Mari mengambil manfaat, ilmu, dan pelajaran dari kajian ini demi terciptanya generasi muda Islam yang dicintai Allah dan Rasul-Nya, juga berakhlaq Qur’ani.
Kajian Online Graha Qur’an Islamic Center Wadi Mubarak
Topic: Kajian Kitab Matan Jazariyah | Bab Maqthu’ Maushul Bagian Kedua | Ust Mifthul Arifin, Lc (Dewan Penasehat Markaz Iqra’ Wadi Mubarak & Penulis Syarah Matan Tuhfatul Athfal dan Syarah Muqaddimah Jazariyyah) Time: Jum’at, 27 Oktober 2022 | 19:30-Selesai
yooo ajak sanak saudara, rekan, dan sahabat untuk bersama saling menimba ilmu, meningkatkan kapasitas diri dengan mengikuti majelis ilmu yang bermanfaat ini.
Dilangsungkan di Masjid Jami’ Islamic Center Wadi Mubarak pada Ahad (24/10/2022), acara Sharing session bersama para asatidz STIU Wadi Mubarak yang telah menyelesaikan progam Daurah di Jamiyyah Maqarie Qur’aniyyah Madinah, Arab Saudi disambut dengan suka cita oleh para mahasiswa.
Pengalaman merupakan hal yang mahal dan berharga bagi siapapun. Maka pengalaman para asatidz selepas menyelesaikan daurah dapat menjadi pelajaran berharga bagi para mahasiswa agar dapat mengambil pelajaran dan meneruskan perjuangan para asatidz tersebut.
Terlebih lagi kesempatan ini belum tentu bisa didapatkan semua orang.
Hadir pada acara ini Ustadz Mahfudz, S.Th.I., M.Ag., Mudir Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak Bogor, Ustadz Muhammad Aufa, S.Ag., Bagian Kemahasiswaan STIU Wadi Mubarak, serta beberapa Asatidz lainnya yang ikut menyaksikan acara tersebut.
Acara dimulai dengan pembukaan yang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Aufa, lalu dilanjutkan dengan sambutan Ustadz Mahfudz.
Beliau menyampaikan secara singkat tentang pengalaman (4) empat asatidz yang berhasil menyelesaikan daurah tersebut, yaitu Ustadz Thoriq Mumtaz, S.Ag., Ustadz Fahmi Zulfikar, S.Ag., Ustadz Irsyad Husnul Hidayat, dan Ustadz Ahmad Zaini Hafizhahumullah ta’ala.
Terlihat bahwa perjuangan yang dilalui untuk sampai pada titik tersebut sangatlah panjang dan berliku, serta penuh dengan perjuangan dan pengorbanan. Bila tanpa hal-hal tersebut, maka mustahil bisa sampai ke titik yang sudah dicapai saat ini.
Setelah selesai menyampaikan sambutan, beliau mempersilahkan satu-persatu para asatidz untuk menyampaikan pengalaman, pesan, dan kesan selama menjalani daurah di Madinah Al-Munawwarah.
Diawali dengan penyampaian Ustadz Irsyad, Sharing session pun dibuka dengan kisah beliau ketika mengikuti daurah. “Saya banyak berterima kasih kepada Ma’had dan para donatur yang telah memberikan kami kesempatan untuk mengikuti daurah ini”, ucap Ustadz Irsyad menjelaskan dan membuka obrolan.
Suka dan duka pun bercampur menjadi satu saat mengikuti daurah tersebut, bahkan sampai hampir ditolak setoran karena tidak siap, “Sampai suatu saat sang Syaikh berkata ‘Kalau kamu tidak siap setoran ya tidak perlu setoran ke saya!’, tapi ya jujur saja, saya memang belum siap saat itu!”, pungkas Ustadz Irsyad menambahkan.
Lalu dilanjutkan dengan penjabaran Ustadz Thoriq Mumtaz tentang kisah beliau mengikuti daurah yang juga tak kalah menarik. Mulai kisah ditinggal Safar oleh sang Syaikh, hingga setoran sambil berkeliling kampus Universitas Islam Madinah karena padatnya jadwal syaikh tersebut. “Sampai kadang ana setoran tapi belum makan” ucap ustadz Thoriq mengkisahkan.
Lalu kisah Ustadz Fahmi Zulfikar, S.Ag. saat beliau berkisah yang amat menarik yaitu beliau berkesempatan mengambil sanad dari Syaikh Tamim Az-Zu’bihafizhahullah ta’ala, salah satu ulama senior di bidang Qiraat yang tersohor di seluruh dunia.
Kesempatan ini pasti menjadi momen yang tak terlupakan bagi beliau pribadi tentunya. “Sampai sekarang rasa takut itu masih ada saat setoran kepada beliau”, jelas Ustadz Fahmi menyampaikan. Karena Syaikh Tamim terkenal dengan wibawanya yang amat disegani oleh siapapun.
Hingga acara selesai, para mahasiswa begitu antusias mengikuti sharing session ini. Serta berharap agar dapat meneruskan seperti yang telah dicapai para asatidz tersebut. Acara ditutup dengan menonton dokumentasi singkat kegiatan para asatidz selama di Maqarie Qur’aniyyah Madinah, Arab Saudi.
Penulis: Faros Nur Muhammad/UKM Mushaf STIU-WM Photo: Ahmad Nasuki Editor: Al.Choer
Mari mengambil manfaat, ilmu, dan pelajaran dari kajian ini demi terciptanya generasi muda Islam yang dicintai Allah dan Rasul-Nya, juga berakhlaq Qur’ani.
Bogor, Jum’at (14/10). Keberangkatan 4 (empat) pengajar Islamic Center Wadi Mubarak (ICWM) pada pertengahan September yang lalu ke Jamiyyah Maqarie Qur’aniyyah Madinah Arab Saudi membuahkan hasil yang sangat memuaskan.
Ke-empat pengajar yang sebelumnya sudah memegang sanad Al-Qur’an Riwayat Hafsh ‘An ‘Ashim dari para muqri di ICWM kembali memperdalam bacaannya dalam program tadrib sanad ke Jamiyyah Maqarie Qur’aniyyah di Madinah Al-Munawwarah.
Jamiyyah Maqarie Qur’aniyyah merupakan lembaga yang mengkhususkan diri pada pendidikan metode pembacaan Al-Qur’an sesuai dengan tata cara pembacaan yang memenuhi syarat para qari terkemuka dunia.
Selain menjaga dan mengajarkan kemurnian Al-Qur’an di kalangan muslimin, lembaga ini juga didirikan bertujuan untuk menyebarluaskan ilmu bacaan di kalangan penghafal Al-Qur’an.
Oleh karena itu, menjadi suatu keberkahan dan kesempatan yang sangat istimewa bagi huffazh dapat mengikuti Tadrib Sanad di lembaga tersebut.
Tidak terkecuali bagi 4 (empat) pengajar ICWM yang merupakan alumninya sendiri. Merasakan keberkahan atas ilmu yang didapat kemudian dapat memperdalamnya di kota suci Madinah bersama para masyayikh terkemuka di bidang bacaan Al-Qur’an.
Ustadz Irsyad Husnul Hidayat memperoleh ijazah sanad Al-Qur’an ‘Ashim dengan dua riwayatnya (Syu’bah dan Hafsh ‘an ‘Ashim) dari Syaikh Dr. Adil bin Ibrahim Rifa’i hafizhahullahu ta’ala pada Kamis, 13 Oktober 2022.
Ustadz Ahmad Zaini bin Mahmud memperoleh ijazah sanad Al-Qur’an riwayat Hafsh ‘An ‘Ashim jalur Syatibiyah dari Syaikh Ghozi bin Muhammad Al-Madani hafizhahullahu ta’ala pada Ahad, 9 Oktober 2022.
Ustadz Thoriq Mumtaz memperoleh ijazah sanad Al-Qur’an riwayat Hafsh ‘An ‘Ashim dari Syaikh Ahmad Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi hafizhahullahu ta’ala pada Rabu, 12 Oktober 2022.
Ustadz Fahmi Zulfikar, S.Ag memperoleh ijazah sanad Al-Qur’an riwayat Hafsh ‘An ‘Ashim dari Syaikh Muhammad Tamim Az-Zu’bi hafizhahullahu ta’ala pada Rabu, 12 Oktober 2022.
Semoga pengalaman selama berada di Jamiyyah Maqarie Qur’aniyyah, Madinah Saudi Arabia ini dapat dituangkan menjadi ilmu yang bermanfaat bagi seluruh penuntut ilmu lainnya terkhusus di Islamic Center Wadi Mubarak dan seluruh cabangnya. Aamiin.. (Al.Choer)
Topic: Kajian Parenting Qur’an Masjid Astra | Lima Gaya Kepengasuhan– Bag 2 | Bersama: Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I (Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak & Praktisi Qur’anic Parenting)
Waktu: Jum’at, 14 Oktober 2022 | Pkl 19:30-selesai
Mari mengambil manfaat, ilmu, dan pelajaran dari kajian ini demi terciptanya generasi muda Islam yang dicintai Allah dan Rasul-Nya, juga berakhlaq Qur’ani.
Rabu, (12/10) bertempat di Maqari Qur’aniyah Madinah Munawwarah Saudi Arabia, salah satu alumni sekaligus pengajar Islamic Center Wadi Mubarak (ICWM) UstadzFahmi Zukfikar, S.Ag berhasil memperoleh Ijazah Sanad Al-Qur’an Riwayat Hafs ‘An ‘Ashim dari fadhilatu Syaikh Muhammad Tamim az-Zu’bihafizhahullah ta’ala.
Syaikh Muhammad Tamim az-Zu’bi merupakan seorang ulama qiraah terkemuka dunia. Di usia 13 tahun, beliau sudah menguasai Qiroah ‘Asyar, yaitu qiraat yang disandarkan kepada 10 (sepuluh) Imam Qurro’.
Sejak tahun 1975, beliau menjadi guru qiroah di Masjid Nabawi dan hingga kini mengasuh Lembaga Al-Qur’an Jamiyyah Maqari Qur’aniyyah di Madinah Al-Munawwarah bersama para masyayikh pemberi ijazah sanad lainnya.
Oleh karena itu banyak penuntut ilmu yang mencari beliau untuk tadrib sanad darinya. Namun untuk dapat duduk berhadapan dengan beliau dan menyetorkan hafalan bukanlah perkara mudah.
Banyak kisah dari para penuntut ilmu yang sangat ingin tadrib sanad ke beliau namun belum kesampaian karena tingginya standar kualitas yang beliau terapkan bagi yang ingin mendapatkan sanad dari beliau.
Salahsatunya adalah bahwa murid harus tidak memiliki kesalahan dalam hafalannya, hal ini karena kedudukan beliau dalam qiroah adalah muhaqqiq yaitu yang meneliti dan membenarkan bacaan.
Sehingga dalam menerima dan memberikan ijazah sanad Al-Qur’an, beliau sangat ketat. Tidak ada bacaan yang bertambah maupun berkurang sedikitpun sebagaimana yang beliau terima dahulu.
Menurut beliau, untuk menjaga kemurnian bacaan maka tidak ada kesalahan yang dapat ditolerir.
Oleh karena itu, dengan berhasilnya salah seorang pengajar ICWM mendapatkan sanad Al-Qur’an dari ulama sekaliber beliau patutlah disyukuri. Dan ini merupakan sejarah baru bagi Islamic Center Wadi Mubarak sejak didirikan pada tahun 2008. (Al.Choer)
Kajian Online Graha Qur’an Islamic Center Wadi Mubarak
Topic: Kajian Kitab Matan Jazariyah | Bab Maqthu’ Maushul bagian Ketiga | Ust Mifthul Arifin, Lc (Dewan Penasehat Markaz Iqra’ Wadi Mubarak & Penulis Syarah Matan Tuhfatul Athfal dan Syarah Muqaddimah Jazariyyah) Time: Jum’at, 13 Oktober 2022 | 19:30-Selesai
yooo ajak sanak saudara, rekan, dan sahabat untuk bersama saling menimba ilmu, meningkatkan kapasitas diri dengan mengikuti majelis ilmu yang bermanfaat ini.
Mari mengambil manfaat, ilmu, dan pelajaran dari kajian ini demi terciptanya generasi muda Islam yang dicintai Allah dan Rasul-Nya, juga berakhlaq Qur’ani.
Jumat (30/09) Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak (STIU-WM) kedatangan seorang tamu spesial. Beliau adalah Syaikh Dr. Ahmad Sholih An-Naqibhafidzahullahu ta’ala dari Arab Saudi berdarah Yaman.
Kedatangan beliau ke Islamic Center Wadi Mubarak (ICWM) untuk yang pertama kali ini merupakan kedatangan shilaturrahim antara beliau dengan lembaga-lembaga di Indonesia.
Syaikh Naqib, menyelesaikan program doktoralnya di Universitas Islam Madinah jurusan Tafsir Al Qur’an pernah mengabdikan diri pada almamaternya tersebut dengan mengajar mata kuliah tafsir di fakultas syari’ah.
Saat kunjungan Jum’at kemarin, tak enggan pula beliau didapuk menjadi khotib di Masjid Jami’ Wadi Mubarak. Salah satu pesan yang beliau sampaikan ialah “Mengisi usia muda dengan banyak kebajikan, karena umur akan diminta pertanggungjawabannya. Terlebih usia muda.”
Pada keesokan harinya, Sabtu (01/10) selesai pelaksanaan Shalat Shubuh beliau memberikan beberapa nasihat untuk mahasiswa/i STIU-WM yang berkaitan dengan al-qur’an.
Nasihat ini berkaitan erat dengan aktivitas-aktivitas yang ada di lingkungan Islamic Center Wadi Mubarak.
Beliau mengawali nasihat dengan menyebutkan hadist Nabi ﷺ : “Sebaik-baiknya kalian adalah orang yang belajar al-Qur’an dan mengajarkannya.” Beliau menyebutkan hadist ini dengan berbagai riwayatnya lalu memberikan penjelasan dan motivasi kepada para mahasiswa/i.
Selain itu beliau juga menyebutkan wasiat-wasiat bertajuk washaayaa lii ahlil qur’an (wasiat untuk para ahlul qur’an).
Wasiat pertama yang beliau sampaikan adalah hendaknya untuk para ahli quran senantiasa mengintropeksi niat mereka. Yaitu ikhlas karena Allah ﷻ.
Wasiat yang kedua, yaitu diantara yang selalu diwasiatkan untuk para ahlul qur’an adalah taqwa. “Sesungguhnya kehidupan yang sesungguhnya adalah kehidupan yang selalu bersama al-qur’an” ujar beliau.
Setelah menyampaikan wasiat, beliau pun memberikan nasihat. “Hendaknya seorang manusia itu memiliki wirid-wirid al-quran. Mulailah sedikit demi sedikit.”
Beliau menyebutkan wirid-wirid itu dari wirid yang terendah sampai wirid yang tertinggi. Adapun wirid itu ialah: wirid tilawah, wirid hifdz, wirid muraja’ah, wirid istima’, wirid diraasah, wirid mudarrasah serta wirid tadabbur Al-Qur’an.
Tak hanya itu, beliau pun menegaskan kepada para ahlul quran untuk tidak boleh meninggalkan bacaan al-quran selama hidupnya.//
Penulis: Faros Nur Muhammad/UKM Mushaf STIU-WM Editor: Al.Choer