Kategori: Artikel

  • Penganugerahan Sanad Al-Qur’an

    Penganugerahan Sanad Al-Qur’an

    Untuk menjaga kemurnian bacaan Al-Qur’an sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah saw, yang kemudian diteruskan oleh para sahabat, tabi’in, tabi’it tabi’in hingga masa-masa selanjutnya berlaku sistem silsilah bacaan. Dimana seseorang diharuskan memperdengarkan bacaan Al-Qur’an dihadapan guru yang sudah memiliki sanad.

    Sistem silsilah bacaan ini dibuktikan dengan adanya ijazah sanad dari pemberi sanad kepada murid tersebut.

    Mendapatkan ijazah sanad merupakan harapan dari banyak penghafal Al-Qur’an. Hal ini tentu bukanlah hal mudah untuk mencapainya. Ada beberapa kriteria dan ilmu yang harus dikuasainya, seperti: Hafalan harus mutqin (kuat) dan mengusai ilmu tajwid secara teori maupun prakteknya.

    Namun ada juga pemberi sanad yang mewajibkan murid untuk menghafal beberapa kitab sebagai syarat mendapatkan sanad.

    Matan Jazariyah dan Tuhfatul Athfal adalah dua kitab yang wajib dihafal dan dipahami oleh pemohon sanad di Islamic Center Wadi Mubarak.

    Imam Ibnul Jazary rahimahulloh penulis kitab Matan Jazariyah dalam salah satu kitabnya yang berjudul “Munjidul Muqriin” pernah menegaskan bahwa meskipun seseorang hafal kitab At-Taisir (kitab seputar Qiroat Sab’ah) di luar kepala, dia tidak diperbolehkan untuk memberikan sanad Al-Quran jika belum talaqqi secara langsung kepada para guru yang memiliki sanad. Sebab di dalam qiroat terdapat hal-hal yang tidak bisa dipelajari kecuali dengan metode talaqqi.

    Alhamdulillah, pada hari Jum’at (25/03) bertepatan dengan tanggal 22 Sya’ban, 8 (delapan) hari menjelang Ramadhan 1443 H bertempat di Masjid Jami’ Wadi Mubarak telah diselenggarakan Penganugerahan Sanad dari Syaikh Abdul Qowi Al Argaly hafizhahullah selaku penanggung jawab program Markaz Iqra Wadi Mubarak kepada 3 (tiga) santri Islamic Center Wadi Mubarak.

    Mereka adalah:
    1. Fahmi Zulfikar (asal Garut, Qiroat Ashim dengan dua riwayatnya yaitu Hafsh dan Syu’bah),
    2. Fauzan (asal Solo, dengan Riwayat Hafsh dari Qiroat Ashim), dan
    3. Fityatul Haq (asal Sulawesi, dengan Riwayat Hafsh dari Qiroat Ashim).

    Kegiatan penganugerahan sanad ini berjalan dengan khidmat dan dapat disaksikan secara langsung melalui channel:
    https//youtube.com/Majlis Khatam Ijazah Al-Qur’an Bersama Syaikh Abdul Qawi Al-Arjali

    Disela-sela acara, Ketua Markaz Iqra’ Ustadz Irsyad Husnul Hidayat sebagai lembaga yang menangani ijazah sanad Islamic Center Wadi Mubarak berharap di tahun-tahun selanjutnya mahasiswa yang akan mengikuti prosesi wisuda sarjana Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak, minimal sudah memiliki sanad Riwayat Hafsh an Ashim.

    //Al.Choer

  • ICWM Rilis Buku: 25 Kiat Agar Anak Cinta Al-Qur’an

    ICWM Rilis Buku: 25 Kiat Agar Anak Cinta Al-Qur’an

    💌Kabar Gembira🤩
    Dapatkan Harga Ekonomis Buku 25 Kiat Agar Anak Cinta Al-Qur’an
    dengan harga Rp.119K, PO only Rp.79K 😍✨

    ❓Apakah Anda ingin memiliki buah hati penghafal Qur’an tapi bingung memulainya dari mana?
    ❓Ayah Bunda ga punya pengalaman mondok tapi ingin mengantarkan anaknya menjadi Ahlul Qur’an?
    ❓Sudah beli berbagai buku tapi belum menemukan kiat cinta Qur’an yang praktis?

    📖Insya Allah Segera Hadir, Buku 25 Kiat agar Anak Cinta Al-Qur’an

    🔵10 Keunggulan
    ✅ Gaya bahasa ringan & mudah dipahami.
    ✅ Full Colour & tidak membosankan.
    ✅ Ilustrasi menarik pada setiap bahasan.
    ✅ Fitur Box untuk membingkai point-point penting.
    ✅ Terdapat referensi ayat dan hadits
    ✅ Sebagai panduan orang tua untuk mewujudkan anak cinta Qur’an
    ✅ Metodenya sangat praktis & mudah untuk diterapkan
    ✅ Menumbuhkan kemampuan bahasa & pengetahuan anak
    ✅ Kemasan Ekslusif
    ✅ Travelling Book Concept, sehingga mudah dibawa kemana-mana.

    🔵 Spesifikasi
    ⭐ Hard Cover dan Embos Cover Gold, Finishing Doff, Spot UV
    ⭐ Inside book HVS 80 gsm
    ⭐ Ukuran Buku 13 x 19 cm
    ⭐ Full Colour
    ⭐ 173 Halaman

    😍Dapatkan Bonus Special dan harga ekonomis selama masa PO
    *Bonus : Exclusive Box & Book mark (pembatas buku).

    Harga Normal : 119k
    PO only: 79K
    Hemat 40 K

    ➡️PESAN SEKARANG JUGA, JANGAN SAMPAI KEHABISAN😁

    🔵 Time Line
    ✍🏻 Pemesanan : 24 Maret s/d 5 April 2022
    🔰 Maksimal Pembayaran : 6 April 2022
    🚛 Estimasi Pengiriman in sya Allah : 7 April 2022.

    Untuk pemesanan klik link ini ya :
    https://bit.ly/3vzxImj

  • Mendidik Dengan Hikmah

    Mendidik Dengan Hikmah

    ✍🏻 KAJIAN QUR’ANIC PARENTING ONLINE ✍🏻

    MENDIDIK DENGAN HIKMAH

    Menumbuhkan pribadi yang kuat.
    Kekuatan pribadi dapat ditumbuhkan melalui beberapa kiat. Diantaranya adalah Harga Diri.

    Anak akan memiliki kepribadian yang kuat manakala di dalam dirinya dipupuk harga dirinya. Harga diri seorang anak akan membentuk pribadi dan karakter yang kuat dan tidak akan mudah jatuh apalagi sampai menjual prinsip-prinsipnya.

    Anak sejak lahir sudah diberikan sifat dasar dan fitroh oleh Allah untuk memiliki harga diri, kewajiban orang tua adalah menjaga harga diri itu dan tidak merusaknya.

    Terdapat 15 sikap yang bisa merusak harga diri seorang anak.
    Insya Allah pada pertemuan kali ini kita akan membahas beberapa point tentang metode pendidikan anak dengan hikmah.

    Alhamdulillah tema kali ini telah memasuki pada pembahasan Tujuan Dalam Mendidik Anak, serta beberapa larangan-larangan didalamnya seperti, larangan dalam membentak, mencela, dan mendiktenya.

    Yuk mari simak dengan mengikuti Kajian Parenting Online

    Bersama

    Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I.,
    Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak

    dengan membahas:

    📑 Tema: Mendidik Dengan Hikmah
    🗓 Tanggal: Sabtu, 26 Maret 2022
    📱Waktu: 20.00 WIB – Selesai
    🎥 Live on Youtube Channel Darsuna TV:
    https://youtube.com/c/DarsunaTV

    ➖➖➖➖➖➖
    .
    .
    Mari ajak keluarga, rekan, dan sahabat untuk bersama saling menimba ilmu, meningkatkan kapasitas diri dengan mengikuti majelis ilmu yang bermanfaat ini.
    .
    .
    .

    Find Us On:
    Instagram;
    •Graha Qur’an: https://instagram.com/grahaquran_wm?igshid=1byytnk9u70bs
    •ICWM : https://instagram.com/ic_wadimubarak?igshid=16yvuiperya78
    •Lantama : https://www.instagram.com/lantamawisata/
    🔗 Web : https://wadimubarak.com

  • Menyiapkan Generasi Baru, Generasi Qur’an, Generasi Unggul (2)

    Menyiapkan Generasi Baru, Generasi Qur’an, Generasi Unggul (2)

    Anak adalah hadiah terindah yang dititipkan oleh Allah kepada setiap orangtua, menjaganya dengan ketulusan hati sudah menjadi keharusan bahkan kewajiban baginya.

    Anak bukanlah sebuah beban, ia dilahirkan tidak membawa kesulitan, melainkan sebuah keberkahan dan kebahagiaan. Maka pandanglah anak kita sebagai hadiah dari Allah yang sangat besar, mahal nan berharga, sudah sepatutnya kita menjaganya dengan sebaik-baiknya.

    Tentunya memantaskan diri sebelum mengasuh sudah menjadi keharusan bagi setiap pendidik. Seorang dokter pun harus menempuh setidaknya 4 tahun masa pendidikan dan ditambah beberapa tahun lagi sebelum kemudian ia diberi izin untuk merawat ataupun mengobati pasien.

    Bahkan pengendara motor ataupun mobil terlebih dahulu diharuskan memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi) agar memenuhi persyaratan sebagai pengendara yang baik.

    Baca Juga: Menyiapkan Generasi Baru, Generasi Qur’an, Generasi Unggul (Batch 1)

    Betapa lemahnya diri kita ‘betapa dzolimnya’ kita sebagai orang yang telah diberikan hadiah yang mahal namun tidak mempersiapkannya dengan sebaik mungkin.

    Berapa banyak hadits, ayat, teori yang telah kita pelajari sebelum sang buah hati itu terlahir? Harus diakui mayoritas dari kita mendidik anak dengan irtijalliyyat (sesuai perasaan saja) tanpa teori tanpa konsep, hanya menyesuaikan dengan perasaan, tidak diiringi dengan pengetahuan tentang kepengasuhan.

    Ada ungkapan yang sangat bagus untuk dapat kita renungi: “Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya, sedangkan kalian diciptakan untuk zaman kalian“.

    Maka tidak cukup bagi seorang pendidik hanya mengandalkan intuisi, kita perlu belajar metode kepengasuhan yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits, serta diperkuat dengan ilmu dan metode parenting yang lain. Sehingga menjadi orangtua ideal yang akan melahirkan generasi baru, generasi qur’ani, dan generasi yang unggul.

    Simak Live Qur’anic Parenting:
    – Mengajarkan Keikhlasan Terhadap Anak
    – Fokuslah Pada Pencapaian Anak Anda Dan Hargai Usahanya

    Bukanlah sebuah aib bagi kita ketika mengakui sebuah kesalahan sebagai introspeksi diri, sehingga dengan itu kita melakukan sebuah perubahan agar terus menjadi lebih baik. Yang aib adalah annabqo ‘alal khoto ketika kita ridho, rela untuk tetap bertahan dalam lubang kesalahan. Kesalahan dalam menjaga hadiah dari Allah, kesalahan dalam mendidik dan mengasuh sang buah hati, lalu kemudian sungkan untuk mengakui dan introspeksi sehingga tidak ada keinginan besar untuk berubah menjadi lebih baik, itulah yang disebut aib bagi seorang pendidik.

    Jika selama ini kita merasa salah atau kurang tepat dalam mendidik, maka menyesali menjadi langkah pertama bagi kita, kemudian menambah ilmu-ilmu parenting, setelah itu berusaha memperbaiki kesalahan yang disadari ataupun tidak disadari, serta tidak ada salahnya untuk meminta maaf kepada anak-anak, bukan berarti kita tidak memiliki kebaikan namun dengan itu akan menghancurkan sekat-sekat yang terdapat di antara kita dengan anak-anak.

    *) Tulisan dirangkum dari Tausiyah Qur’anic Parenting yang disampaikan oleh Al-Ustadz DR. Didik Hariyanto, Lc. M.P.I (Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak, Megamendung, Bogor)
    Editor: Al.Choer

    🏆 Informasi Pendaftaran Santri Baru👇
    Informasi Pendaftaran Islamic Center Wadi Mubarak Tahun 2022-2023

  • Menyiapkan Generasi Baru, Generasi Qur’an, Generasi Unggul (1)

    Menyiapkan Generasi Baru, Generasi Qur’an, Generasi Unggul (1)

    إِنَّا كُنَّا أَذَلَّ قَوْمٍ فَأَعَزَّنَا اللهُ بِالْإِسْلَامِ فَمَهْمَا نَطْلُبُ الْعِزَّةَ بِغَيْرِ مَا أَعَزَّنَا اللهُ بِهِ أَذَلَّنَا اللهُ

    “Kami adalah kaum yang paling hina, lalu Allah memuliakan dengan mendatangkan agama Islam. Karena itu jika kita mencari kemuliaan dengan selain Islam, maka Dia akan menghinakan kita.”
    (Umar Bin Khattab radhiallahu ‘anhu)

    Generasi Qur’an adalah generasi unggul. Dan ada dua hal yang akan menciptakan kejayaan Islam akan kembali bangkit. Dua hal itu adalah:

    1. Al-Qur’an dan Sunnah

    Sabda Rasulullah ﷺ  saat Haji Wada’ termaktub dalam kitab Muwaththo’ karya Imam Malik:

    تركتُ فيكم أمريْنِ، لن تَضِلُّوا ما تمسكتم بهما : كتابَ اللهِ وسُنَّةَ رسولِهِ

    “Aku telah tinggalkan pada kalian dua perkara. Kalian tidak akan tersesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya”
    (HR. Malik)

    2. Parenting, kepengasuhan, pendidikan anak.

    Tentunya keduanya saling melengkapi satu dengan yang lain, bersama-sama menopang datang, tumbuh dan terciptanya generasi Qur’ani yang unggul. Karena itu tidak cukup bagi seorang pendidik hanya fokus kepada Al-Qur’an dan Sunnah namun menyampingkan dunia parenting/kepengasuhan.

    Simak Live Qur’anic Parenting: Menumbuhkan Pribadi Yang Kuat

    Rasulullah ﷺ  adalah contoh nyata begitu pentingnya parenting yang dilandasi Al-Qur’an dan Hadits. Karena mereka yang tidak memberikan perhatian besar terhadap Al-Qur’an dan hadits serta dunia parenting maka jangan berharap akan ada masa depan yang cerah bagi generasi-generasi baru ke depannya.

    Bagaimana mungkin generasi yang unggul itu akan lahir ketika kita tidak memiliki perhatian lebih terhadap kepengasuhan mereka?

    Terkait pentingnya parenting ini terdapat beberapa hal yang perlu ditanamkan yaitu bagaimana cara agar kejayaan umat Islam pada zaman Rasulullah ﷺ  dapat terulang kembali.

    Terdapat 3 point penting di dalamnya: (1) menyiapkan generasi baru yang unggul, untuk melahirkan generasi yang unggul  tentunya kita harus memiliki (2) pola serta strategi kepengasuhan yang baik, dan yang terakhir (3) generasi terbaik itu adalah generasi Qurani yang akan selalu unggul dalam berbagai aspek kehidupan peradaban manusia.

    Baca Juga: Menjadi Pendidik Yang Positif

    Banyak sekali teori dan metode di dalam dunia kepengasuhan atau parenting, namun kita sebagai umat Islam memiliki metode tersendiri yang sangat istimewa karena bersumber dari sosok teladan yang agung dan mulia, yaitu Rasulullah ﷺ.

    Parenting yang Rasulullah ﷺ ajarkan melingkupi seluruh aspek kehidupan. Termasuk parenting dengan metode kepengasuhan yang bersumber dari Al-Qur’an, inilah yang membedakan teori qur’anic parenting dengan teori-teori yang lain termasuk teori barat.

    Sabda Rasulullah ﷺ , dari Abdullah bin Mas’ud ra:

    خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

    “Sebaik-baik manusia ialah pada generasiku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya.”
    (HR. Bukhari 3651 dan Muslim 2533)

    Maka sudah sepatutnya kita mengambil sumber atau contoh kepengasuhan dari Rasulullah ﷺ dan para sahabat, karena dengan berkat merekalah lahir generasi-generasi seperti yang disebutkan di dalam hadits tersebut.

    Mengapa mempersiapkan generasi yang unggul menjadi suatu yang sangat penting bagi kita?

    Parenting yang baik atau buruk akan menjadi barometer do’a dari anak-anak kita ke depannya.

    وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ

    Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.”
    (QS: Al Isra: 24)

    Dijelaskan oleh Allah ﷻ yang menjadi barometernya adalah “kamaa rabbayaani shagiraa” sebagaimana keduanya telah mendidikku, mengasuhku dengan penuh kasih sayang sejak kecil.

    Simak Live Qur’anic Parenting: Metode Agar Anak Menjadi Baik

    Doa inilah yang akan dipanjatkan bagi mereka generasi-generasi yang unggul untuk kita sebagai orangtua, namun naudzubillah jika kita tidak mampu melahirkan, mendidik generasi yang baik sehingga doa itu tidak pernah terlontar dari mulut mereka, bahkan yang keluar justru cacian serta hinaan dari mulut mereka. Bukankan itu sebuah musibah yang perlu kita renungi kembali.

    Allah ﷻ mengajarkan kepada kita agar terus mendoakan kebaikan kepada kedua orangtua bukan disebabkan karena ia telah melahirkan kita ke dunia, bukan pula karena sekadar memberikan makan, minum kepada kita, akan tetapi Allah ﷻ menjadikan sebab orangtua berhak mendapatkan rahmat dan kasih sayang, serta mendapatkan doa kebaikan dari anak-anaknya disebabkan oleh “rabbayaani shagiraa” (karena keduanya telah mendidikku sejak kecil).

    Bagaimana mungkin Allah ﷻ menurunkan rahmat dan kasih sayang-Nya kepada kita jika kita tidak melakukan tarbiyah kepengasuhan dan pendidikan anak. Besarnya rahmat dan kasih sayang Allah ﷻ terhadap kita, salah satunya ditentukan oleh keseriusan dan kebaikan serta kebenaran dalam mendidik anak-anak kita.

    Sejauh ini apakah kita sudah menjadi orangtua yang baik, ideal untuk anak-anak kita?

    Baca Selanjutnya: Menyiapkan Generasi Baru, Generasi Qur’an, Generasi Unggul (2)

    *) Tulisan dirangkum dari Tausiyah Qur’anic Parenting yang disampaikan oleh Al-Ustadz DR. Didik Hariyanto, Lc. M.P.I (Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak, Megamendung, Bogor)
    Editor: Al.Choer

    🏆 Informasi Pendaftaran Santri Baru👇
    Informasi Pendaftaran Islamic Center Wadi Mubarak Tahun 2022-2023

  • Menumbuhkan Pribadi yang Kuat

    Menumbuhkan Pribadi yang Kuat

    🏠 *KAJIAN QUR’ANIC PARENTING ONLINE* 🏠

    *Menumbuhkan Pribadi yang Kuat.*

    Mengapa menumbuhkan kepribadian yang kuat itu penting?

    Pribadi yang kuat adalah salah satu faktor baik atau buruknya pertumbuhan bagi sang buah hati.
    Keshalehan anak akan lebih sempurna jika disertai kepribadian yang kuat.

    Mengambil salah satu ibrah dari sejarah perkembangan islam, tidak bisa kita pungkiri khawarij adalah suatu golongan yang termasuk orang-orang shaleh, akan tetapi disebabkan kurangnya kepribadian yang kuat terhadap agama islam ini sehingga menjadikannya keluar dari nilai-nilai keislaman itu sendiri.

    Demikian seperti apakah penjelasan selengkapnya terkait metode  menumbuhkan kekuatan pribadi tersebut.

    *Yuk mari simak dengan mengikuti Kajian Parenting Online Bersama Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I., Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak*, dengan membahas;

    📑 Tema: *Menumbuhkan Pribadi yang Kuat.*
    🗓 Tanggal: *Sabtu, 19 Februari 2022*
    📱Waktu: *20.00 WIB – Selesai*
    🎥 Live on Youtube Channel *Darsuna TV*:
    https://youtube.com/c/DarsunaTV

    ➖➖➖➖➖➖
    .
    .
    Mari ajak keluarga, rekan, dan sahabat untuk bersama saling menimba ilmu, meningkatkan kapasitas diri dengan mengikuti majelis ilmu yang bermanfaat ini.
    .
    .
    .

    *Find Us On*:
    Instagram;
    *•Graha Qur’an:* https://instagram.com/grahaquran_wm?igshid=1byytnk9u70bs
    *•ICWM* : https://instagram.com/ic_wadimubarak?igshid=16yvuiperya78
    *•Lantama* : https://www.instagram.com/lantamawisata/
    🔗 *Web* : https://wadimubarak.com

    🏆 Informasi Pendaftaran Santri Baru👇
    Informasi Pendaftaran Islamic Center Wadi Mubarak Tahun 2022-2023

    wa
  • Mengajarkan Keikhlasan Terhadap Anak

    Mengajarkan Keikhlasan Terhadap Anak

    🏡 KAJIAN QUR’ANIC PARENTING ONLINE 🏡

    Mengajarkan Keikhlasan Terhadap Anak.

    Sangat penting untuk mengajarkan hakikat sebuah keikhlasan kepada anak. Terkadang mereka melakukan suatu kebaikan bisa jadi karena diperintahkan orang tua, pengaruh teman, sekolah atau hal lainnya. Bukan karena didasari oleh keikhalasan semata mengharap ridha Allah Subhana wa ta’ala.

    Namun mendefinisikan keikhlasan sendiri adalah hal yang tak kalah pentingnya, agar anak mampu memahami  nilai-nilai dari keikhlasan itu sendiri, sehingga anak lebih terlatih batinnya untuk senantiasa berbuat ikhlas.

    Belajar dan beramal dengan ikhlas, mengerjakan kebaikan semata – mata karena mengharapkan ridha Allah ta’ala dan tidak mengharap balasan dari manusia.

    Bagaimanakah tips Mengajarkan Keikhlasan Terhadap Anak?

    Yuk simak …

    Kajian Parenting Online Bersama Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I., Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak, dengan membahas;

    📑 Tema: Mengajarkan Keikhlasan Terhadap Anak.
    🗓 Tanggal: Sabtu, 12 Februari 2022
    📱Waktu: 20.00 WIB – Selesai
    🎥 Live on Youtube Channel Darsuna TV.
    https://youtube.com/c/DarsunaTV

    ➖➖➖➖➖➖
    .
    .
    Mari ajak keluarga, rekan, dan sahabat untuk bersama saling menimba ilmu, meningkatkan kapasitas diri dengan mengikuti majelis ilmu yang bermanfaat ini.
    .
    .
    .

    Find Us On:
    Instagram;
    •Graha Qur’an: https://instagram.com/grahaquran_wm?igshid=1byytnk9u70bs
    •ICWM : https://instagram.com/ic_wadimubarak?igshid=16yvuiperya78
    •Lantama : https://www.instagram.com/lantamawisata/
    🔗 Web : https://wadimubarak.com

    )

    🏆 Informasi Pendaftaran Santri Baru👇
    Informasi Pendaftaran Islamic Center Wadi Mubarak Tahun 2022-2023

  • 9 (Sembilan) Keutamaan Shalat Subuh Berjamaah (Bag. 2)

    9 (Sembilan) Keutamaan Shalat Subuh Berjamaah (Bag. 2)

    6. Menjadi sebab dapat melihat Wajah Mulia Allah di Surga

    Diriwayatkan dari Jarir bin Abdillah ra, ketika suatu malam, saat Rasulullah ﷺ bersama para sahabat memandang bulan purnama, beliau berkata:

    أمَا إنَّكم ستُعرَضونَ على رَبِّكم عزَّ وجلَّ، فتَرَونَهُ كما تَرَوْنَ هذا القَمَرَ، لا تُضامونَ فيه، فإنِ استَطَعتُم ألَّا تُغلَبوا على صَلاةٍ قَبلَ طُلوعِ الشَّمسِ وقَبلَ غُروبِها، فافعَلوا، ثم قرَأَ {وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا} [طه: 130]

    “Sesungguhnya kalian akan dihadapkan kepada Allah ﷻ maka kalian pun akan melihat-Nya sebagaimana kalian melihat bulan ini. Kalian tidak akan merasa sulit untuk melihat-Nya. Oleh karena itu jika kalian mampu untuk tidak melalaikan sholat sebelumnya terbitnya matahari (Subuh) dan sholat sebelum matahari terbenam (‘Ashar} maka lakukanlah!” Kemudian beliau membaca Surah Thaha ayat 130 “Bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam“
    (HR. Bukhori Muslim)

    Baca Juga Liburan Berkualitas Dengan Nuansa Qur’ani

    7. Mendapatkan Pahala Besar

    Dari ‘Aisyah Ummul Mukminin ra, Bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

    ركْعَتَا الفجْرِ خيرٌ من الدنيا وما فِيها

    “Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan apa yang ada di dalamnya”
    (HR. Muslim)

    Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad, mengatakan yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah Sunnah Fajar. Jika ini adalah pahala Sunnah, Lalu bagaimana dengan pahala shalat wajib, mana yang lebih dicintai Allah ﷻ?

    8. Pahala sholat malam

    Nikmat lain yang Allah berikan kepada orang yang melaksanakan sholat shubuh dan isya berjamaah adalah pahala sholat sepanjang malam. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ dari Utsman bin ‘Affan ra:

    من صلَّى العِشَاءَ في جماعةٍ فكأنَّما قام نصفَ الليلِ ومن صلَّى الصبحَ في جماعةٍ فكأنَّما صلَّى الليلَ كلَّهُ

    “Barang siapa yang shalat Isya’ berjamaah, seolah-olah dia shalat setengah malam, dan siapa yang shalat subuh berjamaah, seolah-olah ia telah shalat sepanjang malam”.
    (HR. Muslim)

    Baca Juga Anak: Investasi Berharga Orang Tua

    9. Keluar dari sifat Munafik

    Sholat Subuh berjamaah merupakan tanda keimanan dan kecintaan kepada Allah ﷻ. Jika seorang hamba bangun dari tidurnya di tengah malam, meninggalkan tempat tidurnya, bangun dan berwudhu lalu keluar dari rumahnya ke masjid meskipun banyak kesulitan dalam mengerjakan semua itu, hal tersebut menunjukkan bahwa ia lebih cinta dan tunduk kepada Allah ﷻ dari apapun. Lebih mencari keridhaan-Nya dengan bersusah payah. Tentu hal ini bertentangan dengan sifat orang munafik yang dengan sembunyi-sembunyi berusaha tidak tunduk kepada-Nya.

    Sabda Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan Abu Hurairah ra:

    إنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ علَى المُنَافِقِينَ صَلَاةُ العِشَاءِ، وَصَلَاةُ الفَجْرِ، ولو يَعْلَمُونَ ما فِيهِما لأَتَوْهُما ولو حَبْوًا، وَلقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بالصَّلَاةِ، فَتُقَامَ، ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فيُصَلِّيَ بالنَّاسِ، ثُمَّ أَنْطَلِقَ مَعِي برِجَالٍ معهُمْ حُزَمٌ مِن حَطَبٍ إلى قَوْمٍ لا يَشْهَدُونَ الصَّلَاةَ، فَأُحَرِّقَ عليهم بُيُوتَهُمْ بالنَّارِ

    “Sholat yang dirasakan berat bagi orang-orang munafik adalah sholat Isya dan sholat subuh, sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga sholat didirikan, kemudian kusuruh seseorang dan dia mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar untuk menjumpai suatu kaum yang tidak menghadiri sholat, lantas aku bakar rumah mereka.”
    (HR Muslim)

    Lain dari itu, faidah dari pelaksanaan sholat subuh berjamaah di masjid merupakan satu bukti seseorang memulai hari tersebut dengan ketaatan kepada Allah ﷻ, Tuhan semesta alam.

    Wallahu A’lam

    Penulis: Abu Samudera

    Baca Sebelumnya 9 (Sembilan) Keutamaan Shalat Subuh Berjamaah (Bag. 1)

    🏆 Informasi Pendaftaran Santri Baru👇
    Informasi Pendaftaran Islamic Center Wadi Mubarak Tahun 2022-2023

  • 9 (Sembilan) Keutamaan Shalat Subuh Berjamaah (Bag. 1)

    9 (Sembilan) Keutamaan Shalat Subuh Berjamaah (Bag. 1)

    Shalat Subuh merupakan salah satu sholat dari lima waktu yang telah diwajibkan Allah ﷻ kepada umat Islam. Tidak ada perselisihan umat mengenai kewajiban ini. Dilakukan pada saat fajar sampai menjelang matahari terbit sebanyak 2 (dua) rakaat dan lebih utama adalah dilakukan berjamaah di masjid.

    Banyak umat Islam tetap menjaga sholat 5 waktu namun tidak sedikit yang meremehkan pelaksanaan sholat subuh berjamaah di masjid. Bahkan ada yang meremehkannya hingga melaksanakan sholat subuh setelah terbit matahari atau melaksanakannya saat akan berangkat kerja atau beraktifitas lainnya seperti ke sekolah.

    Allah ﷻ mendudukan shalat shubuh dengan kedudukan yang lebih besar di banding ke-empat shalat lainnya. Yaitu dari segi pahala yang ditingkatkan lebih besar bagi yang melaksanakannya.

    Baca Juga 3 (tiga) Nasihat Mengisi Bulan Rajab

    Salah satu penyebabnya adalah waktu yang sangat sedikit dan saat suasana masih gelap malam. Saat ini adalah saat yang ternikmat untuk tetap istirahat dan tidur. Terutama saat cuaca dingin menjadikan rasa malas akan bertambah dan menjadikan tidur berselimut semakin menggoda.

    Dalam adzan subuh, ada penambahan kalimat: “Ash-Sholatu khoirun min al-naum” Sholat itu lebih baik dari pada tidur, menjadikannya penyebab perbedaan antara kebanyakan manusia. Dan merupakan ujian keimanan. Maka barangsiapa yang lulus ujian ini akan diberikan hadiah yang besar di dunia dan di akhirat.

    1. Mendapatkan Cahaya yang sempurna di Hari Kiamat

    Allah ﷻ mengganjar mereka yang berjalan dalam kegelapan untuk shalat dengan cahaya yang akan mereka temukan pada Hari Kebangkitan. Sabda Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan oleh Buraidah Bin Hushaib Al-Aslami ra:

    بشِّرِ المشَّائينَ في الظُّلَمِ إلى المساجِدِ بالنورِ التامِّ يومَ القيامَةِ

    “Berilah kabar gembira kepada para pejalan kaki di saat gelap gulita menuju masjid-masjid yaitu dengan (mendapatkan) cahaya yang sempurna kelak di hari kiamat”
    (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi)

    Simak Qur’anic Parenting Memahami Perubahan Sikap Anak

    2. Mendapatkan Penjagaan Allah swt:

    Dalam sahih Muslim yang diriwayatkan oleh Jundub bin Abdillah ra, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

    …. مَن صَلَّى الصُّبْحَ فَهو في ذِمَّةِ اللهِ

    “Barang siapa yang melaksanakan shalat Subuh maka dia berada dalam jaminan Allah…”
    (HR. Muslim)

    3. Disaksikan para malaikat

    Dari Abu Hurairoh ra, bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda:

    يتعاقبون فيكم ملائكةٌ بالليلِ، وملائكةٌ بالنهارِ، ويجتمعون في صلاة الفجرِ، وصلاةِ العصرِ . ثم يعرج الذين باتوا فيكم، فيسألهم وهو أعلم بهم، كيف تركتُم عبادي ؟ فيقولون : تركناهم وهم يصلون، وأتيناهم وهم يصلونَ

    “Di antara kalian ada malaikat yang bergantian pada waktu malam dan siang, mereka berkumpul ketika sholat fajar (Subuh) dan sholat Ashar.” Lantas malaikat malam naik dan Tuhan mereka menanyai mereka (meskipun Allah paling tahu terhadap mereka): “Bagaimana kalian tinggalkan hamba-hamba-Ku?”. Jawab para malaikat, “Kami tinggalkan mereka dalam keadaan sholat, dan kami datangi mereka juga dalam keadaan sholat.“
    (HR. Bukhori dan Muslim)

    Alangkah indahnya kesaksian para malaikat ini. Kesaksian di hadapan Allah ﷻ atas mereka yang menjaga shalat di dua pergantian waktu.

    Baca Juga Bercanda Tapi Bohong, Hati-Hati!

    4. Ayat Al-Qur’an Yang Dibaca saat Shalat Subuh menjadi saksi

    Allah ﷻ berfiman:

    أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِدُلُوكِ ٱلشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ ٱلَّيْلِ وَقُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

    “Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya Al-Qur’an (yang dibacakan) saat shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)
    (QS. Al-Isra’ 78)

    5. Jalan Masuk Surga

    Mendirikan shalat subuh berjamaah tepat waktu disertai shalat ashar tepat waktu adalah salah satu alasan dimasukan ke dalam surga. Sabda Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan oleh Abu Musa Al-‘Asy’ari ra:

    مَن صَلَّى البَرْدَيْنِ دَخَلَ الجَنَّةَ

    “Barangsiapa shalat dua bardain (subuh dan ashar) akan masuk surga”
    (HR. Bukhori, Muslim)

    Dan dalam Sahih Muslim juga disebutkan, sabda Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan ‘Umarah bin Ruwaibah ra:

    لن يَلِجَ النارَ أحَدٌ صَلَّى قبْلَ طُلوعِ الشمسِ وقبْلَ غُروبِها

    “Tidak masuk neraka orang yang mendirikan shalat sebelum matahari terbit (subuh) dan terbenam (‘ashar)”

    Bersambung Bag. 2 Menjadi Sebab Dapat Melihat Wajah Mulia Allah di Surga

    🏆 Informasi Pendaftaran Santri Baru👇
    Informasi Pendaftaran Islamic Center Wadi Mubarak Tahun 2022-2023

  • Fokuslah Pada Pencapaian Anak Anda dan Hargai Usahanya

    Fokuslah Pada Pencapaian Anak Anda dan Hargai Usahanya

    🏠❀ بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ 🏠

    📚 Fokuslah Pada Pencapaian Anak Anda dan Hargai Usahanya.📚

    السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

    🌻 Dengan Menyebut Asma Allah, kami selaku manajemen Program Qur’anic Parenting menginformasikan lebih lanjut bahwa In Syaa Allah Zoom Qur’anic Parenting akan dilaksanakan pada;

    🗓️ Hari : Ahad Malam, 7 Rajab 1443 H / 6 Februari 2022 M.

    🕰️ Jam : 20.00 WIB – Selesai

    Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberikan kemudahan pada program ini. Semoga Antum/Antunna diberi keberkahan atas ilmu yang telah didapatkan selama program ini berjalan.

    📌 Judul Kajian: Fokuslah Pada Pencapaian Anak Anda dan Hargai Usahanya.

    🎙️ Pemateri : Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc,. M.P.I. (Praktisi Qur’anic Parenting & pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak)

    Mari bergabung dengan link Zoom Meeting dibawah ini :

    🔰 Link Zoom Meet: https://us02web.zoom.us/j/9350054103?pwd=VTYrTTI5bHhRVUNkUUFyOVJMT1dydz09

    👉 Meeting ID:
    935 005 4103

    👉 Password: (khusus peserta qur’anic parenting yang sudah terdaftar)

    📌 Catatan Penting:

    📑 1. Pastikan Anda memiliki dan telah terdaftar dalam akun aplikasi Zoom Meeting.

    📑 2. Kajian Program Qur’anic Parenting ini tidak kami publikasikan selain dalam Live Zoom Meeting pada waktu yang tertera di atas.

    📑 3. Dibuka pendaftar baru gratis untuk kajian ini dengan menghubungi:

    👉 Ikhwan: https://bit.ly/pendaftaranquranicparentingikhwan2

    👉Akhwat: https://bit.ly/pendaftaranquranicparentingakhwat1

    Demikian,
    Kami ucapkan Barakallahu fiikum wa Jazakumullahu Khairan Katsiran atas antusias Antum/Antunna.

    TTD

    MANAGEMENT QUR’ANIC PARENTING


    ➖➖➖➖➖
    🏷 Find Us On:

    Instagram Qur’anic Parenting: https://bit.ly/IGquranicparenting
    Grup Facebook Qur’anic Parenting: https://www.facebook.com/groups/229276489202028/?ref=share
    Twitter Qur’anic Parenting: https://twitter.com/parenting_qur?s=08
    Travel Lantama Wisata: https://www.instagram.com/lantamawisata/
    Instagram Islamic Center Wadi Mubarak: https://instagram.com/ic_wadimubarak?igshid=16yvuiperya78
    🔗 Web : https://wadimubarak.com

    🏆 Informasi Pendaftaran Santri Baru👇
    Informasi Pendaftaran Islamic Center Wadi Mubarak Tahun 2022-2023