➖➖➖➖➖➖ . . Mari ajak keluarga, rekan, dan sahabat untuk bersama saling menimba ilmu, meningkatkan kapasitas diri dengan mengikuti majelis ilmu yang bermanfaat ini.
Kita hidup didunia ini merupakan ladang amal untuk kehidupan akhirat. karena kita hidup di dunia ini untuk sementara sedangkan kehidupan akhirat kekal selama lamanya. Menjadi seorang pengasuh tentunya menjadi sebuah amanah yang Allah berikan kepada kita.
Maka sebagai pendidik yang cerdas harus meyakini bahwasannya setiap amal saleh yang kita lakukan akan mendapat balasan berupa pahala dari Allah sekecil apapun amal tersebut selama dilakukan ikhlas karena Allah semata.
Menghadapi anak yang tantrum, anak yang aktif merupakan sebuah tantangan bagi setiap pendidik, namun tidak sepatutnya kita men”cap”nya sebagai anak yang nakal. Pentingnya berkhusnudzon (berperasangka baik) terhadap anak karena hidup akan menjadi lebih tenang dan optimis dan beberapa point yang akan kita kupas tuntas pada pertemuan kali ini.
Yuk mari simak dengan mengikuti Kajian Parenting Online Bersama Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I., Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak, dengan membahas;
📑 Tema: Berbaik Sangka Kepada Anak 🗓 Tanggal: Jum’at malam, 12 Agustus 2022 📱Waktu: 19.30 WIB – Selesai 🎥 Live on Youtube Channel Darsuna TV: https://youtu.be/d7Cs2F5qSYQ
➖➖➖➖➖➖ . . Mari ajak keluarga, rekan, dan sahabat untuk bersama saling menimba ilmu, meningkatkan kapasitas diri dengan mengikuti majelis ilmu yang bermanfaat ini. . . .
Daurah Huffazhul Wahyain yang dilaksanakan pada tahun ini adalah daurah pertama yang dilakukan secara onsite (ditempat) setelah 2 tahun lalu dilakukan secara online karena merebaknya Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).
Untuk pertama kali, Daurah Huffazhul Wahyain di Islamic Center Wadi Mubarak (ICWM) Bogor dilaksanakan pada tahun 2016 dengan mendatangkan 80 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Namun untuk pelaksanaan daurah pada tahun 2022 ini hanya dibatasi menjadi 35 orang peserta.
Daurah Huffazhul Wahyain merupakan progam menghafal Hadist-Hadist Nabi ﷺ yang diambil dari kitab Al-Jam’u Baina Ash-Shahihaini karangan Al-Hafizh Abu Muhammad Abdul Haq Al-Isybiliy rahimahullahu taa’la.
Kitab ini merupakan kitab yang berisi Hadist-Hadist yang diambil dari kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim dirangkum dalam 5 jilid berjumlah total 3574 hadits shohih.
2 (dua) dari persyaratan untuk mengikuti Daurah yang satu-satunya di Indonesia ini adalah peserta sudah menyelesaikan hafalan 30 Juz Al-Qur’an dibuktikan dengan tes hafalan dan menguasai bahasa Arab secara aktif.
Daurah yang menggratiskan para pesertanya ini mendapatkan atensi tinggi dari para penuntut ilmu, selain bimbingan menghafal oleh para masyayikh (pengajar) ada reward harian berupa uang riyal yang diberikan kepada peserta terbaik hari itu.
Reward yang sangat dinantikan para peserta adalah reward di akhir acara yaitu berupa paket Umroh gratis ke tanah suci bagi 2 (dua) peserta terbaik di setiap pelaksanaannya.
Setelah hampir sebulan penuh daurah yang dimulai sejak Sabtu (16/7) hingga Kamis (11/8) kemarin akhirnya secara resmi ditutup.
Didampingi Ustadz Ahmad Jayadi, Lc sebagai ketua Daurah Huffazhul Wahyain Wadi Mubarak, penutupan daurah yang dihadiri oleh para pengurus Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak(STIU WM) dan utusan Yayasan Huffazhul Wahyain, Riyadh – Arab Saudi diantaranya adalah Syeikh Anas Abdul Aziz Assayyari, Syeikh Abdullah Al-Husain dan Syeikh Ibrohim Attamimi diumumkan 3 (tiga) peserta terbaik.
Ketiga peserta terbaik tersebut masing-masing berhak mendapatkan 1 paket Umrah gratis. Ketiganya merupakan Mahasiswa STIU Wadi Mubarak: Hayyun Bil Haq dan Saiful Bahri (semester 2) dan Sayyid Abdullah (semester 4).//
Sumber berita: Ahmad Jayadi Ditulis oleh: Al.Choer Potografi: Doc. Panitia
Untuk kesekian kalinya Sekolah Tingi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak (STIU-WM) bersama dengan Markaz Iqra Wadi Mubarak, salah satu unit kerja di struktur Islamic Center Wadi Mubarak (ICWM) Bogor Jawa Barat memberikan Ijazah Sanad Qiro’ah kepada 12 (dua belas) mahasiswanya.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keinginan STIU-WM untuk terus berkontribusi menjaga keotentikan Al-Qur’an berupa pemberian sanad sebagai bentuk standarisasi bacaan Al Quran sebagai mana bacaan Nabi ﷺ.
Selain dihadiri oleh beberapa Pengajar dan Masyayikh pembimbing tahfizh yang berada dalam naungan STIU-WM, penganugerahan ini pun secara khusus disaksikan oleh Syaikh Hamid Akram Al-Bukhari, beliau adalah seorang Musnid (orang yang memiliki banyak sanad) dan juga Muqri’ (orang menguasai berbagai qira’at) yang diburu para penuntut ilmu di seantero dunia.
Kehadiran Syaikh Hamid Akram Al Bukhari walau secara daring dari Madinah Al-Munawwarah ini menambah antusias peserta dalam melafalkan bacaannya.
Kegiatan penganugerahan sanad yang dibuka sejak pagi hari Jum’at (8/8/22) di Masjid Jami’ Wadi Mubarak ini pun akhir dari kegiatan Sardul Qur’an yang digelar sejak Ahad (31/7) hingga kamis (4/8) dengan memperdengarkan 7 orang mahasiswa untuk membacakan hafalannya dengan sekali duduk. Dalam sehari ada 2 santri yang memperdengarkan hafalan bil ghoib didampingi musyrif (pembimbing) masing-masing.
Ada beberapa syarat yang harus dilakukan untuk mengambil sanad di lingkungan STIU-WM, yaitu: hafal Al-Qur’an dengan mutqin (kuat); memiliki bacaan Al Quran yang benar sesuai kaidah tajwid; menghafal matan Tuhfatul Athfal dan Jazariyyah beserta syarahnya dan juga menyetorkan hafalan 30 juz kepada pembimbing atau syaikh yang direkomendasikan oleh Markaz Iqra’ Wadi Mubarak.
12 mahasiswa yang dianugerahkan sanad qira’ah pada kegiatan ini adalah: 1. Imam Mu’tashim, semester 8 asal Solo 2. Jahid Aminudin, semester 8 asal Bandung 3. Irvan Rahmatullah, semester 8 asal Kuningan 4. Fadel Fahmi Albani, semester 8 asal Pati 5. Thoriq Mumtaz, semester 8 asal Garut 6. Muhammad Gemilang Muttaqin, semester 8 asal Depok 7. Iqbal Syahrul Mubarak, semester 8 asal Ponorogo 8. Muhammad Hilmi Ulwan, semester 8 asal Jakarta 9. Muhammad Sholeh, semester 8 asal Polewali Mandar 10. Ahmad Jundiyan Azhari, semester 8 asal Lombok 11. Faikar Mujaddid, semester 6 asal Cirebon 12. Riduan Adhi Chandra, semester 6 asal Palembang
Sedangkan ketentuan yang diberlakukan untuk lulus Sardul Qur’an (khataman Al-Qur’an sekali duduk atau satu hari) yakni: melafalkan hafalan Al-Qur’an 30 juz bil ghoib (tanpa melihat Al-Qur’an) dengan minimal dua orang penyimak; kesalahan dalam melafalkan hafalan tersebut tidak lebih dari 30 kesalahan; dimulai dari pagi hari hingga selesai melafalkan seluruh hafalannya, biasanya hingga malam hari.//
Sumber berita: Markaz Iqra’ Wadi Mubarak/Irsyad Husnul Hidayat Ditulis oleh: Al.Choer Photografer: Zulfikar Az-Zacky Ula YouTube Live Steaming: Tim IT WM
Kita pasti menyadari bahwa titipan anak yang telah Allah karuniakan kepada kita selaku orangtuanya, telah diberikan kemampuan dan kecerdasan yang berbeda-beda. Namun seringkali banyak kasus ditemui, standarisasi anak yang berprestasi bisa diukur hanya dari kacamata akademik saja. Benarkah demikian? Lalu bagaimana dengan anak kita yang kurang pintar dari sisi akademiknya?
Mari bergabung dan ikutilah Kajian Qur’anic Parenting dengan tema “Setiap Anak Unik” 🎤 Bersama: Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I (Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak & Praktisi Qur’anic Parenting) 🗓️ Hari/Tanggal: Jum’at, 29 Juli 2022 ⏰ Waktu: 19.30 WIB s/d Selesai 📹 Live on Zoom Meeting: 848 1552 2671, Pass: ASTRA 🔗 Link Zoom Meeting: https://us02web.zoom.us/j/86080297111?pwd=SndXS3o0NXViMGRrMXhGWmtrL0NpZz09
Mari mengambil manfaat, ilmu, dan pelajaran dari kajian ini demi terciptanya generasi muda Islam yang dicintai Allah dan Rasul-Nya, juga berakhlaq Qur’ani. Jangan lupa untuk ajak sebanyak-banyaknya rekan, sahabat, saudara kita supaya manfaat ini bisa makin dirasakan oleh banyak orang. . . Find us on: Instagram https://www.instagram.com/ic_wadimubarak/?hl=id Facebook https: //www.facebook.com/ic.wadimubarak
Al-Qur’an merupakan kitab suci yang diturunkan Allah ﷻ melalui malaikat Jibril yang kemudian disampaikan olehnya kepada Nabi Muhammad ﷺ di Gua Hira. Al-qur’an merupakan satu-satunya kitab suci yang dijamin keasliannya oleh Sang Pencipta.
Salah satu cara Allah menjaganya dengan adanya para penghafal Al-Qur’an yang menghafalkannya sesuai dengan apa yang ustad-ustad mereka dapatkan dari guru-gurunya secara mutawatir. Dengan ini maka Al-Qur’an akan tetap terjaga sampai hari dimana Allah ﷻ mengangkat kitab ini ke sisi-Nya.
Mukjizat di dunia sangatlah banyak namun Al-Qur’an merupakan mukjizat yang paling mulia. Ia adalah satu-satunya kitab suci yang dibaca sebanyak 17 kali dalam sehari. Ia adalah satu-satunya kitab suci yang tetap dibaca walaupun belum tentu dipahami maknanya.
Keistimewaan Al-Qur’an yang telah banyak dirasakan adalah mudah dalam menghafalkannya. Kemudahan Al-Qur’an ini begitu memesona yang tidak bisa dicerna oleh logika. Mulai dari balita sampai usia senja masih tetap bisa menghafalkannya. Seseorang yang di vonis lumpuh otak pun tetap bisa menghafalkannya.
Ini bukan soal mereka yang kelihatan sehat, namun soal mereka yang diberi hidayah oleh Allah ﷻ agar bisa ikut serta dalam menjaga keaslian dari Al-Qur’an itu sendiri.
Apabila kita ingin ikut serta dalam menjaga Al-Qur’an maka harus kita perhatikan hal-hal ini sebelum kita menghafalnya. Mari kita cermati hal-hal tersebut:
1. Ikhlas
Ikhlas merupakan salah satu hal paling penting yang harus dimiliki oleh setiap orang yang ingin beribadah kepada Allah ﷻ, khususnya bagi mereka yang ingin ikut serta dalam hal ini. Karena apabila tidak ikhlas dalam hal ini maka kitab suci ini tidak akan mau menempel di ingatan kita.
2. Serius
Keseriusan adalah hal yang sangat perlu diperhatikan oleh calon penghafal, karena betapa banyak orang yang ingin menghafal, namun mereka hanya ikut-ikutan temannya yang masuk pondok tahfidz tanpa dia ketahui dahulu hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum masuk ke proses menghafal.
3. Sabar
Kesabaran merupakan hal mutlak yang harus dimiliki setiap orang yang ingin menghafalkan Al-Qur’an ataupun mereka yang telah selesai dalam proses menghafal ini. Sifat sabar juga cenderung mendekatkan hamba dengan Allah ﷻ. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Demikian kiranya kedekatan itu dilukiskan dalam al-qur’an.
4. Yakin
Keyakinan adalah suatu hal yang sangat penting dalam menghafal Al-Qur’an, karena terkadang ada orang yang baru mulai menghafal dia tidak menanamkan keyakinan dalam dirinya bahwa Allah ﷻ telah menjamin kemudahan dalam menghafal Al-Qur’an. Keyakinan ini harus selalu ditanamkan oleh setiap orang yang akan memulai menghafalkan Al-Qur’an.
Kemudahan dalam menghafal ini telah Allah ﷻ janjikan dalam firman-Nya sebanyak 4 kali dalam surat al-qamar.
Motivasi dalam menghafal itu sangatlah banyak baik itu dari hadist, perkataan sahabat, tabi’in dan sebagainya. Aktifitas menghafal ini sangatlah unik terkadang ada semangat membara yang hadir di satu ayat, dan terkadang semangat itu menurun ketika ada ayat yang tiba-tiba sulit untuk dihafal.
Inilah pentingnya menghadirkan motivasi ketika menghafal agar ketika rasa malas itu muncul kita bisa menepisnya dengan motivasi-motivasi yang telah kita siapkan sebelumnya.
6. Menjadikan Prioritas
Seseorang yang mempunyai prioritas dalam hidupnya maka dia akan bersemangat dalam menjalankan hal-hal yang dia prioritaskan. Begitupun dalam proses menghafal ini, seseorang yang ingin menghafal harus menjadikan Al-Qur’an menjadi prioritas utamanya di setiap detik yang dia lewati, karena menghafal itu butuh waktu khusus dalam prosesnya.
Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai prioritas maka seseorang akan selalu ingat bahwa dia punya kewajiban dalam menghafalkannya.
7. Memilih Guru
Memilih guru merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan bagi calon penghafal Al-Qur’an. Guru bisa dibilang sebagai bantuan dari luar yang akan selalu membantu kita dalam proses menghafal tersebut. Dia pun akan selalu siap sedia untuk memotivasi ketika kita dalam keadaan malas. Sebagaimana Rasulullah ﷺ yang menjadi pembimbing bagi para sahabatnya dalam hal menghafal.
8. Istiqamah
Istiqamah merupakan hal terakhir yang perlu diperhatikan oleh calon penghafal, karena menghafal itu bukan hanya kita hafal kemudian ditinggalkan. Bukan sekedar selesai kemudian diabaikan. Menghafal Al-Qur’an itu harus konsisten, sedikit namun istiqamah itu lebih baik daripada sebaliknya.
Penulis: Moch. Ilham Ramadhan, Mahasiswa Semester VI STIU-WM Editor: Al.Choer
Daurah Huffazhul Wahyain merupakan progam menghafal Hadist-Hadist Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang diambil dari kitab Al-Jam’u Baina Ash-Shahihaini karangan Al-Imam Al-Isybiliy rahimahullahu taa’la. Kitab ini merupakan kitab yang berisi Hadist-Hadist yang diambil dari kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.
Diselenggarakan oleh salah satu lembaga yang fokus pada pengembangan ilmu Hadist, yaitu Muassasah Huffazhul Wahyain yang berpusat di Jeddah, Arab Saudi dengan mengirimkan beberapa Syaikh sebagai musyrif (pembimbing) sekaligus penguji dalam menghafal hadits-hadits yang tertera dalam kitab Al-Jam’u Baina Ash-Shahihaini.
Pada tahun ini, Daurah Huffazhul Wahyain kembali diadakan di Islamic Center Wadi Mubarak Bogor. Kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama Muassasah Huffazhil Wahyain, Jeddah, Arab Saudi dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak (STIU-WM) Bogor, Jawa Barat.
Diawali dengan pembukaan yang dilaksanakan pada hari Jum’at, (15/07) pukul 20.00 WIB di lantai dua Masjid Jami’ Islamic Center Wadi Mubarak.
Pembukaan kegiatan ini dibuka oleh Ustadz Irfan Maulana, selaku ketua panitia Daurah Huffazhul Wahyain, dan dihadiri oleh Ustadz Ahmad Jayadi, Lc., selaku ketua Daurah Huffazhul Wahyain tahun 2022.
Kegiatan Daurah yang akan dilangsungkan selama 28 hari ini diikuti oleh 40 orang peserta dari seluruh cabang Islamic Center Wadi Mubarak.
Seluruh peserta Daurah ini dituntut untuk menghafalkan Hadist-Hadist yang ditargetkan oleh panitia penyelenggara dalam setiap harinya yaitu sebanyak 20 Halaman.
Musyrif pembimbing setoran pada daurah kali ini berjumlah 4 orang yang berkompeten dalam bidangnya, seluruhnya didatangkan dari luar Islamic Center Wadi Mubarak.
Kegiatan Daurah Huffazhul Wahyain merupakan kegiatan rutin tahunan di Islamic Center Wadi Mubarak sejak tahun 2016 silam.
Kegiatan ini telah dilaksanakan delapan kali dengan rincian enam kali dengan tatap muka, dan dua kali secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting saat masa pandemi covid-19 masih mewabah.
Pada kajian kiat-kiat menjadi ayah teladan bagian pertama banyak sekali ilmu-ilmu yang bisa kita ambil dan amalkan, bahwa untuk menjadi ayah teladan membutuhkan usaha.
Diantara kiat-kiat tersebut adalah menjadi orang tua yang mampu untuk memberikan motivasi kepada anak-anaknya, menjadi orang tua yang mampu menghargai usaha anak-anaknya, dan menjauhi segala kekerasan verbal kepada anak.
Tentu sangat menarik untuk kita ikuti kajian kiat-kiat menjadi ayah teladan bagian 2, kira-kira apa saja kiat-kiat selanjutnya untuk menjadi ayah teladan….?”
Yuk mari simak dengan mengikuti Kajian Parenting Online Bersama Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I., Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak, dengan membahas;
📑 Tema: Kiat-Kiat Menjadi Ayah Teladan ( Part 2) 🗓 Tanggal: Jum’at malam, 24 Juni 2022 📱Waktu: 19.30 WIB – Selesai 🎥 Live on Youtube Channel Darsuna TV https://youtube.com/c/DarsunaTV
➖➖➖➖➖➖ . . Mari ajak keluarga, rekan, dan sahabat untuk bersama saling menimba ilmu, meningkatkan kapasitas diri dengan mengikuti majelis ilmu yang bermanfaat ini. . . .
📣📣📣 PROGRAM ITQON 1 TAHUN INTENSIF ✨ Dibawah bimbingan Syeikh Zeyad Abdullah Ali Atta’zi Al-Yamani. . Hafalan lancar/mutqin adalah dambaan setiap Penghafal Al-Qur’an. Apalagi jika hafalannya lancar, tajwidnya benar dan mempunyai kemampuan bahasa Arab yang baik. Pasti antum pengen banget kan??? . Ma’had Sulthon Al-Islamy Islamic Center Wadi Mubarak meluncurkan program ini untuk membantu antum meraih cita-cita tersebut! Yaitu, program 1 tahun mutqin dan bisa berbahasa arab dengan baik. . 🔶 PERSYARATAN:
Niat ikhlas karena Allah.
Ikhwan umur 12 – 17 tahun.
Memiliki hafalan Al-Qur’an 30 juz.
Lulus tes seleksi.
Memiliki semangat yang kuat dalam mengikuti program.
Membayar biaya program. . 🔸 TEKNIS PENDAFTARAN: Caranya sangat mudah: Ketik: Nama – usia – alamat – nama sekolah sebelumnya – jumlah hafalan. Kirim ke nomor WhatsApp: 0888-0925-2683 Atau klik link berikut: https://bit.ly/3Q7aFHk 📌Paling lambat tanggal 30 Juni 2022. (Kuota terbatas) . 🔶 ALAMAT PONDOK: Jl.Raya Sentul, Jl. Bukit Zanbaqah, RT. 04/RW. 08, Desa Bojongkoneng, Kec. Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat.
Sosok ayah di dalam keluarga memang sebagai panutan. Di mata anak laki-laki, ayah adalah role model utama yang akan membentuk karakter pria dalam diri mereka. Sedangkan bagi anak perempuan, ayah menjadi figur pria pertama yang dikenalnya.
Sehingga kalau hubungan antara ayah dan anak kurang harmonis, maka anak laki-laki akan sulit menampilkan sisi maskulin dalam dirinya dan anak perempuan mungkin akan sulit percaya terhadap pria.
Bagaimanakah agar menjadi ayah yang teladan bagi anak-anaknya sehingga menjadi idola baginya?
Lantas apakah kita sudah menjadi pendidik teladan bagi sang buah hati?
Yuk mari simak dengan mengikuti Kajian Parenting Online Bersama Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I., Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak, dengan membahas;
📑 Tema: Kiat-Kiat Menjadi Ayah Teladan 🗓 Tanggal: Jum’at malam, 17 Juni 2022 📱Waktu: 19.30 WIB – Selesai 🎥 Live on Youtube Channel Darsuna TV: https://youtube.com/c/DarsunaTV
➖➖➖➖➖➖ . . Mari ajak keluarga, rekan, dan sahabat untuk bersama saling menimba ilmu, meningkatkan kapasitas diri dengan mengikuti majelis ilmu yang bermanfaat ini. . . .