemarin.
Program pengabdian yang dijalankan oleh alumni adalah salah satu program wajib bagi para mahasiswa selepas masa pendidikan 4 tahun di STIU-WM.
Tidak hanya sebatas mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama masa pendidikan di dalam kampus, tetapi masa pengabdian yang ditugaskan adalah untuk meningkatkan kualitas diri di tengah masyarakat, khususnya di lembaga yang telah ditunjuk oleh Bagian Manajemen Pondok Cabang Wadi Mubarak.
Ditemani Koordinator Alumni ICWM, Ust. Muhammad Tsabit Al-Jundi dan Ketua Prodi Ust. Haris Irfan Ahmad, Ketua STIU-WM, Ust. Mahfud, M.Ag menutup program pengabdian Angkatan ke-2 tersebut.
Dalam pesan yang disampaikannya, Ust. Mahfud mengingatkan agar tiap individu memiliki visi yang jelas, yang dengan itu akan menjadi pedoman dalam menghadapi rintangan hidup ke depan.
Kemudian, beliau pun menyampaikan tentang pentingnya membangun relasi dan kepercayaan karena sebagai makhluk sosial, manusia tidak akan mungkin mencapai visi tanpa bantuan atau hubungan dengan orang lain.
Lain dari itu, beliau juga menekankan agar tiap alumni STIU-WM harus menjunjung tinggi adab terhadap siapapun. Yaitu memelihara dan menghormati norma-norma perilaku yang baik, sopan, dan beretika dalam berbagai situasi.
Menutup pesan yang disampaikan, Ust. Mahfud mengingatkan agar seluruh Alumni selalu bersyukur atas segala karunia yang telah Allah berikan.
“Dengan adanya acara ini, maka rangkaian kurikulum pendidikan di STIU-WM yaitu 4 (empat) tahun masa belajar di kampus dan 2 (dua) tahun masa pengabdian telah rampung diselesaikan mereka.” Terang Ust. Muhammad Tsabit Al-Jundi sebagai Koordinator Alumni Wadi Mubarak.//Al.C
Bogor, Wadimubarak.com – Jum’at (19/07/2024) Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak (STIU WM) mengadakan acara penutupan dauroh menghafal kitab karangan Al-Isybiliy (581 H). Dauroh hasil bekerja sama dengan Yayasan Huffaazul Wahyain, Jeddah, Arab Saudi ini telah berjalan sejak tahun 2016 hingga sekarang.
Pada dauroh tahun 2024 ini, terdapat 82 peserta ikhwan dan 77 peserta akhwat yang mengikuti program menghafal kitab Al-Jam’u Baina Ash-Shahihaini karangan Al-Hafizh Abu Muhammad Abdul Haq Al-Isybiliy rahimahullahu taa’la ini.
Seluruh peserta berasal dari berbagai macam daerah di Indonesia. Tercatat pula bahwa dauroh kali ini adalah dauroh yang ke-sembilan kalinya diadakan di Islamic Center Wadi Mubarak.
Dauroh tahun ini dipimpin langsung oleh Syaikh Abdul Aziz Idris dari Jeddah. Selain beliau, hadir pula Syaikh Ali Ar-Rumaihi, Syaikh Sholih Muhammad, dan Syaikh Fahd.
Setelah cek kesiapan, kedatangan empat masyaikh di STIU Wadi Mubarak pada tanggal 21 Juni lalu menjadi pertanda bahwa dauroh akan segera dimulai setelah sholat subuh esok harinya.
Dauroh ke-9 yang berlangsung selama 28 hari ini berjalan dengan semangat dan dipenuhi antusias para peserta dalam menghafal hadits-hadits Nabi ﷺ.
Kegiatan dauroh ini dibagi menjadi dua halaqoh utama, yaitu halaqoh pagi setelah sholat subuh hingga jam 9 pagi dan halaqoh sore setelah sholat ashar hingga masuknya waktu sholat maghrib.
Di dalam halaqoh, peserta diwajibkan untuk menyetorkan hafalannya sebanyak minimal 11 halaman setiap harinya agar bisa menyelesaikan satu mujallad kitab Al-Jam’u Baina Ash-Shahihaini dalam kurun waktu 1 bulan.
Setelah selesai menyetorkan hafalan hadits ke masyaikh atau musyrif halaqoh, peserta juga diwajibkan untuk mengulang kembali setorannya secara pribadi agar siap untuk diuji nantinya setelah halaqoh sore berakhir.
Pada penghujung kegiatan dauroh, tentunya ada hadiah yang menanti. Tahun ini, atas izin Allah terdapat 8 orang yang berhak untuk menerima hadiah berupa uang tunai dengan total 8 juta rupiah dari Lembaga Huffaazul Wahyain, yaitu Fauzan Azima, Zakaria, Shiddiq Amirullah, Auf dari Ma’had Bin Baz, Feri Fadli, Ikmal, Abdur Rosyid, Adzka Dhiya, dan Habibi Muhammad Abduh dari Padang.
Salah satu peserta yang datang dari tanah Minang, Solok, Sumatera barat, Muhammad Nashiruddin memberikan komentarnya mengenai dauroh yang telah berlangsung selama satu bulan penuh di STIU Wadi Mubarak, Bogor. Beliau mengungkapkan perasaan bangga dan harunya bisa ikut serta dalam dauroh menghafal hadits-hadits Nabi ﷺ tersebut.
“Sebagai seorang peserta yang juga merupakan perdana untuk saya dalam mengikuti dauroh ini, saya benar-benar mendapatkan banyak faidah darinya. Apalagi kita dituntut untuk menghafal dalil yang paling shohih setelah Al-Qur’an. Saya sangat bersyukur bisa ikut serta dalam dauroh ini, apalagi gratis.” Ungkapnya.
“Semoga di dauroh berikutnya, saya bisa ikut Kembali dalam dauroh ini agar bisa melanjutkan hafalan hadits saya dari shohih bukhori dan muslim. Karena sebagai tholibul ilmi, memang seharusnya setelah kita hafal Al-Qur’an, kita lanjutkan dengan menghafal hadits Nabi. Kalau lah tanpa ada dauroh dari huffaazul wahyain ini, tidaklah bisa saya mempunyai waktu untuk bisa berduaan dengan hadits nabi dan menghafalkannya.” Lanjutnya.
Sebagaimana yang disampaikan oleh Syaikh Abdul Aziz ketika beliau memberikan sambutan pada penutupan dauroh, kegiatan ini insyaallah akan diadakan kembali tahun depan.
Semoga dauroh menghafal sunnah Nabi ini akan terus dapat melahirkan para penuntut ilmu yang tsiqoh ilmunya terhadap Al-Qur’an dan juga As-Sunnah An-Nabawiyyah. //Ihsan/Mushaf/Al.C
Wadimubarak.com – Rabu, (10/07) Yayasan Islamic Center Wadi Mubarak (ICWM) Kembali menyelenggarakan wisuda akbar serentak yang diikuti oleh seluruh peserta didik yang menempuh Pendidikan di berbagai cabang Wadi Mubarak. Acara yang dimulai dari pukul 08.00 s/d selesai ini bertempat di Gedung Pendulum Nusantara Hall, Bogor.
Pada acara tersebut berlangsung berbagai kegiatan, di antaranya adalah pemberian penghargaan kepada seorang mahasiswa/i yang berhasil mendapatkan nominasi sebagai wisudawan dan wisudawati terbaik.
Gelar wisudawati terbaik dari STIU WM berhasil diraih oleh mahasiswi atas nama Ni’mahazzad Albahiy asal Jember dengan nilai IPK 4.00. Adapun gelar wisudawan terbaik diraih oleh mahasiswa atas nama Sayyid Abdullah AR asal Lombok Tengah dengan nilai IPK 3.92.
Harapan atas diberikannya penghargaan kepada mahasiswa/i teladan di acara istimewa ini adalah agar nantinya keberadaan mereka dapat menjadi qudwah untuk para mahasiswa/i yang masih berada di belakangnya, serta sebagai penghargaan atas jerih payah yang dikeluarkan selama masa studi yang ditempuh dalam waktu empat tahun lamanya.
Wisudawan kelahiran Lombok Tengah, dari Bapak Abhar dan Ibu Saeha ini merupakan putra bungsu dari tiga bersaudara. Selama masa studi yang ia tempuh di STIU WM, beliau memang dikenal dengan seorang mahasiswa yang sangat aktif baik secara akademik maupun non akademik.
Sayyid Abdullah, putra Lombok kelahiran 2002 ini menyelesaikan hafalan Qur’annya pertama kali di STIU Wadi Mubarak atas bimbingan Ustadz Irsyad Husnul Hidayat hafizhahullah.
Perjalanan pengambilan sanad Al-Qur’an beliau yang dimulai pada tahun lalu berhasil diselesaikan dalam kurun waktu satu tahun atas bimbingan Ustadz Ahmad Zaini hafizhahullah.
Dalam sesi pidato yang Sayyid sampaikan, beliau mengucapkan banyak terima kasih atas peran para asatidzah dan masyaikh yang telah berperan banyak dalam membimbing dan mengeluarkannya dari cahaya kebodohan.
“Tidaklah ilmu dapat diraih selain dengan belajar, dan keberkahannya terlihat dari amal dan pengabdian. Karena sesungguhnya kitalah yang butuh untuk mengabdi agar ilmu kita berkah, bukan pengabdian yang membutuhkan kita.” Ujar Sayyid.
Sayyid juga menambahkan ungkapan rasa syukurnya yang sangat dalam kepada semua sahabatnya dan kedua orang tuanya secara khusus dengan kalimat yang menggetarkan hati.
“Takkan ada keberhasilan kami pada hari ini tanpa adanya iringan restu dari orang tua, maka semoga apa saja jalan yang kami pilih setelah ini selalu senantiasa diberikan rahmat dan keridhoan dari Allah, setelah ridho dari Ayah dan Ibu.” Sambungnya.
Semoga dengan diberikannya gelar ini, sosok seperti Sayyid Abdullah dapat terus lahir dalam jiwa para mahasiswa lainnya. Tidak lupa pula kami mendoakan agar ilmu yang ia dapatkan selama proses pembelajarannya di kampus dapat bermanfaat untuknya dan untuk masyarakat luas. //Ikhsan/Mushaf/Al.C
Wadimubarak.com – Rabu, (10/07) Yayasan Islamic Center Wadi Mubarak kembali menyelenggarakan acara Wisuda Akbar tahunan yang mengikut sertakan santri dari semua jenjang pendidikan yang terintegrasi dengan ICWM, mulai dari tingkat TAUD, Madrasah Ibtidaiyah Tahfizh (MIT), SMP/SMA Tahfizh, Program Kaderisasi Muhaffizh (PKM), hingga Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak (STIU WM). Puncak dari acara tersebut adalah meluluskan seluruh santri serta mahasiswa/i yang telah berakhir masa studinya.
Acara yang diselenggarakan di Gedung Pendulum Nusantara Hall Bogor ini diikuti oleh total 184 penghafal Al-Qur’an dari seluruh cabang yayasan ICWM se-Indonesia, di antaranya adalah 74 mahasiswa/i STIU Wadi Mubarak Bogor. Acara besar tersebut dimulai sejak pukul 08.00 pagi hari.
Wisuda Akbar kali keempat ini diselenggarakan bentuk penghargaan atas jerih payah para santri dan santriwati, serta para mahasiswa/i yang telah menyelesaikan program studinya secara sempurna dalam waktu yang telah ditetapkan.
Selain memberikan penghargaan, momentum ini juga merupakan bentuk pelepasan bagi para pelajar untuk disebar ke berbagai lokasi di seluruh Indonesia dalam rangka mengabdikan diri kepada masyarakat dengan cara mengajarkan kembali ilmu yang telah didapatkan selama masa studi.
Pada kesempatan istimewa ini, beberapa tamu istimewa juga menyempatkan diri untuk menghadiri serta memberikan apresiasi yang besar terhadap para penghafal Al-Qur’an yang diluluskan. Di antara tamu istimewa itu adalah Syaikh Khalid Ats-tsubaity mewakili Duta Besar Saudi Arabia untuk Indonesia, dan Wakil Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani, S.Sos.
Di antara banyaknya lulusan, 14 mahasiswa STIU Wadi Mubarak telah lulus standar pengambilan sanad bacaan Riwayat Hafsh ‘an Ashim. Adapun dari pihak mahasiswi, terdapat 3 di antara mereka yang juga berhasil meraih sanad Al-Qur’an.
Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, syarat untuk mengikuti program wisuda akbar ini adalah mengikuti ujian kelulusan sebelum acara wisuda diselenggarakan. Bagi mereka yang berhasil lulus dalam standar penilaian ujian, maka berhak untuk diikut sertakan dalam acara besar ini.
Program ujian ini sengaja diselenggarakan rutin setiap tahunnya dengan tujuan menjaga kualitas bacaan dan hafalan para santri, serta menguji atas apa yang telah mereka raih atas jerih payah usaha mereka dalam menghafal serta memahami kalamullah. Agar ketika mereka telah dilepas, pemahaman mereka sudah ‘matang’ untuk menyebarkan ilmu yang dipelajari agar dapat bermanfaat untuk masyarakat luas.
Pada penghujung acara wisuda akbar ini, Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I. memberikan beberapa kata penyemangat dan rencana-rencana besar lainnya yang akan menjadi terobosan untuk seluruh santri dan santriwati yang belajar di ICWM.
“Kami berharap semua wisuda dan wisudawati ini nantinya ketika diminta untuk berdakwah ke Melbourne, Jerman, atau bahkan Kanada, mereka bisa berinteraksi dengan baik dengan warga di sana. Oleh karena itu kami ingin menerapkan system baru yang juga akan berfokus kepada peningkatan Bahasa Inggris untuk mereka. Sehingga harapannya dakwah Al-Quran ini dapat menyeluruh tidak hanya di Indonesia, bahkan sampai menyentuh wilayah mancanegara.” harap Ustadz Didik kepada seluruh santri yang telah diwisuda pagi itu. //Ikhsan/Mushaf/Al.C
Bogor, Wadimubarak.com – Dalam upaya menjaga kemurnian bacaan Al-Qur’an sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ, yang diteruskan oleh para sahabat, tabi’in, dan generasi berikutnya, Islamic Center Wadi Mubarak kembali menyelenggarakan acara Penganugerahan Sanad.
Dihadiri pengurus Yayasan Islamic Center Wadi Mubarak dan civitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak (STIU WM) acara yang digelar pada 1 Muharram 1446 H (08/07/2024) ini bertempat di Masjid Jami’ Wadi Mubarak berlangsung dengan khidmat.
Sistem silsilah bacaan yang diterapkan bertujuan untuk memastikan bahwa bacaan Al-Qur’an disampaikan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui metode talaqqi.
Dalam metode ini, seseorang harus memperdengarkan bacaannya di hadapan seorang guru yang memiliki sanad, yang kemudian akan memberikan ijazah sebagai bukti otentikasi bacaan tersebut.
Mendapatkan ijazah sanad adalah impian banyak penghafal Al-Qur’an, meskipun prosesnya tidak mudah. Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi, termasuk hafalan yang kuat (mutqin) dan penguasaan ilmu tajwid secara teori dan praktik.
Beberapa pemberi sanad juga mewajibkan murid untuk menghafal beberapa kitab sebagai syarat memperoleh sanad, seperti Matan Jazariyah dan Tuhfatul Athfal.
Imam Ibnul Jazary rahimahullah, penulis kitab Matan Jazariyah, dalam kitabnya “Munjidul Muqriin” menegaskan bahwa meskipun seseorang hafal kitab At-Taisir (tentang Qiroat Sab’ah) di luar kepala, dia tidak boleh memberikan sanad Al-Qur’an jika belum belajar secara langsung (talaqqi) kepada guru yang memiliki sanad. Sebab, dalam qiroat terdapat hal-hal yang hanya bisa dipelajari melalui metode talaqqi.
Pada acara penganugerahan sanad kali ini, 14 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU) Wadi Mubarak menerima sanad Al-Qur’an dari para Pengajar (Musyrif) Tahfizh Wadi Mubarak.
Berikut adalah nama-nama mahasiswa beserta pengajar yang memberikan sanad Al-Qur’an Riwayat Imam Hafsh ‘an ‘Ashim:
Syaikh Abdul Qowi Al-Argaly hafizhahullahmemberikan sanad Al-Qur’an kepada: – Muhammad Ajeril Arif bin Arifuddin Qadir (Qiroat ‘Ashim) – Abdulloh bin Hamadou Bah
Ustadz Fathurrahman Alhamidy, S.Ag.,hafizhahullahmemberikan sanad Al-Qur’an kepada: – Saifulloh Azzam bin Jamaluddin – Muhammad Fakhrus Syakirin bin Muhammad Luki – Ashabul Firdaus Darmawan bin Asri Darmawan
Ustadz Malik Alfaridji, S.Ag., hafizhahullahmemberikan sanad Al-Qur’an kepada: – Ari Pawana bin Fathurrohman
Ustadz Ridlwan Adi Chanda, S.Ag., hafizhahullah memberikan sanad Al-Qur’an kepada: – ‘Abid Naqsyabandi bin Makmun
Ustadz Irsyad Husnul Hidayathafizhahullahmemberikan sanad Al-Qur’an kepada: – Jihad Fiisabil Haq bin Ramli – Arif Anshorulloh bin Margono Mukhtar – Ahmad Riadzan Dinhari bin Sumantri
Ustadz Ahmad Zainy hafizhahullahmemberikan sanad Al-Qur’an kepada: – Sayyid Abdulloh bin Abhar
Melbourne, Wadimubarak.com – Pada kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun ini, Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIU) menorehkan catatan sejarahnya kembali yaitu mengirim dua perwakilan terbaiknya untuk memimpin shalat tarawih di Masjid Surau Kita, pusat kegiatan keagamaan Indonesia di Melbourne, Australia.
Ustaz Faldi Nafiz Suardi, alumni STIU tahun 2023 dan Zhain Abdillah, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Bandung, dipilih untuk memimpin shalat di masjid tersebut. Dengan memiliki sanad Al-Qur’an riwayat Hafs ‘an ‘Ashim jalur Syathibiyyah, memastikan keahlian mereka dalam membawakan bacaan Al-Qur’an dengan baik dan benar.
Kehadiran keduanya mendapat apresiasi tinggi dari jamaah, terutama Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang bertanggung jawab atas pengelolaan Masjid Surau Kita. Selain memimpin shalat, Ustadz Naviz dan Zhain juga aktif dalam mengisi beberapa kegiatan lain di masjid yang jamaahnya tidak hanya terbatas dari warga negara Indonesia saja.
Masjid Surau Kita, merupakan salah satu pusat kegiatan keagamaan masyarakat Indonesia di Melbourne, Australia, dibangun atas inisiatif Indonesian Muslim Community of Victoria (IMCV). Selain melayani warga Indonesia, masjid ini juga terbuka bagi masyarakat Muslim dari berbagai negara.
Iwan Setiawan, salah satu jamaah Masjid Surau Kita, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran keduanya. Dia menyoroti pentingnya kehadiran Ustadz Naviz dan Zhain yang memungkinkan terselenggaranya kegiatan baru di masjid, seperti pembelajaran kitab At-Tibyan setelah shalat Subuh.
Kitab At-Tibyan atau metode At-Tibyan karya Syaikh Abdurrahman Bakr adalah metode pembelajaran ayat Al-Qur’an dengan tahajji atau mengeja kalimah yang menyebutkan dan menyambung huruf secara berurutan kemudian menyebutkan hukum tajwid dalam bahasa Arab.
Kitab ini merupakan salah satu kitab yang wajib dipelajari bagi santri di lingkungan Islamic Center Wadi Mubarak pada semua jenjang pendidikan. Kehadiran Ustadz Naviz dan Zhain dengan metode At-Tibyan inilah yang membawa semangat pembelajaran baru di Masjid Surau Kita.
Dengan adanya utusan imam shalat tarawih dari STIU ini, semangat kolaboratif STIU tidak hanya dengan lembaga pendidikan saja tetapi dengan komunitas Muslim Indonesia dari berbagai negara pun semakin terasa kuat. //Al.C