Kategori: STIU WM

  • Kesulitan Menghafal Al-Qur’an?

    Kesulitan Menghafal Al-Qur’an?

    Orang yang menghafal Al-Qur’an tentunya memiliki keutamaan yang lebih tinggi dibanding orang yang belum menghafalnya. Dan untuk menghafalnya dipastikan akan mengalami banyak kesulitan, baik yang berasal dari diri sendiri maupun dari luar diri.

    Kesulitan

    Allah ﷻ mengabarkan kepada kita melalui firman-Nya, bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan1.

    فإن مع العسر يسرا إن مع العسر يسرا
    “Karena sesungguhnya setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Setiap kesulitan pasti ada kemudahan.” (Q.S. Al-Insyiroh: 5-6)

    Arti kata العسر (dibaca: Al-‘usru) dalam Bahasa Indonesia adalah kesulitan. Adapun يسر (dibaca: yusrun) dalam Bahasa Indonesia adalah kemudahan. Ibnu Katsir menafsirkan perihal dua ayat diatas2, bahwa dua kata Al-‘usru pada ayat diatas adalah Al-‘usru yang sama alias kesulitan yang sama. Adapun dua kata yusrun pada ayat diatas adalah yusrun yang berbeda alias kemudahan yang berbeda. Jadi maksud dari dua ayat diatas adalah setiap ada satu kesulitan pasti ada dua kemudahan.

    Al-Hasan Al-Bashri dan Qatadah ra berkata, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda “satu kesulitan tidak mungkin mengalahkan dua kemudahan”3.

    Baca Juga:
    – Wujudkan Kota Tahfiz, Wali Kota Padang Kunjungi Islamic Center Wadi Mubarak Bogor
    – Motivasi Satria Antoni PhD dihadapan Civitas Akademika STIU Wadi Mubarak

    Allahﷻ menginginkan kepada kita kemudahan4 Allahﷻ berfiman dalam dua ayat di surat yang berbeda;

    1. Al-Baqarah: 185
    {يريد الله بكم اليسر ولا يريد بكم العسر}
    “Allah menginginkan bagimu kemudahan dan tidak menginginkan bagimu kesulitan”

    2. An-Nisaa’: 28
    {يريد الله أن يخفف عنكم}
    “Allah menginginkan bagimu kemudahan”

    Begitu pula Rasulullah ﷺ, beliau diutus bukan untuk mempersulit umatnya melainkan untuk mempermudah umatnya. Beliau bersabda “permudahkanlah dan janganlah mempersulit”5 “sesungguhnya kalian itu diutus untuk mempermudah dan bukan untuk mempersulit”6

    Menghafal Kitab Suci Al-Qur’an

    Kitab Suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ adalah Al-Qur’an. Allahﷻ akan menjaga Kitab Suci Al-Qur’an melalui hamba-hamba-Nya yang terpilih hingga hari kiamat7. Allah ﷻ berfiman dalam Q.S. Al-Hijr: 9

    {إنا نحن نزلنا الذكر وإنا له لحافظون}
    “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan Kami pula yang akan menjaganya”

    Sebagaimana kita ketahui bahwa hukum menghafal Al-Qur’an adalah fardhu kifayah8, yaitu jika sudah ada yang mewakili dan tercukupi, maka gugur kewajiban yang lain. Adapun surat Al-Fatihah, maka wajib bagi setiap muslim yang sudah baligh untuk menghafalnya, karena surat ini dibaca setiap kali mendirikan sholat.9

    Orang yang menghafal Al-Qur’an tentunya memiliki keutamaan yang lebih tinggi dibanding orang yang belum menghafalnya. Lalu apa saja keutamaan-keutamaan itu?10 Berikut diantaranya:

    1. Al-Qur’an akan menjadi penolong bagi orang yang menghafalnya.
    2. Semakin banyak hafalan Al-Qur’an, maka semakin naik pula derajatnya disurga kelak.
    3. Penghafal Al-Qur’an lebih utama untuk menjadi imam sholat.
    4. Allahﷻ mengangkat derajat didunia bagi penghafal Al-Qur’an.

    Baca Juga
    – Penerimaan Santri Baru Ma’had Tahfizh Al-Arqam TA. 2022-2023
    – Pembukaan Ujian Tasmi’ Dan Lajnah 30 Juz

    Kesimpulan

    Jika ingin menghafal Al-Qur’an, maka berusahalah dan jangan berputus asa. Allahﷻ telah mengabarkan ‘jika ada satu kesulitan maka akan ada dua kemudahan’.

    Dalam “Kaifiyyatu Hifdzh Al-Qur’an Al-Kariim” karya Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Munjid disebutkan cara-cara menghafal Al-Qur’an bagi yang ingin menghafalnya, yaitu:11

    1. Meluruskan niat.
    2. Memperbaiki bacaan terlebih dahulu.
    3. Menentukan jumlah baris atau halaman yang akan dihafal setiap harinya.
    4. Tidak menambah hafalan, kecuali sudah bagus hafalan-hafalan sebelumnya.
    5. Tidak mengganti-ganti mushaf Al-Qur’an.
    6. Memahami ayat yang akan dihafal.
    7. Hati-hati dengan ayat-ayat yang mirip.
    8. Menyetorkan hafalan kepada yang lain.
    9. Tidak meninggalkan muroja’ah.

    Sebagai penutup, penulis berdo’a agar Allah ﷻ memudahkan kita untuk menghafal Al-Qur’an, memberikan pahala yang besar atas usaha kita dalam menghafalnya, serta memasukan kita ke dalam surgaNya. Aamiin.


    Penulis: Muhammad Bayu Al-farizi, Mahasiswa Semester 6 STIU WM
    Editor: Al.Choer


    Catatan Kaki:
    [1][4] Tausikal, Muhammad Abduh, MSc, “Kaidah Fikih (5) Kesulitan Mendatangkan Kemudahan” Rumaysho.com (25 November 2012)
    [2] Ibnu Katsir, “Tafsiir Al-Qur’an Al-‘azhiim 7:598”
    [3] Ibnu Jariir Ath-Thabarii, “Tafsiir Ath-Thabarii 24: 496” Dar Hijr
    [5] H.R. Bukhori No. 69 dan H.R. Muslim No. 1734
    [6] H.R. Bukhori No. 220
    [7] Ibnu Katsir, “Tafsiirul Qur’anul ‘Adzhiim surat Al-Hijr ayat 9”
    [8] Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, “Almasa’il Al’ilmiyyah wal Fatawa Asy-Syar’iyyah” hal. 35-36 Daar Adh-Dhiya
    [9] Hengki Ferdiansyah, Lc. MA, “Mau Sholat, Tapi Tak Hafal Surat Al-Fatihah? Ini Solusinya” Islami.co (04 Januari 2021)
    [10] Yulian Purnama, “Mengapa Perlu Menghafal Al-Qur’an?” Muslimah.or.id
    [11] Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Munjid, “Kaifiyyatu Hifdzh Al-Qur’n Al-Kariim”

  • Pertemuan Orangtua Mahasiswa Baru STIU Wadi Mubarak

    Pertemuan Orangtua Mahasiswa Baru STIU Wadi Mubarak

    Kedatangan mahasiswa baru Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak yang dijadwalkan pada pagi hari Ahad (05/06) berlangsung tertib tanpa kendala. Tidak sedikit wali santri tiba di Islamic Center Wadi Mubarak sehari sebelumnya.

    Sesuai agenda, Pertemuan orangtua mahasiswa baru diadakan pada siang hari pukul 13.00 s.d 15.00 wib. Pertemuan ini diadakan untuk mengenalkan Islamic Center Wadi Mubarak secara umum serta sistem pembelajaran di STIU Wadi Mubarak.

    Bertempat di Masjid Jami’ Wadi Mubarak dan di hadiri oleh seluruh mahasiswa baru serta orangtua/wali, kegiatan Silaturahim dan Temu Wali Mahasiswa/i ini berlangsung secara khidmat.

    Pertemuan orangtua santri dengan civitas STIU Wadi Mubarak merupakan rangkaian dari agenda masa orientasi mahasiswa baru STIU Wadi Mubarak angkatan ke-6 yang bertujuan agar orang tua dapat berkenalan secara langsung dengan dekan, wakil dekan, senat, dosen, dan seluruh jajaran civitas akademik lainnya.

    Simak Kegiatan Di : Silaturahmi dan Pertemuan Wali Mahasiswa Baru STIU Wadi Mubarak Bogor Tahun Ajaran 2022/2023

    Pada sesi sambutan, Ustadz Mahfud Siddiq, M.Ag selaku mudir STIU Wadi Mubarak mengenalkan secara umum sistem pembelajaran dan kehidupan di Kampus STIU-WM. Ketua Yayasan Islamic Center Wadi Mubarak, Ustadz Shahib Saifi, M.Ag dalam sambutannya sangat mengapresiasi dengan penuh suka cita dengan bergabungnya para mahasiswa baru beserta orangtuanya menjadi keluarga besar Wadi Mubarak.

    Ikut memberikan sambutan secara daring dari Tanah Suci Makkah, Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I. Dalam sambutannya tersebut, beliau menekankan akan pentingnya jujur dalam memulai niat belajar, beliau menyampaikan “Jika hanya ingin menghafal Qur’an, ingin jadi juara lomba hafalan Qur’an, ingin mendapatkan ketenaran, Di sini (WM) bukan tempatnya!,” lanjutnya.

    “Di sini adalah tempat para pejuang Islam. Orang-orang yang ingin belajar Qur’an, dan juga mengajarkannya. Orang-orang yang hendak belajar tentang agama, dan mendakwahkannya. Orang-orang yang ikhlas berjuang di jalan Allah.”

    “Mereka tidak silau dengan dunia. Mereka tidak terpengaruh dengan gaji berapapun. Karena yang mereka butuhkan adalah keberkahan, ridho dari Allah. Kehidupan dunia dinikmati secukupnya. Karena kenikmatan teragung adalah di syurga-Nya kelak.” (Al.Choer)

  • Pelepasan Peserta KKN STIU-WM Tahun 2022

    Pelepasan Peserta KKN STIU-WM Tahun 2022

    Selasa (01/02), setelah mengadakan pembekalan materi kemasyarakatan dan sistem pelaporan kegiatan selama 2 hari, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak (LP2M STIU-WM) melepas 71 peserta mahasiswa/i untuk menjalani program Kuliah Kerja Nyata Angkatan ke-2.

    Mengangkat tema “Mewujudkan Masyarakat Qur’ani“, acara pelepasan yang dihadiri oleh Mudir Ma’had Wadi Mubarak Ust. Mahfud, S.Th.I., M.Ag., Ketua STIU-WM Ust. Dr. Abdul Rauf Haris, M.Pd.I, Ketua Yayasan Sahabat Qur’an (YASAQU) Ust. Zaenal Arifin, S.E, Manajemen Pondok Cabang Wadi Mubarak Ust. Tsabit Al-Jundi, serta beberapa dosen pembimbing tahfizh diantaranya Syekh Muhammad Yusri ini berlangsung dengan khidmat.

    Baca Juga Wujudkan Kota Tahfiz, Wali Kota Padang Kunjungi Islamic Center Wadi Mubarak Bogor

    Dalam sambutan yang diberikan sebelum pemberangkatan, Ketua LP2M STIU-WM Ust. Muhammad Qudwah Itishom Billah, Lc., mengingatkan para peserta untuk dapat menjalani kegiatan tersebut dengan baik dan dengan tekad dakwah.

    Dan tak lupa pula beliau mengucapkan banyak terima kasih kepada Yayasan Islamic Center Wadi Mubarak yang telah mendukung kegiatan tersebut, serta Yayasan Sahabat Qur’an (YASAQU) dimana sasaran lokasi KKN mayoritas adalah dalam naungan YASAQU.

    Kuliah Kerja Nyata yang digelar selama 25 hari ini akan berakhir pada Jum’at, 25 Februari 2022 mendatang.

    Baca Juga Motivasi Satria Antoni PhD dihadapan Civitas Akademika STIU Wadi Mubarak

    Selain mengisi materi ketahfizhan berupa menyimak setoran muroja’ah santri di lokasi KKN. Para peserta pun ditugaskan untuk dapat menterjemahkan naskah klasik tafsir nusantara yang sudah disiapkan dari kampus, lalu mengadakan Daurah Matan dan Syarah Tuhfatul Athfaal dan atau Jazariyah beserta Dauroh Pengambilan Sanadnya serta mengadakan Daurah Kitab Adab At-Tibyan yang diringkas dari Kitab Attibyan adabun fi hamalatil qur’an karya Imam Nawawi.

    Penyebaran lokasi Kuliah Kerja Nyata tahun 2022 untuk Angkatan ke-2 ini terdiri dari pondok cabang Wadi Mubarak, Desa dan TAUD di Indonesia yang seluruhnya berjumlah 20 lokasi.

    Beberapa daerah yang menjadi lokasi KKN tersebut adalah Sumenep, Mojokerto, Jepara, Tegal, Sentul, Cirebon, Jakarta, Bogor, Pandeglang, Aceh, Sumbar, Lampung, Kalimantan, NTT, Jawa Barat dan Jawa Tengah.//

    Sumber berita: LP2M STIU-WM
    Editor: al.choer

    🏆 Informasi Pendaftaran 👇
    Informasi Pendaftaran Islamic Center Wadi Mubarak Tahun 2022-2023

  • Motivasi Satria Antoni, Ph.D. Dihadapan Civitas Akademika STIU Wadi Mubarak

    Motivasi Satria Antoni, Ph.D. Dihadapan Civitas Akademika STIU Wadi Mubarak

    Senin 10/01/2022, Yayasan Islamic Center Wadi Mubarak dan Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak Bogor menerima kunjungan tamu istimewa yaitu Satria Antoni, Ph.D. Beliau adalah doktor bidang geologi kelautan lulusan salah satu universitas bergengsi dunia yaitu King Abdul Aziz University, Saudi Arabia.

    10 tahun terakhir ini beliau menetap di Saudi Arabia dan banyak terlibat dalam kegiatan penelitian yang diadakan oleh pemerintah Saudi Arabia di bidang geologi kelautan.

    Pihak kampus dan yayasan menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin, yaitu meminta beliau untuk memberikan motivasi serta pengalaman hidup beliau dihadapan para civitas akademika STIU Wadi Mubarak.

    Baca juga: 40 Mahasiswa Penghafal Al-Qur’an STIU Wadi Mubarak Diwisuda

    Pada sessi tersebut, beliau memotivasi para dosen dan mahasiswa untuk senantiasa optimis dan semangat belajar khususnya di bidang penelitian.

    Beliau menyampaikan bahwa meski seseorang itu berlatarbelakang putra daerah, bahkan dari pelosok kampung pun namun harus memiliki cita-cita bertaraf internasional. Dan cita-cita ini haruslah dimiliki oleh setiap penuntut ilmu.

    Selain memberikan semangat kepada para mahasiswa, beliau juga membicarakan peluang untuk membantu memfasilitasi workshop-workshop di bidang penelitian kepada jajaran dosen dan pimpinan sekolah tinggi.

    Baca Juga Wujudkan Kota Tahfiz, Wali Kota Padang Kunjungi Islamic Center Wadi Mubarak Bogor

    “Insyaallah, saya akan bantu mendatangkan pemateri-pemateri dari world class university untuk mengisi materi-materi berkenaan dengan penelitian”, ujar beliau dalam sambutannya.

    Tak lupa pula, beliau mendorong semangat mahasiswa untuk memiliki semangat dan cakrawala yang lebih luas dengan berbagi pengalaman menimba ilmu di universitas luar negeri dengan reputasi yang cukup tinggi.

    Baca Juga Daftar Pondok Cabang Islamic Center Wadi Mubarak

    Salah satu informasi yang beliau sampaikan adalah bahwa “Indonesia menduduki peringkat 63 dari 72 negara dalam hal kemampuan literasi”. Oleh karenanya, beliau berpesan agar para mahasiswa dapat meningkatkan literasi individu dengan rajin ke perpustakaan serta meningkatkan kebiasaan membaca dan menulis.

    Di akhir sessi bersama mahasiswa, beliau menegaskan, “Membaca dan menulis adalah dua kemampuan yang bisa diasah secara bersamaan. Tuliskan apapun yang hendak kita tuliskan, jika dirasa tidak memiliki ide untuk gagasan yang kita tulis, maka istirahat sejenak untuk membaca dan menggali informasi apa dari bahan yang kita baca”. (AH/Al.Choer)

    🏆 Informasi Pendaftaran 👇
    Informasi Pendaftaran Islamic Center Wadi Mubarak Tahun 2022-2023

  • 7 (Tujuh) Cara Menjaga Fitrah Anak Berdasarkan Perbedaan Jenisnya

    Mendidik anak supaya bisa memahami dan menjaga fitrahnya berkaitan dengan perbedaan jenisnya (laki-laki/perempuan) merupakan hal penting.

    Pendidikan ini juga penting untuk menanamkan adab dalam Islam yang banyak mengatur bagaimana seharusnya interaksi berlainan jenis harus dilakukan, baik antara sesama mahram atau pun bukan. 

    Dalam Islam, pendidikan ini dalam batasan tertentu sudah mulai dikenalkan sejak kanak-kanak. Hal ini penting dalam rangka menjaga (iffah) dan mengarahkan fitrah perbedaan jenis anak sejak dini sehingga bisa membangun orientasi yang benar ketika sudah dewasa nanti. 

    Selain dalam rangka menjaga fitrah tersebut, pendidikan yang dimaksud juga berfungsi untuk menjaga keselamatan diri dari berbagai bentuk kekerasan seksual yang rentan menimpa anak-anak.

    Live Streaming Qur’anic Parenting: Apa Yang Cocok Untuk Anak Kita

    Ada beberapa ajaran Islam yang bisa dikaitkan dengan masalah ini. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan beberapa hal yang harus dilakukan oleh orang tua, di antaranya adalah:

    1. Memisahkan tempat tidur anak laki-laki dengan anak perempuan

    Tempat tidur yang bersamaan bagi anak-anak yang telah memasuki fase baligh sangat memungkinkan mereka mengalami sentuhan anggota tubuh yang tidak layak, menimbulkan rangsangan, bahkan mungkin terjadi hubungan yang tidak benar menurut syariat.

    Rasulullah shallahu ‘alahi wasallam bersabda,” jika anak-anak kalian telah berusia tujuh tahun maka pisahkanlah tempat tidur mereka (HR. Abu Daud, 409, kitab as-salah)

    Selain itu sangat tidak baik jika anak perempuan tidur bersama ayahnya atau anak laki-laki tidur bersama ibunya dalam satu ranjang jika telah memasuki umur 7 tahun.

    Baca juga: 40 Mahasiswa Penghafal Al-Qur’an STIU Wadi Mubarak Diwisuda

    2. Tidak melihat aurat anak kecil dan memperlihatkan aurat kepadanya

    Kebiasaan anak-anak melihat aurat orang lain, atau dilihat auratnya oleh orang lain akan mendapatkan keburukan yang menyebabkan mereka kurang memiliki rasa malu.

    Rasulullah shallalahu’alaihi wasallam bersabda, ”hendaknya orang tua tidak melihat aurat anaknya dan anak hendaknya tidak melihat aurat orangtuanya (HR. Hakim, Mustadrak No.5117)

    3. Tidak menyentuh aurat anak-anak 

    Para ahli psikologi mengatakan bahwa anak-anak yang berusia enam sampai tujuh tahun sudah bisa membayangkan hubungan seksual.

    Hendaknya orangtua tidak bermain-main dengan alat kelamin anak karena dapat menimbulkan rangsangan dan mempercepat masa baligh mereka. Itu secara tidak langsung mengajarkan pelecehan kepada mereka.

    Baca Juga: Informasi Pendaftaran Islamic Center Wadi Mubarak Tahun 2022-2023

    4. Membiasakan anak meminta izin ketika membuka pakaian di rumah

    Al-Quran sudah menjelaskan dalam (surah An-Nur :59):

    Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur dewasa, maka hendaklah mereka (juga) meminta izin, seperti orang-orang yang lebih dewasa meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepadamu. Allah Maha mengetahui, Maha bijaksana.

    5. Hindari anak dari melihat orangtua ketika sedang berhubungan 

    Orangtua harus menjaga segala gerak-gerik, terutama hubungan “rahasia” mereka, agar jangan sampai sedikitpun tercium oleh anak-anak.

    Orangtua harus selalu sopan, tidak berciuman, bercumbu atau melontarkan humor yang tidak pantas didepan anak-anak mereka.

    Budayakan rasa malu didepan anak-anak agar mereka menjadi anak-anak yang santun.

    Baca Juga 7 (Tujuh) Amalan Yang Mengalirkan Pahala Terus Menerus

    6. Membatasi orang lain mencium anak laki-laki dan perempuan

    Dalam sebuah riwayat, disebutkan, ”jika anak perempuan telah berusia enam tahun janganlah kalian menciumnya (selain ayah dan ibunya). Dan perempuan dilarang mencium anak laki-laki jika telah berusia tujuh tahun. (HR. At turmudzi No. 1109, Sahih Wa ‘dhaif sunan At-turmudzi) 

    Satu ciuman yang diberikan orang yang bukan mahram kepada anak-anak sangat membekas pada jiwa mereka, sehingga ketika sudah dewasa mereka mengalami kesulitan dalam menjaga kesucian dirinya.

    7. Jauhkan anak dari yang berbau fornografi

    Anak-anak harus dijaga agar mereka tidak saling mempertontonkan aurat, termasuk mencegah mereka dari melihat poster, gambar, atau film fornografi, karena mereka bisa terpengaruhi.

    Maka dari itu orangtua harus memberikan teladan yang baik bagi anak-anaknya, orangtua bukan hanya fokus mendidik anaknya supaya berbakti pada orangtua saja.

    Memang benar ”Surga berada dibawah telapak kaki ibu”, tetapi orangtua harus faham mengenai kewajiban yang lain untuk anak-anaknya, mulai dari ibadahnya, belajarnya, bahkan mengenai pendidikan seksualitasnya agar kelak menjadi generasi yang diridhai Allah Subhanahu Wata’ala.

    Wallahu a’lam

    Penulis: Hafizh Nur Zaman

    Editor: Al.Choer

  • Workshop Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak

    Belasan peserta workshop, yang tidak lain adalah para dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak (STIU WM), berkeliling ruangan untuk menemui dan berdiskusi satu sama lain. Pada sesi yang disebut teknik diskusi komedi-putar tersebut, mereka berdiskusi untuk membedah satu contoh proposal penelitian. Sesi itu merupakan satu di antara kegiatan-kegiatan pada acara “Workshop Penelitian” yang dilaksanakan pada Senin dan Selasa (1-2/11) oleh STIU WM.

    Baca juga 40 Mahasiswa Penghafal Al-Qur’an STIU Wadi Mubarak Diwisuda

    Workshop tersebut dibuka dengan penyegaran kembali materi tentang hakikat ilmu pengetahuan yang diberikan oleh Ustadz Dr. Abdul Rauf Haris, S.Sos., M.Pd.I. Setelah itu, oleh pemateri yang sama, materi dilanjutkan dengan topik seputar penelitian seperti masalah penelitian, metode ilmiah, judul penelitian, kerangka teoritis, kerangka pemikiran, pemanfaatan zottero, PUEBI, dan materi-materi seputar metodologi Ilmu Al-Quran dan Tafsir.

    Acara yang dilangsungkan di salah satu villa di sekitaran puncak akan terus dilanjutkan di Kampus STIU Wadi Mubarak. Acara ini sudah diadakan sejak tahun lalu dan kemungkinan akan menjadi kegiatan rutin tahunan dalam rangka penyegaran dan pembekalan materi bagi dosen-dosen STIU Wadi Mubarak sekaitan tugasya sebagai dosen pembimbing skripsi.

    Baca juga STIU WM Adakan Sidang Skripsi Perdana

    Sasaran dari workshop tersebut adalah kalangan internal kampus, terutama sekali dosen-dosen pembimbing skripsi. Menurut Irfan Maulana, Staff Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIU WM, diharapkan dengan acara ini, penulisan tugas akhir mahasiswa pada tahun ini bisa berlangsung dengan lebih baik melalui bimbingan para dosennya. (ARH)

  • Menempuh Ma’rifatullah: Kunci Kebahagian Hidup

    Seorang muslim yang menginginkan kebahagian hidup wajib untuk berusaha mengenal dan dekat kepada Allah ﷻ sehingga timbullah rasa cinta, pengagungan dan pemuliaan.

    Mengapa harus diawali dengan mengenal Allah ﷻ? Sesungguhnya, semua masalah yang menerpa manusia, mulai dari ketidaktenangan hidup, resah, gelisah, stres, semua itu berakar dari kegagalan diri dalam mengenal Allah ﷻ dengan baik dan benar.

    Padahal jika mengenal Allah ﷻ, hidup kita jauh lebih nyaman dan tenang. Ada juga kesedihan dan kegelisahan, namun, urusannya bukan urusan duniawi, tetapi karena takut tidak bisa dekat dengan Sang Maha Pencipta dan takut tidak mendapatkan ridhaNya.

    Oleh karena itu, bersungguhlah untuk mengenal Allah ﷻ, kesungguhan itu kita buktikan dengan menjadikan Allah ﷻ sebagai nomor satu dan sebagai prioritas untuk kita kenal sebelum ataupun setelah mengenal mahlukNya. Jauhkan diri kita dari hal-hal tidak bermanfaat dan memalingkan kita dari mengingat Allah ﷻ.

    Baca juga: 40 Mahasiswa Penghafal Al-Qur’an STIU Wadi Mubarak Diwisuda

    Sebagaimana dalam hadist yang disampaikan oleh Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah ﷺ  bersabda:

    من حسنِ إسلامِ المَرءِ تركُه ما لا يعنيه

    “Salah satu kebaikan seorang muslim adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat bagi dirinya“
    (HR. At-Tirmidzi dan Ibn Hibban)

    Ingat kepada Allah adalah hal paling utama dalam hidup, maka jangan menghabiskan kehidupan kita sepenuhnya terpaku pada hal-hal duniawi seperti: ingat uang, ingat gadget, ingat FB, medsos dan sejenisnya.

    Saudaraku, bukankah hakikat hidup kita adalah untuk beribadah kepada Allah ﷻ.

    وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

    “Dan aku tidak menciptakan Jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”
    (Qs.Adz-Dzariyat:56).

    Bagaimana kita bisa baik dan benar dalam ibadah jikalau kita tidak mengenalnya?

    Simak: Seri Qur’anic Parenting: Rambu-Rambu Penting Dalam Mendidik Anak

    Lalu bagaimana caranya agar kita bisa semakin kenal dan dekat dengan Allah ﷻ?

    Pertama, melalui doa, yaitu permintaan diri dengan sungguh-sungguh agar Allah ﷻ berkenan menjadikan kita kenal kepadaNya. Doa adalah senjata orang-orang yang beriman. Dengan banyak berdoa, kita akan semakin mengenal Allah ﷻ dan mengenal diri kita yang serba kekurangan tanpa pertolongan dariNya.

    Kedua, dengan mencari ilmu tentang Allah ﷻ. Ilmu akan menjadikan hidup kita terang benderang, maka seriuslah dalam mengkaji ilmu tentang Allah ﷻ, hadiri majlis ilmu atau mencari guru yang kompeten dalam membimbing atau mengarahkan kita untuk sampai pada derajat ma’rifatullah.

    Ketiga, berusaha mengamalkan ilmu yang sudah kita dapatkan. Sesederhana apapun ilmu yang kita miliki, tapi kalau diamalkan, Allah ﷻ pasti akan terus menambahkannya.

    Adapun yang keempat, adalah menjauhi aneka maksiat dan kesombongan. Maksiat sekecil apapun akan menjauhkan kita dari cahaya Allah ﷻ, mengurangi kecerdasan dan menambah kemalasan untuk dekat denganNya. Demikian pula dengan kesombongan, dia akan menghalangi kita dari kebenaran.

    Maka dari itu kunci kebahagiaan hidup yang hakiki adalah dengan mengenal Allah, apapun masalah yang kita hadapi mulai dari kesulitan rezeki maka Allah ﷻ adalah jawabannya, “Ar-Razzaq” (Maha Pemberi Rezeki).

    Ketika kesulitan belajar maka Allah ﷻ jawabannya, “Al-‘Alim” (Maha Mengetahui), dan segala kehidupan apapun maka kita harus menggantungkan urusan kita kepada Allah ﷻ.

    Wallahu’alam

    Penulis: Hafidz NZ
    Editor: Al.Choer

  • 40 Mahasiswa Penghafal Al-Qur’an STIU Wadi Mubarak Diwisuda

    Pagi itu, suasana Ballroom penuh khidmat dan syahdu. Bukan saja lantaran balutan Jubah Kebesaran dan Toga hitam para wisudawan. Namun juga lantaran hafalan Al-Quran yang telah mereka miliki, dan bersambung kepada sanad Rasulullah SAW.

    Masa 4 tahun belajar, segala peluh, lelah, dan kerja keras selama menempuh study, terasa terbayar, ketika akhirnya tibalah masa wisuda.

    Selasa, 26/10/2021 bertempat di Ballroom Hotel Seruni Puncak Bogor, Jawa Barat. Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak (STIU WM) menggelar Wisuda Strasa 1 Perdananya.

    Baca juga: Wisuda Perdana STIU Wadi Mubarak

    Sebanyak 40 orang wisudawan/wisudawati didampingi para orangtua dan walinya mengikuti prosesi ini dengan khidmat.

    Para wisudawan/wisudawati yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, telah menyelesaikan rangkaian pendidikan yang sangat ketat dan berat di Islamic Center Wadi Mubarak Megamendung Bogor Jawa Barat.

    Demikian karena selain harus menyelesaikan agenda pendidikan Strata 1 di STIU WM, mereka pun harus menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz secara mutqin dan mahir berbahasa Arab.

    Saksikan Live steaming: Sidang Terbuka Senat Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak Bogor 2021

    Ketua Kopertais II Jawa Barat yang diwakili oleh Dr. Ramdhani Wahyu Sururie, dalam sambutannya, memberikan apresiasi yang sangat membanggakan dengan dilaksanakannya Sidang Terbuka ini. “Prosesi wisuda ini menunjukkan bahwa STIU Wadi Mubarak merupakan kampus yang secara akademik mematuhi standart pendidikan nasional dalam rangka memenuhi kualitas kelulusan”

    Tak lupa beliau pun mengingatkan tugas-tugas yang menjadi tanggungjawab para wisudawan/wati setelah menyandang kesarjanaannya terlebih di era revolusi industri 4.0 yang menitik beratkan kemampuan sumber daya manusia pada Internet of Things (IOT).

    Baca juga: UIKA Bogor dan STIU Wadi Mubarak Jalin Kerjasama

    Anggota DPR/MPR RI, Drs H. Mulyadi, M.M.A., mewakili Wakil Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani, S.Sos yang berhalangan hadir memberikan sambutan tentang pentingnya pengembangan 5C dalam dunia kerja, yaitu Character, Competence, Clear, Clean dan Chemistry.

    Salah satu acara dalam Wisuda Perdana ini adalah sesi pengujian hafalan para wisudawan/wisudawati yang dipandu oleh Ketua Markaz Iqra’ wal Ijazah Bis Sanad Islamic Center Wadi Mubarak, yaitu: Al-Ustadz Al-Hafizh Irsyad Husnul Hidayat.

    Beliau memberikan kesempatan kepada hadirin untuk menguji hafalan para wisudawan-wisudawati.

    Hadirin yang sebagian besar adalah orangtua/ wali ini membacakan ayat Alquran dan boleh menunjuk dari para wisudawan/wati untuk melanjutkan bacaan Ayat Al-Qur’an tsb.

    Masya Allah, Allahu Akbar, ternyata para wisudawan/wati yang melanjutkan bacaan ayat Al-Qur’an tersebut, bisa melanjutkan bacaannya dengan baik.

    Baca Juga: STIU Wadi Mubarak Menggelar Kuliah Umum Bersama Wakil Ketua MPR RI

    Sontak hal tersebut membuat seluruh hadirin berlinang dengan air mata haru. Kebayang, dengan bacaan semutqin itu, tentu diperlukan perjuangan yang bukan ala kadarnya, melainkan dengan segenap jiwa raga.

    Acara ini, dihadiri pula oleh Ustadz DR. Abdul Rauf Haris, S.Sos., M.Pd.I selaku Ketua STIU WM yang turut mengisi sambutan Pembukaan Sidang Terbuka Senat STIU WM.

    Beliau menjelaskan tentang pentingnya Al-Qur’an sebagai sumber ilmu dan petunjuk utama, beliau pun berterimakasih atas kerjasama yang baik antar semua elemen di STIU WM dan secara umum dalam Islamic Center Wadi Mubarak selama ini.

    Indeks Prestasi Kumulatif tertinggi di angkatan pertama ini diraih oleh Winnuriyah, mahasiswi dari program studi Ilmu Al Quran dan Tafsir dengan IPK 3,97.

    Dalam memeriahkan acara ini, tampak juga deretan karangan bunga ucapan selamat dan sukses dari berbagai instansi dan mitra kerja, antara lain dari: Wakil Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani, Anggota DPR/MPR RI Drs. H. Mulyadi, M.M.A., PT. Nur Ramadhan Wisata, Bank Syari’ah Indonesia KCP Cisarua, Institut Agama Islam (IAI) Tazkia Bogor, PT Lantabur Wisata Utama dan lain sebagainya.

    Berita oleh: Al.Choer
    Editor: Tanti Ummu Fahdlan
    Photografer: Teguh
    Youtube live streaming: Tim IT WM

  • Wisuda Perdana STIU Wadi Mubarak

    Mengkhatamkan hafalan Al Quran tentu menjadi satu dari sekian banyak mimpi yang sangat didambakan oleh setiap muslim. Bukan hanya akan mendekatkan dirinya kepada Sang Pencipta. Di dalam hadis bahkan disebutkan bahwa ahlul Quran, mereka adalah keluarga Allah dan memiliki kedudukan khusus disisi-Nya.

    Banyak sekali ikhtiar yang dilakukan oleh setiap muslim untuk bisa mencicipi nikmatnya menghafal Al Quran. Salah satu cara untuk mempermudah dalam menghafal adalah dengan menimba ilmu yang berkaitan dengan kitab itu sendiri, yaitu ilmu ushuluddin.

    Saat ini cukup banyak instansi pendidikan yang sudah menyematkan ilmu ushuluddin sebagai prodinya. Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak (STIUWM) salah satunya.

    Bermula dari sebuah lembaga yang menaungi para penghafal Quran (Islamic Center Wadi Mubarak). Saat ini di bawah bimbingan Dr.KH. Didik Hariyanto Lc, MA., Wadi Mubarak sudah bertransformasi menjadi sebuah sekolah tinggi yang mewajibkan bagi setiap mahasiswa dan mahasiswinya untuk bisa lulus strata satu (s1) dengan syarat hafal Al Quran dan menguasai ilmu ushuluddin.

    Berangkat dari awal mula dibentuknya pada tahun 2018, saat ini ada kurang lebih 200 mahasiswa dan mahasiswi yang sedang menempuh pendidikan di STIU Wadi Mubarak.

    Dalam waktu dekat ini, STIU Wadi Mubarak akan melangsungkan wisuda perdananya dengan meluluskan 40 wisudawan dan wisudawati program sarjana. Upacara wisuda Sarjana periode I tahun akademik 2020/2021 akan berlangsung di Ballroom Hotel Seruni Gunung Gede, Puncak, Selasa (26/10).

    Dokumentasi bersama Rektor STIU Wadi Mubarak

    Sebanyak 40 lulusan program sarjana, terdiri dari 29 wisudawan (72,50 persen) dan 11 wisudawati (27.50 persen). Indeks Prestasi Kumulatif tertinggi diraih Winnuriyah, mahasiswi dari program studi Ilmu Al Quran dan Tafsir dengan IPK 3,97.

    Bukan hanya hafal Al Quran, mahir berbahasa Arab dan menguasai ilmu agama. Tiga orang di antaranya juga telah menyelesaikan bacaan sanad Al Quran dengan riwayat Hafs an ‘Ashim, dan 3 masih dalam tahap menyelesaikan bacaan sanad. Beberapa di antaranya ada yang melanjutkan bacaan sanad dengan riwayat Syu’bah an ‘Ashim.

    STIU Wadi Mubarak juga kerap mengadakan sejumlah daurah terkait yang menunjang ilmu ushuluddin. Seperti daurah metode baca Quran (tibyan), daurah tajwid (Jazariyyah dan Tuhfatul Athfal), menghafal mutun thalabul ilmi, dan daurah menghafal Wahyain (Sahih Bukhari dan Muslim).

    Disela-sela kesibukan kuliahnya, para mahasiswa/i juga diikutsertakan untuk bisa menghafal kitab hadis Sahih Bukhari-Muslim. Di antara pencapaiannya; satu mahasiswa berhasil menghafal 5 jilid, dua mahasiswa lainnya hafal 2 jilid, dan 5 yang lain berhasil menghafal 1 jilid.

    Harapannya, para lulusan STIU Wadi Mubarak tidak saja hafal Al-Quran (mutqin) dan mendalami bidang keilmuan Al-Quran dan Tafsir, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menjadi para pemimpin umat Islam di masa yang akan datang dengan bekal ilmu yang telah diambil selama masa pembelajaran.

    Tingginya Minat Umat Islam Dalam Belajar Al Quran

    Dokumentasi Mahasiswa STIU Wadi Mubarak Ketika Menghafal Quran

    Saat ini banyak sekali umat Islam yang ingin bisa mahir dalam membaca Al Quran, tetapi kurangnya sumber daya pengajar yang kompeten menjadi salah satu hambatan yang menahan gerak laju perkembangan dalam belajar Al Quran.

    Betapa banyak anak-anak di pelosok negeri yang memimpikan mahir baca-tulis Quran, namun harapannya belum bisa terwujud.

    Kami berharap dengan adanya para wisudawan/i STIU Wadi Mubarak ini, kami bisa memberikan kontribusi yang cukup besar bagi berlangsungnya kegiatan pembelajaran Al Quran.

    Penulis: Zatha