Kategori: Artikel

  • Lantama Wisata Salurkan Profit Usaha Rp 400 Juta Ke Islamic Center Wadi Mubarak

    Lantama Wisata Salurkan Profit Usaha Rp 400 Juta Ke Islamic Center Wadi Mubarak

    Cibinong, wadimubarak.com – Menandai berakhirnya musim umroh 1443 – 1444 Hijriah, Lantama Wisata sebagai perusahaan perjalanan ibadah haji & umroh, menyalurkan hasil profit usaha senilai 400 juta ke Islamic Center Wadi Mubarak. Dalam acara penyaluran profit pada Sabtu (3/6/2023) disertai dengan agenda Halal Bi Halal bersama para alumni jamaah umroh dan dilanjut Kajian Tahsin Tilawah Al-Qur’an bersama Syaikh Fathurrahman Al Hamidy.

    Profit sebesar 400 juta yang disalurkan oleh Lantama Wisata akan digunakan untuk membangun dan meningkatkan berbagai fasilitas dari setiap program pendidikan & dakwah yang ada di Islamic Center Wadi Mubarak. Sehingga melalui suport ini dapat semakin meningkatkan kuantitas & kualitas dari setiap lulusan Wadi Mubarak untuk dapat lebih masif berdakwah di seluruh penjuru daerah di tanah air.

    Baca Juga:
    – Ketua Yayasan ICWM Dapatkan Sanad Al-Qur’an Di Madinah
    – Lebih Dari 150 Jamaah Umroh Akhir Ramadhan Lantama Wisata Berangkat Tahun Ini

    Kordinator Pembimbing Ibadah Haji & Umroh Lantama Wisata, H. Abu Bakri, Lc., M.A, menyatakan, “Kami merasa terhormat dan berbahagia bisa berkontribusi dalam memajukan Islamic Center Wadi Mubarak. Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor pariwisata, kami mengakui pentingnya peran yang dimainkan oleh lembaga-lembaga keagamaan dalam memenuhi kebutuhan spiritual masyarakat. Melalui suport ini, kami berharap dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi jamaah umroh dan umat Islam secara keseluruhan.”

    Islamic Center Wadi Mubarak telah menjadi lembaga pendidikan dan dakwah yang melibatkan ribuan umat muslim setiap tahunnya. Fasilitas yang ada di pondok tersebut termasuk masjid jami’, program perguruan tinggi (STIU Wadi Mubarak), perpustakaan dan sebagainya.

    Atas izin Allah melalui kepercayaan yang diberikan setiap alumni jamaah umroh dengan menunaikan ibadah umroh bersama Lantama Wisata, diharapkan bahwa lebih banyak program dan fasilitas dapat dikembangkan, memberikan manfaat yang lebih besar lagi bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia.

    Baca Juga:
    – ICWM Terima Profit Usaha Lantama Wisata Rp 100 Juta

    – Kerjasama Dengan STIUWM Walikota Padang Buka Pelatihan Guru Al-Qur’an

    Mujiyanto, S.Ag, Pengurus Islamic Center Wadi Mubarak, menyampaikan apresiasinya terhadap Lantama Wisata dan seluruh alumni jamaah umroh. “Kami sangat berterima kasih atas setiap kepercayaan yang diberikan oleh setiap jamaah umroh Lantama Wisata. Penyaluran profit usaha ini akan bermanfaat bagi +500 santri/santriwati yang sedang menimba ilmu Al-Qur’an dan Tafsir di Islamic Center Wadi Mubarak. Mereka yang saat ini sedang mondok di Wadi Mubarak adalah santri bapak/ibu, jadi kalau bapak/ibu ada di puncak jangan sungkan-sungkan untuk silaturahmi ke Wadi Mubarak dan menjenguk santri-santri bapak/ibu yang ada disana,” ujarnya dengan ramah.

    “Dalam 1 musim ke belakang, Alhamdulillah atas izin Allah telah terlayani 1366 jamaah umroh yang berangkat melalui Lantama Wisata. Pencapaian ini adalah nikmat dan karunia dari Allah yang dibantu juga oleh segenap mitra pemasaran Lantama Wisata. Oleh karena itu sebagai bentuk syukur dan rasa terima kasih, acara penyaluran profit usaha ini kami sajikan dengan tema Halal Bi Halal & Kajian Tahsin Tilawah Al-Qur’an supaya alumni jamaah dan mitra pemasaran yang hadir bisa ikut merasakan manfaat keberadaan Lantama Wisata & Islamic Center Wadi Mubarak.” ungkap Ilham Akbar, S.H.I selaku Manager Pemasaran Lantama Wisata.//

  • KH. Didik Hariyanto: Kyai Tidjani Telah Menginspirasi Saya Belajar Tafsir

    KH. Didik Hariyanto: Kyai Tidjani Telah Menginspirasi Saya Belajar Tafsir

    Satu lagi kabar membanggakan, merebak dari kalangan alumni TMI Al-Amien Prenduan. KH. Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I., menyelesaikan studi doktoralnya, pada Program Studi Tafsir Hadits, di King Abdul Aziz University, Jeddah, Senin (22/05). Tak tanggung-tanggung, Kiai Didik, demikian sapaan akrabnya, lulus dari universitas terkemuka tersebut dengan predikat mumtaz.

    “Al-fadhlu-Lillāh awwalan wa ākhiron,” demikian alumni tahun 1995 ini mengawali pembincangan, saat redaksi situs tmial-amien.sch.id mewawancarainya. Kiai Didik mengaku, keberhasilannya tak lepas dari jasa kedua orang tua, para pimpinan dan masāyikh, serta para asātidz Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Khususnya, wali kelas ketika ia duduk di kelas I D TMI Al-Amien Prenduan, Ustaz Syamsul Arifin. Sang wali kelaslah, yang telah berjasa meletakkan pondasi keilmuan dalam dirinya.

    Baca Juga:
    – Pimpinan ICWM Berhasil Mempertahankan Disertasi Di Hadapan Anggota Dewan Ulama Senior Arab Saudi
    – ICWM Rilis Buku 25 Kiat Agar Anak Cinta Al-Qur’an

    Sejak saat itu, Kiai Didik mulai mengenal sekelumit ilmu tafsir melalui kitab-kitab tafsir yang direkomendasikan oleh Kiai Tidjani. Misalnya, Kiai Tidjani pernah memberinya kitab tafsir Adwā’u al-Bayān karangan Syekh al-Amīn asy-Syinqithi, saat hendak mengikuti lomba tafsir di Gontor. Untuk itu, Kiai Didik sangat bersyukur. Bahkan kitab itulah, yang ia jadikan rujukan utama dalam menyelesaikan disertasinya, dalam hal tafsir bil ma’tsūr. “Kiai Tidjani yang telah menginspirasi saya fokus belajar ilmu tafsir Al-Qur’an,” kenangnya.

    Setahun kemudian, setelah dipercaya mengurus perpustakaan itu, Kiai Didik mulai tertarik menghafal Al-Qur’an. Ia bahkan merelakan waktu kosong, yang semestinya ia gunakan untuk melepas penat dari padatnya kegiatan pondok, untuk menghafal Al-Qur’an. “Setiap habis Ashar, kalau kebetulan saya tidak tugas jaga perpustakaan, saya selalu menghafal di Rayon Al-Munir,” jelas Kiai Didik, dengan menyebut salah satu tempat mukim di area TMI Al-Amien Prenduan.

    Upaya Kiai Didik untuk bisa menghafal Al-Qur’an dengan baik, tidak berhenti di Al-Amien. Bahkan, selama menjalani masa pengabdian, ia juga menyelang waktu untuk tetap fokus menghafal Al-Qur’an, di Pesantren asy-Syifa, Bantul. “Tidak hanya itu, beberapa kali juga setor ke Kiai Nawawi, di Pesantren Ngerukem, Bantul, bareng KH Junaidi, Mudir MTA (Ma’had Tahfidz Al-Qur’an Al-Amien Prenduan.red), saat ini,” tambahnya.

    Selepas masa pengabdian, Kiai Didik kembali melanjutkan hafalan Al-Qur’an 30 juz, di Madrasah Sirojiyah Harypur, Pakistan. Setelah itu Kiai yang kini berdomisili di Bogor tersebut, melanjutkan pendidikannya ke Universitas Islam Madinah, Fakultas Hadits dan Islamic Studies.

    Selama berada di Madinah, ayah delapan anak itu mulai berpikir untuk membuka lembaga tahfiz, untuk alumni pesantren modern. Pertimbangannya, alumni pesantren modern, sudah memiliki kemampuan Bahasa Arab dan jiwa leadership yang matang. Sehingga, mereka akan lebih mudah dalam mengatur waktu ketika harus menghafal Al-Qur’an. “Jadi, nggak perlu lagi ngobrak-ngabrik. Nggak perlu lagi dipaksa dan dimotivasi. Itu berkaca kepada perjalan hidup saya pribadi,” ungkapnya.

    Baca Juga: 
    –Sepulang Dari Maqarie Quraniyyah Madinah, 4 (Empat) Asatidz Berbagi Pengalaman
    –4 (Empat) Pengajar ICWM Sukses Memperoleh Ijazah Sanad Al-Qur’an Di Madinah
    – 12 Mahasiswa STIU-WM Dianugerahi Sanad Al-Qur’an

    Dari pemikiran itu, Kiai Didik mulai membuka program el-Kid, yang tujuan utamanya untuk mencetak para imam dan profesional penghafal Al-Qur’an. Program yang diprakarsai Sekjen Lembaga Tahfiz se-Indonesia, Robithoh Ma’ahidil Qur’an itu, menyasar setiap anak didik, yang pada tahun pertama dan kedua fokus pada Al-Qur’an dan Bahasa Arab. Adapun ilmu lain, akan diajarkan menyusul di kemudian waktu.

    “Kegagalan-kegagalan lembaga yang menggabungkan antara sains dengan agama, terutama menghafal Al-Qur’an, karena di waktu yang bersamaan mereka dituntut dua-duanya,” terangnya. Menurut pandangan Kiai Didik, sistem semacam itu tidak efektif. Karena dapat mengganggu fokus santri, untuk mendalami sesuatu yang harus mereka dahulukan, yakni menghafal Al-Qur’an.

    Ke depannya, selepas studinya selesai secara administratif, alumni TMI Al-Amien Prenduan tahun 1995 yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua PULDAPII periode 2015-2017 itu, akan kembali ke Indonesia, untuk terus berjuang di bidang Al-Qur’an dan Ilmu Tafsir. Meskipun banyak tawaran dari para koleganya untuk tinggal di negeri Raja Salman, ia memilih untuk tetap kembali ke pangkuan ibu pertiwi. “Panggilan batin saya adalah berjuang di Indonesia. Terutama dalam bidang Al-Qur’an dan Tafsir,” pungkasnya, tulus. (Zeal)

    Artikel ini telah terbit di: https://tmial-amien.sch.id/2023/05/kiai-didik-raih-predikat-mumtaz-studi-doktoral-di-king-abdul-aziz-university/

  • Pimpinan ICWM Berhasil Mempertahankan Disertasi Di Hadapan Anggota Dewan Ulama Senior Arab Saudi

    Pimpinan ICWM Berhasil Mempertahankan Disertasi Di Hadapan Anggota Dewan Ulama Senior Arab Saudi

    Jeddah, wadimubarak.com – Setelah memakan waktu sekitar 2 jam dalam Sidang Disertasi Program Doktoral Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak (ICWM) Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I yang diadakan pada Senin, 2 Dzulqo’dah 1444 H (22/5/2023) membuahkan hasil yang sangat menggembirakan bagi civitas ICWM.

    Bertempat di aula Fakultas Adab Jurusan Syari’ah dan Dirasat Islamiah Prodi Tafsier dan Hadits Universitas King Abdul Aziz Saudi Arabia dan dihadiri oleh kerabat serta keluarga besar Wadi Mubarak yang berdiam di tanah suci, sidang disertasi berjalan lancar tanpa hambatan.

    Disiarkan secara langsung melalui media zoom yang dapat diakses oleh umum, terkhusus keluarga besar Wadi Mubarak yang berada di Indonesia. Menjadi pembelajaran serta motivasi bahwa optimisme yang dibarengi kerja keras tentu akan membuahkan hasil seperti yang diharapkan.

    Judul Disertasi yang dibawakan adalah Kitab at-Tafsir Min ash-Shohihai al-Bukhari wa Muslim -Rahimahumallah- Surah Ali Imron Ila Akhir Surah Thaha (Kitab Tafsir dalam Shahih Bukhari dan Muslim Rahimahumallah dari Surat Ali Imran sampai akhir Surat Thaha) bermuatan lebih dari 1500 halaman yang terbagi menjadi 3 jilid menjadi satu karya ilmiah yang harus dipertahankan di hadapan penguji.

    Di bawah bimbingan Prof. Dr. Muhammad bin Ali al-Ghamidi seorang Guru Besar di King Abdul Aziz University, Ust Didik Hariyanto begitu biasa beliau dipanggil berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan 2 penguji. Yaitu Dr. Ibrahim bin Muhammad al-Ghamidi sebagai Penguji Internal, Dosen King Abdul Aziz University dan Prof. Dr. Ghalib bin Muhammad al-Hamidhi sebagai Penguji Eksternal dari luar kampus.

    Kehadiran Prof. Dr. Ghalib bin Muhammad al-Hamidhi dalam sidang disertasi kemarin sangat spesial dan kehormatan bagi promovendus, karena Prof. Galib al-Hamidhi merupakan Anggota Dewan Ulama Senior yang menyempatkan waktu untuk menjadi penguji bagi mahasiswa dari luar Arab Saudi dan itu belum pernah terjadi sebelumnya.

    Dalam sidang disertasi kemarin, Prof. Galib al-Hamidhi cukup kritis dalam memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada promovendus. Tidak hanya berupa pertanyaan mengenai materi disertasi berupa pemahaman promovendus, namun beliau pun mempertanyakan titik koma yang penempatannya dirasa kurang tepat.

    Baca Juga:
    – ICWM Rilis Buku 25 Kiat Agar Anak Cinta Al-Qur’an
    – Sepulang Dari Maqarie Quraniyyah Madinah, 4 (Empat) Asatidz Berbagi Pengalaman
    – 4 (Empat) Pengajar ICWM Sukses Memperoleh Ijazah Sanad Al-Qur’an Di Madinah
    – 12 Mahasiswa STIU-WM Dianugerahi Sanad Al-Qur’an

    Setelah melewati waktu yang sangat mendebarkan, tidak hanya bagi promovendus namun juga bagi audien dalam ruang dan live streeming baik via zoom maupun reel instagram. Pembimbing disertasi serta kedua penguji pun mengadakan rapat tertutup untuk memberikan nilai atas disertasi yang sedang diujikan tersebut.

    Alhamdulilah, disertasi promovendus dalam sidang tersebut berhasil meraih predikat Summa Cumlaude / Excellent With Honours (ممتاز مع المرتبة الشرف الاولي).

    Sebagaimana diketahui bahwa sidang disertasi ini merupakan sidang disertasi kedua bagi Ustadz Didik Heriyanto, setelah sebelumnya beliau berhasil mempertahankan disertasi “Konsep Parenting (Al-Tarbiyah Al-Waladiyyah) Dalam Al-Qur’an (Studi Analisis Sejarah Nabi Ya’qub ‘Alaihissalam)“ di Universitas Ibnu Khaldun Bogor tahun 2017.

    Tentu menjadi sebuah kesyukuran yang mendalam bagi seluruh kerabat dan civitas Islamic Center Wadi Mubarak, karena beliau telah mengharumkan nama bangsa Indonesia melalui prestasi beliau yang telah berhasil mencapai nilai tertinggi yang bisa diraih di Universitas-Universitas di Saudi Arabia.

    Dalam pesan singkat yang dikirimkan ke redaksi, beliau mengucapkan banyak terimakasih kepada keluarga, kerabat, handai tolan dan keluarga besar Wadi Mubarak yang telah mensupport serta mendoakan hingga selesai program doktoral beliau di Arab Saudi pada tahun ini.

    Semoga kegigihan perjuangan beliau dalam meraih predikat excellent, bisa menjadi suri tauladan bagi generasi penerus dan pemacu semangat belajar bagi umat islam. Dan semoga ilmu yang beliau dapatkan, menjadi ilmu yang bermanfaat untuk umat serta membawa keberkahan di dunia dan akhirat. //Al.C

  • Undangan Terbuka Sidang Disertasi; Live Dari King Abdulaziz University, Saudi Arabia

    Undangan Terbuka Sidang Disertasi; Live Dari King Abdulaziz University, Saudi Arabia

    Mahasiswa Indonesia mendapatkan kehormatan untuk diuji oleh Anggota Haiah Kibarul ‘Ulama (Dewan Ulama Senior Arab Saudi) dalam Sidang Disertasi di Fakultas Syari’ah dan Dirasat Islamiyah – King Abdulaziz University.

    Momen ini merupakan kesempatan yang sangat langka didapatkan oleh mahasiswa asing dan mungkin pertama kali bagi mahasiswa dari Indonesia.

    Selamat dan Sukses kepada
    Dr. Didik Hariyanto, L.c., M.P.I
    (Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak)
    yang akan menempuh Sidang Disertasi, Program Doktor beliau yang kedua
    di King Abdulaziz University – Saudi Arabia.

    Dengan segala kerendahan hati, kami memohon dukungan dan kehadirannya ikhwah sekalian dalam acara:

    Sidang Disertasi Doktoral Fakultas Adab Jurusan Syari’ah dan Dirasat Islamiah Prodi Kitab dan Sunnah Universitas King Abdul Aziz Jeddah

    Judul Disertasi:
    Kitab at-Tafsir Min ash-Shohihai al-Bukhari wa Muslim -Rahimahumallah- Surah Ali Imron Ila Akhir Surah Thaha

    Promovendus:
    Didik Hariyanto

    Pembimbing:
    Prof. Dr. Muhammad bin Ali al-Ghamidi
    Guru Besar di King Abdul Aziz University

    Penguji Internal:
    Dr. Ibrahim bin Muhammad al-Ghamidi
    Dosen King Abdul Aziz University

    Penguji Eksternal:
    Prof. Dr. Ghalib bin Muhammad al-Hamidhi
    Anggota Dewan Ulama Senior Arab Saudi

    🗓️Hari : Senin 2 Dzulqo’dah 1444 H / 22 Mei 2023
    🏬Tempat : Auditorium Fakultas Sastra
    ⏰Waktu : 15.00 WIB

    🖥️ Live Zoom:
    https://us06web.zoom.us/j/84882149423?pwd=UkhJT0E5bDNnSGRpWVBtbFpkSFduUT09

    📡 Live Youtube:
    https://youtube.com/live/I9WjGWtrhFs?feature=share

    Semoga Allah mudahkan dan lancarkan ihtiar beliau dalam menuntut ilmu. Allah jadikan ilmu beliau sebagai ilmu yang barakah, memberikan manfaat untuk umat. 🤲

    Find Us on
    🌐Youtube : DarsunaTV
    🌐 Instagram : Instagram.com/Quranic.parenting
    🌐Twitter : twitter.com/@Parenting_Qur
    🌐Facebook : http://bit.ly/FBQuranicParentingWM

  • Masjid Jami Wadi Mubarak Adakan I’tikaf Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan 1444 H

    Masjid Jami Wadi Mubarak Adakan I’tikaf Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan 1444 H

    Wadimubarak.com – Salahsatu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan Rasulullah  ﷺ pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan adalah I’tikaf. I’tikaf berasal dari kalimat عكف yang berarti “menetap”. Sedang menurut istilah menetap di masjid dengan tata cara khusus disertai dengan niat.

    Tujuan beri’tikaf adalah untuk mengharapkan ridha Allah ﷻ dan bermuhasabah diri.

    Ibadah ini termaktub dalam QS. Al Baqarah ayat 187. “…maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang   ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka jangan kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertaqwa.”

    Anjuran untuk beri’tikaf di sepuluh hari terakhir juga berlandaskan apa yang pernah dilakukan oleh Rasulullah  ﷺ. “Dari Ibnu Umar r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah ﷺ selalu beri‘tikaf pada sepuluh hari yang penghabisan di bulan Ramadan.” [Muttafaq ‘Alaih].

    Baca Juga:
    – Ketua Yayasan ICWM Dapatkan Sanad Al-Qur’an Di Madinah
    – Nikmatnya Umroh Ke Tanah Suci Plus Dauroh Bersama Masyayikh
    – Tutup Daurah Huffazhul Wahyain; 3 (Tiga) Mahasiswa STIU-WM Dapatkan Umroh Gratis
    – Pendaftaran Daurah Menghafal Shohih Bukhari Muslim Tahun 2023

    Dalam hadis lain disebutkan: “Bahwa Nabi ﷺ melakukan i’tikaf pada hari kesepuluh terakhir dari bulan Ramadhan, (beliau melakukannya) sejak datang di Madinah sampai beliau wafat, kemudian istri-istri beliau melakukan i’tikaf setelah beliau wafat.” [HR. Muslim].

    Pada 10 hari terakhir Ramadhan 1444 H ini, Masjid Jami Wadi Mubarak kembali mengadakan kegiatan i’tikaf yang terbuka untuk umum, baik ikhwan maupun akhwat.

    Berbeda dengan malam-malam sebelumnya yang menuntaskan bacaan 1 juz di setiap shalat tarawih. Pada kegiatan i’tikaf ini, imam membaca setengah juz Al-Qur’an saat shalat tarawih dan 1 juz pada saat qiyamul lail.

    Tidak hanya diisi dengan tadarus Al-Qur’an dan kajian tematik yang dapat diikuti oleh para peserta, namun program tahsin pun bisa diikuti oleh peserta yang ingin memperbaiki bacaan Al-Qur’annya.

    Program tahsin pada i’tikaf kali ini hanya dikhususkan untuk peserta ikhwan. Dibimbing langsung oleh Ustadz Irsyad Husnul Hidayat Hafizhahullah Ta’ala Ketua Markaz Iqro’ Wadi Mubarak, salahsatu unit kerja di Islamic Center Wadi Mubarak yang khusus menangani Sanad Al-Qur’an.

    Link Whatsapp Keikutsertaan I’tikaf:
    https://wa.me/6281212788118

    Keikutsertaan peserta hingga hari kedua sekitar 40 peserta, sehingga masih terbuka peluang bagi peserta baru untuk ikut beri’tikaf sambil menimba ilmu dan menikmati hidangan takjil serta sahur secara prasmanan dan cuma-cuma.//Al.C

  • Lebih Dari 150 Jamaah Umroh Akhir Ramadhan Lantama Wisata Berangkat Tahun Ini

    Lebih Dari 150 Jamaah Umroh Akhir Ramadhan Lantama Wisata Berangkat Tahun Ini

    Jakarta, 8 April 2023 – Total 86 jamaah umroh Lantama Wisata bertolak ke Tanah Suci hari ini. Keberangkatan jamaah umroh ini merupakan bagian dari program Umroh Akhir Ramadhan Full I’tikaf yang total diikuti oleh +150 jamaah umroh Lantama Wisata.

    Manager Pemasaran Lantama Wisata, Ilham Akbar, mengatakan bahwa keberangkatan jamaah umroh tersebut diawali dengan acara pelepasan di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta. Acara tersebut dihadiri oleh keluarga dan kerabat dari para jamaah umroh yang memberikan doa restu untuk keselamatan dan kelancaran perjalanan.

    Baca Juga:
    – Tutup Daurah Huffazhul Wahyain; 3 (Tiga) Mahasiswa STIU-WM Dapatkan Umroh Gratis
    – Pendaftaran Daurah Menghafal Shohih Bukhari Muslim Tahun 2023

    – 12 Mahasiswa STIU-WM Dianugerahi Sanad Qira’ah

    “Kami berharap jamaah umroh dapat menjalankan ibadah umroh dengan khusyuk, lancar, dan yamg terpenting juga mabrur. Kami juga mengingatkan kepada para jamaah untuk selalu menjaga kesehatan selama perjalanan dan di Tanah Suci, supaya dapat maksimal dalam menggapai 10 hari terakhir Bulan Ramadhan” ujar Ilham Akbar.

    Program Umroh Akhir Ramadhan Full I’tikaf Lantama Wisata tahun ini diikuti oleh ratusan jamaah dari berbagai daerah di Indonesia. Nantinya para jamaah akan dibersamai oleh 5 pembimbing yakni Ustadz Shohib Saifi, S.Pd.i, M.Ag, Ustadz Rasuki Abdullah, S.Ag, Ustadz Dr. Abdul Rouf, Ustadz Zainal Arifin, S.E.I, Ustadz Mujianto, S.Ag.

    Baca Juga:
    –
     Ketua Yayasan ICWM Dapatkan Sanad Al-Qur’an Di Madinah
    – Nikmatnya Umroh Ke Tanah Suci Plus Dauroh Bersama Masyayikh

    Program khusus ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada umat muslim yang ingin menjalankan ibadah umroh dengan mudah dan nyaman sembari fokus beribadah di bulan suci Ramadhan.

    Selama di Tanah Suci, para jamaah umroh akan mengunjungi berbagai tempat, seperti Masjidil Haram, Masjid Nabawi, Jabal Rahmah, Jabal Uhud dan tempat-tempat lain yang memiliki nilai sejarah dan keagamaan penting. Mereka diharapkan dapat menjalankan ibadah umroh dengan lancar dan khusyuk serta memperoleh pengalaman spiritual yang berharga.//ilhama

  • 5 (Lima) Kiat Sukses Bagi Seorang Muslim, Kajian Shubuh Syaikh Turki Ash-Shā’igh

    5 (Lima) Kiat Sukses Bagi Seorang Muslim, Kajian Shubuh Syaikh Turki Ash-Shā’igh

    Beliau adalah Syaikh Turkī ibn ‘Abd ar-Rahmān ash-Shā’igh, seorang ulama asal Riyadh, Kerajaan Saudi Arabia. Pernah menjabat Atase Agama di Kedutaan Besar KSA di Filipina dan Anggota Dakwah dan Bimbingan di Provinsi Qassim, Saudi Arabia.

    Mengawali nasihatnya kepada para mahasiswa STIU, beliau membawakan kisah Abu’l Misk Kafur, seorang budak yang menjadi penguasa Bani Ikhsyid di Mesir.

    Kafur adalah budak asal Habasyah (Ethiopia) yang diperjualbelikan di pasar Nikhasah (pasar khusus jual-beli budak). Tidak ada yang istimewa darinya. Kulitnya hitam, kakinya cacat, jalannya lambat lagi buruk rupa wajahnya. Meskipun begitu ia memiliki tekad yang kuat untuk menjadi seorang amir (pemimpin) Mesir.

    Jika budak semisalnya ingin dibeli oleh orang yang kaya, orang yang baik agar dapat hidup di tengah kenikmatan namun justru Kafur memiliki tekad yang tinggi. Ia selalu mengatakan di dalam hatinya bahwa aku ingin menjadi penguasa negeri ini (Mesir).

    Singkat cerita Kafur kemudian dibeli oleh penjual minyak dan ia dipekerjakan secara tidak manusiawi. Dari kondisi tersebut ia belajar menempa diri dan melatih mentalnya. Kemudian tak berselang lama ia dibeli oleh tuan yang baru yaitu seorang penulis.

    Dari penulis utulah ia belajar membaca dan menulis serta menambah wawasan keilmuannya. Pada masa-masa ini ia tak pernah lupa akan mimpinya untuk menjadi penguasa Mesir.

    Suatu hari sang tuan ingin mengirimkan hadiah kepada Amir Mesir kala itu, Muhammad bin Thagj. Hal ini dikarenakan si penulis pernah memiliki kedekatan dengan sang Amir sebelum ia menjadi penguasa. Ia pun mengirim hadiah untuk sang Amir melalui perantara Kafur, budaknya.

    Baca Juga:
    –
     12 Mahasiswa STIU-WM Dianugerahi Sanad Qira’ah
    – Tutup Daurah Huffazhul Wahyain; 3 (Tiga) Mahasiswa STIU-WM Dapatkan Umroh Gratis

    Tatkala sang Amir melihat Kafur, ia memiliki firasat bahwa Kafur bukan orang biasa. Menyadari hal itu segeralah ia beli Kafur dari si penulis. Dari sinilah mulai terang apa yang diimpikan oleh Kafur.

    Kafur menjadi pembantu di istana hingga wafatnya Muhammad bin Thagj. Naiklah putra sang Amir yaitu Unujur yang masih berusia lima belas tahun. Hal tersebut menyulut api protes dan amuk dari rakyat. Di saat itulah Kafur dengan tekad yang selama ini ia pendam mencoba menjadi “penyelamat”.

    Dengan segala pengalaman dan kemampuan yang telah ia miliki ia mengambil alih urusan pemerintahan. Hal tersebut menarik respek rakyat Mesir dan membuat mereka lebih yakin kepada kepemimpinan Kafur. Kafur pun diangkat menjadi amir Mesir pada masa Bani Ikhsyid dan menjabat selama dua tahun.

    Dari kisah Kafur, Syaikh memotivasi mahasiswa STIUWM agar memiliki tekad yang tinggi sebagaimana ia bertekad. Meskipun Kafur berstatus sebagai budak hal tersebut tidak menghalanginya untuk tetap bertekad menjadi amir. Dengan bermodal tekad yang kuat dan usaha yang gigih Allah pun mengabulkan impian Kafur dan menjadikannya amir Mesir.

    Kemudian Syaikh melanjutkan nasihatnya dengan membawakan dalil-dalil perintah untuk memiliki tekad tinggi. Di dalam Al Qur’an Allah ﷻ telah memerintahkan Rasulullah ﷺ agar bersabar. Namun perintah di sini bukan sekadar perintah untuk sabar melainkan untuk meniru sabarnya para Ululazmi, para rasul yang terbaik. Allah ta’ala berfirman:

    …… فَٱصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُو۟لُوا۟ ٱلْعَزْمِ مِنَ ٱلرُّسُلِ

    “Maka, bersabarlah engkau (Nabi Muhammad) sebagaimana ululazmi (orang-orang yang memiliki keteguhan hati) dari kalangan para rasul telah bersabar…”
    (QS: Al Ahqaaf: 35)

    Dalam ayat di atas terdapat motivasi kepada seorang muslim agar meniru dan mengidolakan tokoh yang paling baik dan bukan sembarang tokoh, yaitu para rasul ululazmi.

    Baca Juga:
    – Pendaftaran Daurah Menghafal Shohih Bukhari Muslim

    – Prof Rasjid Soeparwata Isi Kuliah Umum STIU Wadi Mubarak

    Selain ayat Alquran, Syaikh juga membawakan hadits Nabi shallaulaahu ‘alaihi wa sallam yang mengandung isyarat perintah untuk memiliki tekad tinggi. Nabi ﷺ bersabda:

    … احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ …

    “Bersungguh-sungguhlah pada perkara-perkara yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah dan janganlah kamu bersikap lemah”
    (HR. Muslim dan Ahmad)

    Syaikh juga membawakan sebuah bait syair tentang tekad yang tinggi,

    وَمَنْ يَتَهَيَّبْ صُعُوْدَ الْجِبَال   ۞   يَعِشْ أَبَدَ الدَّهْرِ بَيْنَ الْحُفَرِ

    Barangsiapa tak pernah bernyali untuk mendaki gunung,
    Niscaya selamanya ia akan mendekam di dalam lubang,

    Kemudian nasihat beliau tutup dengan membawakan 5 kiat sukses bagi seorang muslim pemilik himmah Aaliyah:

    1. Target yang jelas (وضوح الهدف)

    Target yang jelas merupakan langkah paling awal baginya. Jika ia memiliki target maka ia tahu ke mana akan melangkah. Berbeda dengan seorang yang tidak memiliki tujuan. Sampai kapanpun ia hanya melangkah tanpa tujuan dan tidak mengetahui apa yang ia cari.

    Begitulah sejatinya seorang muslim. Ia sudah memiliki target dan tujuan yang jelas dalam kehidupannya. Semua perbuatan dan aktivitasnya bermuara kepada satu hal, yaitu peribadatan kepada Allah. Allah ﷻ berfirman: “Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku,” (QS: Az-Zariyaat: 56)

    2. Memperbanyak doa (الإكثار من الدعاء).

    Dikisahkan bahwa Syaikh Abdul Karim Al Khudhair (seorang muhaddits dan murid senior Syaikh Ibn Baz) tidak pernah lepas daripada berdoa:

    ربنا هب لنا من أزواجنا وذرياتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما

    “Ya Allah karuniakanlah kami istri-istri dan anak-anak yang menjadi penyejuk mata kami dan jadikanlah kami pemimpin orang-orang bertakwa,”

    Allah pun mengabulkan doa beliau. Beliau menjadi ulama hadits senior dan menjadi rujukan para penuntut ilmu. Anak-anak beliau merupakan dai-dai di jalan Allah. Oleh karenanya beliau senantiasa memotivasi kaum muslimin agar selalu berdoa dengan doa ini.

    Baca Juga:
    –
     Mahasiswa Asal Kaltim Dapatkan Ijazah Sanad Al-Qur’an Di ICWM
    – Nikmatnya Umroh Ke Tanah Suci Plus Dauroh Bersama Masyayikh

    3. Mengetahui jalan yang benar (معرفة الطريق الصحيح)

    Pepatah arab mengatakan:

    تَرْجُو النَّجَاةَ وَلَمْ تَسْلُكْ مَسَالِكَهَا  ۞  إِنَّ السَّفِيْنَةَ لَا تَجْرِي عَلَى اليَبَس

    Engkau menginginkan kesuksesan namun tak menempuh jalannya,
    Sesungguhnya kapal itu tidak berlayar di daratan,

    Maka kesuksesan tidak mungkin dicapai kecuali dengan menapakai jalan menujunya. Sejauh mana ia mengetahui jalan menuju kesuksesan secepat itu pula ia akan sampai pada kesuksesan.

    4. Teman yang tepat (اختيار الصحبة الصالحة).

    Siapa yang menyangka bahwa Abdurrahman bin Muljam, pembunuh Khalifah Ali bin Abi Thalib dahulunya adalah seorang ahli ibadah. Bahkan pada saat Umar bin Khattab menjabat sebagai khalifah beliau mengirim Abdurrahman bin Muljam untuk mengajarkan Alquran kepada penduduk Mesir.

    Hal tersebut berubah ketika ia menikahi perempuan Khawarij. Ia menyangka bahwa dirinya tak akan terpengaruh dengan keyakinan si wanita. Namun ternyata ia menjadi seorang Khawarij bahkan menjadi “pahlawan” bagi mereka dengan membunuh Khalifah Ali bin Abi Thalib.

    Begitulah perjalanan seseorang menuju kesuksesan. Tidak ada sesuatu yang paling mempengaruhi seseorang kecuali kondisi teman dekatnya. Maka kesuksesan akan diraih dengan selektif memilih teman yang dapat mengantarkan kepada kesuksesan.

    Baca Juga:
    – 
    Kerjasama Dengan STIUWM Walikota Padang Buka Pelatihan Guru Al-Qur’an
    – Ketua Yayasan ICWM Dapatkan Sanad Al-Qur’an Di Madinah

    5. Muhasabah (محاسبة).

    Siapa yang tidak kenal Dr Thariq Suwaidan? Beliau merupakan penulis, motivator dan trainer manajemen yang sangat terkenal di Timur Tengah. Beliau juga merupakan bos dari perusahan-perusahaan besar.

    Namun siapa sangka ternyata di balik kesuksesan tersebut, beliau pernah mengalami banyak kegagalan. Beliau mengatakan bahwa ada kurang lebih seratus perusahaan yang pernah beliau dirikan. Namun dari jumlah tersebut ada tiga puluh perusahaan yang bangkrut dan gagal.

    Beliau mengatakan rahasia suksesnya tujuh puluh perusahaan sisanya adalah hasil dari evaluasi kegagalan sebelumnya. Maka kesuksesan adalah evaluasi dari kegagalan yang pernah terjadi. Setiap kali kegagalan menimpa jangan pernah putus asa dan menyerah. Jadikan kegagalan sebagai pelajaran. Dengan begitu kesuksesan akan diraih dengan izin Allah. Wallahu ta’ala a’lam//Al.C

    *Dirangkum oleh Ustadz Irsyad Husnul Hidayat Hafizhahullah Ta’ala saat Kajian Shubuh, Rabu (29/03/2023)

  • 3 Mahasiswa Dan 1 Alumni STIU Wadi Mubarak Isi Imam Tarawih di Australia

    3 Mahasiswa Dan 1 Alumni STIU Wadi Mubarak Isi Imam Tarawih di Australia

    Bogor, Wadimubarak.com – 3 (tiga) mahasiswa dan 1 (satu) alumni STIU Wadi Mubarak sedang membuat sejarah di luar negeri. Mereka diundang untuk menjadi imam sholat tarawih di Masjid Utsman bin Affan di Auckland, New Zealand, dan Global Islamic Youth Center yang berpusat di Australia.

    Mereka adalah Ari Kuswanto, Ferri Eka Rahayu, Zhain Abdillah, dan Irfan Maulana. Ini adalah kabar membanggakan bagi Islamic Center Wadi Mubarak secara khusus, menunjukkan bahwa para mahasiswa yang notabene nya adalah santri ICWM mampu bersaing secara global.

    Menurut informasi yang diperoleh, keempat imam tersebut telah tiba di New Zealand dan Australia pada Senin (21/3) pagi waktu setempat. Mereka akan memimpin sholat tarawih selama bulan suci Ramadan di Masjid Utsman bin Affan dan Global Islamic Youth Center.

    Baca Juga:
    – 
    Kerjasama Dengan STIUWM Walikota Padang Buka Pelatihan Guru Al-Qur’an
    – Ketua Yayasan ICWM Dapatkan Sanad Al-Qur’an Di Madinah
    – Mahasiswa Asal Kaltim Dapatkan Ijazah Sanad Al-Qur’an Di ICWM
    – Nikmatnya Umroh Ke Tanah Suci Plus Dauroh Bersama Masyayikh

    Menjadi imam sholat tarawih di Masjid Utsman bin Affan dan Global Islamic Youth Center adalah sebuah prestasi yang luar biasa. Masjid Utsman bin Affan merupakan masjid yang diprakarsai oleh komunitas umat Islam di Auckland, Selandia Baru dan menjadi pusat kegiatan keagamaan umat Islam di Auckland.

    Sementara itu, Global Islamic Youth Center adalah pusat kegiatan keagamaan bagi anak muda Muslim di Australia. Kehadiran keempat imam utusan Wadi Mubarak tersebut memberikan inspirasi dan semangat kepada jamaah di kedua tempat tersebut.

    Kepala STIU Wadi Mubarak, Mahfud, S.Th.I., M.Ag., mengatakan bahwa prestasi keempat imam tersebut, selain karena karunia Allah ta’ala juga merupakan hasil dari upaya dan kerja keras mereka dalam menuntut ilmu agama.

    Beliau pun mengharapkan bahwa keberhasilan keempat imam utusan tersebut dapat menjadi motivasi bagi para mahasiswa STIU Wadi Mubarak lainnya untuk terus belajar dan mengembangkan diri di bidang agama.

    Para mahasiswa STIU Wadi Mubarak juga merasa bangga atas prestasi yang diraih oleh keempat sahabatnya tersebut. Mereka menganggap bahwa keberhasilan itu adalah bukti bahwa pendidikan agama yang diterima di STIU Wadi Mubarak mampu menghasilkan imam-imam dan dai-dai yang berkualitas dan mampu bersaing di kancah internasional.

    Baca Juga:
    – Pendaftaran Daurah Menghafal Shohih Bukhari Muslim

    – Prof Rasjid Soeparwata Isi Kuliah Umum STIU Wadi Mubarak
    – 12 Mahasiswa STIU-WM Dianugerahi Sanad Qira’ah
    – Tutup Daurah Huffazhul Wahyain; 3 (Tiga) Mahasiswa STIU-WM Dapatkan Umroh Gratis

    Para mahasiswa juga berharap dapat mengikuti jejak keempat sahabatnya tersebut dan menjadi duta Indonesia yang terbaik di luar negeri.

    Keberhasilan ini patut diapresiasi. Mereka telah membawa nama Indonesia ke kancah internasional dan memberikan inspirasi bagi para pemuda Muslim di Indonesia. Kita berharap bahwa prestasi ini dapat menjadi pemicu bagi pemuda-pemuda Muslim di Indonesia untuk terus memperdalam pengetahuan agama dan berkontribusi bagi masyarakat. //burhan

  • Daurah Menghafal Shohih Bukhari & Muslim

    Daurah Menghafal Shohih Bukhari & Muslim

    Kesempatan emas bagi generasi muslim Indonesia, untuk meniti jalan Para ulama terdahulu dalam membangun pondasi keilmuan:

    Imam Syafi’i berkata: “Saya telah hafal alqur’an pada usia tujuh tahun dan Saya telah hafal kitab muwattho’ pada usia sepuluh tahun.“

    Abdullah bin Imam Ahmad berkata: Abu Zur’ah Ar-Razi berkata : “Ayahmu telah menghafal satu juta hadits“

    Dalam sebulan, para peserta akan dibimbing menghafal shohih Bukhari dan shohih Muslim secara intensif oleh para ulama Mekkah dan Madinah.
    (Ust. Dr. Didik Hariyanto, MA. Pengasuh Islamic center Wadi Mubarak)

    🏢💐 Fasilitas terbaik bagi peserta

    ✅ Hadiah bagi peserta yang berprestasi.
    ✅ Guru-guru terbaik dari mekkah dan madinah.
    ✅ Sertifikat
    ✅ Mendapatkan buku al-jam’u baina shohihain secara gratis

    🛠💐 Persyaratan peserta

    ✔Peserta baru:
    👉 Putra
    👉 Hafal al-qur’an 30 juz
    👉 Mampu berbahasa arab aktif/pasif
    👉 Berusia tidak kurang dari 16 tahun
    👉 Lulus tes seleksi
    👉 Bersedia mengikuti pelaksanaan daurah sampai selesai dan program lanjutannya.

    ✔Peserta lama:
    👉 Ujian hafalan yang pernah dihafal
    👉 Bersedia mengikuti pelaksanaan daurah sampai selesai dan lanjutannya.

    📎💐 Cara pendaftaran
    Untuk memudahkan proses pendaftaran anda, kami hanya menerima pendaftaran via whatsapp.
    Ketik format:
    🖋 Peserta baru: nama#Ttl#pendidikan terakhir#alamat lengkap#no hp aktif, kirim ke☎ 081213202272
    🖋 Peserta lama: nama#alamat lengkap#jilid yang pernah dihafal# no hp, kirim ke ☎️ 081213202272

    🔊💐 Informasi Pendaftaran
    ☎Abu Khadijah
    (081213202272)
    📞kantor (02518257944)

    🗒💐 Tanggal Pendaftaran:
    19 Februari- 12 Mei 2023
    ✅ Tes masuk: sabtu, 13 Mei 2023
    ✅ Pengumuman kelulusan: 03 Juni 2023
    ✅ Pelaksanaan Dauroh:
    08 Juli – 05 Agustus 2023
    ✅ Tempat pelaksanaan daurah: Islamic Centre Wadi Mubarak, Bogor

    🕌💐 Kantor Administrasi
    Islamic Center Wadi Mubarak
    Jl. Raya Puncak, kp. Goleah Rt. 01/Rw. 01 Desa Kuta Kec. Megamendung Kab. Bogor – Jawa Barat Indonesia 16750

    ➖➖➖➖➖
    Find Us On :
    Instagram;
    •Graha Qur’an: 
    https://instagram.com/grahaquran_wm?igshid=1byytnk9u70bs
    •ICWM : 
    https://instagram.com/ic_wadimubarak?igshid=16yvuiperya78
    •Lantama : 
    https://www.instagram.com/lantamawisata/
    🔗 Web : 
    https://wadimubarak.com

  • Ketua Yayasan ICWM Dapatkan Sanad Al-Quran di Madinah

    Ketua Yayasan ICWM Dapatkan Sanad Al-Quran di Madinah

    Madinah, wadimubarak.com – Untuk meningkatkan kompetensi keahlian bacaan Al-Qur’an di Islamic Center Wadi Mubarak (ICWM) Megamendung Bogor. Pada bulan Januari yang lalu, 4 (empat) orang pengurus ICWM mengambil kesempatan untuk menghadiri undangan tadrib sanad Al-Qur’an di Yayasan Maqarie Qur’aniyyah Madinah Munawwarah.

    Salahsatunya adalah Ust Shohib Saifi, M.Ag. Ketua Yayasan Islamic Center Wadi Mubarak yang berkesempatan untuk mengikuti pendalaman sanad Al-Qur’an tersebut.

    Kesempatan mendapat undangan yang beliau terima tersebut tidak selang beberapa lama setelah beliau mendapatkan sanad Al-Qur’an dari salah seorang Imam dan Khatib Masjid Nabawi Syaikh Ahmad Bin Thalib Hameed hafizhahullah ta’ala pada bulan Desember 2022.

    Di Yayasan Maqarie Qur’aniyyah, di bawah bimbingan Syaikh Dr. Abdul Majid Ruwaily hafizhahullah ta’ala, pada Jum’at (17/02/2023) beliau dapat menyelesaikan bacaan Al-Qur’an secara sempurna dan berhak mendapatkan Ijazah Sanad Al-Qur’an Riwayat Hafs ‘An ‘Ashim jalur Syatibiyyah.

    Baca Juga:
    – Mahasiswa Asal Kaltim Dapatkan Ijazah Sanad Al-Qur’an Di ICWM

    – Nikmatnya Umroh Ke Tanah Suci Plus Dauroh Bersama Masyayikh

    Menutup tadrib sanad yang memakan waktu satu bulan tersebut, Syaikh Abdul Majid mempersilahkan Ust Shohib untuk membacakan surah Al-Fatihah di dalam Masjid Nabawi.

    Simak Juga:
    ب
    رنامج الرواية – المجالس الاولى للحفاظ المشاركين في مجالس الرواية والختم والاجازة – الحافظ سيفي صاحب

    Sebagaimana diketahui, bahwa untuk menjaga keotentikan bacaan Al-Qur’an hanyalah melalui hafalan secara utuh. Hafalan yang dimaksud tidak sekedar hafalan saja, namun harus terjaga pula standarisasi bacaan Al-Quran sebagaimana bacaan Nabi ﷺ di hadapan para sahabat dan dilanjutkan pada generasi setelahnya.

    Kemurnian bacaan seperti ini hanya dapat dijaga melalui tradisi pemberian ijazah sanad Al-Qur’an sebagaimana telah diwariskan oleh para ulama terdahulu.

    Baca Juga:
    – Penganugerahan Sanad Qiraah di ICWM
    – ICWM Gelar Daurah Huffazh Wahyain

    – Wujudkan Kota Tahfiz, Wali Kota Padang Kunjungi Islamic Center Wadi Mubarak Bogor

    Lain dari itu, dengan adanya sistem sanad yang diterapkan di beberapa kitab maka setiap ilmu yang diterima oleh seseorang dari satu generasi ke generasi berikutnya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

    Metode pemberian sanad pun menjadi hal penting dalam menjaga tradisi keilmuan islam. Karena dengan tradisi keilmuan seperti ini yaitu melalui metode talaqqi, dimana seorang murid dan guru harus berhadapan secara langsung.//Al.Choer