Kategori: STIU WM

  • Ramadhan Spesial, Mahasiswa STIUWM Isi Imam Tarawih Di Auckland Selandia Baru

    Ramadhan Spesial, Mahasiswa STIUWM Isi Imam Tarawih Di Auckland Selandia Baru

    Ramadhan 1444 H menjadi bulan yang spesial bagi Ustadz Ferri Eka Rahayu hafizhahullah ta’ala, pemegang sanad Al-Qur’an Riwayat Hafs ‘An ‘Ashim dan mahasiswa semester akhir Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU) Wadi Mubarak yang sedang mengemban amanat menjadi imam tarawih di salah satu masjid di kota terbesar di Selandia Baru, yaitu Auckland.

    Dilansir wikipedia.com, warga negara paling selatan dalam peta bumi ini mayoritas tidak beragama, 48% merupakan atheis. Sedang warga muslim yang terdata pada tahun 2018 mencakup 1,3% dari populasi 4.699.755 pada tahun yang sama.

    Baca Juga:
    – 
    Kerjasama Dengan STIUWM Walikota Padang Buka Pelatihan Guru Al-Qur’an
    – Ketua Yayasan ICWM Dapatkan Sanad Al-Qur’an Di Madinah

    Udara sejuk meliputi seluruh daerah kota Auckland, dengan suhu rata-rata 20° di sepanjang Desember-Maret dan berpuasa lebih singkat di banding Indonesia menjadikan satu berkah lainnya untuk berdiam di negara tersebut selama ramadhan tahun ini.

    Kedatangan Ustadz Ferri, begitu biasa dipanggil merupakan undangan dari keluarga ustadz Dwi Wahyullah Arfah seorang WNI yang sudah tinggal di Selandia Baru selama 25 tahun lebih dan menjadi Ketua Takmir Masjid Utsman Bin ‘Affan Auckland.

    Beliau adalah walisantri dari Lukman Hakeem Arfah, santri Imtiaz Cibubur (Cabang Wadi Mubarak) yang pernah menjuarai Hafiz Indonesia RCTI 2022 beserta kedua adiknya yang sedang mengenyam pendidikan di TAUD dan MIT SaQu Pondok Kopi Jakarta Timur.

    Inisiatif untuk mengundang imam tarawih dari Wadi Mubarak timbul sudah lama dan baru terrealisasi setelah Ustadz Dwi dengan putranya Lukman Hakeem mengikuti salah satu program andalan di Wadi Mubarak yaitu Wisata Qur’an (WQ) selama 2 bulan penuh, Januari-Februari 2023 yang lalu.

    Interaksi selama kegiatan itulah yang membuat tekad beliau semakin kuat untuk mengundang imam tarawih dari Islamic Center Wadi Mubarak sekaligus mengisi kajian dan tahsin bagi jama’ah masjid Utsman Bin ‘Affan Auckland.

    Baca Juga:
    – Pendaftaran Daurah Menghafal Shohih Bukhari Muslim

    – 12 Mahasiswa STIU-WM Dianugerahi Sanad Qira’ah
    – Tutup Daurah Huffazhul Wahyain; 3 (Tiga) Mahasiswa STIU-WM Dapatkan Umroh Gratis

    Masjid yang berdiri pada tahun 2015 ini diprakarsai oleh komunitas muslim Indonesia yang bergabung dalam sebuah organisasi Indonesian Islamic Centre (IIC) setelah berhasil membeli sebuah gedung untuk kemudian dijadikan pusat kegiatannya.

    Semoga dakwah Islam di negeri paling selatan tersebut semakin berkembang dengan pesat seiring waktu sehingga kalimah Tauhid dapat menyebar dan memenuhi bumi Allah Ta’ala ini.//Al.Choer

  • 3 Mahasiswa Dan 1 Alumni STIU Wadi Mubarak Isi Imam Tarawih di Australia

    3 Mahasiswa Dan 1 Alumni STIU Wadi Mubarak Isi Imam Tarawih di Australia

    Bogor, Wadimubarak.com – 3 (tiga) mahasiswa dan 1 (satu) alumni STIU Wadi Mubarak sedang membuat sejarah di luar negeri. Mereka diundang untuk menjadi imam sholat tarawih di Masjid Utsman bin Affan di Auckland, New Zealand, dan Global Islamic Youth Center yang berpusat di Australia.

    Mereka adalah Ari Kuswanto, Ferri Eka Rahayu, Zhain Abdillah, dan Irfan Maulana. Ini adalah kabar membanggakan bagi Islamic Center Wadi Mubarak secara khusus, menunjukkan bahwa para mahasiswa yang notabene nya adalah santri ICWM mampu bersaing secara global.

    Menurut informasi yang diperoleh, keempat imam tersebut telah tiba di New Zealand dan Australia pada Senin (21/3) pagi waktu setempat. Mereka akan memimpin sholat tarawih selama bulan suci Ramadan di Masjid Utsman bin Affan dan Global Islamic Youth Center.

    Baca Juga:
    – 
    Kerjasama Dengan STIUWM Walikota Padang Buka Pelatihan Guru Al-Qur’an
    – Ketua Yayasan ICWM Dapatkan Sanad Al-Qur’an Di Madinah
    – Mahasiswa Asal Kaltim Dapatkan Ijazah Sanad Al-Qur’an Di ICWM
    – Nikmatnya Umroh Ke Tanah Suci Plus Dauroh Bersama Masyayikh

    Menjadi imam sholat tarawih di Masjid Utsman bin Affan dan Global Islamic Youth Center adalah sebuah prestasi yang luar biasa. Masjid Utsman bin Affan merupakan masjid yang diprakarsai oleh komunitas umat Islam di Auckland, Selandia Baru dan menjadi pusat kegiatan keagamaan umat Islam di Auckland.

    Sementara itu, Global Islamic Youth Center adalah pusat kegiatan keagamaan bagi anak muda Muslim di Australia. Kehadiran keempat imam utusan Wadi Mubarak tersebut memberikan inspirasi dan semangat kepada jamaah di kedua tempat tersebut.

    Kepala STIU Wadi Mubarak, Mahfud, S.Th.I., M.Ag., mengatakan bahwa prestasi keempat imam tersebut, selain karena karunia Allah ta’ala juga merupakan hasil dari upaya dan kerja keras mereka dalam menuntut ilmu agama.

    Beliau pun mengharapkan bahwa keberhasilan keempat imam utusan tersebut dapat menjadi motivasi bagi para mahasiswa STIU Wadi Mubarak lainnya untuk terus belajar dan mengembangkan diri di bidang agama.

    Para mahasiswa STIU Wadi Mubarak juga merasa bangga atas prestasi yang diraih oleh keempat sahabatnya tersebut. Mereka menganggap bahwa keberhasilan itu adalah bukti bahwa pendidikan agama yang diterima di STIU Wadi Mubarak mampu menghasilkan imam-imam dan dai-dai yang berkualitas dan mampu bersaing di kancah internasional.

    Baca Juga:
    – Pendaftaran Daurah Menghafal Shohih Bukhari Muslim

    – Prof Rasjid Soeparwata Isi Kuliah Umum STIU Wadi Mubarak
    – 12 Mahasiswa STIU-WM Dianugerahi Sanad Qira’ah
    – Tutup Daurah Huffazhul Wahyain; 3 (Tiga) Mahasiswa STIU-WM Dapatkan Umroh Gratis

    Para mahasiswa juga berharap dapat mengikuti jejak keempat sahabatnya tersebut dan menjadi duta Indonesia yang terbaik di luar negeri.

    Keberhasilan ini patut diapresiasi. Mereka telah membawa nama Indonesia ke kancah internasional dan memberikan inspirasi bagi para pemuda Muslim di Indonesia. Kita berharap bahwa prestasi ini dapat menjadi pemicu bagi pemuda-pemuda Muslim di Indonesia untuk terus memperdalam pengetahuan agama dan berkontribusi bagi masyarakat. //burhan

  • 13 Mahasiswa STIUWM Isi Kuliah Kerja Nyata Di Kota Padang, Sumbar

    13 Mahasiswa STIUWM Isi Kuliah Kerja Nyata Di Kota Padang, Sumbar

    Kota Padang, Wadimubarak.com – Ramadhan kali ini Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak Bogor mengirimkan 13 mahasiswa KKN ke Kota Padang terdiri dari 2 mahasiswi dan 11 mahasiswa.

    Dua mahasiswi KKN ditempatkan di lembaga pendidikan Tahfizh Anak Usia Dini (TAUD) Sahabat Quran Kota padang yang merupakan salah satu cabang TAUD Sahabat Quran Wadi Mubarak. Di sana mahasiswi mengadakan kegiatan peningkatan kualitas guru Al-Quran dengan mengadakan kegiatan daurah tahfizh dan tahsin.

    11 mahasiswa diterjunkan ke sejumlah masjid dalam rangka pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata. Kesebelas mahasiswa sudah tiba di Kota Padang sejak hari Rabu 22 Maret. Setelah kordinasi dan pengondisian lokasi, hari Sabtu kesebelas mahasiswi ini pun disebar ke 11 masjid yang ada di Kota Padang.

    Baca Juga:
    – 
    Kerjasama Dengan STIUWM Walikota Padang Buka Pelatihan Guru Al-Qur’an
    – Ketua Yayasan ICWM Dapatkan Sanad Al-Qur’an Di Madinah
    – Mahasiswa Asal Kaltim Dapatkan Ijazah Sanad Al-Qur’an Di ICWM
    – Nikmatnya Umroh Ke Tanah Suci Plus Dauroh Bersama Masyayikh

    Mahasiswa-mahasiswi KKN ini berasal dari berbagai daerah mencakup mahasiswa asal Papua, Kalimantan, Sulawesi, Aceh, Jambi Bengkulu, Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat.

    Selama berada di Kota Padang, para mahasiswa menyusun berbagai kegiatan pengabdian masyarakat di masjid dan masyarakat sekitar dengan fokus pada kegiatan pendidikan Al-Quran.

    Ketigabelas mahasiswa ini merupakan huffazh atau para penghafal Al-Quran 30 juz. Di Kota Padang mereka menyelenggarakan kegiatan halaqah tahsin dan tahfizh Al-Quran dan kegiatan-kegiatan lain hingga tanggal 25 Ramadhan.

    Baca Juga:
    – Pendaftaran Daurah Menghafal Shohih Bukhari Muslim

    – Prof Rasjid Soeparwata Isi Kuliah Umum STIU Wadi Mubarak

    Khusus 11 mahasiswa, mereka juga dijadwalkan menjadi Imam Tarawih di masjid masing-masing. Empat di antaranya dijadwalkan menjadi Imam Tarawih dalam Kegiatan Safari Ramadhan bersama Walikota Padang, Hendri Septa, B.Bus., MBI. 

    Semoga kegiatan-kegiatannya berjalan lancar dan semakin menambah keberkahan di bulan Ramadhan tahun ini. Amiin yaa Rabb. (ARH)

  • Kerjasama Dengan STIUWM, Walikota Padang Buka Pelatihan Guru Al-Qur’an

    Kerjasama Dengan STIUWM, Walikota Padang Buka Pelatihan Guru Al-Qur’an

    Kota Padang, Ahad 26 Maret 2023. Pagi ini Walikota Padang, Hendri Septa, B.Bus., MBI. membuka secara resmi Kegiatan Pelatihan Guru Al-Qur’an se Kota Padang.

    Dalam sambutannya, beliau mendorong setiap peserta pelatihan yang berasal dari perwakilan guru-guru PAI se-Kota Padang untuk lebih giat dalam peningkatan pendidikan Al-Qur’an dan menanamkan niat ikhlas lillahi ta’ala dalam mengemban tugasnya.

    Kegiatan yang diselenggarakan di MAN 2 Kota Padang ini merupakan kerjasama antara Pemerintahan Kota Padang dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak Bogor (STIUWM Bogor).

    Pihak STIUWM Bogor menugaskan 3 mahasiswa huffazh, 1 alumni, dan 2 ustadzah pengajar program Tahfizh Anak Usia Dini untuk menjadi pemateri kegiatan.

    Kegiatan yang dilaksanakan selama 8 hari ini akan dilakukan selama 2 gelombang, masing-masing gelombang diikuti oleh peserta 50-60 orang. Peserta kegiatan adalah guru-guru PAI sekota Padang yang mengajar di jenjang SD dan SMP.

    Guru-guru PAI ini disiapkan untuk mendukung program Walikota Padang yang mencanangkan target hafal Al-Qur’an minimal 1 juz bagi semua siswa SD dan SMP.

    Dr. Abdul Rauf Haris, M.P.I Ketua STIUWM Bogor menjelaskan bahwa peran sekolah tinggi dalam program tersebut adalah untuk penguatan kualitas bacaan dan hafalan Al-Quran dengan mengenalkan metode At-Tibyan yang beberapa tahun ini diterapkan dalam program tahfizh Al-Quran jenjang RA dan MI di bawah Yayasan Sahabat Quran (YASAQU), salah satu mitra Yayasan Islamic Center Wadi Mubarak.

    Semoga semua niat dan amal baik setiap pihak yang bekerja sama senantiasa Allah bimbing dan mudahkan. (ARH)

  • Mahasiswa Asal Kaltim Dapatkan Ijazah Sanad Al-Qur’an di ICWM

    Mahasiswa Asal Kaltim Dapatkan Ijazah Sanad Al-Qur’an di ICWM

    Bogor, Wadimubarak.com – Alhamdulillah, Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak (STIU-WM) bersama dengan Markaz Iqra Wadi Mubarak, salah satu unit kerja di struktur Islamic Center Wadi Mubarak (ICWM) Bogor Jawa Barat pada Sabtu (11/02/2023) kemarin kembali memberikan Ijazah Sanad Al-Qur’an kepada salah seorang mahasiswanya.

    Adalah Muhammad Ajeril Arif, Mahasiswa STIU Wadi Mubarak semester 5 asal Balikpapan Kalimantan Timur telah menyetorkan bacaan Al-Qur’an Riwayat Hafsh ‘An ‘Ashim Jalur Syathibiyyah kepada Ustadz Nur Fajar Shadiq hafizhahullaah ta’ala dalam kurun waktu tidak lebih dari 1,5 tahun.

    Baca Juga:
    –
    Nikmatnya Umroh Ke Tanah Suci Plus Dauroh Bersama Masyayikh
    – Mahabbah Qur’anic Pre School Cibinong Adakan Seminar Parenting

    Dalam sambutan yang dibuka oleh Syaikh Abdul Qowi Al-Arjali, beliau menekankan pentingnya menjaga tradisi bacaan Al-Qur’an bersanad. Hal ini untuk menjaga keotentikan Al-Qur’an dan sebagai bentuk standarisasi bacaan Al Quran sebagaimana bacaan Nabi ﷺ.

    Beliau pun memotivasi para mahasiswa untuk terus semangat dan istiqomah, karena tahapan demi tahapan yang ada untuk mendapatkan sanad Al-Qur’an tidaklah mudah.

    Ada beberapa tahapan dan syarat yang harus dilakukan untuk mengambil sanad di lingkungan STIU-WM, yaitu: hafal Al-Qur’an dengan mutqin (kuat); memiliki bacaan Al Quran yang benar sesuai kaidah tajwid; menghafal matan Tuhfatul Athfal dan Jazariyyah beserta syarahnya dan juga menyetorkan hafalan 30 juz kepada musyrif (pembimbing) atau syaikh yang direkomendasikan oleh Markaz Iqra’ Wadi Mubarak.

    Baca Juga:
    – Penganugerahan Sanad Qiraah di ICWM
    – ICWM Gelar Daurah Huffazh Wahyain

    – Wujudkan Kota Tahfiz, Wali Kota Padang Kunjungi Islamic Center Wadi Mubarak Bogor

    Acara pengukuhan pemberian Ijazah sanad Al-Qur’an di hadapan civitas akademika STIU Wadi Mubarak serta pengurus Markaz Iqra Wadi Mubarak ini berlangsung hikmat dan haru karena satu tahapan sulit telah dilalui oleh salah satu penghafal Al-Qur’an di Islamic Center Wadi Mubarak.

    Karenanya, salah satu harapan Ustadz Nur Fajar Shadiq sebagai Mujiiz (pemberi ijazah sanad) adalah agar mujaaz (yang menerima ijazah sanad) tidak mencukupkan diri dengan apa yang sudah dimiliki, namun hendaknya ia dapat mengambil faedah dan ilmu yang banyak dari para masyaikh yang lain.

    Tak lupa pula beliau pun berpesan agar apa yang sudah dipelajari bisa bermanfaat untuk diri pribadi dan kaum muslimin pada umumnya dengan mengajarkan ilmu tersebut. // Al.Choer

  • BEM STIU Wadi Mubarak Adakan Workshop Minat dan Bakat

    BEM STIU Wadi Mubarak Adakan Workshop Minat dan Bakat


    Sabtu malam (26/11/2022), Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak (BEM STIU WM) mengadakan workshop pengembangan diri yang berjudul “Workshop Pengembangan Minat dan Bakat serta Launching Unit Kegiatan Mahasiswa STIU WM”.

    Bertempat di Masjid Islamic Center Wadi Mubarak dan dihadiri oleh seluruh mahasiswa. Disampaikan oleh Ustadz Agus Fadilla Sandi, S.H. selaku narasumber.

    Di awal workshop beliau mengukip perkataan Umar bin Abdul Aziz kepada anaknya, “Sungguh Allah merahmati seseorang yang mengetahui kadar dirinya”, beliau melanjutkan, “lebih dari sekedar mengetahui minat dan bakat, selayaknya seseorang mengetahui hakikat diri sebagai seorang mahkluk, hamba Allah dan khalifah fil ardh yang tentu telah Allah berikan potensi dalam dirinya.”

    Baca Juga: 
    – Prof. Sahya Anggara Isi Kuliah Umum: Tantangan Dakwah Sarjana Muslim Di Era Society 5.0
    – 12 Mahasiswa STIU-WM Dianugerahi Sanad Al-Qur’an
    – Tutup Daurah Huffazhul Wahyain; 3 (Tiga) Mahasiswa STIU-WM Dapatkan Umroh Gratis

    Dalam materi yang disampaikan, beliau menitik beratkan pentingnya bakat dan minat dalam pengembangan kualitas individu.Tak hanya itu, beliau pun menjelaskan tentang definisi potensi, passion serta talent, serta cara mengenal bakat lalu apa yang harus dilakukan seseorang setelah mengetahuinya.

    “Bersyukur dan mengembangkannya serta menggunakannya dalam ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala adalah tindakan yang harus kita ambil setelah mengetahui bakat yang kita miliki”. Ujar beliau saat pemaparan.

    Antusias para mahasiswa sangat terlihat pada workshop ini walaupun di tengah banyaknya aktivitas kampus yang tentunya menguras tenaga dan pikiran, aktif dalam memberi pendapat dan pertanyaan menggambarkan keseruan acara tersebut.

    Baca Juga:
    – Sesi 2 Penyaluran Bantuan Penyintas Gempa Cianjur
    – BEM STIU Wadi Mubarak Hadiri Seminar Nasional STIQ ZAD Cianjur
    – Bakti Sosial Mahapala STIU Wadi Mubarak Di Cimandala

    Respon seperti ini tentunya tidak terlepas dari keinginan setiap individu untuk berbenah diri agar sukses dalam menjalani hidup dan memperjuangkan kariernya.

    Acara ini ditutup dengan launching Unit Kegiatan Mahasiswa yang diresmikan oleh Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) BEM STIU Wadi Mubarak Sayyid Abdullah, mahasiswa semester lima.

    Adapun UKM yang diresmikan yaitu: (1) Public Speaking, (2) Life Skill, (3) Mudarosatul Qur’an, (4) Qiraatul Kutub, (5) Futsal, dan (6) Panahan. Dengan diadakannya UKM ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para mahasiswa dalam mencari dan mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya.//

    Penulis: Faros Nur Muhammad dan Muhammad Ihsan /UKM Mushaf STIU-WM

  • BEM STIU WM Hadiri Seminar Nasional STIQ ZAD Cianjur

    BEM STIU WM Hadiri Seminar Nasional STIQ ZAD Cianjur

    Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (BEM STIQ) Zad Cianjur menyelenggarakan Seminar Nasional yang bertemakan “Solusi Qurani Dalam Menghadapi Resesi Ekonomi 2023” pada Ahad pagi, 20/11/2022.

    Seminar ini bertempat di Auditorium STIQ Zad Cianjur. Turut mengundang perwakilan perguruan tinggi dan perwakilan BEM dari perguruan tinggi lainnya dari sekitaran Cianjur-Bogor.

    Ja’far Abdurrahman, ketua BEM STIU WM hadir memenuhi undangan didampingi Ketua Pengasuhan Ikhwan Ustadz Muhammad Aufa, S.Ag.

    Seminar ini menghadirkan dua orang narsumber yang luar biasa. Narasumber pertama adalah Dr. Hendri Tanjung, MBA., Ph.D., merupakan Komisioner Badan Wakaf Indonesia sekaligus Dosen Prodi Ekonomi Islam di Universitas Ibnu Khaldun Bogor. Beliau menyampaikan materi mengenai solusi menghadapi resesi ekonomi dengan menggunakan pendekatan ekonomi islam.

    Pembicara kedua adalah Adha Saputra, Lc., M.E., merupakan Ketua STIQ Zad Al-Insaniyyah Cianjur dan Alumni dari Pascasarjana Ekonomi Islam Universitas Ibnu Khaldun Bogor. Beliau menggunakan pendekatan tafsir ekonomi dalam memaparkan materinya.

    Dalam penjelasannya, Dr. Hendri banyak menyinggung mengenai masalah ekonomi yang tengah terjadi di Indonesia maupun mancanegara. Masalah resesi yang tengah menghantui banyak negara termasuk Indonesia sedang menjadi topik perbincangan yang hangat.

    Dimulai sejak wabah Covid-19 melanda hampir seluruh dunia, hingga kini, seluruh negara masih berfokus dalam pemulihan ekonomi masing-masing, terlebih dengan perkembangan kasus Covid-19 yang masih naik turun.

    Baca Juga: 
    – Prof Rasjid Soeparwata Isi Kuliah Umum STIU Wadi Mubarak
    – Prof. Sahya Anggara Isi Kuliah Umum: Tantangan Dakwah Sarjana Muslim Di Era Society 5.0
    – 12 Mahasiswa STIU-WM Dianugerahi Sanad Qira’ah
    – Tutup Daurah Huffazhul Wahyain; 3 (Tiga) Mahasiswa STIU-WM Dapatkan Umroh Gratis

    Di tengah transisi yang masih berlangsung, International Monetary Fund (IMF) memprediksikan bahwa Indonesia akan mengalami resesi ekonomi pada tahun 2023 mendatang, sebagaimana yang telah dialami beberapa negara eropa akhir-akhir ini.

    Kembali kepada Al Qur’an merupakan solusi terbaik untuk menghadapi segala problematika. Sumber dan penyelesaian masalah yang konkrit sudah Allah jelaskan di dalamnya. Karena sang pencipta lah yang paling mengetahui apa yang terbaik bagi para hambanya.

    Dilanjutkan dengan pemateri kedua yaitu Adha Saputra, Lc., M.E. yang menjelaskan tentang sejarah munculnya resesi ekonomi, dari awal munculnya hingga resesi yang sedang dihadapi di masa kini.

    Seminar Nasional yang diselenggarakan secara hybrid (offline dan online) oleh BEM STIQ Zad Cianjur dihadiri oleh lebih dari 500 orang. Para peserta terlihat sangat antuisias mendengarkan setiap materi yang disampaikan oleh narasumber. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya peserta yang bertanya pada sesi tanya jawab.

    Penulis: Muhammad Aufa/Mushaf STIU-WM

  • Prof. Rasjid Soeparwata Isi Kuliah Umum STIU Wadi Mubarak

    Prof. Rasjid Soeparwata Isi Kuliah Umum STIU Wadi Mubarak

    “Menjaga kesehatan itu penting, bagaimana kita mau produktif dan bekerja keras jika tubuh kita sakit-sakitan?”, begitu kurang lebih yang disampaikan Prof. Rasjid Soeparwata saat mengisi kuliah umum di Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU) Wadi Mubarak Bogor pada Ahad (20/11/2022) yang berlokasi di Masjid Jami’ Islamic Center Wadi Mubarak.

    Sebuah kehormatan bagi para civitas akademika STIU Wadi Mubarak Bogor dapat kehadiran tamu seorang pakar dalam sebuah bidang ilmu untuk yang kesekian kalinya. Ini merupakan sebuah nikmat dari Allah yang patut disyukuri.

    Kali ini, yang berkesempatan hadir dan mengisi kuliah umum di hadapan para civitas akademika STIU WM adalah Prof. DR. Dr.Med. H. Rasjid Soeparwata, SpB. SpB(K)V. SpBTKV(K).

    Beliau merupakan dokter spesialis bedah dan jantung di Münster University Hospital of Germany dan juga sebagai Associate Professor di negara salah satu universitas terkemuka dunia tersebut. Tentu kepakaran Prof. Rasjid Soeparwata di bidangnya ini tak perlu diragukan lagi.

    Baca Juga: 
    – Prof. Sahya Anggara Isi Kuliah Umum: Tantangan Dakwah Sarjana Muslim Di Era Society 5.0
    – 12 Mahasiswa STIU-WM Dianugerahi Sanad Qira’ah
    – Tutup Daurah Huffazhul Wahyain; 3 (Tiga) Mahasiswa STIU-WM Dapatkan Umroh Gratis

    Mendampingi beliau dalam kedatangannya, tampak Pembina Islamic Center Wadi Mubarak Ir. H. Raid Kadir beserta putra beliau Ramzi Raid Kadir, Kepala Bidang Pertanahan DPKPP Kabupaten Bogor H. Eko Mujiarto SH. MH dan Ketua Dewan Pembina & Penasehat Kantor Hukum DIN & Associate Jakarta Dr. Drs. H. Ishak Nawawi, SH.MH.MM.QIA.CFrA.

    Acara dibuka dan dipandu oleh Mudir STIU Wadi Mubarak Bogor Ustadz Mahfuzh, M.Ag., dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Zhain Abdillah, mahasiswa semester III asal Bandung.

    Dalam pemaparannya, Prof. Rasjid menjelaskan bahwa ada satu hal yang harus sama-sama dimiliki oleh setiap penuntut ilmu, baik dalam bidang agama maupun umum, yaitu Ghiroh (Semangat) untuk mengubah diri menjadi lebih baik. Maka siapa yang paling giat dan bekerja keras, maka dialah yang akan sukses.

    “Bisa dipilih, anda mau jadi seperti pohon yang tinggi namun pendek akarnya atau seperti tumbuhan yang meskipun pendek, namun akarnya menancap kuat kedalam tanah”, ucap beliau memotivasi para mahasiswa.


    Baca Juga:
    – Perdana Dan Istimewa: Wadi Mubarak Mewisuda 363 Penghafal Al-Qur’an

    – Syaikh Prof. Dr. Thoriq Bin Abdullah Hajjar Kunjungi STIU-WM
    – Nasihat Dr. Isa Al-Masmali Di Hadapan Mahasiswa STIU-WM

    Selalu menjaga sholat, bersyukur, berusaha, dan berdoa adalah pesan-pesan yang beliau pesankan. Terutama masalah sholat, beliau sangat menekankan hal tersebut, karena itu merupakan salah satu kunci kesuksesan utama.

    Beliau juga menyebutkan sebuah resep ampuh agar dapat maksimal dalam melaksanakan tugas apapun, resep tersebut adalah konsep 4C, yaitu concept, competence, collaboration, dan commitment. Serta mencontoh Rasulullah ﷺ dengan mengamalkan shiddiq, amanah, tabligh, fathonah (STAF).

    Saat sesi tanya jawab dibuka. Para audien semangat dalam mengancungkan tangan untuk bertanya. Salah satunya adalah Ustadz Hilmi ‘Ulwan yang bertanya tentang tanda-tanda stroke dan cara penanganan pertamanya.

    Beliau menjawab “Salah satu tanda-tanda stroke adalah sisi mulut dan wajah terlihat turun, cara bicaranya tidak beraturan dan pelo” kemudian beliau melanjutkan masalah penanganan pertama yang harus segera dilakukan adalah membawa pasien tersebut ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

    Kuliah umum ini kemudian ditutup dengan acara pemberian cenderamata dari civitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak kepada Prof. Rasjid Soeparwata dan Dr. Ishaq Nawawi.

    Diharapkan, semangat dan perjuangan Prof. Rasjid dalam sepak terjangnya dapat menular kepada para mahasiswa dan mahasiswi STIU Wadi Mubarak Bogor. Labib, mahasiswa semester III berharap dengan mengikuti acara ini dapat memiliki ghiroh yang kuat dalam berkeinginan dan berbuat, “Karena itu merupakan kunci di masa depan”, sahutnya.

    Penulis: Faros Nur Muhammad dan Muhammad Ihsan / UKM Mushaf STIU-WM
    Editor: Al.Choer

  • Prof. Sahya Anggara Isi Kuliah Umum: “Tantangan Dakwah Sarjana Muslim di Era Society 5.0”

    Prof. Sahya Anggara Isi Kuliah Umum: “Tantangan Dakwah Sarjana Muslim di Era Society 5.0”

    Berkembangnya zaman menuntut setiap individu untuk beradaptasi dengan berbagai macam perubahan yang terjadi. Para mahasiswa khususnya sarjana muslim pun dituntut untuk menyesuaikan diri akan problematika dan tantangan dakwah yang semakin kompleks. Teknologi bisa menjadi salah satu sarana untuk mencapai tujuan tersebut.

    Begitulah yang disampaikan Prof. DR. H. Sahya Anggara, M.Si saat berkunjung dan menjadi pembicara dalam Studium Generalle (kuliah umum) di kampus STIU Wadi Mubarak Bogor pada Kamis (10/11/2022) dengan mengangkat tema “Tantangan Dakwah Sarjana Muslim di Era Society 5.0”.

    Beliau merupakan Wakil bidang kemahasiswaan, sarpras dan kerjasama KOPERTAIS Wilayah I Jawa Barat, dan beliau juga salah satu Dosen Pascasarjana di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati, Bandung.

    Selain mengisi kuliah umum, kunjungan Prof. Sahya dan beberapa jajaran juga dalam rangka Visitasi Monitoring dan Evaluasi PTKIS Wilayah II Jawa barat yang dilakukan di setiap perguruan tinggi swasta Islam di Jawa Barat.

    Baca Juga: 
    – 4 (Empat) Pengajar ICWM Sukses Memperoleh Ijazah Sanad Al-Qur’an Di Madinah
    – 12 Mahasiswa STIU-WM Dianugerahi Sanad Qira’ah
    – Tutup Daurah Huffazhul Wahyain; 3 (Tiga) Mahasiswa STIU-WM Dapatkan Umroh Gratis

    Kuliah Umum dimulai sekitar Pukul 08.00 WIB bertempat di Masjid Jami’ Islamic Center Wadi Mubarak, dihadiri oleh seluruh civitas akademika beserta mahasiswa/i STIU WM.

    Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan tentang pentingnya bagi para mahasiswa khususnya prodi Ilmu Al Qur’an dan Tafsir untuk menguasai teknologi dengan tibanya era Industri 5.0 yang menuntut setiap individu bukan hanya menjadi pengguna teknologi yang pasif, namun dapat menguasai teknologi seutuhnya sebagai alat bantu.

    Pemahaman mendasar akan teknologi perlu dibangun agar dapat menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Jika sebagian beranggapan bahwa perkembangan teknologi dapat berakibat buruk dalam sistem kehidupan manusia karena melahirkan generasi yang Pragmatis (suka yang instan) dan dampak buruk lainnya.

    Baca Juga:
    – Perdana Dan Istimewa: Wadi Mubarak Mewisuda 363 Penghafal Al-Qur’an

    – Syaikh Prof. Dr. Thoriq Bin Abdullah Hajjar Kunjungi STIU-WM
    – Nasihat Dr. Isa Al-Masmali Di Hadapan Mahasiswa STIU-WM

    Ini semua adalah realita yang hadir dan timbul atas penyalahan penggunaan teknologi, bukan kesalahan teknologi itu sendiri. “Bukan Teknologinya yang salah, tetapi oknum yang menggunakan teknologi tersebut yang salah dalam memanfaatkannya. Karena teknologi itu adalah sebuah barang, maka yang menggunakannya yang akan membawanya ke arah yang akan dituju”, jelas Prof. Sahya.

    Salah satu dari tujuh tugas yang beliau sampaikan bagi civitas akademika sebuah kampus adalah menyamakan visi, misi dan tujuan. Orang yang tidak sama dalam hal visi, misi maupun tujuan akan menjadi penghambat bagi otoritas kampus.

    Agar dapat menciptakan perubahan, Prof. Cahya berpesan kepada para mahasiswa dan Civitas Akademika agar mengamalkan enam kiat yang beliau sampaikan, yaitu:(1) Adaptif dan Representatif; (2) Kreatif, Inovatif, Produktif; (3) Cerdas/ulet; (4) Forecasting (Merangkai masa depan); (5) Sehat Pikiran (Positive Thinking); dan (6) Disiplin.

    Baca Juga:
    – Korwil TAUD SaQu Aceh Adakan Seminar Nasional Quranic Parenting
    – Pimpinan ICWM Isi Materi Seminar Ketahanan Keluarga Di Aceh 

    – ICWM Rilis Buku 25 Kiat Agar Anak Cinta Al-Qur’an

    Acara yang berlangsung selama 2 jam ini tidak menuntut mahasiswa/mahasiswi duduk termangu justru acara ini berlangsung aktif, baik dari moderator, pemateri dan mahasiswa/mahasiswi. Hal ini terlihat saat sesi tanya jawab, salah satu mahasiswa yaitu Muhammad Fakhrusyi Syakirin, semester 5 bertanya.

    “Teknologi apa yang harus dikuasai?”

    Prof. Sahya menjawab “Bahwasannya teknologi yang bisa kita gunakan dan sesuai dengan kebutuhan, seperti laptop yang digunakan oleh kampus atau sosmed yang kini sedang marak di banyak jejaring.”

    Diharapkan dengan dilaksanakan Studium Generalle ini dapat membuka wawasan para mahasiswa dan menjadi pendongkrak semangat dalam menempuh pendidikan.

    Di akhir acara, Fikram salah satu mahasiswa semester 5 asal Sulawesi, mengaku mendapatkan banyak pencerahan dari pemaparan Prof. Sahya tersebut. “Saya mendapatkan banyak wawasan akan pentingnya teknologi dalam kehidupan kita”, paparnya.//

    Penulis: Faros Nur Muhammad dan Muhammad Ihsan /UKM Mushaf STIU-WM
    Editor: Al.Choer

  • Bakti Sosial Mahapala STIU WM di Cimandala

    Bakti Sosial Mahapala STIU WM di Cimandala

    Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Mahapala (Mahasiswa Huffazh Pecinta Alam) STIU Wadi Mubarak, dan beberapa mahasiswa lain dari Semester 5 dan 3 mengikuti kegiatan bakti sosial kerja bakti di daerah Cimandala, Bogor pada Rabu (2/11/2022).

    Terik matahari untuk daerah Bogor tentu tak seberapa panas terasa jika dibanding daerah lain, terlebih lokasi bakti sosial yang berada di lingkungan rindang pepohonan menambah semangat personil Mahapala tersebut. Belum lagi dengan adanya bantuan tenaga dari beberapa mahasiswa lainnya membuat bakti sosial menjadi sangat ringan dilakukan.

    Baca juga:
    – Pemuda Isilah Waktumu Dengan Keilmuan Dan Ketakwaan

    – Nongkrong Di Pinggir Jalan? Ingat 4 (Empat) Hal Ini

    Rombongan bakti sosial berangkat dari Kampus di Islamic Center Wadi Mubarak Bogor selepas melaksanakan Shalat Dzuhur berjamaah di masjid kampus. Setibanya di lokasi, setelah mendapat arahan dari pembimbing kegiatan para mahasiswa bergegas memulai kegiatan yaitu berupa kerja bakti membersihkan area yang baru saja selesai dibangun.

    Area yang dimaksud adalah area Pendidikan Tahfizh Al-Qur’an Amania Islamic School (AISc) yang beralamat di Grand Cimandala Residence Jalan DLLAJ, Cimandala, Sukaraja, Bogor, Jawa Barat.

    Dimulai dengan membersihkan masjid dan sekitarnya lalu kamar mandi, halaman dan teras pun tak luput dari target pembersihan tim. Terlihat para mahasiswa sangat bersemangat dalam melaksanakan kegiatan ini.

    Baca juga:
    – Fenomena Malas Shalat Di Kalangan Remaja

    – Meraih Cinta Allah Dengan Bekerja

    Saling bantu bahu membahu merupakan salah satu ciri khas anggota mapala dimanapun berada. Jiwa korsa yang dimiliki para anggota sangat tinggi sehingga menciptakan satu keluarga untuk sesama anggota. Hal ini mendorong terciptanya hasil yang maksimal dalam melaksanakan tugas kelompok.

    Setelah selesai membersihkan masjid dan menunaikan shalat Ashar berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan membersihkan ruang kelas, kantor dan rumah guru yang seluruhnya berada dalam satu area.

    Salah satu personil Mahapala STIU WM, Ahmad mahasiswa semester 5 asal Bima mengharapkan dari terlaksananya kegiatan ini dapat membentuk generasi yang peka dan peduli akan kelestarian dan keindahan lingkungan alam sekitar.

    Ditulis oleh: Faros//MUSHAF
    Editor: Al.Choer