Apakah Ayah Bunda Mengalami Permasalahan… ❓Pusing Menangani Anak Kecanduan Gadget? ❓Kesulitan Menghadapi Prilaku Anak? ❓Merasa Bingung Bagaimana Cara Tepat Mendidik Anak Sesuai Al Qur’an?
Jika Ayah Bunda Merasakan Permasalahan di Atas, Kami Persembahkan:
Seminar Quranic Parenting “Penanganan Kecanduan Gadget Melalui Metode Al-Qur’an”
Bersama: Ustadz Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I. Founder Qur’anic Parenting Yang Memiliki 2430+Member di Seluruh Indonesia Dan Doktor Dengan Predikat Summa Cumlaud Di Universitas King Abdul Aziz, Saudi Arabia
Di dalam Seminar Ini Akan Dikupas Tuntas Mengenai : ✅ Penanganan Kecanduan Gadget Melalui Metode Al-Qur’an ✅ Bagaimana Al Qur’an Menjadi Terapi Bagi Anak Yang Candu Terhadap Gadget ✅ Cara Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Dalam Hal pengasuhan melalui perspektif islam. ✅ Membangun Karakter Anak Sejak Usia Dini Sesuai Ajaran Islam Sehingga Tidak Mudah Goyah Dalam Pergaulan Penuh Fitnah. ✅ Meningkatkan Semangat Anak Untuk Mempelajari & Menghafalkan Al-Qur’an. ✅ Contoh Sekolah yang menerapkan sistem Al-Qur’an
▶️ Fasilitas: ✅ Tempat yang Nyaman ✅ Snack ✅ Ilmu yang Bermanfaat ✅ Komunitas Qur’anic Parenting ✅ Free Bimbingan Anak Berbasis Qur’anic Parenting Selama Acara Berlangsung
▶️ Waktu Pendaftaran: 20 Januari – 09 Februari 2024
▶️ Waktu Pelaksanaan: 10 Februari 2024
▶️ Biaya Pendaftaran : Single: Rp150,000 / orang Double: Rp200,000 / 2 orang
Tunggu apalagi segera klik link dibawah ini (pendaftaran ditutup sewaktu-waktu jika kuota sudah terpenuhi)
Al-Multaqa Al-‘Ilmiy III – Simposium Ilmiah III Diselenggarakan di Universitas Raja Kholid – Abha, Arab Saudi pada 15-16 Januari 2024
Sebuah kesempatan emas yang patut disyukuri, ketika KH. Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I mendapat kehormatan menjadi Pembicara dalam Simposium Ilmiah Internasional Universitas Raja Kholid – Abha, Arab Saudi. Event akbar ini mengundang 40 Duta Besar dan 500 Peserta yang terdiri dari para Mahasiswa Asing dari berbagai negara di dunia yang sedang menuntut ilmu di Arab Saudi.
Tentu menjadi sebuah prestasi yang membanggakan bagi Ustadz Didik, demikian sapaan akrab beliau. Dimana Alumni Universitas Madinah saja telah memiliki lebih dari 150 ribu lebih alumni. Adapun yang terpilih menjadi Pembicara hanyalah 7 Pembicara saja, yang mana salah satunya adalah Ustadz Didik yang mewakili Asia Tenggara.
Turut hadir sebagai pembicara dalam Simposium ini adalah: 1. Dr. Ahsan Jamil dari India 2. Dr. Fuad Iman dari Norwegia 3. Muniko Abdullah Muniko dari Tanzania 4. Dr. Muhammad Ahmad Luu dari Senegal 5. Syaikh Muhammad Ali Muhammad dari Britania 6. Dr. Turim Ali dari Albania 7. Syaikh Sulaiman Hasan dari Tanzania
Ustadz Didik, yang sekaligus menjadi Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak, dalam kesempatan kali ini, beliau menyampaikan tentang program-program dakwah dan pendidikan yang sudah dijalankan oleh Wadi Mubarak.
Saat ini, Wadi Mubarak telah memiliki 200 Lembaga Cabang Pendidikan Al-Qur’an. 154 diantaranya Sekolah TAUD SaQu (Tahfizh Anak Usia Dini Sahabat Qur’an) yang tersebar dari Indonesia bagian Barat (Aceh) hingga ke Indonesia bagian Timur (Papua). Wadi Mubarak juga telah memiliki 28 sekolah MIT (Madrasah Ibtidaiyah Tahfidzul Qur’an) yaitu sekolah tahfizh untuk jenjang SD. Selebihnya Wadi Mubarak juga memiliki lembaga pendidikan lanjutan yaitu SMP, SMU hingga Sekolah Tinggi.
Bukan hanya di Indonesia, Wadi Mubarak juga mendirikan sekolah cabang di Luar Negeri yaitu di Kamboja, Thailand, Malaysia, Australia dan Jepang.
Segenap peserta tampak antusias menyimak pemaparan materi dari Ustadz Didik, terlihat dari binar bahagia dari para peserta, juga gemuruh suara tepuk tangan yang berkali-kali menggema di dalam ruangan sebagai bentuk tanggapan riil para peserta yang penasaran sekaligus kagum dengan perkembangan dakwah Al-Qur’an terkhusus tentang peran Islamic Center Wadi Mubarak di Indonesia dan Luar Negeri.
Dr. Muhammad bin Abdillah Al-Robi’ah, Dosen di Univ. Qoshim, Pembina Lembaga (annabaul ‘azhim) Mekkah Al-Mukarromah mengakui kalau presentasi yang disampaikan oleh Ustadz Didik menjadi materi terbaik dalam Simposium ini.
Ada juga dari Syaikh Kibar yang mengagumi akan presentasi yang disampaikan oleh Ustadz Didik, yaitu Syaikh Prof. Soleh bin Furaih Al-Bahlal . Beliau adalah Profesor di Universitas Majma’ah yang menyatakan bahwa presentasi dari Ustadz Didik ini merupakan proyek besar, karya agung yang luar biasa dalam bidang pendidikan dan dakwah.
Syaikh Soleh sendiri pernah berkunjung ke Wadi Mubarak dan melihat langsung berbagai program pendidikan yang dijalankan oleh Wadi Mubarak. Biidznillah, atas wasilah beliau pula, banyak alumni Wadi Mubarak dan pesantren-pesantren lain di Indonesia yang mendapatkan beasiswa dan berkesempatan untuk belajar di beberapa universitas di Arab Saudi.
Diantara para tamu undangan yang hadir, banyak juga para profesor dan tokoh pendidikan yang ingin bekerjasama dengan Wadi Mubarak terkhusus dalam mendirikan sekolah tahfizh untuk anak usia dini.
Sebut saja Syaikh Dr Nasir Al Utsman yang berasal dari Kota Zulfi Prov. Riyadh, beliau sangat tertarik dengan strategi dakwah yang diterapkan di Indonesia terkait penanaman akhlak Qurani sejak dini. Bahkan beliau ingin berkunjung dan melihat lebih detail program-program dari lembaga-lembaga di bawah naungan Wadi Mubarak.
Memanfaatkan moment langka, banyak juga mahasiswa asing yang langsung mendekati Ustadz dan membentuk kerumunan seolah ingin menyampaikan bahwa merekapun ingin mengikuti jejak sang Ustadz yang sudah banyak berkiprah untuk membangun negeri.
Ternyata, program yang sudah lama dijalankan oleh Wadi Mubarak telah menjadi salah satu inspirasi dan membuat decak kagum oleh para tokoh pendidikan internasional. Betapa tidak, para tamu undangan dan peserta yang hadir dalam simposium ini adalah para profesor, para doktor, para master dan para mahasiswa asing yang berasal dari 85 Negara di Dunia.
Mabruk, Barakallah fiikum. Semoga hadirnya Wadi Mubarak menjadi salah satu wasilah, diraihnya kembali kejayaan islam melalui Al-Qur’an dan Sunnah.//
Bogor, Wadimubarak.com – Pada Kamis, 4 Januari 2024, Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak (STIU-WM) bersama Markaz Iqra Wadi Mubarak, salah satu unit kerja di Islamic Center Wadi Mubarak (ICWM) Bogor, Jawa Barat, melangsungkan penganugerahan Ijazah Sanad Al-Qur’an kepada 2 mahasiswa dan 2 alumninya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya STIU-WM untuk menjaga keotentikan Al-Qur’an dengan standarisasi bacaan sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad ﷺ.
Acara ini dihadiri oleh Syaikh Abdul Qawi Al-Arjali dan sejumlah Pembimbing tahfizh di lingkungan STIU-WM. Lebih dari itu, kehadiran tokoh-tokoh penting dalam dunia penghafal Al-Qur’an seperti Dr. Abdussalaam Muqbil Al Majidi (Ketua Yayasan Bashair Quraniyyah Qatar dan Ketua Majelis Iqra Yaman), Dr. Nabil Ahmed Tarmom (Dosen STIQ ZAD, Cianjur), dan Syaikh Abdul Aziz Al Areqi (Qori Nasional) turut menyaksikan kekhidmatan penganugerahan sanad ini.
Proses untuk memperoleh sanad di lingkungan STIU-WM melibatkan sejumlah syarat ketat, termasuk menghafal Al-Qur’an dengan kuat, membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid, menguasai matan Tuhfatul Athfal dan Jazariyyah beserta syarahnya, serta menyerahkan hafalan 30 juz kepada pembimbing atau syaikh yang direkomendasikan oleh Markaz Iqra’ Wadi Mubarak.
Dalam kegiatan ini, 2 mahasiswa dan 2 alumni Wadi Mubarak berhasil memperoleh sanad al-qur’an. Mereka adalah:
Zhain Abdillah (Sem. 5 Asal Bandung) mendapatkan Sanad Al Quran riwayat Hafsh ‘an ‘Ashim Jalur Syathibiyyah dari Ustadz Fahmi (Dosen STIU WM, Murid Syaikh Tamim Az Zu’bi)
Akmal Dhiansyah (Sem. 7 Asal Malang) mendapatkan sanad Al Quran riwayat Hafsh ‘an ‘Ashim jalur Syathibiyyah dari Ustadz Ozy Febrian (Dosen STIU WM)
Ustadz Abdul Mannan (Alumni STIU 3 Asal Karawang) mendapatkan sanad Al Quran riwayat Hafsh ‘an ‘Ashim jalur Syathibiyyah dari Syaikh Abdul Qowi Al Arjali (Dosen STIU WM)
Ustadz Muhammad Insan Robbani (Alumni eLKID 2018 Asal Bandung) mendapatkan sanad Al Quran Qiroat ‘Ashim (jamak Hafsh dan Syu’bah) jalur Syathibiyyah dari Syaikh Abdul Qowi Al Arjali (Dosen STIU WM
Sementara itu 3 mahasiswa lainnya berhasil menyelesaikan khataman Al-Qur’an pada hari yang sama.
Pemberian Ijazah Sanad Al-Qur’an oleh STIU-WM Bogor selepas shalat shubuh tersebut menjadi pencapaian penting bagi penghafal Al-Qur’an yang pastinya tidak hanya disyukuri di kalangan ICWM saja. Dari sinilah diharapkan hadir keteguhan komitmen mereka dalam menjaga keotentikan Al-Qur’an dengan standar bacaan yang benar dan sesuai tuntunan Nabi Muhammad ﷺ.//Al.C
Aceh, Wadimubarak.com – Aula Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh kembali menjadi saksi inspirasi keagamaan pada hari kedua Roadshow Quranic Parenting yang diselenggarakan pada Ahad, 24 Desember 2023.
Dengan tema “Pola Asuh Orang Tua dalam Menciptakan Anak Cinta Al-Qur’an,” acara ini menjadi panggung bagi pelajaran penting dalam membentuk karakter anak-anak sesuai dengan ajaran Al-Qur’an.
Dalam suasana yang penuh semangat, peserta diajak merenungi kebenaran bahwa segala aktivitas yang berhubungan dengan Al-Qur’an adalah aktivitas terbaik di sisi Allah. Kehadiran Al-Qur’an dalam setiap aspek kehidupan ditekankan sebagai langkah awal untuk menjadikannya yang terbaik.
Sebuah pertanyaan mendasar pun diajukan kepada para peserta: Bagaimana menciptakan generasi Qur’ani.
KH. Dr. Didik Hariyanto, L.c., M.P.I, sebagai pemateri, memberikan pandangan mendalam. Beliau menekankan pentingnya menanamkan karakter pada anak-anak sebelum kecerdasan otaknya. Menurut beliau, bahaya akan mengintai jika kecerdasan otak diutamakan tanpa memperhatikan pembentukan karakter anak.
Beliau pun secara gamblang memberikan tips 4 (empat) cara beserta contoh, baik dari masa sahabat maupun ulama kontemporer saat orangtua menghadapi anaknya ketika berbuat salah.
Dipandu Hj. Nur Asiah Ibrahim, S.Ag sebagai ketua Korwil TAUD SaQu Aceh, acara dibuka dengan penuh semarak oleh penampilan siswa-siswi Taud Saqu. Mereka memberikan penyegaran dan semangat melalui pertunjukan yang menginspirasi di samping Tilawah Al-Qur’an yang indah mengiringi awal acara, menciptakan atmosfer rohaniah yang mempesona.
Keputusan ini memberikan kesempatan bagi mayoritas peserta, yang terdiri dari wali santri Taud Saqu se wilayah Aceh, untuk ikut serta dalam acara tanpa harus hadir secara fisik di lokasi.
Semoga apa yang dipelajari dan dialami pada hari kedua Roadshow Quranic Parenting menjadi bekal berharga dalam membentuk generasi Qur’ani yang mencintai Al-Qur’an dan memiliki karakter yang kokoh.//
Banda Aceh, Wadimubarak.com – Dalam upaya untuk melahirkan Generasi Qur’ani yang menjadi kunci kejayaan Islam di masa depan, Roadshow Qur’anic Parenting kembali hadir di Aceh.
Acara hari pertama yang mengusung tema “Memperkuat Model Pendidikan Anak dalam Rumah Tangga Berdasarkan Al-Qur’an Al-Karim” ini diselenggarakan di aula kantor Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh pada tanggal 23 Desember 2023.
Keynote Speaker seminar ini adalah KH. DR. Didik Hariyanto, L.c., M.P.I, Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak Bogor, yang memberikan wawasan tentang pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter anak-anak berdasarkan Al-Qur’an.
Generasi Qur’ani dipandang sebagai solusi untuk mengembalikan kejayaan Islam. Menurut beliau, melahirkan generasi yang memiliki dasar keimanan kuat dan menghayati ajaran Al-Qur’an menjadi langkah strategis dalam membangun fondasi yang kokoh.
Didampingi oleh ketua YASAQU Bogor, Zaenal Arifin, S.E. dan Koordinator Pembimbing Ibadah Haji & Umroh Lantama Wisata, H. Abu Bakri, Lc., M.A, beliau menyampaikan strategi dan metode pendidikan anak yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jika membangun gedung saja membutuhkan perencanaan, apalagi membangun rumah tangga!” ujar Ustadz Didik, sapaan sehari-hari beliau menekankan betapa pentingnya perencanaan dan kesadaran dalam mendidik anak-anak sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Acara ini mendapatkan dukungan luas dari berbagai organisasi seperti YASAQU, Dharma Wanita Persatuan Aceh (DWP), Forhati Forum Alumni HMIwati, dan Korwil TAUD SaQu Aceh.
Peserta Roadshow Qur’anic Parenting di Aceh juga berkesempatan untuk bertanya dan berdiskusi langsung dengan pembicara.
Semoga ihtiar bersama ini dapat meraih ridho Allah dan menjadi langkah awal yang membawa manfaat besar dalam meluaskan dakwah Al-Qur’an dan membentuk Generasi Qur’ani yang unggul. //
Wadimubarak.com- Selasa (12/12/2023), Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak (STIU-WM) mengadakan acara Liqo Maftuh bersama Pimpinan Islamic Center Wadi Mubarak KH. Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I., yang menjadi momen perdana bagi mahasiswa setelah beliau menyelesaikan pendidikan doktoral di King Abdul Aziz University, Jeddah.
Dalam kesempatan tersebut, pimpinan memberikan serangkaian nasehat motivasi yang berkesan bagi para mahasiswa.
Salah satu poin penting yang disampaikan adalah bahwa individu yang mendalami Al-Qur’an akan memperoleh kebaikan dalam hidupnya. Dengan mempelajari Al-Qur’an, seseorang dapat menemukan arah hidup yang baik.
Beliau juga menyoroti peran roh jiwa dalam kehidupan manusia. Dikemukakan bahwa unsur yang paling dominan yang memengaruhi perjalanan hidup seseorang adalah roh jiwa. Ketika roh jiwa seseorang dekat dengan Al-Qur’an, maka kebaikan akan senantiasa menyertainya.
“Roh adalah substansi yang menghidupkan dan memberi makna kepada kehidupan seseorang,” ujar beliau. “Oleh karena itu, seseorang yang memiliki roh yang baik akan dihormati dan dicintai oleh orang-orang di sekitarnya.”
Menurut beliau, seorang hafizh memiliki roh Al-Qur’an dalam dirinya. Hal ini dikarenakan Al-Qur’an merupakan firman Allah yang mengandung kebenaran, hikmah, dan pelajaran yang sangat berharga.
“Hafizh Al-Qur’an harus menjadikan Al-Qur’an sebagai ruh yang dihafalkan, dipelajari dan diamalkan,” tegas beliau. “Dengan demikian, mereka akan menjadi manusia yang dihormati dan dicintai oleh Allah dan manusia.”
Al-Qur’an dipandang sebagai pedoman bagi individu yang memiliki iman dan taqwa. Ini menekankan pentingnya mengikuti ajaran Al-Qur’an dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Beliau juga menegaskan bahwa perilaku yang bertentangan dengan ajaran Al-Qur’an, seperti fajir (muslim yang senang bermaksiat) akan mendapatkan ketidaksenangan dari Allah dan manusia. Sebaliknya, mereka yang mengamalkan perilaku yang sesuai dengan ajaran Al-Qur’an akan banyak disenangi oleh manusia.
Dalam hal ini beliau memberikan perumpamaan bagi orang yang fajir sebagaimana parfum yang memiliki aroma tetapi pahit jika dirasa. Sedangkan bagi mereka yang senantiasa menjalankan, memaknai, dan mengamalkan pelajaran dan hikmah dalam Al-Qur’an sebagaimana Kurma yang tidak beraroma namun manis saat dimakan.
“Orang yang fajir akan dibenci oleh Allah dan manusia,” ujarnya. “Sedangkan orang yang senantiasa menjalankan ajaran Al-Qur’an akan dicintai oleh Allah dan manusia.”
Acara ini diharapkan dapat membuka wawasan dan pemahaman lebih lanjut bagi mahasiswa tentang pengaruh positif Al-Qur’an dalam membentuk kualitas hidup manusia. Hal ini mengajak untuk refleksi lebih dalam terhadap ajaran Al-Qur’an sebagai sumber pedoman yang memberi kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.//
Ditulis oleh : AFS/Kuryanto/Hawary Editor: Tanti Ummu Fadlan
Wadimubarak.com – Didampingi Penasehat Mahabbah Boarding School sebagai Pondok Putri Cabang Wadi Mubarak Ustadz H. Abu Bakri, Lc., M.Ag., Ketua Yayasan Islamic Center Wadi Mubarak (ICWM) Ustadz H. Shohib Saifi, M.Pd.I melakukan lawatan ke Villingen-Schwenningen, Jerman pada 14-22 Nopember 2023.
Lawatan bertajuk Orientasi Pendidikan dan Profesional di Black Forest Region, Villingen-Schwenningen, Jerman ini diinisiasi oleh Global Katalyst e.V. Jerman
Global Katalyst e.V. merupakan asosiasi nirlaba yang didirikan di Stuttgart Jerman yang bertujuan untuk membangun komunikasi, menjajaki kolaborasi masa depan, dan menjembatani kerja sama antar bangsa di bidang pendidikan, sosial, budaya, dan pariwisata.
Beberapa agenda yang digelar selain kunjungan ke beberapa museum serta destinasi wisata yang ada di kota tersebut adalah pertemuan dengan Walikota Villingen-Schwenningen Dr. Rupert Kubon.
Sebagai Walikota Villingen-Schwenningen, beliau merupakan sosok intelektual yang visioner dalam menghadirkan wawasan yang mendalam terhadap pembangunan kota yang berkelanjutan dan inklusif.
Beberapa tema diskusi yang akan dipaparkan antara lembaga yang akan hadir pada pertemuan nanti adalah menggali potensi kerjasama di bidang pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan.
Sebagai lembaga pendidikan Islam yang konsen kepada pendidikan akhlak, ulumul syar’i dan tahfizh bersanad. Wadi mubarak dalam segi kepengasuhan menerapkan pendekatan pola asuh qur’anic parenting, yaitu pola asuh yang didasari atas pesan-pesan kepengasuhan yang terdapat dalam Al-Qur’an.
Menyoroti kunci-kunci keberhasilan Wadi Mubarak dalam menerapkan pola asuh qur’anic parenting terkhusus di Mahabbah Boarding School inilah yang akan menjadi tema yang akan diusung Wadi Mubarak dalam pertemuan tersebut. Tentu hal ini akan menjadi salah satu tema diskusi yang menarik selain tema kesehatan dan ketenagakerjaan.
Dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah dan pihak terkait, diharapkan terwujudnya transformasi yang positif bagi masyarakat Villingen-Schwenningen dan lembaga-lembaga yang hadir dalam lawatan tersebut.
Selain itu, momen berharga ini pun diharapkan menciptakan energi yang dapat mendorong Wadi Mubarak untuk terus bekerja bersama-sama dalam menghadapi tantangan dan menciptakan peluang yang berkelanjutan di berbagai negara.
“Kami menyambut dengan hangat semangat kolaboratif yang tercipta pada lawatan ini, dan berkomitmen untuk menjalankan langkah-langkah nyata dalam mewujudkan visi bersama untuk kesejahteraan dan kemajuan kedua pihak. Semoga lawatan ini dan pertemuan yang akan digelar esok menjadi landasan yang kokoh untuk kerjasama yang berkelanjutan dan inspiratif di masa depan, terkhusus untuk para Ananda santriwati di Mahabbah Boarding School” Pesan Ustadz Abu Bakri kepada redaksi wadimubarak.com.//
Wadimubarak.com – Dalam rangka mewujudkan impian menunaikan umroh & haji, Alhamdulillah, telah dilaksanakan MoU kerjasama strategis antara Bank Syariah Indonesia – BSI dan Lantama Wisata yang diwakili oleh H. Shohib Saifi, S.Pd.I, M.A. selaku Direktur Utama Lantama Wisata & Ilham Akbar, S.H.I. selaku Manager Marketing di Islamic Center Wadi Mubarak (1/11).
Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas kepada program umroh dan haji di seluruh Indonesia. Melalui kerjasama ini, Bank Syariah Indonesia akan menjadi mitra strategis Lantama Wisata dalam memasarkan program tabungan umroh, serta memperluas penawaran program haji dan umroh Lantama Wisata melalui seluruh kantor cabang dan kantor cabang pembantu Bank Syariah Indonesia di seluruh kota/kabupaten se-Indonesia.
Dalam kerangka kerjasama ini, Lantama Wisata akan menghadirkan berbagai paket perjalanan umroh dan haji khusus terbaik dan berkualitas tinggi kepada setiap umat Islam di Indonesia dengan menjadi nasabah Bank Syariah Indonesia.
Program tabungan umroh yang ditawarkan oleh Bank Syariah Indonesia akan memberikan kemudahan kepada nasabah yang ingin menjalankan ibadah umroh dengan rencana pembayaran yang terstruktur dan mudah diakses.
Dalam penandatanganan MoU ini, Direktur Utama Lantama Wisata, H. Shohib Saifi, S.Pd.I, M.A. menyatakan, “Kami sangat senang bisa bermitra dengan BSI untuk memperluas jangkauan program umroh dan haji kami. Dengan kolaborasi ini, kami berharap dapat memberikan layanan terbaik kepada para jamaah, memudahkan mereka dalam merencanakan dan menjalankan ibadah umroh dan haji dengan penuh ketenangan pikiran.”
Sementara itu, Manager Marketing Lantama Wisata, Ilham Akbar, S.H.I., menyambut baik kerjasama ini, “Berkat doa dan dukungan dari para asatidz dan santri-santri semua, Lantama Wisata bisa membuat sebuah gebrakan besar dalam memberikan layanan kemudahan bagi setiap umat Islam untuk bisa menunaikan ibadah haji & umroh. Beragam program sudah dirancang oleh BSI untuk bisa memudahkan para calon tamu Allah berangkat ke tanah suci. Melalui sinergitas ini semoga Allah mudahkan niat baik kita sebagai operator sekaligus fasilitator untuk bisa memberikan pelayanan prima kepada para tamu Allah.“
Kerjasama ini bukan hanya menciptakan peluang bagi para jamaah untuk menjalankan ibadah umroh dan haji dengan nyaman, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam mendukung industri pariwisata dan ekonomi nasional.
Dengan adanya akses yang lebih mudah dan terjangkau, diharapkan semakin banyak orang yang dapat mewujudkan impian suci mereka untuk melakukan perjalanan ke Tanah Suci.
Wadimubarak.com – Kegiatan daurah Hadits Arbain Nawawi yang diadakan di aula Mahabbah Boarding School Puncak Bogor dan berlangsung pada pada tanggal 15-17 Agustus 2023, menjadi sorotan utama bagi para pencinta ilmu syar’i.
Acara tersebut dipandu oleh Ustadzah Aisyah Didik, putri pertama KH Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I, seorang remaja putri pecinta ilmu yang baru berusia 20 tahun serta memiliki latar belakang telah menghafal lebih dari 18 kitab hadits Nabi ﷺ.
Pada daurah hadits ini juga diisi dengan agenda sharing session bersama Ustadzah Aisyah yang menceritakan perjalanannya dalam menuntut ilmu mulai dari menghafalkan Al-Qur’an yang diselesaikannya sebelum usia 10 tahun sampai lanjut menghafalkan hadits-hadits Rasulullah ﷺ.
Tujuan utama dari digelarnya kegiatan Daurah Hadits Arbain Nawawi ini adalah untuk mendalamkan pemahaman yang berkaitan dengan 42 hadits-hadits pilihan yang telah dipilih oleh Imam Nawawi dalam mahakaryanya “Arbain Nawawi“, yang berfokus pada nilai-nilai kebaikan dan akhlak mulia.
Ustadzah Aisyah, yang telah dikenal sebagai remaja pecinta ilmu ini, membuka daurah dengan pengantar mengenai pentingnya memahami dan mengamalkan hadits-hadits dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga membagikan pengalaman pribadi dalam menempuh perjalanan penghafalan hadits dan nilai-nilai yang ia dapatkan dari proses tersebut.
“Kita sebagai umat Muslim dituntut untuk tidak hanya menghafal hadits-hadits, tetapi juga menghayatinya dalam tindakan kita sehari-hari. Hadits-hadits Arbain Nawawi memberikan landasan yang kuat untuk mengembangkan akhlak dan etika Islam dalam kehidupan kita,” ungkap Ustadzah Aisyah dalam sambutannya.
Selama tiga hari penuh, peserta daurah dibimbing dalam mendalami makna dan implikasi dari 42 hadits Arbain Nawawi.
Ustadzah Aisyah dengan lugas menjelaskan konteks dan hikmah di balik setiap hadits, serta memberikan penjelasan mengenai bagaimana mengaplikasikannya dalam berbagai situasi kehidupan.
Salah satu peserta, Fella, santri asal Depok merasa sangat senang dan bersyukur dengan kegiatan daurah ini. “Panduan Ustadzah Aisyah membuat hadits-hadits ini terasa lebih dekat dan relevan dengan keseharian kita. Saya merasa lebih siap untuk menerapkan ajaran-ajaran ini dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Acara ini juga dimeriahkan dengan sesi tanya jawab dan simulasi penerapan hadits dalam skenario kehidupan nyata. Peserta tidak hanya belajar dari Ustadzah Aisyah, tetapi juga berinteraksi dengan sesama peserta untuk mendapatkan sudut pandang yang beragam.
Di akhir acara, pengurus Mahabbah Boarding School memberikan piagam kenang-kenangan kepada Ustadzh Aisyah atas kehadirannya menjadi pemateri Dauroh Hadits Arba’in Nawawi serta penyerahan piagam peserta terbaik kepada Aisyah Najwa, santri asal Bekasi, Jawa Barat.
Dengan ditutupnya daurah hadits Arbain Nawawi ini, para santriwati diharapkan dapat membawa pulang pemahaman yang lebih mendalam tentang ajaran Islam melalui hadits-hadits pilihan.
Kegiatan semacam ini menjadi bukti nyata bahwa ilmu hadits terus berkembang dan diapresiasi oleh berbagai kalangan, dengan kontribusi positif dari pembelajarnya seperti Ustadzah Aisyah.//Ilham.Al-hamra
Wadimubarak.com – Tentu tidak ada yang mengenal gadis remaja ini kecuali hanya sedikit saja. Gadis remaja yang dengan keheningannya telah mengangkat nama Indonesia di hadapan para masyayikh tanah haram, Saudi Arabia.
Di usianya yang belum genap 20 tahun, Aisyah telah menyelesaikan hafalan hadits-hadits Nabi ﷺ. Tidak hanya kutubussittah yang berisi 6 kitab utama rujukan umat muslim dunia, namun tercatat ada 18 kitab hadits yang telah dihafalkannya. Masyaallah wa tabarakallah.
Dilahirkan dari keluarga penghafal Al-Qur’an. Anak pertama dari 8 bersaudara yang kesemuanya penghafal Al-Qur’an ini telah menyelesaikan hafalan 30 juz-nya di usia yang sangat muda, yaitu 10 tahun. Tradisi menghafal ini telah diturunkan dari kedua orangtua dan kakek neneknya.
Kesyukuran yang teramat dalam atas keberhasilannya ini tentu bukan hanya milik KH. Dr. Didik Hariyanto, Lc., M.P.I dan Ustadzah Nihayatus Saadah – hafizhahumullah – sebagai orangtua beserta keluarga besar Islamic Center Wadi Mubarak Megamendung Bogor, namun keberhasilan ini patut disyukuri pula bagi kaum muslimin Indonesia.
Dibanding jaman dahulu, maka akan sangat langka di masa sekarang ada seseorang yang dapat menghafal 18 kitab hadits sekaligus. Dan Aisyah, bisa jadi satu-satunya di Indonesia sebagai remaja putri yang memiliki hafalan hadits terbanyak masa kini.
Jum’at, 11 Agustus 2023 / 23 Muharam 1445 H tentu akan menjadi sebuah hari yang istimewa bagi gadis pemegang sanad Al-Qur’an Riwayat Hafsh dari Qiroat Ashim dari Masjid Nabawi dibawah binaan ustadzah Tsuroyyah, kelahiran November 2003 di Sleman ini, yaitu dengan diadakannya khataman (penutupan) masa hafalan 18 kitab hadits.
Kitab tersebut adalah: Shahihain: (1) Shahih Bukhari; (2) Shahih Muslim; As-Sunan Al-Khamsah: (3) Sunan Abu Dawud (4) Sunan Tirmidzi, (5) Sunan An-Nasa’i, (6) Sunan Ibnu Majah, (7) Sunan Al-Darimi, Al-Masanid Al-Khamsah: (8) Musnad Imam Ahmad, (9) Musnad Ibni Abi Syaibah, (10) Musnad Ishaq Bin Rahawaih (11) Musnad Al-Bazzar (12) Musnad Abi Ya’la.
Lalu As-Shihah Ats-Tsalatsah: (13) Kitab Shahih Ibni Khuzaimah, (14) Kitab Shahih Ibni Hibban, (15) Kitab Mustadrak Al-Hakim, Al-Ma’ajim Ats-Tsalatsah: (16) Kitab Al-Mu’jam Al-Kabir, (17) Kitab Al-Mu’jam Al-Wasith dan (18) Kitab Al-Mu’jam As-Shagir.
Di bawah bimbingan Syaikh Yahya bin Abdul Aziz al-Yahya, seorang muhadditsin yang juga pimpinan daurah-daurah hafalan hadits di Masjidil Haram Makkah, Madinah, Riyadh serta daerah-daerah lainnya melalui program Huffadzus Sunnah, Aisyah menjadi salah satu murid yang terpilih untuk khatam dan wisuda tahun ini dari ribuan peserta penghafal al-Hadits lainnya yang dibina oleh beliau.
Selain Syaikh Yahya ada pula Usth Bisyaroh, Usth Nuro Mushthofa, Usth Hanan Abkar, serta Syaikhoh Rowiyah yang membimbing Aisyah, menjadikan Aisyah dapat menyelesaikan hafalan kitab-kitab tersebut dengan perjalanan panjang penuh suka dan duka.
Apalagi selama masa karantina Aisyah dipercaya untuk sekaligus menjadi guru yang berkewajiban menyimak hafalan hadits adik angkatannya yang rata-rata mereka adalah orang Arab. Keistimewaan yang luar biasa di usia yang sangat muda Allah memilihnya untuk menjadi guru hadits di kota Mekah.
Tentu tidak mudah bagi siapapun menjalani target harian menghafal 18 kitab hingga rampung dalam 4 tahun. Namun motivasi terbesar baik dari keluarga dan para pembimbing menjadikan jalan terjal dapat dilaluinya dengan sukacita.
Kini, gadis remaja lulusan Ma’had Al-Huda Li-Ta’limi Al-Qur’an wa As-Sunnah dan sempat mengenyam pendidikan di Fakultas Syari’ah Kulliyatu Al-Haram Al-Makky Asy-Syarief di kota yang sama, yaitu Mekkah Saudi Arabia ini akan memulai debutnya sebagai mahasiswi di King Abdul Aziz University Jeddah.//Al.C