Lambat laun anak akan terus tumbuh dewasa, pertumbuhan yang memicu terjadinya perubahan sikap, dari belum mengetahui apa-apa hingga pada akhirnya mengetahui banyak hal.
Bahkan seringkali ia dihadapkan dengan pilihan-pilihan dalam berbagai aspek kehidupan. Sehingga kita sebagai pendidik atau pengasuh perlu memahami perubahan sikap sang buah hati, kita tidak bisa memaksakan kehendak agar mereka terus menerus mengikuti kemauan kita.
Lantas bagaimanakah kelanjutan dari metode agar kita mampu memahami perubahan sikap anak tersebut.
Yuk simak tips bagaimana memahami perubahan sikap anak, dengan mengikuti Kajian Parenting Online Bersama Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I., Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak, dengan membahas;
📑 Tema: Memahami Perubahan Sikap Anak (Eps 2). 🗓 Tanggal: Sabtu, 5 Februari 2022 📱Waktu: 20.00 WIB – Selesai 🎥 Live on Youtube Channel Darsuna TV: https://youtube.com/c/DarsunaTV
➖➖➖➖➖➖ . . Mari ajak keluarga, rekan, dan sahabat untuk bersama saling menimba ilmu, meningkatkan kapasitas diri dengan mengikuti majelis ilmu yang bermanfaat ini. . . .
🟡 Kajian Kitab Matan Jazari & Tadarus Al-Qur’an (Episode 9) 🟡 📖 Bersama LISANQU (Majelis Tahsin Qur’an) yang merupakan unit program dari Graha Qur’an Wadi Mubarak 📖
Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa menempuh jalan menuntut ilmu (agama), maka Allah akan memudahkan jalannya untuk menuju surga” (HR. At Tirmidzi no. 2682, Abu Daud no. 3641)
Mari bergabung dalam program belajar mengaji rutin yang diselenggarakan oleh Graha Qur’an Wadi Mubarak dan dapatkan keberkahan, serta kemuliaan dari belajar mengkaji Al-Qur’an.
Setiap umat Islam pasti mendambakan untuk bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, dan sekaranglah saatnya untuk bisa menggapai itu semua dengan mengikuti LISANQU.
Menjelang malam tanggal 1 Rajab 1443 H. Salah seorang pembimbing tahfizh Islamic Center Wadi Mubarak Syekh Muhammad bin Yusri mengingatkan jama’ah akan keutamaan bulan Rajab.
Bertempat di Masjid Wadi Mubarak beliau memberikan beberapa nasihat kepada para jamaah bahwa malam ini telah masuk Bulan Rajab. Bulan yang terletak di antara bulan Jumadil Akhir dan bulan Sya’ban. Dan merupakan salah satu bulan haram sebagaimana telah disebutkan dalam Al-Qur’an. Allah Ta’ala berfirman:
”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah: 36)
Adapun empat bulan haram (suci) yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah (1) Dzulqo’dah; (2) Dzulhijjah; (3) Muharram; dan (4) Rajab. sedangkan Rajab bulan tersendiri dibanding 3 bulan haram lainnya yang berurutan.
Sabda Nabi saw saat Haji Wada’ sebagaimana disampaikan dari Abu Bakroh Nafi’ bin Harits ra:
أنَّ النَّبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم خَطَب في حجَّتِه، فقال: إنَّ الزَّمانَ قد استدار كهيئتِه يومَ خَلَق اللهُ السَّمواتِ والأرضَ، السَّنةُ اثنا عَشَرَ شَهرًا، منها أربعةٌ حُرُمٌ، ثلاثٌ متوالياتٌ: ذو القَعْدةِ، وذو الحِجَّةِ، والمحَرَّمُ، ورَجَبُ مُضَرَ الذي بين جُمادى وشَعبانَ
“Dan sesungguhnya waktu itu beredar menurut aturannya yaitu saat Allah menciptakan langit dan bumi, dan sesungguhnya bilangan bulan (qamariyah) dalam satu tahun itu ada dua belas bulan di antaranya ada empat bulan haram. Tiga bulan berurutan dan bulan Rajab tergabung (dengan bulan Sya’ban yang kadang-kadang disebut Rajabani) diantara bulan Jumada (akhirah) dan Sya’ban.” (HR. Bukhori: 4406, Muslim: 1679 dan Abu Daud:1947)
Beberapa nasehat yang beliau sampaikan, antara lain:
1. Hendaknya seseorang menjauhi dirinya dari berbuat dzholim.
Hal inilah yang secara tegas Allah larang lakukan di bulan haram. Baik zholim kepada diri sendiri terlebih kepada orang lain. Dan dari bentuk kedzholiman yang sangat patut dihindari adalah dzholim kepada sesama manusia. Maka dari itu, meminta maaflah jika ada salah dan jauhilah diri dari perbuatan ghibah (menggunjing orang lain), namimah (mengadu domba orang lain), tajassus (memata-matai orang lain), dan perbuatan lain yang dilarang syari’at.
2. Jangan bermaksiat.
Bermaksiat di bulan haram dosanya berlipat. Orang yang bermaksiat akan terbelenggu dengan dosanya, sehingga ia berat untuk taat dan ia pun akan berat meninggalkan kemaksiatan tersebut.
3. Hendaknya setiap orang latihan beramal sholeh.
Para salaf terdahulu mengatakan bahwa Rajab adalah “Bulan Menanam” dan Ramadhan “Bulan Memanen“. Karenanya, mulailah berpuasa sunnah, menjaga sholat lima waktu, membaca Al-Qur’an, dan lain sebagainya dari perbuatan sholeh. Sehingga saat memasuki Ramadhan, setiap kita dapat merasakan nikmatnya iman dan khusyu’ dalam beribadah.//AFS
Lambat laun anak akan terus tumbuh dewasa, pertumbuhan yang memicu terjadinya perubahan sikap, dari belum mengetahui apa-apa hingga pada akhirnya mengetahui banyak hal.
Bahkan seringkali ia dihadapkan dengan pilihan-pilihan dalam berbagai aspek kehidupan. Sehingga kita sebagai pendidik atau pengasuh perlu memahami perubahan sikap sang buah hati, kita tidak bisa memaksakan kehendak agar mereka terus menerus mengikuti kemauan kita.
Lantas bagaimanakah metode yang baik agar kita mampu memahami perubahan sikap anak tersebut.
Yuk simak tips bagaimana memahami perubahan sikap anak, dengan mengikuti Kajian Parenting Online Bersama:
Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I., Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak
📑 Tema: Memahami Perubahan Sikap Anak. 🗓 Tanggal: Sabtu, 29 Januari 2022 📱Waktu: 20.00 WIB – Selesai 🎥 Live on Youtube Channel Darsuna TV: https://youtube.com/c/DarsunaTV
➖➖➖➖➖➖ . . Mari ajak keluarga, rekan, dan sahabat untuk bersama saling menimba ilmu, meningkatkan kapasitas diri dengan mengikuti majelis ilmu yang bermanfaat ini. . . .
🟡 Kajian Kitab Matan Jazari & Tadarus Al-Qur’an 🟡 📖 Bersama LISANQU (Majelis Tahsin Qur’an) yang merupakan unit program dari Graha Qur’an Wadi Mubarak 📖
Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa menempuh jalan menuntut ilmu (agama), maka Allah akan memudahkan jalannya untuk menuju surga” (HR. At Tirmidzi no. 2682, Abu Daud no. 3641)
Mari bergabung dalam program belajar mengaji rutin yang diselenggarakan oleh Graha Qur’an Wadi Mubarak dan dapatkan keberkahan, serta kemuliaan dari belajar mengkaji Al-Qur’an.
Setiap umat Islam pasti mendambakan untuk bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, dan sekaranglah saatnya untuk bisa menggapai itu semua dengan mengikuti LISANQU.
⛱️ Perlunya Keserasian Ayah dan Bunda dalam Membesarkan Anak-Anaknya.
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
🌻 Dengan Menyebut Asma Allah, kami selaku manajemen Program Qur’anic Parenting menginformasikan lebih lanjut bahwa In Syaa Allah Zoom Qur’anic Parenting akan dilaksanakan pada;
🗓️ Hari : Ahad Malam, 21 Jumadil Akhir 1443 H / 23 Januari 2022 M.
🕰️ Jam : 20.00 WIB – Selesai
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberikan kemudahan pada program ini. Semoga Antum/Antunna diberi keberkahan atas ilmu yang telah didapatkan selama program ini berjalan.
📌 Judul Kajian: Perlunya Keserasian Ayah dan Bunda dalam Membesarkan Anak-Anaknya.
🎙️ Pemateri : Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc,. M.P.I. (Praktisi Qur’anic Parenting & pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak)
Mari bergabung dengan link Zoom Meeting dibawah ini :
Perselisihan setiap anak adalah hal yang biasa, namun seringkali kita sebagai orangtua menyikapinya dengan hal-hal yang tidak sepatutnya dilakukan, seperti memarahinya dan lain sebagainya.
Seringkali kita menginginkan hal yang baik bagi sang buah hati namun tanpa menyadarinya kita justru melakukannya dengan cara yang kurang baik, sehingga tidak menutup kemungkinan jika keadaan menjadi lebih buruk dari yang sebelumnya.
Demikian bagaimanakah seharusnya kita menyikapi agar anak terus rukun terhadap sosialisasi baik dengan kawan, saudara, keluarga dan lingkungan sekitar dengan metode yang baik pula? Hal baik dimulai dengan cara yang baik pula.
Yuk simak tips bagaimana mendidik anak menjadi rukun dengan mengikuti Kajian Parenting Online Bersama Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I., Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak, dengan membahas;
📑 Tema: Cara Mendidik Anak Menjadi Rukun. 🗓 Tanggal: Sabtu, 22 Januari 2022 📱Waktu: 20.00 WIB – Selesai 🎥 Live on Youtube Channel Darsuna TV https://youtube.com/c/DarsunaTV
➖➖➖➖➖➖ . . Mari ajak keluarga, rekan, dan sahabat untuk bersama saling menimba ilmu, meningkatkan kapasitas diri dengan mengikuti majelis ilmu yang bermanfaat ini. . . .
📖 Bersama LISANQU (Majelis Tahsin Qur’an) yang merupakan unit program dari Graha Qur’an Wadi Mubarak 📖
Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa menempuh jalan menuntut ilmu (agama), maka Allah akan memudahkan jalannya untuk menuju surga” (HR. At Tirmidzi no. 2682, Abu Daud no. 3641)
Mari bergabung dalam program belajar mengaji rutin yang diselenggarakan oleh Graha Qur’an Wadi Mubarak
Dan dapatkan keberkahan, serta kemuliaan dari belajar mengkaji Al-Qur’an.
Setiap umat Islam pasti mendambakan untuk bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, dan sekaranglah saatnya untuk bisa menggapai itu semua dengan mengikuti LISANQU.
Mendidik anak bukanlah hal yang mudah. Setiap anak memiliki karakteristik, kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Beberapa ada yang memiliki kepribadian yang pendiam, ada juga yang aktif bahkan super aktif dalam melakukan setiap kegiatannya, namun anak yang aktif notabene adalah anak yang sedikit ribet untuk dihadapi dalam sebuah pendidikan.
Lantas bagaimanakah tips atau metode dalam menghadapi anak-anak yang aktif ini.
Yuk contek tips menghadapi anak yang aktif dengan mengikuti Kajian Parenting Online Bersama Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I., Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak, dengan membahas;
📑 Tema: Tips Menghadapi Anak yang Aktif. 🗓 Tanggal: Sabtu, 15 Januari 2022 📱Waktu: 19.45 WIB – Selesai 🎥 Live on Youtube Channel Darsuna TV:
➖➖➖➖➖➖ . . Mari ajak keluarga, rekan, dan sahabat untuk bersama saling menimba ilmu, meningkatkan kapasitas diri dengan mengikuti majelis ilmu yang bermanfaat ini. . . .
Ketika mendengar kata “investasi” mungkin kebanyakan dari kita akan tertuju pada hal yang dikeluarkan oleh seseorang untuk mendapatkan aset atau bisnis jangka panjang yang menguntungkan bagi masa depan sang investor.
Sebagaimana dikutip dari berbagai sumber, investasi adalah aktivitas menempatkan modal baik berupa uang atau aset berharga lainnya ke dalam suatu benda, lembaga, atau suatu pihak dengan harapan pemodal atau investor kelak akan mendapatkan keuntungan setelah kurun waktu tertentu.
Maka tak mengherankan jika banyak orang rela mengeluarkan banyak hal demi investasi yang menguntungkan; dengan harapan dapat lebih menjamin masa depan yang cerah serta bahagia, sehingga lebih menjamin kehidupan yang baik bagi dirinya maupun orang tersayangnya.
Maka investasi pun saat ini banyak dilirik karena banyak menawarkan kelebihan-kelebihan yang menguntungkan bagi sang calon investor.
Ada sebuah investasi yang amat menguntungkan yang bisa memberikan keuntungan yang sangat besar bagi investornya, dunia maupun akhirat, namun sayangnya masih banyak yang belum menyadarinya.
Investasi tersebut adalah “anak”. Bagi yang telah memiliki keluarga serta telah dikaruniai momongan, maka berbahagialah karena anda memiliki sebuah investasi besar yang sangat menguntungkan, tetapi mungkin anda belum menyadarinya.
Ini bukan hanya sekedar omong kosong, ataupun bualan para pembicara tema parenting di panggung-panggung seminar, tetapi Allah subhanahu wa ta’ala sendiri melalui lisan rasul-Nya telah menyampaikan perihal tersebut jauh ribuan tahun silam.
Simaklah petikan hadits berikut: Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631).
Mungkin kebanyakan dari kita sudah sering mendengar atau membaca hadist ini, atau bahkan ada beberapa yang telah menghafalnya, tetapi mungkin banyak dari kita yang belum memaknainya dengan baik.
Sebagai seorang manusia yang memiliki orientasi masa depan yang baik, tentu setiap orang akan mempersiapkan yang terbaik untuk masa depannya, begitupun dengan sepasang orang tua yang telah dikaruniai seorang buah hati.
Mereka pasti akan memberikan perhatian serta kasih sayang pada sang buah hati, karena mereka sadar betapa besarnya pengorbanan yang mereka lakukan demi lahirnya sang buah hati di dunia ini terutama seorang ibu.
Maka orang tua pun memberikan segala hal terbaik bagi anaknya, mulai dengan memberikan makanan yang bergizi, memberikan pakaian yang terbaik, menyekolahkannya di sekolah-sekolah favorit, hingga membiayai segala kebutuhannya hingga sang anak tumbuh dewasa.
Jika menilik kepada hadist yang telah disebutkan sebelumnya, maka anak-anak kita dapat menjadi investasi yang sangat menguntungkan bagi kita semua, karena mereka dapat menjadi wasilah agar kita terus mendapat “kiriman doa” ketika mungkin sudah tidak ada yang mendoakan kita.
Mungkin saat ini kita memiliki pasangan, teman, relasi atau yang lain, tapi apakah mereka akan mengingat kita ketika kita telah tiada? pasangan kita dapat dinikahi oleh orang lain, teman kita dapat mencari teman lain yang mungkin lebih baik dari kita, relasi kita dapat mencari relasi lain yang lebih menguntungkan dan menjanjikan baginya, lalu siapakah yang akan mendoakan kita?
Allah telah memberikan solusi konkrit dengan menunjukkan melalui lisan rasul-Nya bahwa ada sebuah jalan yang dapat dilalui agar tetap ada yang dapat mendoakan kita disaat kita telah tiada, dan secara tidak langsung kita telah “berinvestasi” untuk masa depan kita, terlebih lagi masa depan akhirat kita yang merupakan tempat tinggal abadi bagi kita.
Maka seorang muslim yang cerdas akan memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik baiknya, menyiapkan generasi penerus yang berkualitas, shalih serta memiliki kemampuan dari segi duniawi maupun ukhrawi, sehingga bukan hanya investasi untuk dirinya, tetapi ia juga dapat memberikan sumbangsih bagi agama serta bangsa, dan menjadi modal bagi kebangkitan umat islam kedepannya.
Invesati ini dapat sangat menguntungkan jikalau hal ini dpat dikelola dengan baik dan benar, serta diusahakan agar dapat mencapai hasil yang maksimal, maka diperlukan kiat-kiat agar dapat mencapai hal tersebut, maka berikut akan dipaparkan beberapa hal singkat sebagai kiat-kiat agar investasi kita dapat berjalan dengan baik insyaAllah.
1. Menanamkan iman pada anak
Iman merupakan pokok fundamental pada setiap insan yang harus ditanamkan sejak masih belia, agar akar-akarnya dapat menancap kuat serta kuat sehingga tidak mudah roboh dan terombang ambing oleh terpaan angin yang kuat, apalagi di tengah perubahan zaman yang begitu cepat dan penuh dengan fitnah, maka diperlukan sebuah pondasi yang kokoh agar tetap tegak.
Dan pondasi terbaik yang telah diajarkan oleh Islam adalah iman yang mana jika telah menghujam kuat dapat menciptakan sebuah insan yang baik, lagi bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun orang lain,
Allah ta’ala saat mengisahkan kisah Luqman, berfirman:
Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya,”Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Luqman: 13)
Allah memulai kisah luqman dengan sebuah wasiat yang diberikan luqman pada anaknya, yaitu agar tidak menyekutukan Allah dengan apapun juga, maka iman menjadi pondasi dan tolak ukur utama dalam mendidik anak sebagaimana Allah contohkan pada kisah luqman.
Anak memang seorang peniru ulung. Setiap saat, mata anak selalu mengamati, telinganya menyimak, dan pikirannya mencerna apa pun yang kita lakukan. Karena ia sedang mengalami masa pertumbuhan dimana otak mulai berkembang seiring bertambahnya neuron di dalam otak anak.
Maka diperlukakan contoh yang baik pula, agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, karena sebagai orang tua, orang yang paling dekat dengan sang anaklah yang akan paling banyak ditiru.
Setiap anak yang lahir membawa fitrah yang harus senantiasa dijaga. Penjagaan ini dilakukan dengan memastikan anak mendapat lingkungan yang baik untuk tumbuh kembangnya. Untuk menjadi anak sholeh, seorang anak harus ada di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat yang baik agar terbentuk kepribadaian dan tumbuh kaidah iman dan Islam. Rasulullah shallallhu ‘alaihi wasallam bersabda,
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ
“Setiap anak yang dilahirkan, ia dilahirkan dalam keadaan fitrah (kesucian), maka orang tualah yang akan menjadikan dia sebagai seorang Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (H.R. Bukhori).
3. Mendo’akan anak
Do’a orang tua terhadap anak merupakan hal yang sangat penting, dikarenakan keshalihan anak adalah taufik dan petunjuk dari Allah. Contohlah nabi Ibrahim ‘alaihissalam yang mendo’akan anaknya;
“Ada tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar) dan doa orang yang terzalimi.” (HR. Abu Daud no. 1536, Ibnu Majah no. 3862 dan Tirmidzi no. 1905. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Oleh karenanya jangan sampai orang tua melupakan doa baik pada anaknya, walau mungkin saat ini anak tersebut sulit diatur dan nakal. Hidayah dan taufik di tangan Allah. Siapa tahu ke depannya, ia menjadi anak yang shalih dan manfaat untuk orang tua berkat doa yang tidak pernah putus-putusnya.
Penulis: Faros Nur Muhammad Editor: Muhammad Fathurrahman